Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idul Fitri 2026: Pemulihan Jaringan Cepat dan Gangguan Turun Tekno
Tekno
Sabtu, 11 April 2026 | 10:10 WIB

Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idul Fitri 2026: Pemulihan Jaringan Cepat dan Gangguan Turun

Jakarta, katakabar.com - Lintasarta kembali tegaskan perannya sebagai mitra strategis transformasi digital nasional dengan menjaga keandalan layanan selama periode libur panjang Idulfitri 2026. Usung semangat Empowering Beyond dengan kapabilitas Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, perusahaan melakukan penguatan infrastruktur berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan kesiapan operasional 24/7 untuk menghadapi lonjakan trafik digital di momen Lebaran. Sebelumnya, Lintasarta memproyeksikan peningkatan trafik digital seiring tingginya aktivitas masyarakat dan industri selama momen Ramadan hingga Lebaran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lintasarta melakukan optimalisasi kapasitas jaringan, penguatan sistem monitoring berbasis AI, serta menyiagakan Network Operation Center (NOC) dan tim operasional secara penuh di seluruh Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekaligus memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi. Sepanjang periode Lebaran, Lintasarta mencatat peningkatan signifikan pada trafik layanan jaringan komunikasi data yang digunakan oleh berbagai sektor strategis seperti perbankan, transportasi, ritel, distribusi, hingga layanan publik. Di tengah lonjakan tersebut, kualitas layanan tetap terjaga dengan stabil dan andal. Percepatan Pemulihan Hingga 60 Persen Peningkatan signifikan juga terlihat pada kecepatan penanganan gangguan yang meningkat hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penanganan gangguan lebih cepat karena sudah menggunakan AI untuk melakukan analisis dan diagnostic, sehingga pemulihan layanan dapat dipercepat dan dampak terhadap pelanggan diminimalkan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lintasarta dalam menjaga keandalan layanan serta memastikan kontinuitas operasional pelanggan tetap terjaga. Penurunan Gangguan Hingga 20 Persen Dari sisi performa layanan jaringan, jumlah gangguan tercatat menurun sebesar 20 persen jika dibandingkan tahun lalu. Adapun penurunan tingkat gangguan karena improvement desain High Availability (HA) dan Point of Presence (PoP). Penurunan ini menunjukkan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, baik pada jaringan utama maupun hingga ke pengguna akhir. Didukung monitoring berbasis AI dan operasional 24/7 Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menyampaikan capaian ini merupakan hasil dari transformasi operasional berbasis AI yang terus diperkuat oleh perusahaan. “Melalui kapabilitas Beyond AI Factory, kami tidak hanya melakukan monitoring jaringan, tetapi juga melakukan proActive maintenance untuk kualitas layanan yang menyentuh ambang batas (threshold), mengotomatisasi penanganan, serta meningkatkan kecepatan respons secara end-to-end. Hal ini memungkinkan kami menjaga kualitas layanan tetap optimal di tengah lonjakan trafik yang tinggi,” ujar Zulfi. Selain itu, kata Zulfi, pengelolaan trafik dilakukan secara dinamis melalui optimalisasi routing serta penerapan contingency plan di berbagai titik kritikal jaringan, guna memastikan distribusi data tetap optimal selama periode puncak Lebaran. Perkuat Fondasi Digital Lewat Beyond Infrastructure Capaian ini merupakan bagian dari strategi Beyond Infrastructure yang kini diperkuat melalui kapabilitas Beyond AI Factory, dengan mengintegrasikan teknologi AI dalam pengelolaan jaringan dan layanan secara end-to-end. Pendekatan ini didukung oleh fondasi 4C Lintasarta Connectivity untuk memastikan keandalan sistem, Cloud untuk mendukung skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk menjamin keamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk mengorkestrasi ekosistem digital secara terintegrasi. “Fokus kami bukan hanya memastikan layanan tetap berjalan, tetapi memastikan pelanggan dan industri dapat terus beroperasi tanpa hambatan di momen paling krusial. Inilah wujud dari Empowering Beyond, membangun ekosistem digital yang semakin kuat, terhubung, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” sebut Zulfi. Ke depan, Lintasarta akan terus memperkuat posisinya sebagai Beyond AI Factory dengan menghadirkan inovasi berbasis AI, meningkatkan integrasi layanan 4C, serta perluasan kolaborasi dalam membangun ekosistem digital nasional yang inklusif dan berdaulat,

Tips Pilih Jaringan Wifi di Kota Dumai Cepat dan Stabil untuk Rumah Riau
Riau
Minggu, 01 Maret 2026 | 10:31 WIB

