Kalbar
Sorotan terbaru dari Tag # Kalbar
Hilirisasi Bauksit Penggerak Ekonomi di Kalbar
Mempawah, katakabar.com - Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, yang diinisiasi oleh Grup MIND ID melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dinilai memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Mega proyek hilirisasi terintegrasi ini akan menjadi motor untuk semakin memperkuat kinerja ekonomi daerah, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Data BPS menunjukkan, Ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian pada tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,90 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 31,48 persen. Bupati Mempawah, Erlina, menyampaikan kehadiran proyek hilirisasi menjadi motor transformasi ekonomi daerah yang sebelumnya bergantung pada aktivitas pertambangan bahan mentah. Hilirisasi dinilai mampu untuk semakin menggerakkan berbagai sektor ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. “Pertama penyerapan tenaga kerja, itu yang paling penting. Kedua, akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi karena banyak masyarakat dari luar daerah yang datang. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah,” kata Erlina selesai pelaksanaan groundbreaking proyek pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, di pekan pertama Februari 2026 lalu. Ia menjelaskan, dampak ekonomi dari proyek hilirisasi yang telah berjalan sebelumnya sudah mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah usaha pendukung tumbuh di sekitar kawasan proyek, seperti homestay, rumah kos, serta berbagai usaha kuliner. Kondisi ini membuka sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat lokal. “Dengan adanya proyek ini, kebutuhan akan tempat tinggal dan layanan pendukung meningkat. Ini menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ucapnya. Selain dampak ekonomi jangka pendek, Erlina menyampaikan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku operator proyek juga berdampak positif bagi masyarakat. Ia berharap program CSR ke depan semakin terus dikembangkan sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi, sehingga semakin banyak putra daerah yang memiliki kompetensi dan dapat bekerja di kawasan industri tersebut. Saat ini, Grup MIND ID telah mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah untuk mengolah bauksit menjadi alumina. Fasilitas ini menjadi penghubung penting dalam rantai pasok hilirisasi bauksit–alumina–aluminium yang sebelumnya belum terintegrasi di dalam negeri. Melalui prosesi groundbreaking terbaru, Grup MIND ID akan melanjutkan pengembangan ekosistem hilirisasi dengan membangun Smelter Aluminium Baru serta SGAR Fase II guna memperkuat integrasi dari hulu hingga hilir. Di kegiatan sama, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan kontribusi program hilirisasi terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat hilirisasi karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah. “Jika kita lihat, kontribusi hilirisasi terus meningkat. Pada 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp580,4 triliun atau sekitar 30% dari total investasi nasional, meningkat 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya,” kupas Rosan. Ke depan, pemerintah mendorong pemerataan pengembangan hilirisasi agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu seperti Maluku dan Sulawesi, tetapi meluas ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat.
Tingkatkan Daya, PLN Dorong Pertumbuhan Industri Sawit di Landak
