Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 25 April 2026 | 12:30 WIB

Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla

Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan kesiagaan penuh mengamankan kelancaran operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen ini dibuktikan melalui peran aktif perusahaan sebagai tuan rumah Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Lahan di Lapangan Upacara Rumbai, Sabtu (25/4). General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan stabilitas ekosistem lingkungan merupakan fondasi penting bagi keandalan produksi migas nasional. Ancaman Karhutla risiko operasional nyata berdampak langsung pada keandalan infrastruktur energi nasional dan keselamatan publik. "Penurunan visibilitas, gangguan kesehatan pekerja, serta ancaman terhadap keselamatan masyarakat sekitar risiko yang wajib kami mitigasi secara komprehensif sejak fase awal. Kesiagaan personel Fire Brigade dan formasi armada alat berat kami di lapangan hari ini merepresentasikan ketegasan PHR dalam melindungi aset negara sekaligus mengamankan ruang hidup masyarakat," tegas Andre. Kesiapan infrastruktur mitigasi di tingkat korporasi ini sejalan dengan strategi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merespons tantangan hidrometeorologis tahun 2026. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang bertindak langsung sebagai Pembina Apel, menekankan fokus pemerintah pada aktivasi early fire response (respons dini tingkat tapak). KLH/ BPLH mengapresiasi gelar kesiapan armada dan personel Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Lapangan Sanggar, PH Rumbai. Kesiapsiagaan sejak dini kata Hanif, sangat penting untuk menekan potensi terjadinya Karhutla terutama di wilayah rawan yang memiliki lahan gambut luas.  "Pengendalian Karhutla mewajibkan sinergi lintas sektor secara terpadu. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha adalah kunci utama mewujudkan lingkungan yang aman, bebas Karhutla, demi keberlanjutan ekosistem, serta kesehatan masyarakat luas," ucap Hanif di hadapan ratusan personel. Keterlibatan PHR dalam penanggulangan bencana lingkungan mencakup pelaksanaan protokol preventif ketat di area konsesi dan tindakan responsif pada eskalasi regional. Di periode siaga Idul Fitri 1447 Hijriah lalu, tim penanggulangan kebakaran PHR langsung diterjunkan untuk memberikan dukungan taktis pada operasi pemadaman Karhutla di wilayah Dumai. Di misi tersebut, PHR mengerahkan bantuan peralatan taktis dan personel guna membantu Satgas Gabungan (TNI, Polri, dan Manggala Agni) melokalisasi titik api di lahan gambut. Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 ini melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta perwakilan lintas korporasi. Kolaborasi masif ini menjadi bentuk validasi kesiapan Provinsi Riau dalam mengamankan ruang wilayahnya dari potensi anomali cuaca ekstrem tahun ini.

Polres Bengkalis Gercep Amankan Pelaku Karhutla Hukrim
Hukrim
Rabu, 08 April 2026 | 15:15 WIB

Polres Bengkalis Gercep Amankan Pelaku Karhutla

Bengkalis, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis, lewat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) resmi tetapkan satu orang tersangka kasus tindak pidana kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Selasa (7/4). Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Yohn Mabel, menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan gelar perkara yang dilaksanakan sekitar pukul 23.50 WIB malam. "Tersangka yang diamankan berinisial DW 44 tahun, seorang buruh harian lepas, warga setempat. Ia diduga kuat melakukan pembakaran lahan di Jalan Kelapa Sari, Dusun Kelapa Sari, Desa Pedekik. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB di lahan gambut dengan luas terbakar sekitar 0,5 hektare. Dari hasil penyelidikan di lapangan, kebakaran diketahui bermula dari aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh tersangka. “Pengungkapan kasus ini berawal dari terdeteksinya titik panas (hotspot) melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Tim Satreskrim yang turun ke lokasi menemukan adanya kepulan asap dan langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara,” jelas Kasat Reskrim. Saat berada di lokasi, kata Iptu Yohn Mabel, petugas mendapati seorang pria yang kemudian mengakui telah melakukan pembakaran lahan. Petugas pun langsung mengamankan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Bengkalis. "Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, barang bukti, dan pengakuan tersangka, penyidik memperoleh keyakinan yang cukup untuk menetapkan status tersangka terhadap DW," tegasnya. Dalam proses penyidikan, ucapnya, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah korek api gas dan satu buah ember yang diduga digunakan dalam aktivitas pembakaran. "Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait tindak pidana kebakaran lahan," imbuhnya. Saat ini, Satreskrim Polres Bengkalis terus melengkapi berkas perkara dengan melakukan koordinasi bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU), pemeriksaan saksi ahli, serta pemenuhan administrasi penyidikan lainnya. Polres Bengkalis mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat berujung pada proses hukum. “Penegakan hukum ini merupakan komitmen Polri dalam menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan serta sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Bengkalis,” terangnya. Situasi selama proses penanganan perkara dilaporkan keadaan aman dan terkendali.