Tips Pilih Jaringan Wifi di Kota Dumai Cepat dan Stabil untuk Rumah

Jakarta, katakabar.com - Kebutuhan Wifi di Kota Dumai makin terasa penting. Internet bukan lagi sekadar untuk hiburan. Di banyak rumah, koneksi dipakai untuk bekerja, belajar, streaming, sampai transaksi online. Saat semua aktif bersamaan, koneksi yang kurang stabil langsung terasa. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII 2024 menunjukkan penetrasi internet nasional sudah menembus lebih dari 79 persen populasi. Wilayah Sumatera termasuk Riau berada di atas 77 persen. Artinya, sebagian besar masyarakat sudah terhubung. Di kota seperti Dumai yang terus berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan, kebutuhan internet rumah ikut meningkat. Supaya tidak salah pilih, ini beberapa tips memilih Wifi di Kota Dumai yang cepat dan sesuai kebutuhan. Pertama, hitung jumlah perangkat di rumah. Jangan hanya melihat jumlah anggota keluarga. Satu orang bisa memakai dua sampai tiga perangkat sekaligus. Streaming video kualitas HD membutuhkan sekitar 5 Mbps per perangkat. Jika dua televisi dan satu laptop aktif bersamaan, kebutuhan bandwidth langsung bertambah. Kedua, perhatikan jam penggunaan paling padat. Biasanya malam hari adalah waktu tersibuk. Jika koneksi sering melambat di jam tersebut, kemungkinan kapasitas paket kurang memadai atau jaringan tidak cukup stabil. Ketiga, pilih teknologi yang tepat. Jaringan berbasis fiber optik umumnya lebih stabil dibandingkan koneksi non fiber. Teknologi ini mampu mentransmisikan data lebih besar dengan gangguan lebih rendah. Untuk rumah dengan banyak aktivitas digital, stabilitas seperti ini jauh lebih penting dibanding sekadar angka besar di brosur. Keempat, jangan abaikan perangkat router. Router lama atau penempatan yang kurang tepat bisa membuat sinyal tidak merata. Letakkan router di area tengah rumah dan hindari penghalang tebal agar distribusi sinyal lebih optimal. Di Dumai, beberapa layanan berbasis fiber sudah tersedia untuk kebutuhan rumah. Biznet Home, misalnya, menghadirkan jaringan fiber end to end yang dirancang untuk penggunaan multi perangkat secara bersamaan. Pendekatan ini membantu menjaga koneksi tetap stabil saat aktivitas digital keluarga sedang padat. Memilih Wifi di Kota Dumai yang cepat bukan soal paket paling mahal. Kuncinya ada pada kesesuaian kebutuhan, kestabilan jaringan, dan kesiapan perangkat di rumah. Dengan pertimbangan yang tepat, internet bisa benar benar mendukung aktivitas harian tanpa gangguan.

Menyambungkan Pembeli, Penjual, dan UMKM Satu Jaringan Terbuka ION di IEF 2026 Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 11 Februari 2026 | 08:03 WIB