Landak, katakabar.com - Perusahaan Listrik Negara atau PLN dorong pertumbuhan indistri kelapa sawit, guna tambahan daya di Kabupaten Landak Soalnya, ketersediaan listrik yang andal jadi penopang penting bagi pertumbuhan industri di Provinsi Kalimantan Barat. Ini yang dirasakan PT Gunung Rijuan Sejahtera, perusahaan pengolahan kelapa sawit di Selutung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, yang baru saja mendapat pasokan tambah daya listrik dari 830.000 VA menjadi 2.180.000 VA, Senin (22/9) kemarin. Tambahan daya ini bukan sekadar angka teknis, dilansir dari laman suarakalbar, Selasa siang, tetapi menjadi nafas baru bagi kelancaran operasional dan ekspansi usaha. Mill Manager PT Gunung Rijuan Sejahtera, Togi Napitupulu, sampaikan terima kasih kepada PLN. “Kami sangat terbantu dengan layanan cepat dan responsif PLN. Tambah daya ini sangat penting untuk mendukung operasional sekaligus rencana pengembangan perusahaan. Dengan listrik yang lebih besar dan stabil, kami optimis produktivitas meningkat, dan manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat sekitar serta perekonomian daerah,” kata Togi. Dukungan PLN ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk hadir sebagai mitra strategis dunia usaha. Abdul Azis P., Manager PLN UP3 Mempawah, menegaskan PLN siap mengawal tumbuhnya industri di Kalimantan Barat, khususnya sektor kelapa sawit yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat. “Kami ingin pastikan pelanggan industri merasa tenang dan fokus pada pengembangan usahanya. PLN hadir untuk memberi pasokan listrik yang andal, agar industri terus tumbuh, daya saing meningkat, dan dampak positifnya ikut dirasakan masyarakat sekitar,” terangAzis. General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan amin Azis. Ia menimpali, hadirnya listrik tidak hanya mendukung kelancaran usaha, tetapi membawa manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Periode II September 2025 TBS Mitra Plasma Dibeli Kisaran Rp3.400 per Kilogram di Kalbar
Pontianak, katakabar.com - Di periode II September 2025 harga penetapan Tandan Buah Segar atau TBS mitra plasma dibeli kisaran Rp3.400 per kilogram di Kalimantan Barat. Dari keterangan resmi pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan atau Disbunnak Provinsi Kalimantan Barat, seperti dilansir dari laman mediaperkebunan.Id, Sabtu (20/9) siang harga Rp3.400 per kilogram itu ditetapkan untuk TBS dari umur tanam 10 hingga 20 tahun kategori premium, serta TBS dari umur tanam 21 tahun. Sedang, harga pembelian TBS dari umur tanam, 3, 4, dan 5 tahun, hingga saat ini rata-rata masih berkutat di atas Rp2.500 per kilogram berdasarkan penetapan yang dilakukan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Bermitra pada Disbunnak Provinsi Kalimantan Barat. Sementara, untuk harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil atau CPO sejauh ini ditetapkan sebesar Rp14.318,67, dan saat yang sama, harga penjualan inti sawit atau palm kernel atau PK ditetapkan Disbunak Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp13.475,88 per kilogram. Soal besaran persentase Indeks K yang dihasilkan dari proses rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Produksi Pekebun Bermitra Provinsi Kalbar tersebut mencapai 92,06 persen. Ini harga pembelian TBS mitra plasma Provinsi Kalimantan Barat periode II September 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.592,21 per kilogram, umur 4 tahun Rp2.765,67 per kilogram, umur 5 tahun Rp2.950,60 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.043,18 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.155,00 per kilogram, dan umur 8 tahun Rp3.250,99 per kilogram. Terus, umur 9 tahun Rp3.303,64 per kilogram, umur 10-20 tahun Rp3.461,59 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.404,59 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.390,02 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.31324 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.205,47 per kilogram, dan Umur 25 tahun Rp3.105,29 per kilogram.
Mantap! ASD Bakrie Tampil All Out Siapkan Fasilitas di IPOSC ke Lima
“Terus memberikan pilihan yang lebih luas bagi pekebun guna pilih varietas terbaik dan merupakan wadah diskusi tentang kultur budidaya kelapa sawit yang terbaik bagi pekebun,” timpnya. Masih Budi Nasution, pencegahan peredaran benih ilegal dapat dilakukan dengan melakukan pembelian langsung ke ASD Bakrie dengan persyaratan fotokopi KTP, KK, surat lahan, dan surat pernyataan ditanam di kebun sendiri.