Kapolda Riau Pimpin Penanganan Karhutla di Dumai, Pastikan Pemadaman dan Pendinginan Optimal Hukrim
Hukrim
Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Kapolda Riau Pimpin Penanganan Karhutla di Dumai, Pastikan Pemadaman dan Pendinginan Optimal

Dumai, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. menunjukkan komitmen kuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan turun langsung ke lokasi terdampak di wilayah Kota Dumai, guna memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan secara optimal. Di kegiatan tersebut, Kapolda Riau tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi terlibat bersama personel gabungan dalam upaya pemadaman api di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap titik api, termasuk yang berada di lapisan bawah lahan gambut, dapat ditangani secara menyeluruh. Penanganan Karhutla melibatkan sinergitas lintas sektor yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Seluruh personel bekerja secara terpadu dengan menggunakan peralatan pemadaman guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran. Ia menegaskan upaya pemadaman harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, disertai langkah pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Selain itu, ujarnya, aspek keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. “Laksanakan tugas secara profesional dan utamakan keselamatan. Pastikan seluruh titik api benar-benar padam, termasuk potensi api di bawah permukaan,” tegas Irjen Pol. Dr. Herry. Menurutnya, penting upaya pencegahan melalui patroli terpadu dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla. Kehadiran Kapolda Riau di lokasi diharapkan mampu meningkatkan semangat dan soliditas personel gabungan, sekaligus memastikan bahwa seluruh rangkaian penanganan karhutla di wilayah Dumai dapat berjalan dengan efektif, tuntas, dan terkendali. Selama kegiatan berlangsung, situasi keadaan aman dan kondusif. Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan hingga dipastikan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.

Siaga Lebaran 2026, Tim Damkar PHR Turut Berjibaku Padamkan Karhutla di Dumai Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 24 Maret 2026 | 16:17 WIB