Menyambungkan Pembeli, Penjual, dan UMKM Satu Jaringan Terbuka ION di IEF 2026

Jakarta, katakabar.com - Rangkaian Indonesia Economic Forum (IEF) ke 12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur hari kedua berlanjut dengan sesi lanjutan business matching, Jumat (6/2) lalu. Sesi Buyer Apps dan Marketplace Business Matching dan Seller Apps dan MSME Enablers Business Matching jadi ruang strategis untuk mempertemukan aplikasi pembeli, marketplace, UMKM, koperasi desa, serta enabler digital dalam satu jaringan ION, guna memastikan adopsi pasar yang lebih luas, dan implementasi nyata di tingkat pelaku usaha. Berbeda dari panel formal, sesi ini berlangsung sangat praktis. Para peserta bergiliran perkenalkan diri, menjelaskan model bisnis mereka, lalu membedah bersama bagaimana ION bisa mengubah cara mereka beroperasi. Fokusnya bukan lagi “apa itu ION”, tetapi “bagaimana kita benar-benar memakainya di lapangan”. Salah satu tema kuat yang muncul adalah bahwa ION bukan ancaman bagi marketplace yang sudah ada, melainkan perluasan pasar. Banyak pelaku e-commerce mengakui jangkauan mereka masih terbatas secara geografis dan kategori. Dengan ION, mereka bisa tetap menjalankan bisnis, seperti biasa, tetapi memperoleh akses ke lebih banyak penjual, lebih banyak pembeli, dan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Diskusi menegaskan perbedaan antara platform tradisional dan jaringan terbuka. Dalam model lama, satu aplikasi menguasai sekaligus sisi pembeli dan penjual. Dalam model ION, peran dipisah: buyer apps berfokus melayani kepentingan pembeli, sementara seller apps melayani kepentingan penjual. Peserta mencatat logika ini sebenarnya sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat orang membeli tiket pesawat lewat Traveloka sementara maskapai tetap menjadi penyedia layanan penerbangan. Beberapa buyer apps potensial yang dibahas secara intens adalah bank dan operator telekomunikasi. Bank BRI, dengan puluhan juta rekening UMKM, diproyeksikan dapat menjadi pintu masuk belanja di ION langsung dari aplikasi perbankan. Pengguna tetap bisa transfer dan bayar seperti biasa, tetapi juga bisa “klik belanja ION” yang terhubung ke berbagai seller apps. Hal serupa dibayangkan untuk Telkomsel dan Indosat. Dengan basis pengguna yang sangat luas hingga daerah terpencil, kedua perusahaan ini dapat mengintegrasikan fitur ION ke dalam aplikasi mereka, sehingga masyarakat bisa berbelanja tanpa harus mengunduh marketplace baru. Bagi marketplace yang sudah mapan, keuntungan bergabung dengan ION bukan hanya soal pasar baru, tetapi juga kemampuan menambahkan layanan yang sebelumnya tidak mereka miliki, seperti pembiayaan, asuransi, atau opsi logistik tambahan, tanpa harus membangunnya sendiri. Sejumlah peserta mengangkat kekhawatiran: apakah jaringan terbuka berarti siapa saja bisa masuk tanpa standar? Jawabannya tegas, tidak. ION dirancang dengan mekanisme verifikasi, reputasi, dan penanganan keluhan berjenjang, serupa dengan model ONDC di India. Jika terjadi sengketa transaksi, penyelesaian dimulai antara buyer app dan seller app. Hanya jika gagal, masalah akan naik ke tingkat jaringan. Ada juga sistem reputasi untuk menilai siapa yang konsisten mengirim tepat waktu dan menjaga kualitas produk. Di sisi penjual, fokus besar diarahkan pada UMKM dan koperasi desa. Pemerintah tengah mendorong super app SAPA UMKM sebagai pintu identitas dan perdagangan digital bagi jutaan pelaku usaha. Dari sekitar 5 juta UMKM prioritas, 4 juta di antaranya dinilai sudah memiliki produk asli buatan Indonesia yang siap dikomersialkan, tetapi belum siap bertransaksi digital. Salah satu strategi kunci yang dibahas adalah digitalisasi pasar tradisional. Setiap pasar rakyat bisa memiliki aplikasi berlabel putih sebagai seller app. Dari ratusan pedagang, dipilih sekitar sepuluh pelaku usaha awal untuk dilatih dan dihubungkan ke ION. Dengan cara ini, pasar demi pasar dapat membentuk kluster digital yang saling terhubung, memungkinkan distribusi barang antarpasar sesuai ketersediaan pasokan. Model ini diperluas hingga tingkat desa melalui koperasi. Target awal adalah 25.000 desa terhubung sebagai seller apps lokal. Kehadiran kantor pos di hampir setiap desa dipandang sebagai infrastruktur logistik minimum, sementara wirausaha lokal dapat tumbuh menjadi penyedia pengiriman setempat dengan dukungan pembiayaan dari bank. Pemerintah bahkan menghitung dampak ketenagakerjaan: jika hanya sepuluh orang per desa terlibat dalam ekosistem digital, akan tercipta sekitar 800.000 pekerjaan baru. Jika meningkat menjadi dua puluh orang, potensi lapangan kerja bisa mencapai 1,6 juta. Organisasi seperti APINDO, Orbit Future Academy, dan AYDA menekankan bahwa keberhasilan ION bukan hanya soal teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas UMKM. Mereka mendorong pendampingan katalog produk, literasi digital, serta kepatuhan