Elnusa Petrofin Terus Dukung Ketahanan Energi dan Optimalisasi Hilirisasi Migas di Kalbar
Pontianak, katakabar.com - Mengawali langkah strategis di tahun 2025, PT Elnusa Petrofin, anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), terus memperluas kontribusinya jaga ketahanan energi nasional. Melalui penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) Industri di tiga titik vital, yakni: Fuel Terminal (FT) Sintang, Jobber Sanggau, dan Integrated Terminal (IT) Pontianak. Elnusa Petrofin mendukung langsung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola oleh PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Kapuas yang dimulai sejak awal tahun 2025 lalu. Inisiatif ini kelanjutan dari kesuksesan Elnusa Petrofin dalam proyek serupa di PLTD Tambak Lorok sejak tahun 2022 dan yang paling terbaru di PLTD Arun, Aceh pada tahun 2024 yang terbukti mampu menghadirkan solusi energi yang handal dan berkelanjutan. Penyaluran BBM Industri di Kalimantan Barat diperuntukkan bagi PLTD Sidomulyo, PLTD Sawai, PLTD Menyurai, dan PLTD Sei Wie, yang berperan krusial dalam menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan tersebut. Lebih dari sekadar mendukung operasional pembangkit, distribusi ini juga merepresentasikan peran aktif Elnusa Petrofin dalam mendukung agenda hilirisasi energi nasional. Dengan menjamin ketersediaan energi bagi sektor industri dan masyarakat di daerah, perusahaan berkontribusi langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kelancaran aktivitas usaha di Kalimantan Barat. Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan menegaskan, komitmen perusahaan terhadap ketahanan energi nasional dan hilirisasi energi pemerintah. “Ketahanan energi nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya untuk memastikan energi terdistribusi secara merata ke seluruh penjuru negeri. Melalui proyek-proyek seperti yang kami jalankan di PLTD Arun dan PLTD Tambak Lorok sebelumnya, serta penyaluran BBM Industri di Kalimantan Barat ini, kami mendukung hilirisasi energi yang dapat memperkuat ekonomi lokal, memastikan ketahanan pasokan energi, dan mendukung daya saing sektor industri di daerah,” ujar Doni. Ia menambahkan, kami berkomitmen menyediakan pasokan energi yang andal, tetapi juga mendukung agenda hilirisasi pemerintah dengan memperhatikan keberlanjutan, efisiensi, dan pemerataan distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis kami di Kalimantan Barat ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menjaga agar sektor industri terus bergerak maju, mendukung perekonomian lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Vritimes dan InspirasiKalbar.com Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Berita di Kalbar
Jakarta, katakabar.com - Vritimes dan InspirasiKalbar.com kolaborasi tingkatkan jangkauan dan kualitas berita di Kalimantan Barar atau Kalbar. Vritimes, perusahaan teknologi media yang berbasis di Tokyo, sudah umumkan kemitraan strategisnya dengan InspirasiKalbar.com, portal berita fokus pada pengembangan komunitas dan berita lokal di Kalimantan Barat. Kemitraan ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi distribusi canggih Vritimes guna meningkatkan efektivitas dan jangkauan penyampaian berita di wilayah tersebut. Melalui kolaborasi ini, InspirasiKalbar.com mengintegrasikan platform analitik dan distribusi Vritimes untuk mengoptimalkan penyampaian konten kepada audiens mereka. Teknologi ini membantu InspirasiKalbar.com dalam menyajikan berita yang lebih tepat waktu dan relevan, serta meningkatkan pengalaman pengguna dengan fitur-fitur interaktif dan personalisasi konten. “Kemitraan ini bukti komitmen kami untuk mendukung jurnalisme lokal dengan teknologi yang dapat membawa dampak nyata," tegas CEO Vritimes, Ferry. Kami yakin, ujar Ferry, dengan teknologi Vritimes, InspirasiKalbar.com akan mampu menghadirkan cerita-cerita yang lebih berdampak dan memperkuat posisi mereka sebagai suara penting di Kalimantan Barat. Kontak: Media Relations Team marketing@vritimes.com
Workshop UKMK Sawit Milenial Aspekpir dan BPDPKS Sukses, Ini Kata Pj Walikota Singkawang