Siaga Lebaran 2026, Tim Damkar PHR Turut Berjibaku Padamkan Karhutla di Dumai

Dumai, katakabar.com - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) turut berjibaku padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthutla) yang terjadi di Kota Dumai, Riau, Selasa (24/3). Ketika sebagian besar masyarakat Riau merayakan Lebaran Idulfitri 1447 H bersama keluarga, puluhan kru Pemadam Kebakaran atau Fire Emergency Response Team (FERT) dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru berjibaku dengan asap dan api. Mengesampingkan waktu libur Lebaran 2026, tim ini diterjunkan untuk membantu memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kota Dumai. Di momen lebaran ini, tim PHR siaga dalam menghadapi berbagai isu operasional, termasuk kebakaran. Di sana, di tengah kepulan asap yang menyesakkan, nampak barisan pria berseragam merah dengan logo Pertamina Fire Brigade berjibaku melawan lidah api, bersama unsur TNI-Polri, Damkar, Manggala Agni hingga unsur pemerintah daerah lainnya. Aksi ini bagian dari komitmen Siaga Lebaran Pertamina Hulu Rokan untuk memastikan stabilitas dan keamanan lingkungan di sekitar wilayah operasional, sekaligus bentuk solidaritas terhadap tim Satgas Karhutla daerah. Kondisi cuaca panas dan angin kencang di Dumai dalam beberapa hari terakhir memicu munculnya titik api di lahan gambut yang sulit dijangkau. Tim FERT PHR bergerak cepat membawa perlengkapan pemadaman darat guna melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas ke pemukiman warga maupun fasilitas umum. "Kami tidak hanya menjaga obyek vital nasional, tapi juga berkomitmen hadir saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla yang muncul tepat di momen Lebaran ini," ujar GM Zona Rokan, Andre Wijanarko, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Selasa sore. Data yang dihimpun menunjukkan, Karhutla terpantau membakar sedikitnya ratusan hektare lahan di wilayah Tanjung Palas dan Mundam. Akibatnya, kabut asap pun mulai menyelimuti wilayah tersebut. Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, sehingga api dengan cepat menyebar ke berbagai titik. Dalam waktu singkat, lahan gambut dan kawasan hutan di dua wilayah tersebut dilahap si jago merah. Selain berdampak pada kesehatan, asap mengganggu jarak pandang, sehingga membahayakan pengendara. Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto mengatakan, petugas hingga kini masih terus berupaya memadamkan api. "Petugas saat ini masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman cukup terkendala oleh keterbatasan sumber air dan kondisi cuaca yang panas,” terang Sugiyarto. Sugiyarto mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari gangguan pernapasan. Karakteristik lahan gambut yang tampak padam di permukaan bukan berarti api benar-benar mati. Kondisi ini membuat tim gabungan termasuk kru PHR, BPBD, TNI, dan Polri, harus melakukan teknik cooling (pendinginan) hingga ke lapisan dalam tanah. Meski harus merayakan Lebaran di tengah kepulan asap, semangat para personel gabungan di lapangan tetap tinggi demi memastikan daerah tersebut tetap aman dari kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat Provinsi Riau. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

DJI Dock 3 Pantau Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan Tekno
Tekno
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:04 WIB

DJI Dock 3 Pantau Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan

Jakarta, katakabar.com - Kawasan hutan skala besar sulit dipantau secara menyeluruh oleh tim keamanan darat. Perambahan liar, penebangan ilegal, dan titik api awal sering baru terdeteksi setelah dampaknya sudah meluas jauh melampaui batas yang seharusnya bisa dicegah. Drone DJI Enterprise seperti DJI Dock 3 mampu melakukan pemantauan udara yang mengubah respons keamanan hutan dari reaktif menjadi proaktif. DJI Dock 3 dengan drone Matrice 4TD melakukan misi patroli jalur batas kawasan secara terjadwal dan menjalankan misi pemantauan hutan dengan kemampuannya mendeteksi panas dari titik api yang belum terlihat secara visual oleh kamera RGB, bahkan di bawah kanopi asap tebal. Laser range finder terintegrasi memberikan koordinat GPS titik panas secara langsung ke tim respons di darat tanpa perlu kalkulasi manual. Setiap anomali yang terdeteksi langsung memicu notifikasi ke command center dengan foto dan koordinat lokasi. Seluruh data penerbangan, rekaman video, dan hasil deteksi terpusat di platform DJI FlightHub 2 yang dapat diakses dari mana saja. Rekam jejak patroli yang terstruktur membangun basis data kondisi kawasan untuk pelaporan yang lebih komprehensif. "Titik api yang terdeteksi dini oleh drone memberi tim waktu untuk memverifikasi dan merespons dengan lebih cepat dan tepat," sebut Halo Robotics. Deteksi dini potensi kebakaran lahan menentukan seberapa besar kerusakan yang bisa dicegah sebelum api meluas di luar kendali.

