minyak makan merah
Sorotan terbaru dari Tag # minyak makan merah
Siap-siap! Dua Pabrik Minyak Makan Merah Bakal Beroperasi di Kalimantan Barat
Pontianak, katakabar.com - Pabrik minyak makan merah bakal dibangun sekaligus dua di Provinsi Kalimantan Barat. Pabrik minyak makan merah pertama dibangun di Desa Palem Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Peletakan batu pertama telah dilakukan, Jumat (4/10) lalu.
Bisnis Koperasi Beragam, Dari Jualan Solar Hingga Produksi Minyak Makan Merah
Jakarta, katakaba.com - Bisnis koperasi beragam, dari jualan solar hingga produksi minyak makan merah. Ini sejalan pemerintah terus mendorong peningkatan kontribusi usaha koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari 5,7 persen jadi 6,2 persen di tahun 2024. Beberapa kebijakan afirmatif yang telah diterapkan pemerintah, salah satunya program koperasi modern yang dilaksanakan mulai 2020 hingga 2023 yang telah diintervensi sebanyak 400 koperasi dan akan menjadi 500 koperasi modern pada tahun 2024.
Dibangun di Sanggau Koperabuh Bakal Kelola Pabrik Minyak Makan Merah
Kapuas, katakabar.com - Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Ahmad Zabadi melakukan peletakan batu pertama tandai pembangunan pabrik minyak makan merah di Desa Palem Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (4/10).
Kolaborasi MenKopUKM dan DPD RI Sokong Program Pabrik Minyak Makan Merah
Jakarta, katakabar.com - Di awal April 2024, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bangun kolaborasi pembangunan industri skala menengah berbasis koperasi, yakni pabrik Minyak Makan Merah (M3). Selain itu, dua lembaga tersebut dorong program pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB). “Kita saat ini sedang mengalami problem deindustrialisasi. Kontribusi industri terhadap ekonomi saat ini cuma sebesar 18 persen," ujar MenKopUKM, Teten Masduki, dilansir dari laman website resmi KemenKopUKM, pada Senin (15/4). Saat industri terus menurun lapangan kerja sedikit, kata Teten, jumlah UMKM berpotensi semakin banyak, utamanya usaha mikro. Jadi, hal ini bakal jadi beban bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM, artinya semakin tinggi persaingannya,” tutur MenKopUKM saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Selasa lalu. Untuk menjadi negara maju di tahun 2045 dan menghadapi fenomena deindustrialisasi, terang Teten, sesuai catatan dari Bank Dunia, Pemerintah Indonesia perlu siapkan lapangan kerja yang berkualitas. “Kini 97 persen lapangan kerja disediakan pelaku UMKM, 90 persen ada di usaha mikro sektor informal tidak produktif," ulasnya. Untuk itu, ucap Teten, kita perlu melahirkan ekonomi baru yang bisa menciptakan lapangan kerja berkualitas. Kalau itu tidak dilakukan kita bisa gagal menjadi negara maju,” jelasnya. Untuk mengatasi salah satu masalah itu, beber MenKopUKM, pihaknya sedang membangun industri skala menengah berbasis koperasi, untuk mengolah keunggulan domestik, dengan menghasilkan barang setengah jadi, hingga barang jadi agar memberikan nilai tambah dan diharapkan dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas. “Lantaran setiap daerah punya keunggulan. Apalagi sebanyak 41 persen pemilik lahan kelapa sawit yakni rakyat. Makanya, kami dorong mereka untuk membangun pabrik minyak makan merah. Ini dapat perkuat perekonomian rakyat, jadi para petani kelapa sawit tidak hanya menjual Tandan Buah Segar (TBS) kepada industri yang harganya lebih sering tidak stabil yang ada mereka justru selalu dirugikan,” sebutnya.
BPDPKS: Minyak Makan Merah Banyak Kandung Vitamin A dan E
Palangka Raya, katakabar.com - Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah Koperasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan minyak makan merah banyak mengandung vitamin A dan E. "Di kegiatan sosialiasi manfaat minyak makan merah untuk kuliner dan kesehatan ini, BPDPKS menggandeng Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi atau SBRC dari Institut Pertanian Bogor atau IPB untuk menyampaikan manfaat minyak makan merah ini," ujar Helmi lewat keterangan resmi, dilansir dari laman Medcom.id, pada Senin (11/9). Helmi menegaskan, minya makan merah ini banyak mengandung vitamin A dan E. Di mana kandungannya pun berbeda dengan minyak makan biasa. Dari segi manfaat minyak goreng merah bisa digunakan untuk ragam olahan makanan yang lebih berkualitas, baik masyarakat terlebih para Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terangnya. Selain itu, lanjutnya, dapat menjadi nilai tambah sekaligus solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani sawit. Tak kalah penting tambah Helmi, sosialiasi minyak goreng merah ini sendiri dipandang relevan lantaran sejalan dengan program pemerintah RI yang berusaha menurunkan angka stunting.