terhadap standar seperti BPOM, halal, dan perizinan usaha, agar UMKM tidak sekadar “masuk jaringan”, tetapi juga dipercaya pasar. Di akhir sesi, diskusi melebar ke potensi perdagangan lintas batas. Pengalaman India dengan protokol ekspor ONDC menjadi rujukan awal. Meski tantangan logistik dan kepabeanan masih besar, peserta melihat ION sebagai fondasi integrasi perdagangan digital Indonesia dengan ASEAN. Sesi ditutup dengan penegasan tiga prinsip yang berulang sepanjang forum: kesabaran, kolaborasi, dan kepercayaan. ION dipahami bukan proyek jangka pendek, melainkan transformasi ekosistem yang akan bergulir dalam bulan-bulan ke depan melalui pilot project dan kemitraan nyata. Pertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION Ajang tahunan Indonesia Economic Forum (IEF) ke 12 jadi momentum penting bagi operasionalisasi Indonesia Open Network (ION). Dua sesi business matching berjalan paralel. Sesi Logistic Partner Business Matching dan Financial Services Business Matching ini dirancang untuk menghubungkan pemain ekosistem ION, mempertemukan penyedia layanan, pembeli, serta enabler teknologi, sekaligus menerjemahkan visi ION ke dalam kolaborasi yang lebih konkret di lapangan. Sejak awal, format yang dipilih bukan presentasi formal, melainkan perkenalan terbuka dan dialog antar peserta. Tujuannya jelas: membangun saling pengertian sebelum masuk ke kerjasama komersial. Banyak peserta datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari perusahaan logistik India, marketplace B2B Indonesia, penyedia pergudangan, hingga lembaga pelatihan digital. Diskusi berkembang menjadi pertukaran pengalaman yang sangat praktis. Penyedia teknologi logistik dari India seperti PIJ dan Pro Routing memposisikan diri sebagai “jembatan integrasi” ke ION, terutama bagi perusahaan yang belum memiliki kesiapan sistem. Mereka menekankan banyak pelaku usaha sebenarnya sudah siap secara komersial, tetapi terkendala kemampuan teknis untuk terhubung ke jaringan terbuka. Dari sisi pengguna logistik, sejumlah marketplace B2B Indonesia menyoroti kebutuhan akan standar layanan yang lebih transparan, mulai dari pelacakan GPS, dokumentasi digital, hingga keandalan armada truk. Mereka melihat ION sebagai peluang untuk mendapatkan lebih banyak pilihan penyedia layanan, bukan bergantung pada segelintir vendor saja. Sedang, pemain material handling dan pergudangan menekankan pentingnya integrasi data operasional dengan sistem pembayaran dan logistik agar rantai pasok bisa berjalan lebih efisien dan terukur. Di sisi lain, Orbit Future Academy dan AYDA mengingatkan adopsi teknologi harus diiringi peningkatan keterampilan digital bagi tenaga kerja logistik, UMKM, dan operator lapangan. Para peserta juga banyak merujuk pada pengalaman India melalui model ONDC: adopsi perlu dilakukan bertahap, dengan standar teknis minimum yang jelas serta mekanisme onboarding yang aman, agar implementasi yang lemah tidak mengganggu keseluruhan jaringan. Pesan besarnya tetap sama ION dipahami sebagai infrastruktur publik digital yang memungkinkan banyak model bisnis tumbuh, bukan dikendalikan oleh satu platform tunggal. Salah satu benang merah yang terus muncul adalah pentingnya kesabaran, kolaborasi, dan kepercayaan. Para pemangku kepentingan sepakat bahwa membangun jaringan terbuka berskala nasional tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan proses belajar bersama, uji coba berulang, serta kesiapan untuk saling menyesuaikan standar operasional. Sesi Financial Services Business Matching berfokus pada bagaimana layanan keuangan dapat mendukung adopsi ION, khususnya bagi UMKM. Lembaga keuangan dan fintech berdiskusi dengan pelaku usaha mengenai model pembiayaan berbasis data transaksi digital, bukan hanya agunan fisik. Isu integrasi pembayaran cashless juga mengemuka, terutama agar pedagang kecil di daerah bisa bertransaksi lebih mudah lintas wilayah. Selain itu, skema pembiayaan rantai pasok (supply chain financing) dibahas sebagai solusi bagi distributor dan pemasok logistik kecil yang sering terkendala modal kerja. Peserta menilai bahwa semakin transparan dan terstandar data transaksi di ION, semakin besar peluang UMKM memperoleh akses kredit yang lebih adil dan terjangkau. Dengan kata lain, keberhasilan ION tidak hanya diukur dari sisi teknologi, tetapi juga dari dampaknya terhadap inklusi keuangan. Kedua sesi memperlihatkan bahwa logistik dan layanan keuangan tidak bisa berjalan terpisah. Logistik yang andal membutuhkan dukungan pembiayaan yang fleksibel, sementara lembaga keuangan memerlukan visibilitas rantai pasok agar bisa menilai risiko dengan lebih akurat. Secara keseluruhan, business matching hari kedua menegaskan bahwa ION bukan sekadar platform teknologi, melainkan infrastruktur kolaborasi nasional yang bertujuan menciptakan “kesetaraan digital” bagi bisnis besar hingga warung di pelosok Indonesia.