Warga Lapor Lewat Call Center 110 Polres Kepulauan Meranti Gercep Padamkan Karhutla di Desa Insit Hukrim
Hukrim
Minggu, 15 Februari 2026 | 07:00 WIB

Warga Lapor Lewat Call Center 110 Polres Kepulauan Meranti Gercep Padamkan Karhutla di Desa Insit

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Respoms cepat aparat gabungan tangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Tim gabungan Polres Kepulauan Meranti, TNI, BPBD, serta perangkat desa berhasil memadamkan api yang membakar lahan di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Sabtu (14/2) kemarin sore. Kebakaran dilaporkan warga melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 15.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman secara terpadu. Total 41 personel diterjunkan di operasi tersebut, rinciannya 21 personel Polri, 2 personel TNI, 9 personel BPBD, 6 perangkat desa, serta 3 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Insit. Petugas menggunakan mesin mini strike dan selang pemadam untuk menjinakkan api. Tetapi, proses pemadaman sempat terkendala karena minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol Wan Mantazakka, S.H., M.H., menyampaikan kebakaran diduga dipicu kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. “Karhutla diduga akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar serta kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya. Setelah beberapa jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski demikian, asap tipis masih terlihat di lokasi sehingga petugas tetap melakukan siaga untuk mencegah api muncul kembali. Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 0.9774 N, 102.67596 E. Hingga saat ini situasi dinyatakan aman dan terkendali, sementara personel gabungan masih melakukan pemantauan di area bekas kebakaran. Polres Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

Turun ke Lokasi Karhutla, Kapolres Kampar Imbau Warga Stop Bakar Lahan Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 12 November 2025 | 10:08 WIB

Turun ke Lokasi Karhutla, Kapolres Kampar Imbau Warga Stop Bakar Lahan

AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan kepedulian akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia meminta seluruh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. “Jangan ada lagi aktivitas yang bisa memicu kebakaran, sekecil apa pun. Membakar untuk membersihkan lahan hanya akan menimbulkan dampak negatif bagi kita semua,” jelas Kapolres dengan nada tegas, Rabu (12/11). Imbauan itu disampaikannya bukan tanpa alasan. Beberapa hari terakhir, kebakaran kembali melanda wilayah Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Lahan yang terbakar mayoritas merupakan gambut jenis lahan yang mudah menyala dan sulit dipadamkan. Tak tinggal diam, AKBP Bobby bersama jajarannya turun langsung ke lokasi kebakaran. Dengan sepatu terendam lumpur dan wajah diselimuti asap, Kapolres ikut memimpin proses pemadaman sekaligus pendinginan area yang telah terbakar. “Lahan gambut ini sangat rawan. Setelah api padam pun, bara bisa muncul lagi dari bawah permukaan. Karena itu, pendinginan menjadi langkah penting,” jelasnya di sela kegiatan. Kapolres menambahkan, Polres Kampar bersama tim gabungan dari TNI, BPBD, dan Manggala Agni terus bersiaga untuk mencegah api meluas. Ia menegaskan, setiap pelaku pembakaran akan diproses hukum tanpa kompromi. “Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang sengaja membakar lahan. Kami akan tindak sesuai aturan,” tegas AKBP Bobby. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan atau tanda-tanda kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka.

Rimbo Panjang Membara, Wakapolda Riau dan Kapolres Kampar Pimpin Pemadaman Karhutla Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 11 November 2025 | 19:30 WIB

Rimbo Panjang Membara, Wakapolda Riau dan Kapolres Kampar Pimpin Pemadaman Karhutla