Biar Masyarakat Familiar Minyak Makan Merah Disosialisasikan di Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gandeng Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sosialisasi minyak makan merah di Pekanbaru Provinsi Riau, di Hotel Co Ex Pekanbaru, pada Selasa (22/8) kemarin. "Kegiatan ini bertujuan agar seluruh masyarakat kenal dan familiar dengan minyak makan merah. Soalnya, sebagian besar masyarakat belum banyak mengenal minyak makan merah kaya akan kandungan vitamin A dan E," kata Usaha Kecil Menengah Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Helmi Muhansyah. Kita sosilasikan manfaat minyak makan merah ujar Helmi, lantaran minyak goreng ini banyak mengandung vitamin A dan E. Di mana kandungannya berbeda dengan minyak makan biasa. Sebelumnya, kegiatan sama sudah dilaksanakan di Kot la Bandung, Jawa Barat, pada 11 Agustus 2023 lalu. Harapannya, pemanfaatkan minyak goreng merah bisa digunakan untuk ragam olahan makanan yang lebih berkualitas, baik masyarakat terlebih para UKM ke depan. Sisi lain, hendaknya menjadi nilai tambah sekaligus solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani sawit. Sosialiasi minyak goreng merah ini sendiri dipandang relevan terkait program pemerintah RI yang berusaha menurunkan angka stunting. Makanya tepat sasaran dengan hadirnya para petani sawit, pelaku UKM termasuk akademisi sebagai peserta sosialiasi minyak goreng merah ini. "Peserta sosialisasi dapat materi tentang Teknologi produksi CPO dan minyak makan merah, manfaat Kesehatan dan penyajian minyak makan merah, pengembangan produk turunan minyak makan merah, potensi dan analisa usaha minyak makan merah dan ditutup dengan praktek pembuatan produk turunan minyak makan merah," jelas Helmi. Tentang produksi minyak goreng merah, Helmi menjabarkan, saat ini ada tiga piloting di Indonesia, salah satunya di Medan Sumatera Utara. Di mana BPDPKS turut memberikan dukungan untuk rencana produksi masal. Produksi masal minyak goreng merah ini sudah dapat dukungan dari kementerian terkait termasuk seperti apa nanti mekanismenya. "Saat ini masih fokus sosialiasi, minyak goreng merah inikan masih baru, makanya kita berikan pemahaman dan pemanfaatnya dari sisi kesehatan dulu. Seperti vitamin A, Vitamin E dan beta karoten yang tinggi," tambah Helmi dilansir dari laman website resmi Pemprovi Riau, pada Rabu (23/8).
Manfaat Minyak Makan Merah Dipromosikan di Bandung
Jakarta, katakabar.com - Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK), pekebun sawit, perangkat desa, akademisi, mahasiswa dan komunitas Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bagian dari stakeholder di Bandung, datang mengikuti sosialisasi temanya, 'Manfaat Minyak Makan Merah untuk Kuliner dan Kesehatan'. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) IPB University yang menggelar sosialisasi, pada Jumat (11/8) lalu. Di kegiatan itu, peserta diberi pemahaman materi tentang teknologi produksi minyak sawit mentah atau CPO dan minyak makan merah, manfaat kesehatan dan penyajian minyak makan merah. Tidak hanya itu, peserta dicekoki pengembangan produk turunan minyak makan merah, potensi dan analisa usaha minyak makan merah, dan terakhir praktek pembuatan produk turunan minyak makan merah. Kepala SBRC IPB University, Meika Syahbana Rusli menjelaskan, pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit jadi minyak makan merah dukung peningkatan nilai tambah sawit, bisa dirasakan manfaatnya para petani kelapa sawit. "Produksi minyak makan merah solusi meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit sekaligus mendukung program sirkular ekonomi yang direncanakan pemerintah," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (14/8). Kata Meika, proses pengolahan buah sawit jadi minyak makan merah bisa dijalankan kapasitas olah yang lebih kecil sehingga terjangkau para petani sawit, dan bisa dijual langsung. Tapi perlu diperhatikan saat konsumsi bagaimana menjaga agar kandungan karoten dan fitonutrien lainnya di dalam minyak makan merah tetap terjaga selama pengolahan. Di mana salah satunya dengan mencegah pemanasan yang berlebih. Harapannya kegiatan sosialisasi ini mampu membuka peluang potensi baru pemanfaatan minyak makan merah untuk berbagai produk olahan, jelasnya. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menimpali, kegiatan ini jadi salah satu upaya BPDPKS sosialisasikan dan promosikan kebaikan sawit hadapi kampanye negatif terhadap sawit Indonesia. "Minyak makan merah salah satu produk hasil riset yang berpotensi untuk dikomersialisasikan. BPDPKS siap memberikan support agar minyak makan merah dirasakan manfaatnya lebih luas oleh masyarakat, termasuk pemanfaatan untuk peluang pengembangan usaha bagi UKMK," ulasnya. Memang lanjut Helmi, minyak makan merah masih menemui tantangan terutama terkait pemahaman masyarakat. Padahal di dalam minyak makan merah terkandung berbagai nutrisi penting, seperti Vitamin A, Vitamin E, dan beta karoten yang masih tinggi. Tidak hanya itu, minyak makan merah relevan dengan kebijakan jangka pendek pemerintah untuk menekan stunting pada tahun 2024. Anggota Komite Riset BPDPKS, Tatang Hernas Soerawidjaja menuturkan, proses pemurnian minyak sawit selama ini dilakukan dengan menghilangkan warna merahnya atau pigmen beta karoten. Itu sebabnya, sesudah pemurnian, produsen minyak goreng diwajibkan melakukan fortifikasi dengan vitamin A yang bahan bakunya masih diimpor. "Beta karoten dapat diuraikan oleh tubuh menjadi dua molekul vitamin A yang sangat penting dalam pencegahan berbagai penyakit seperti gangguan penglihatan dan stunting," bebernya. Potensi isolasi beta karoten sendiri dari minyak sawit atau CPO sebelum diproses mejadi biodiesel sangat besar. Ini mengingat sebanyak 10 juta ton CPO dikonversi menjadi biodiesel saat ini," sebutnya.