Singkawang, katakabar.com - Workshop usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) Sawit Milenial yang digagas, sekaligus digelar DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Kalimantan Barat, di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat meriah dan sukses, pada Kamis (21/3) sore lalu. Bulan Suci Ramadhan semakin membuat ratusan para petani sawit berusia muda atau Milenial yang tergabung DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Kalbar tersebut semakin semangat. Menurut Ketua DPD I Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, Y S Marjitan, acara ini digagas sekaligus digelar DPD Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. "Workshop ini melibatkan para petani sawit milenial dari berbagai daerah dari Kalimantan Barat, khususnya dari Kota Singkawang," ujar Marjitan, lewat kerangan resmi dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabut, akhir pekan. Para petani sawit milenial semakin semangat kala mengetahui Pj Walikota Singkawang, Sumastro yang buka acara. Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro menyatakan, acara workshop benar-benar mengharukan. Apalagi, lokasi acara di Aula Hotel Dangau Singkawang, daerah yang berada di tengah-tengah antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang, serta bagian dari perbatasan negara. “Para petani sawit milenial paling kita andalkan saat ini dan ke depan," jelasnya. Biasanya, ujar Pj Walikota, petani sawit milenial memiliki kemampuan mencari informasi dan inovasi melalui jaringan media sosial maupun komunitas yang mereka bangun sendiri. "Terlebih saya dengar workshop ini akan diarahkan ke hilirisasi. Ini sangat luar biasa," tutuenya. Bicara tentang sawit, ucap Pj Walikota, yang harus menjadi perhatian produktivitas. Petani sawit harus bisa mengalokasikan cadangan biaya pupuk, perawatan, karyawan dan lain-lain. “Sawit ini berapa kita kasih makan, maka segitulah memberikan rejekinya kepada kita,” terangnya. Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Kalimantan Barat, Purwati Munawir, menimpali, komunitas sawit berperan strategis bagi perekonomian nasional maupun daerah. “Komunitas sisi sawit inilah yang telah berperan nyata dari penyerapan energi kerja. Di mana Provinsi Kalimantan Barat telah berhasil posisikan daerah ini sebagai salah satu sentra sawit nasional," ulasnya. Untuk itu, terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat dan kabupaten dan kota atas dukungan dan pelatihan terhadap produksi sawit di Provinsi Kalimantan Barat. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Singkawang, Tjhai Chui Mie sampaikan keinginannya agar para petani makmur dan rakyat sejahtera. “Melalui workshop ini saya berharap para narasumber bisa memberikan motivasi bagi milenial untuk menjadi petani sawit,” jelasnya. Bil cerita mau sukses atau berhasil, tutur Tjhai Chui Mie, perlu disiapkan sarana dan prasarana. Jadi, diharapkan pemerintah dapat ikut menyiapkan alat, bibit dan membantu penjualannya. “Apakah di satu kawasan perlu dibangun pabrik atau Crude Palm Oil (CPO) sehingga petani tidak bisa lagi membawa hasil panennya,” imbuhnya. HKTI Singkawang, harap Tjhai, dukungan-dukungan seperti ini dari pemerintah untuk keberhasilan para petani. Kepala Divisi UMKM BPDPKS, Helmi Muhansyah berjanji siap berkolaborasi dan mendukung. “Khususnya rekan-rekan petani sawit milenial untuk berwirausaha menggunakan berbagai macam teknologi untuk mengembangkan produktivitas kelapa sawit,” tegasnya.
Petani Sawit Kalbar Belajar Pola Kemitraan Petani ke PTPN IV PalmCo Regional 3
Pekanbaru, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) serta pengurus sejumlah koperasi produsen kelapa sawit dari Kalimantan Barat yang menaungi ratusan petani sawit belajar pola kemitraan ke PTPN IV PalmCo Regional 3 Provinsi Riau. Saat bertandang Mereka ke PTPN IV PalmCo Regional 3 disambut SEVP Operation, Arief Subhan Siregar dan General Manager Distrik Petani Mitra, Ferry P Lubis guna pelajari sekaligus mengadopsi skema kemitraan petani akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting di Kalimantan Barat. Di kegiatan selama tiga hari itu, merkea melakukan kunjungan dan berinteraksi ldengan ratusan petani mitra perusahaan di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, serta Kabupaten Siak. "Luar biasa. Kami sangat berharap keberhasilan yang diraih di sini bisa diterapkan di Kalimantan Barat. Setidaknya ada empat pilar penting yang kami pelajari dari sini nanti bisa kami bawa pulang