Kampar, katakabar.com - Kobaran api yang melahap lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, semakin mengkhawatirkan. Asap pekat menyelimuti kawasan permukiman, sementara bara di lahan gambut terus menyala. Melihat kondisi tersebut, Wakapolda Riau, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo bersama Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang turun langsung ke lokasi, Selasa (11/11), pimpin operasi pemadaman, dan pendinginan lokasi bekas terbakar. Kebakaran di sekitar Perumahan Zaira Permai dan Perumahan Marwah itu telah berlangsung selama empat hari berturut-turut. Di mana upaya pemadaman dilakukan siang dan malam. Untuk mempercepat penanganan, Polres Kampar mengerahkan 60 personel tambahan dari Polres Kampar, Samapta Polda Riau, Brimob Polda Riau, dan Polsek Tambang. Mereka bergabung dengan tim Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, sehingga total petugas di lapangan kini mencapai sekitar 100 orang. “Seluruh personel bekerja tanpa lelah memadamkan api yang terus merambat di lahan gambut. Semangat mereka luar biasa,” ujar Kapolres Kampar? AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang di lokasi kejadian. AKBP Boby menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh tim gabungan yang berjibaku di tengah panas dan kabut asap tebal. “Kami sangat menghargai dedikasi dan pengorbanan para petugas. Mereka tidak hanya berjuang melawan api, tetapi menjaga keselamatan warga,” jelasnya. Meski api di permukaan telah berhasil dikendalikan, bara di bawah tanah masih menjadi ancaman serius. Petugas kini fokus melakukan pendinginan intensif agar tidak muncul titik api baru. Selain memadamkan kebakaran, kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan terkait penyebab munculnya api. “Kami akan memanggil saksi-saksi dan menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Jika terbukti ada pihak yang membakar lahan, akan kami tindak tegas,” tegas Boby. Pihak kepolisian juga memasang plang larangan dan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang. Kata Boby, saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Tetapi, kepulan asap masih keluar lantaran adanya bara dari dasar tanah yang merupakan lahan gambut.

GAPKI dan APHI Teken MoU Cegah dan Kendalikan Karhutla Sawit
Sawit
Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:30 WIB

GAPKI dan APHI Teken MoU Cegah dan Kendalikan Karhutla

Jakarta, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, tandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, Kamis (16/10) lalu, tentang upaya pencegahan dan pengendalian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. "UPaya pencegahan dan pengendalian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, perlu kerja sama multipihak untuk mewujudkan cita cita bersama agar tidak ada kebakaran lahan. “Dunia usaha dapat mengambil peran positif dalam membantu pengendalian Karhutla,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Selasa (21/10). Dijelaskan Eddy, kerja sama ini tindak lanjut dari roadshow kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq beberapa waktu lalu di berbagai wilayah di Indonesia yang meninjau kesiapan perkebunan kelapa sawit mengenai pencegahan kebakaran lahan. Kedua organisasi akan saling bantu, dan secara bersama melakukan pembinaan masyarakat upaya pengendalian Karhutla. Melalui program-program bersama yang akan dilakukan kedua organisasi itu, ulas Eddy, kapasitas, dan peran, serta masyarakat pencegahan dan pengendalian Karhutla diharapkan semakin kuat. Di mana partisipasi masyarakat pengelolaan sumber daya alam tanpa pembakaran kian meningkat. Selain meningkatkan kapasitas dan kepedulian masyarakat, sambu Eddy, melalui nota kesepekatan tersebut, baik GAPKI maupun APHI bakal bentuk model pembinaan Desa Peduli Api atau Kelompok Tani Peduli Api sebagai percontohan lintas sektor. “Melalui MoU ini kami bersama-sama akan membangun mekanisme koordinasi, patroli, serta respon cepat terhadap bahaya Karhutla,” timpal Ketua Umum APHI, Soewarso.

Polres Inhu Pasang 24 Plang Peringatan Karhutla Hukrim
Hukrim
Sabtu, 04 Oktober 2025 | 17:00 WIB

Polres Inhu Pasang 24 Plang Peringatan Karhutla

Indragiri Hulu, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu pasang sebanyak 24 plang peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Sabtu (4/10). Kegiatan itu dilakukan anggota personel Polres Indragiri Hulu, Riau, sebagai bentuk sosialisasi upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Rangkaian kegiatan pemasangan plang peringatan Karhutla bersama Forkompinda secara simbolis dibuat di Desa Rawa Asri, Kecamatan Kuala Cenaku. "Total 24 plang dipasang di seluruh wilayah hukum Polres Indragiri Hulu. Plang ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, sebab dampaknya sangat merugikan lingkungan maupun kesehatan,” terang Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar. Ditegaskannya, pemasangan plang peringatan Karlahut bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari upaya nyata memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, areal yang akan dipasang plang imbauan lahan lebih dominan yang berstatus Quo, artinya tidak diperbolehkan ada aktivitas apapun. "Saya harap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.