IEF 2026: Inovasi Teknologi Integrasi Jaringan Digital Nasional Ekonomi
Ekonomi
Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

IEF 2026: Inovasi Teknologi Integrasi Jaringan Digital Nasional

Jakarta, katakabar.com - Sesi penutup hari pertama menghadirkan IEF Talks Panel 3 bertema “Innovate to Integrate: New Tech for a New Network” di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta. Diskusi menekankan keseimbangan antara teknologi, regulasi, dan sumber daya manusia. Keynote pertama disampaikan Dr. Sonny Sudaryana (Kementerian Komunikasi dan Digital). “Indonesia tidak mengejar pertumbuhan cepat dengan segala risiko. Kami memilih pertumbuhan yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menjelaskan kerangka 6C: Connectivity, Capital, Competency, Commerce, Compliance, dan Catalyst. “Digitalisasi harus menciptakan nilai, bukan sekadar mempercepat transaksi,” kata Sonny. Ia juga menyoroti pentingnya UMKM. “Jika kita ingin pertumbuhan 8 persen, kita harus mendigitalkan tulang punggung ekonomi, yaitu UMKM,” tegasnya. Keynote kedua dibawakan Dr. Rani Burchmore (ASEAN Youth for Digital Action). “Infrastruktur penting, tetapi manusia adalah penentu keberhasilan transformasi digital,” tegas Rani. Ia memaparkan peran ION Academy. “Kami tidak hanya melatih, tetapi mengaktifkan ekonomi melalui keterampilan digital,” ulasnya. “Tujuan kami bukan sekadar sertifikat, tetapi pekerjaan nyata dan peningkatan produktivitas UMKM,” tambahnya. Open network melawan monopoli platform Panel dipandu oleh Nalin Singh (Orbit Future Academy) dengan panelis Balaje Rajaraman (NammaYatri), Sanjeev Gupta (Remiges), dan Ravish Sahay (SequelString). Balaje Rajaraman berbagi pengalaman India. “Melalui model open network, pengemudi kami bisa mendapat pendapatan lebih tinggi karena tidak dibebani komisi besar,” ucapnya. “Ini membuktikan teknologi bisa berpihak pada pekerja, bukan hanya platform,” jelasnya. Sanjeev Gupta menekankan aspek teknis ONDC. “Open network dirancang agar tak terlihat oleh pengguna akhir, tetapi bekerja sebagai infrastruktur dasar di balik layar,” terangnya. “Ini seperti jalan tol digital bagi perdagangan,” timpalnya. Ravish Sahay menyoroti skalabilitas solusi berbasis open network. “Kami membangun aplikasi yang bisa dipakai lintas kota dan sektor, dari transportasi hingga pembayaran,” kata Ravish. “Model ini memberi fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya,” tambahnya. Diskusi menegaskan keberhasilan ION akan bergantung pada inovasi berkelanjutan, talenta digital yang kuat, serta kolaborasi pemerintah dan swasta. Logistik Jadi Tulang Punggung Perdagangan Digital Sesi IEF Talks Panel 2 bertema “Delivering Digital Commerce: The Logistics Layer” berlangsung di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, membahas bagaimana logistik harus bertransformasi untuk mendukung ekosistem digital berbasis ION. Keynote disampaikan Ratnesh Verma (Founder & CEO, PIDGE). “Digital commerce hanya akan sekuat rantai logistiknya. Jika pengiriman mahal dan lambat, manfaat e-commerce tidak akan dirasakan UMKM,” tegas Ratnesh. Ia juga menyoroti pentingnya sistem logistik terbuka. “ION memberi peluang bagi pemain logistik kecil untuk masuk ke rantai nilai digital yang sebelumnya didominasi perusahaan besar,” katanya. Panel dipandu oleh Shoeb Kagda (Co-Founder IEF) dengan panelis Guruprasad Deshpande (ZAAPKO), T. Koshy (ONDC), Alfons Tefa (Automa), dan Ratnesh Verma (PIDGE). Guruprasad menekankan standar interoperabilitas. “Kita butuh bahasa data yang sama agar semua pemain logistik bisa terhubung tanpa gesekan,” ujarnya. “Tanpa standar terbuka, integrasi akan mahal dan lambat,” tambahnya. T. Koshy menjelaskan pelajaran dari India melalui ONDC. “ONDC menunjukkan bahwa open network bisa menurunkan biaya logistik sekaligus meningkatkan persaingan sehat,” katanya. “Indonesia memiliki peluang besar untuk mengadaptasi model ini sesuai konteks lokal,” jelas Koshy. Alfons Tefa menyoroti tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan. “Last-mile delivery di daerah terpencil adalah tantangan terbesar. Kita butuh solusi berbasis komunitas, bukan hanya perusahaan besar,” ujar Alfons. “ION harus mendorong model kolaboratif yang melibatkan kurir lokal,” tambahnya. Panel menegaskan logistik bukan sekadar layanan pendukung, melainkan infrastruktur inti ekonomi digital Indonesia. Open Network Mesin Baru Layanan Keuangan Inklusif Sesi IEF Talks Panel 1 bertema “The Open Network: Powering Financial Services” digelar pada hari pertama Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (5/2). Diskusi menyoroti bagaimana Indonesia Open Network (ION) dapat mengubah lanskap layanan keuangan digital menjadi lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif. Keynote disampaikan Nilay Patel (Founder, Easypay) yang menekankan jaringan terbuka bisa mendemokratisasi akses keuangan digital. “Selama ini, banyak UMKM bergantung pada satu atau dua platform besar. Open network memberi mereka pilihan, daya tawar, dan kesempatan yang lebih setara,” ujar Nilay. Ia menambahkan inklusi keuangan bukan hanya soal akses pembayaran, tetapi juga akses pembiayaan dan data yang adil. “Jika data transaksi lebih interoperabel, UMKM bisa lebih mudah dinilai kelayakannya untuk kredit,” katanya. Diskusi panel dipandu oleh dr. Bayu Prawira Hie dengan panelis Siddharth Prakash (Google Cloud), Ronald Walla (APINDO), dan Sourabh Gupta (Flip). Siddharth Prakash menekankan peran infrastruktur cloud dalam mempercepat adopsi ION. “ION bukan sekadar konsep kebijakan, tetapi infrastruktur yang membutuhkan teknologi yang andal, aman, dan skalabel,” katanya. “Cloud memungkinkan UMKM mengakses teknologi kelas global tanpa investasi mahal,” tambahnya. Ronald Walla menyoroti tantangan UMKM dalam mengakses layanan keuangan. “Banyak UMKM masih informal dan kesulitan mendapat pembiayaan. ION bisa membantu menciptakan jejak digital yang lebih kredibel,” ujar Ronald. “Namun, ini harus dibarengi literasi digital dan perlindungan konsumen yang kuat,” tegasnya. Sementara, Sourabh Gupta menekankan pentingnya interoperabilitas pembayaran. “Ke depan, konsumen tidak perlu memikirkan platform apa yang dipakai. Yang penting transaksi berjalan mulus lintas aplikasi,” jelasnya. “Standar terbuka akan menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi ekosistem,” tambah Sourabh. Panel sepakat keberhasilan ION akan bergantung pada kombinasi regulasi yang jelas, kepercayaan pasar, dan kolaborasi antara pemerintah, fintech, dan UMKM.

Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Ribu Ekstasi Jaringan Antar Provinsi Default
Default
Selasa, 23 Desember 2025 | 11:00 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Ribu Ekstasi Jaringan Antar Provinsi

Pekanbaru, katakabar.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau gagalkan upaya peredaran narkotika jenis ekstasi sebanyak 47 ribu butir yang dikemas dalam sembilan paket di Kota Dumai. Pengungkapan ini dilakukan di kawasan Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Jumat (12/2). Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan kasus ini berhasil diungkap oleh Tim Opsnal Subdit III yang dipimpin Kompol Ade Zaldi. Pengungkapan berawal dari informasi adanya aktivitas penjemputan ekstasi dalam jumlah besar di Dumai. “Petugas mengamankan dua tersangka berinisial R (47) dan W beserta sembilan bungkus paket diduga ekstasi yang dibawa menggunakan sepeda motor,” ujar Kombes Putu Yudha di Pekanbaru, Senin (22/12). Dalam penggeledahan, polisi menemukan dua tas ransel hitam berisi sembilan paket berisi 47 ribu butir ekstasi, dua unit telepon seluler, serta satu sepeda motor Yamaha Vixion. Hasil pemeriksaan menunjukkan, R mengaku barang haram itu akan diserahkan kepada F 34 tahun di Kota Pekanbaru. Tim kemudian melakukan pengembangan dan menangkap F di sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Durian, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Sabtu (13/12) dini hari. “Barang bukti ini rencananya akan dikirim dan diedarkan ke Provinsi Jambi, dikendalikan melalui telepon oleh bandar yang berada di Jambi,” ucap Kombes Putu. Pengembangan di Jambi kembali membuahkan hasil, dan polisi mengamankan dua tersangka lainnya berinisial FA 39 tahun dan AF 37 tahun. Seluruh tersangka berikut barang bukti kini diamankan di Ditresnarkoba Polda Riau untuk pendalaman jaringan serta penyidikan terkait tindak pidana pencucian uang.

WiFi Gaming Terbaik 2026: Pilihan Jaringan dengan Ping Stabil Tekno
Tekno
Kamis, 18 Desember 2025 | 15:10 WIB