ke Kalimantan," ujar Ketua Bidang Advokasi, Humas, dan Promosi Aspekpir Kalimantan Barat, Ir Mei Irmoko di Pekanbaru, dilansir dari laman ANTARA, pada Senin (26/4). Menurut Irmoko, pertama kebijakan kemitraan dengan pola manajemen tunggal atau single management. Pola ini jadi kunci sukses program PSR yang dilaksanakan PTPN IV PalmCO Regional 3 Riau di berbagai kabupaten Provinsi Riau. Lewat pola itu, katanya, kultur teknis petani mitra akan setara dengan standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penananman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat. "Pendekatan kian lengkap dengan pola off taker atau pendampingan perusahaan kepada petani selama proses peremajaan sawit berlangsung. Salah satu wujud pola tersebut adalah skema cash for works untuk para petani mitra sehingga para petani tetap mendapatkan penghasilan selama peremajaan berlangsung," ulas Irmoko. Selanjutnya, tuturnya, PTPN IV menawarkan program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat, pendamping, pelatihan kepada para petani sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan. "Di mana saat ini diterapkan ke Kalimantan Barat, Insya Alloh dapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Kami dari Aspekpir Kalbar mengucapkan terima kasih dan siap mendukung suksesi PSR di kalbar. Kami siap berkolaborasi dengan PTPN IV di Kalbar," terangnya. Secara umum, sambungnya, persoalan kemitraan di Riau tidak jauh berbeda dengan Kalimantan. Tapi, pendekatan yang dilaksanakan Regional 3 memberikan hasil yang jauh lebih baik. "Memang, kalau kita lihat karateristik permasalahan di sini tidak jauh berbeda dengan Kalimantan Barat, Kerja sama antara pihak perusahaan dan petani yang tentu akan sukses dan berhasil ketika roh nya ada. Roh kebersamaan. Roh kebersamaan itu butuh rasa saling. Saling mendukung, saling membantu, saling menguatkan. Tidak bisa berdiri sendiri. Strategi ini yang akan kita bawa ke sana," bebernya. Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Produsen Titian Sejahtera Mandiri Kalimantan Barat, Ismail Lavan mengamimkam Irmoko. Dijelaskannya, jika standar dan pendekatan pola kemitraan Riau diterapkan, maka petani di Kalimantan Barat bakal jauh lebih sejahtera. Setelah mengikuti studi banding, saya bersemangat untuk segera kembali untuk mendorong dan melaksanakan PSR di Kalimantan Barat. "Kami dapat satu perbandingan yang sangat luar biasa. Keterbukaan, transparansi, itu modal utama untuk kepercayaan. Kemitraan di Riau sangat istimewa," ucapnya. Kami di Kalimantan sama dengan yang diterapkan di Pekanbaru ini, harap Ismail, itu kami sebarluaskan (pola kemitraan di Riau ke) petani kami di Kalbar. Program ini mudah-mudahan tidak hanya dirasakan petani di Pekanbaru, tapi dirasakan oleh seluruh petani Indonesia. SEVP Operation PTPN IV PalmCo Regional 3, Arief Subhan Siregar menjabarkan, kunjungan studi banding ini realisasi dari Workshop PTPN untuk Sawit Rakyat yang digelar di Pontianak, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diinisiasi Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa tersebut dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, PJ Gubernur Kalimantan Barat, dr Harrison, Dirut Holding Perkebunan Nusantara III Persero serta ratusan petani sawit. Diketahui, Jatmiko Direktur PTPN V Riau sejak 2019 hingga 2023, tepat sebelum aksi korporasi menjadi PTPN IV PalmCo Regional 3 awal Desember tahun lalu. Selama memimpin PTPN V, Jatmiko berhasil melakukan beragam transformasi di berbagai lini, salah satunya merestorasi kemitraan dan akselerasi PSR yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN). Untuk itu, Arief menekankan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru dan merangkai kepercayaan serta memperkuat kemitraan petani dan PTPN IV Regional 5 Kalimantan. "Jika kita flashback ke belakang, karateristik Riau dan Kalimantan sebenarnya sama. Tapi, kita sepakat untuk membuka lembaran baru. Kita bentuk pola kemitraan kembali sehingga saling percaya, saling mendukung, saling membutuhkan itu tercapai," jelasnya. Selepas mengikuti kegiatan ini, tambah Arief, mudah-mudahan para petani yang tergabung ke dalam Aspekpir maupun koperasi dapat mendukung program pemerintah dalam akselerasi PSR yang ditargetkan Holding Perkebunan mencapai 60 ribu hektar hingga 2026 mendatang.