Harkopnas 2023, Asa Bisa Hadir Pabrik Minyak Makan Merah di Muba
Sekayu, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan upacara memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 76 tahun 2023, di halaman Museum Penghulu Muhammad Soleh Kabupaten Muba, pada Rabu (12/7). Bertindak sebagai inspektur upacara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Andi Wijaya Busro, dan perwira upacara Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muba, H Irwan Syazili. "Pemerintah saat ini fokus pengembangan koperasi sektor riil guna membangun ekonomi anggota dan masyarakat yang lebih luas," ujar Asisten Perekonomian, Andi Wijaya. Dari sisi peluang kata Andi, koperasi sektor riil memiliki banyak potensi, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, jasa, pariwisata dan berbagai usaha lainnya. "Setiap wilayah kota dan kabupaten di Indonesia punya potensi unggulan, seperti komoditas, kerajinan, destinasi wisata, atau lainnya. Koperasi sektor riil harus jadi pemain utama pada potensi unggulan tersebut. Tujuannya agar manfaat dan nilai tambah yang dihasilkan dapat sebesar-besarnya terdistribusi ke anggota dan masyarakat," ulasnya. Dicontohkannya, salah satu sektor riil yang dikembangkan Kemenkop UKM saat ini pabrik Minyak Makan Merah di beberapa provinsi basis sawit. Pabrik ini sepenuhnya dimiliki para petani sawit anggota koperasi. "Hilirisasi produk dapat dilakukan dengan pabrik. Petani sawit tidak lagi hanya menjual Tandan Buah Segar (TBS), tapi menikmati nilai tambah dari produk akhir, seperti Minyak Makan Merah," bebernya. Berangkat dari situ, Andi berharap di bisa hadir pabrik Minyak Makan Merah di Muba. Kelak hasil panen petani lebih terserap maksimal dan harga meningkat. Komoditas unggulan mesti dikembangkan dengan cara demikian. Di mana koperasi bekerja dari hulu dan hilir, nilai tambah tinggi dan manfaat ke anggota meningkat," imbuhnya. Mantan Kepala DLH Kabupaten Muba ini menuturkan, untuk memajukan koperasi di Indonesia dibutuhkan landasan hukum yang kuat sebagai pegangan bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, aparat penegak hukum dan pihak-pihak lainnya. Untuk itu Kemenkop UKM tengah menyusun RUU Perkoperasian sebagai pengganti Undang Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. "Dengan substansi yang kaya dan fundamental tersebut, kami meyakini wajah koperasi Indonesia akan berubah 5 hingga 10 tahun mendatang setelah Undang Undang disahkan sebagai momentum pemajuan koperasi," tambahnya. Diketahui, diserahkan sejumlah penghargaan bagi Koperasi Berprestasi tahun 2023, meliputi KUD Bersama Makmur Desa Srimulyo Kecamatan Tungkal Jaya, Koperasi Medak Makmur Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, KUD Mandiri Jaya Makmur Desa Banjar Jaya Kecamatan Tungkal Jaya. Terus, KUD Jaya Usaha Mandiri Desa Sinar Harapan Kecamatan Tungkal Jaya, KPKS Suka Makmur Desa Sukadamai Baru Kecamatan Sungai Lilin, dan Koperasi Sereka Bersatu Jaya Desa Sereka Kecamatan Babat Toman. Berikutnya, KUD Sejahtera Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, KUD Barokah Jaya Desa Tegal Mulyo Kecamatan Keluang, KUD Sumber Tani Mandiri Desa Sumber Harum Kecamatan Tungkal Jaya, KPN Sadar Desa Karang Waru Kecamatan Lawang Wetan, KPN Pengayoman Rutan Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu. Selain itu, Koperasi Simpan Pinjam Harum Desa Sugiwaras Kecamatan Babat Toman, Koperasi Maju Jaya Bersama RSUD Sekayu Kecamatan Sekayu, Koperasi Primkop Polres Muba Kecamatan Sekayu dan Primkop Kartika Kodim 0401 Muba Kecamatan Sekayu. Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muba siapkan berbagai hadiah doorprize yang diundi, dan dibagikan kepada peserta dan tamu undangan yang hadir pada upacara peringatan Hari Koperasi Nasional.