WiFi Gaming Terbaik 2026: Pilihan Jaringan dengan Ping Stabil

Jakarta, katakabar.com - Kualitas jaringan internet jadi salah satu faktor penentu kenyamanan bermain game, khususnya bagi pemain yang mengandalkan mode kompetitif. Memasuki 2026, industri game semakin didominasi permainan daring berbasis multiplayer yang menuntut koneksi stabil dan respons cepat. Kondisi ini menjadikan pemilihan jaringan WiFi gaming yang tepat sebagai kebutuhan bukan sekadar opsi. Artikel ini ulas karakteristik WiFi gaming, alasan pentingnya koneksi berlatensi rendah, serta kriteria jaringan internet yang mampu menjaga ping tetap stabil sepanjang sesi bermain. WiFi gaming merujuk pada jaringan internet yang dirancang untuk memberikan koneksi cepat, stabil, dan berlatensi rendah. Berbeda dengan koneksi internet standar, WiFi gaming dioptimalkan agar tetap mampu menjaga performa jaringan meski digunakan oleh banyak perangkat secara bersamaan. Bagi gamer, terutama yang bermain game bergenre FPS, MOBA, maupun game kompetitif lainnya, kestabilan koneksi menjadi faktor krusial. Ping yang tinggi berpotensi menimbulkan jeda respons, keterlambatan eksekusi perintah, hingga gangguan kendali pada momen penting dalam permainan. Itu sebabnya, kualitas infrastruktur jaringan, teknologi router, serta kapasitas layanan internet memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman bermain. Seiring perkembangan teknologi, WiFi gaming modern didukung standar terbaru seperti WiFi 6 dan WiFi 6E. Teknologi ini menawarkan kecepatan lebih tinggi, efisiensi distribusi sinyal yang lebih baik, serta kemampuan menangani banyak koneksi secara bersamaan, sehingga pengalaman bermain menjadi lebih lancar. 1. Jaringan berbasis fiber optik Layanan internet berbasis fiber optik dikenal memiliki latensi lebih rendah dan koneksi yang lebih konsisten. Infrastruktur ini memungkinkan transfer data yang lebih cepat dan minim gangguan, sehingga cocok untuk aktivitas gaming intensif. 2. Dukungan router WiFi 6 atau WiFi 6E Router dengan teknologi terbaru mampu mengelola lalu lintas data secara lebih efisien. Hal ini membantu mengurangi packet loss dan menjaga kestabilan ping, meski banyak perangkat terhubung secara bersamaan. 3. Infrastruktur dengan rute koneksi optimal ke server game Provider yang memiliki jalur koneksi efisien ke server game, termasuk server internasional, cenderung mampu menghadirkan ping yang lebih rendah dan stabil bagi pemain. 4. Paket internet dengan fitur prioritas trafik Beberapa layanan menawarkan fitur Quality of Service (QoS) yang memprioritaskan trafik gaming. Dengan fitur ini, aktivitas lain seperti streaming atau unduhan besar tidak mengganggu performa saat bermain game. Memilih WiFi gaming yang tepat pada 2026 menjadi langkah penting untuk memperoleh pengalaman bermain yang responsif dan minim gangguan. Dengan mempertimbangkan jenis jaringan, teknologi router, serta fitur layanan yang ditawarkan, gamer dapat menjaga performa permainan tetap optimal dan ping lebih stabil. Bagi pengguna yang membutuhkan koneksi internet cepat dan stabil untuk aktivitas gaming, Biznet Home dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Didukung jaringan fiber optik yang luas serta performa koneksi yang konsisten, layanan ini dirancang untuk menunjang kebutuhan gaming modern yang menuntut kecepatan dan kestabilan jaringan.

Mengenal Fusaka, Terobosan Jaringan Ethereum Stabilkan Biaya dan Perluas Kapasitas Data Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 07 Desember 2025 | 08:30 WIB

Mengenal Fusaka, Terobosan Jaringan Ethereum Stabilkan Biaya dan Perluas Kapasitas Data

Jakarta, katakabar.com - Harga Ethereum (ETH) baru-baru ini mencatat lonjakan signifikan, melampaui batas psikologis $3.100 pada awal pekan ini, Peningkatan harga yang terjadi ini beriringan dengan aktivasi sukses dari pembaruan besar jaringan Ethereum, yang dikenal sebagai Fusaka. Pembaruan ini langkah penting yang dilakukan Ethereum untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensinya. Salah satu hasil paling krusial dari Fusaka adalah membuat transaksi di jaringan Layer 2 ini menjadi lebih lancar dan terjangkau. Fusaka juga memberikan perbaikan penting pada sistem penentuan biaya penggunaan data atau blob di Ethereum. Sebelumnya, biaya ini hampir tidak ada, yang menyebabkan L2 menggunakan data jaringan secara gratis. Situasi ini tidak sehat dan tidak berkelanjutan untuk jangka panjang. Dengan Fusaka, sistem biaya diperbaiki agar lebih adil dan stabil. Hasilnya, meskipun terlihat seperti peningkatan biaya, sesungguhnya ini adalah pengenalan harga yang stabil dan rendah untuk memastikan kesehatan jaringan. Bagi pengguna, perubahan ini tidak akan menyebabkan lonjakan tiba-tiba pada biaya transaksi L2 sebaliknya, ini menjamin bahwa biaya akan tetap dapat diprediksi dan terjangkau di masa depan. Inti dari peningkatan Fusaka adalah pengenalan PeerDAS, sebuah terobosan fundamental dalam rencana penskalaan jangka panjang Ethereum yang memungkinkan jaringan Ethereum untuk mengelola data dalam jumlah yang jauh lebih besar tanpa membebani operator yang menjalankan jaringan. Dengan kata lain, Fusaka membuka jalan bagi Ethereum untuk meningkatkan skala secara nyata dan mempersiapkannya untuk masa depan. Ketersediaan ruang data yang lebih besar dan efisien ini memberikan dasar yang kuat bagi pengembang untuk membangun aplikasi canggih mulai dari layanan keuangan baru hingga permainan online yang kompleks. Secara keseluruhan, pembaruan Fusaka ini memperkuat fondasi Ethereum, memastikan sistem biaya yang lebih stabil, dan menempatkan jaringan pada jalur yang tepat untuk mewujudkan potensi pertumbuhan penuhnya di tahun-tahun mendatang. Di sisi lain, Bittime sebagai crypto exchange lokal memandang bahwa pembaruan Fusaka ini sebagai dorongan positif yang penting bagi seluruh ekosistem aset kripto. Kemampuan Ethereum untuk menangani transaksi dalam volume besar dengan biaya yang lebih rendah akan meningkatkan likuiditas di pasar aset kripto dan memudahkan transfer aset. Peningkatan ini menunjukkan kedewasaan dan komitmen pengembang Ethereum untuk terus berinovasi dan berkembang, hal tersebut merupakan sinyal baik bagi para investor jangka panjang. Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Apresiasi Kinerja Polres Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Ini Harapan H Asmar Riau
Riau
Kamis, 09 Oktober 2025 | 21:00 WIB

