Medan, katakabar.com - PT ASD Bakrie tampil all out di acara Indonesian Palm Oil Small Holder Conference and Expo atau IPOSC ke 5 di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
“Di acara IPOSC ke 5 di Kabupaten Kubu Raya nanti, di booth ASD Bakrie akan kami sediakan sejumlah fasilitas bagi pelaku usaha sawit, termasuk untuk petani, untuk memahami bibit sawit yang benar, bibit sawit yang legal, berkualitas, dan unggul,” jelas Budi Nasution, Seed Sales & Marketing Head PT ASD Bakrie.
Diungkapkan Budi, fasilitas yang dimaksud adalah kesempatan untuk konsultasi dan hanya jawab seputar bibit sawit berkualitas sampai pelayanan teknis pemesanan bibit produksi ASD Bakrie.
"ASD Bakrie tampil all out di acara IPOSC karena melihat manfaat yang banyak dari acara yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia atau POPSI, dan didukung Media Perkebunan," ucap Budi, dilansir dari laman Mediaperkebunan.id, Senin (1/9) siang.
Selain itu, tutur Budi, didukung pula oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP.Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.
"ASD Bakrie berkomitmen untuk terus meminimalisir penyebaran bibit sawit ilegal dan tidak jelas asal-usulnya.agar para petani dapat menikmati hasil yang maksimal selama puluhan tahun berkebun," bebernya.
Melalui IPOSC ke 5, sebutnya, ASD Bakrie berupaya lebih dekat dan hadir bagi pekebun sawit, terutama di seluruh wilayah Kalimatan Barat. Di mana dvarietas unggul yang dimiliki ASD Bakrie dengan potensi produksi hingga 38 hingga 40 ton per hektar per tahun, dan populasi per hektar mulai 143 hingha 160 tanaman, akan bisa lebih mengoptimalkan hasil dan produksi pekebun sawit.
Selain varietas regular, terangnya, ASD Bakrie sudah merilis varietas moderat resisten ganoderma yaitu Spring MR Gano dan Themba MR Gano sebagai bahan tanaman untuk pencegahan terhadap jamur ganoderma yang sangat mempengaruhi produktivitas
kebun.
“Hadirnya ASD Bakrie dalam kegiatan IPOSC 2025 diharapkan memberikan kemudahan bagi pekebun dalam mendapatkan informasi mengenai keberadaan sumber benih sawit yang
resmi,” imbuhnya.
“Terus memberikan pilihan yang lebih luas bagi pekebun guna pilih varietas
terbaik dan merupakan wadah diskusi tentang kultur budidaya kelapa sawit yang terbaik bagi pekebun,” timpnya.
Masih Budi Nasution, pencegahan peredaran benih ilegal dapat dilakukan dengan melakukan pembelian langsung ke ASD Bakrie dengan persyaratan fotokopi KTP, KK, surat lahan, dan surat pernyataan ditanam di kebun sendiri.
Untuk itu, tegasnya, pembelian benih resmi ASD Bakrie hanya bisa dilakukan dengan kontak pemesanan langsung ke tim marketing ASD Bakrie dengan kontak yang tertera resmi di website dan aplikasi ASD Bakrie.
Nah, lanjutnya, untuk kemudahan akses pekebun sawit di wilayah Kalbar, PT. ASD Bakrie juga menjalin kerjasama dengan produsen benih untuk penyediaan bibit siap tanam di Kalimatan Barat.
“Antara lain dengan CV Tiga Bintang di Kabupaten Ketapang, CV Amanah Usaha di Kabupaten Sekadau, serta dengan UPK Liaw Ki Tjoi di Kabupaten Sintang,” ulasnya.
Pihaknya berharap program kemitraan dengan produsen benih semakin memudahkan pekebun sawit di wilayah Kalbar untuk menggunakan benih resmi, dan meningkatkan produktivitas demi kesejahteraan bagi pekebun sawit Indonesia.
Mantap ASD Bakrie Tampil All Out Siapkan Fasilitas di IPOSC ke Lima
Diskusi pembaca untuk berita ini