Petani Sawit 'Gigit Jari' Soal Sarpas di Melawi, Ini Penyebabnya
Melawi, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Desa Mekar Pelita, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 'gigit jari' lantaran impian kandas menikmati beragam program yang disuguhkan pemerintah. Soalnya, kebun petani yang tergabung dalam Koperasi Agro Setara Sejahtera masuk dalam kawasan hutan. Sekretaris DPW Apkasindo Provinsk Kalimantan Barat Agus Kuswara menuturkan, dari total luas lahan koperasi, seluas 40 hektar masuk dalam kawasan hutan. Sisanya seluas 75 hektar di luar kawasan. "Melihat kondisi ini, kita saat ini tengah bantu petani untuk mengajukan pelepasan lahan mereka tersebut," kata Agus, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (20/1). Dijelaskan Agus, kendala pengajuan pelepasan adalah kebun petani belum punya sertifikat. Padahal, lahan telah dikelola masyarakat dari 30 tahun lampau. Di mana baru beberapa tahun belakangan ini ditanami kelapa sawit. "Artinya, sebelum UUCK itu terbit, masyarakat telah menggarap lahan dan tanaman kelapa sawit mereka sudah 8 hingg 10 tahun usianya," ulasnya. Awal permasalahan koperasi disebabkan produksi sangat rendah lantaran menggunakan bibit cabutan dan perawatan minim. "Sebelumnya mereka petani mandiri, terus kita kelompokkan dan membentuk koperasi. Jadi, pengalaman dan wawasan petani masih sangat rendah," ceritanya. Nah keterbatasan itu bikin petani berinisiatif untuk mengajukan program-program yang ditawarkan pemerintah. Tapi, usulan mental lantaran selain persyaratan yang masih belum memadai dan kebun yang masuk dalam kawasan hutan. "Kondisi ini tidak hanya terjadi di Melawi saja, ada banyak daerah di Provinsi Kalimantan Barat senasib. Untuk itu, kita berharap ada solusi dari pemerintah bagi para petani kelapa sawit ini," imbuhnya.
Di Provinsi Sentra Sawit Ini Program PSR Direalisasikan di Wilayah 8 Kabupaten
Kalimantan Barat, katakabar.com - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di salah satu provinsi sentra sawit di Indonesia, yakni Kalimantan Barat direalisasikan di wilayah delapan kabupaten, meliputi Ketapang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. Terkait luasan program PSR tahun 2023 lalu mencapai 18.573 hektar, di mana melibatkan 8.402 pekebun. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Erita Fitriani menjabarkan, program PSR peremajaan tersebar di delapan kabupaten, yakni Ketapang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. “Ada delapan kabupaten dari 14 kabupaten atau kota di Provinsi Kalimantan Barat yang melaksanakan program PSR. Hal ini yang kita terus dorong,” ujarnya, dilansir dari laman ANTARA, Rabu (10/1). Berbagai tantangan dihadapi dalam percepatan program PSR di lapangan, kata Erita, harga Tandan Buah segar (TBS) kelapa sawit yang tinggi misalnya, picu banyaknya pekebun yang mundur dari program ini, dan urusan kelengkapan administrasi berkas tanah tersendat di bank. Tidak hanya itu, jumlah sumber daya manusia yang terlibat program ini terbatas. ”SDM tim pendamping yang terbatas untuk melakukan verifikasi kelompok di lapangan dan proses pemetaan kebun dan sinkronisasi data antar lembaga terkait masih jadi tantangan,” jelasnya. Sisi lain, luas kebun kelapa sawit rakyat di Indonesia mencapai 6,21 juta hektar atau setara 40,51 persen dari total perkebunan kelapa sawit nasional pada 2022 lalu. Segi produksi, petani kelapa sawit menghasilkan lebih dari 16 juta ton minyak sawit yang diserap industri, dari total minyak sawit sebesar 46,82 juta ton. Masalahnya, petani kecil masih menemui banyak kendala soal produksi. Kendalanya, seperti produktivitas, umur tanaman yang tua, dan gap dalam praktik perkebunan sawit yang baik menjadi tantangan meningkatkan produksi tandan buah segar dan kesejahteraan petani, serta kesalahan memilih bibit termasuk. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero menimpali, peremajaan menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit milik petani. “Dulu, banyak pekebun menanam bibit cabutan, sehingga produktivitas rendah. Program PSR ini jadi solusi untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit,” ulasnya. Hingga 2023, pemerintah telah gelontorkan dana sebesar Rp8,5 triliun biayai program PSR. Kurun periode 2017 hingga 2023, luas kebun rakyat yang telah diremajakan seluas 306 ribu hektar dengan total 134 ribu petani.