Apresiasi Kinerja Polres Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Ini Harapan H Asmar

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar apresiasi keberhasilan aparat penegak hukum gagalkan peredaran narkoba tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan. “Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mencegah narkoba merusak generasi kita. Mari kita jaga Meranti bersama-sama,” timpal Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kepulauan Meranti, Ricky Makado. Unsur Forkopimda lainnya turut hadir di konferensi pers tersebut. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata sinergi antara aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama perangi peredaran narkotika di wilayah perbatasan, dan pesisir. Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti berhasil gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 30,7 kilogram, cairan 'Happy Water' sebanyak 24,3 kilogram, serta 1.034 bungkus catridge liquid narkotika berbagai merk, seperti Popeye, Pink, Hijau, Ungu, dan Lamborghini. Pengungkapan kasus ini disampaikan ketika Konferensi pers pengungkapan di Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (9/10), dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, Wakapolda Riau, Brigjen Jossy, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta aparat penegak hukum lainnya. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menjelaskan kasus ini diduga kuat terkait dengan jaringan narkotika internasional yang memanfaatkan jalur laut Riau–Malaysia. Keberhasilan pengungkapan ini berkat kerja sama antara kepolisian, dan dukungan masyarakat. “Kami terus memperketat pengawasan di wilayah pesisir agar jalur laut tidak lagi menjadi pintu masuk barang haram,” ujar Kapolres. Wakapolda Riau, Brigjen Jossy, menyebutkan tantangan pemberantasan narkotika semakin kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Ia menegaskan komitmen Polda Riau dalam menindak tegas para pelaku.

Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di Halmahera Default
Default
Senin, 01 September 2025 | 18:00 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di Halmahera

pembawa sekunder sepanjang 1,4 km di Daerah Irigasi (DI) Akedaga-Tutiling-Meja. Pasokan air untuk jaringan ini berasal dari Bendung Akedaga yang memanfaatkan aliran Sungai Dodoga. 2. Jaringan Irigasi Opiyang: Mencakup perbaikan bangunan kantong lumpur, bangunan sadap, serta saluran pembawa primer dan sekunder sepanjang 4,3 km di DI Opiyang-Mancalele. Hingga akhir Agustus 2025, progres seluruh pekerjaan konstruksi dilaporkan telah mencapai 70 persen, dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada Desember 2025.

Mengapa Modernisasi Jaringan Listrik Nasional Sangat Dibutuhkan? Simak Faktanya! Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 25 Mei 2025 | 15:03 WIB

Mengapa Modernisasi Jaringan Listrik Nasional Sangat Dibutuhkan? Simak Faktanya!

Semarang, katakabar.com - PT Bambang Djaja atau B&D Transformer dukung modernisasi jaringan listrik nasional hadapi meningkatnya kebutuhan energi, dan perkembangan teknologi seperti EVCS, serta energi terbarukan. Perusahaan ini turut memastikan sistem kelistrikan tetap efisien dan andal di tengah tantangan baru. Pernahkah Anda mengalami pemadaman listrik mendadak yang menghambat aktivitas? Atau mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana listrik bisa sampai ke rumah dan industri tanpa kendala? Semua itu berkat jaringan listrik nasional, sistem yang mengalirkan listrik dari pembangkit ke berbagai daerah di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik, dan munculnya teknologi baru seperti EV Charger Station atau EVCS, serta energi terbarukan, sistem ini membutuhkan modernisasi agar lebih efisien dan andal. PT Bambang Djaja atau B&D Transformer, sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam industri kelistrikan, berperan penting dalam mendukung transformasi ini. Modernisasi jaringan listrik nasional sangat diperlukan karena Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam distribusi listrik yang merata dan berkualitas. Beban listrik terus meningkat seiring pertumbuhan industri, urbanisasi, dan penggunaan perangkat elektronik. Selain itu, integrasi energi terbarukan seperti surya dan angin membutuhkan sistem yang lebih fleksibel, sementara perkembangan kendaraan listrik menuntut infrastruktur yang stabil dan efisien, termasuk EV Charger Station atau EVCS. Potensi gangguan seperti pemadaman dan ketidakseimbangan daya juga menjadi perhatian, sehingga modernisasi menjadi solusi utama untuk menciptakan sistem kelistrikan yang andal, dan berkelanjutan. Sebagai pabrik transformator ternama di Indonesia, B&D Transformer berkontribusi dalam modernisasi jaringan listrik dengan menyediakan transformator berkualitas tinggi yang mendukung: