BUMDes
Sorotan terbaru dari Tag # BUMDes
Dosen UIR Perkuat Tata Kelola BUMDes Desa Banglas Lewat Program Pengabdian Masyarakat
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau (UIR) gelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Banglas, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (6/12) kemarin. Kegiatan ini menegaskan komitmen UIR sebagai kampus berdampak yang hadir langsung mendukung penguatan ekonomi desa. Tim dosen yang dipimpin Dr. Azmansyah, S.E., M.Econ., CRP bersama Efi Susanti, S.E., M.Acc., CA menghadirkan pelatihan usung tema 'Penguatan Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)', khususnya pada aspek pengelolaan ekonomi dan keuangan desa. Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Desa Banglas, Abdul Zaid, didampingi Direktur BUMDes Banglas, Bestari Junaidi, serta Direktur Utama BUMDESMA Bersabar Mandiri Kecamatan Tebingtinggi, Susanto Sudarmo, S.E. Peserta kegiatan diikuti pengurus BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, aparatur desa, hingga karyawan BUMDESMA. Menariknya, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIR asal Desa Banglas, Wiladatul Marisa Putri. Kehadiran mahasiswa lokal tersebut menjadi simbol kolaborasi nyata antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa. Kepala Desa Banglas, Abdul Zaid, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UIR dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas pengelola lembaga ekonomi desa, sehingga berdampak langsung pada penguatan usaha dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Desa Banglas dan UIR dapat terjalin secara berkelanjutan guna mendorong inovasi, tata kelola modern, serta peningkatan pemeringkatan dan profesionalitas BUMDes. Sementara, Ketua Tim PKM FEB UIR, Dr. Azmansyah, mengatakan kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti, di antaranya di Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Rangsang Pesisir. “Kegiatan ini tindak lanjut dari payung hukum kerja sama antara Universitas Islam Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti,” jelasnya. Ia menambahkan, program pengabdian kepada masyarakat agenda rutin tahunan dosen UIR dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. “Perguruan tinggi harus hadir dan memberi dampak nyata. Dosen dan mahasiswa tidak hanya mengajar di kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk membantu penguatan ekonomi, tata kelola, dan kesejahteraan desa,” sebut Azmansyah.
Pemdes Alahair Gelar Musdes Pemilihan Direktur BumDes
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Desa atau Pemdes Alahair gelar Musyawarsh Desa atau Musdes Pemilihan Direktur BumDes di Kantor Desa Alahair, Jumat (4/7) kemarin. Di kegiatan itu, calon sebanyak 6 orang, dan undangam yang hadir sebanyak 79 orang tapi yang memilih hanya 77 orang, sebab 2 sudah pulang. Tahapan pemiklihan Direktur Bumdes, yakni penyampaian visi misi selama 5 menit, pemilihan, perhitungan suara, dan hasil serta penetapan selanjutnya diumumkan pemenangan sebagai Direktur BumDes Alahair. Berikut nama mendaftarkan sebagai calon Direktur BumDes: 1. Wahyu Wulandari 2. Restu Prayogi 3. Edi Hardono 4. M. Ihsanudin 5. Muhammad Afrizal 6. Titan 7. M. Syaifullah Saat penyampaian visi misi, seluruh calon Direktur BumDes Alahair berniat untuk menjadikan BumDes Alahair sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa. Dari hasil pemilihan Direktur BumDes di menangkan Muhammad Afrizal sebagai Direktur BumDes Alahair. Pj Kepala Desa Alahair, Tauhid Yusro ucapkan selamat kepada Muhammad Afrizal terpilih sebagai Direktur BumDes, dan selamat menjalankan tugasnya sebagai Direktur BumDes Alahair.
Buka MAT ABB 2025, Anton: Jadikan BUMDesa dan BUEK Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Musyawarah Anggota Tahunan atau MAT aliansi BUM desa dan BUEK atau ABB Rokan Hulu tahun buku 2024 digelar. Usung tema "Peran BUMdesa dan BUEK dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan potensi desa" serta pemberdayaan masyarakat melalui ketahanan pangan mendukung swasembada pangan di Kabupaten Rokan Hulu dilaksanakan di Convention Hall Islamic Center Rokan Hulu, Selasa (24/6). Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj Sumiartini, Kepala Dinas DPMPD Prasetyo, M.IP, Ketua ABB Rokan Hulu, Khairul Fahmi, ST, kepala desa, pimpinan perbankan Rokan Hulu, koordinator Kabupaten Faspem Rokan Hulu, Yatno Sugi Riswanto, S.I.Kom, direktur BUMDes dan BUEK. Bupati Rokan Hulu, Anton menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota ABB yang telah berperan aktif, dan mendorong penguatan ekonomi desa melalui BUMdesa dan BUEK. "Kita sadari Keberadaan BumDesa dan BUEK sangat berperan aktif dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan yang profesional , transparan dan berbasis potensi lokal, unit usaha desa dapat tumbuh menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan kerja di pedesaan," jelas Anton. Pemda akan terus mendukung upaya pemberdayaan ekonomi desa ini, kata Anton, melalui pelatihan, pendampingan maupun regulasi yang berpihak pada pertumbuhan usaha lokal. "Saya akan mengajak kita semua untuk menjadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen meningkatkan sinergi dan menjaga integritas dalam pengelolaan BUMDesa dan BUEK di Kabupaten Rokan Hulu," jeasnya. Dirinya berharap Segala hasil musyawarah yang dilaksanakan membawa keberkahan, kemajuan, dan kemandirian bagi seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Rokan Hulu.
Sikapi Jual Beli Internet Ilegal Marak di Inhil, BUMDes dan Individu Diduga Terlibat: Ini Kata Kadis Kominfo Pers
Indragiri Hilir, katakabar.com - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo Pers) Kabupaten Inhil, Dr. Trio Beni Putra, SE, MM, sikapi praktik jual beli layanan internet ilegal marak di wilayah Indragiri Hilir jadi sorotan serius pemerintah daerah. Apalagi dugaan keterlibatan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes, dan individu penyediaan internet tanpa izin resmi menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap keamanan jaringan, regulasi pemerintah, dan hak konsumen. "Sebenarnya desa memiliki peluang besar untuk secara legal menyediakan akses internet bagi masyarakat," ujar Dr. Trio Beni Putra, Jumat (9/5). Menurutnya, dana desa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan infrastruktur internet, asalkan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Desa dapat menggunakan dana desa untuk penyediaan internet, yang sangat bermanfaat untuk pendidikan, bisnis, dan layanan pemerintahan. Tapi, semua harus sesuai prosedur. Harus ada RPJMDes yang mencantumkan program internet, laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran, dan pengalokasian dana dalam APBDes tahun berjalan,” kata Trio Beni. Ia menegaskan proses pengadaan layanan internet harus mengacu pada Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa di Desa. Aturan ini menjelaskan mekanisme yang sah, dari perencanaan hingga pemilihan penyedia jasa. Lalu, Trio Beni mengingatkan penyedia layanan internet harus memiliki izin resmi dari pemerintah. Dalam hal ini, BUMDes diperbolehkan menjadi penyedia layanan internet, tetapi harus memenuhi persyaratan legalitas usaha, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2021. “Boleh saja BUMDes jadi penyedia, asal punya izin resmi dengan cara bermitra dengan Internet Service Providor (ISP), mendaftarkan NIB dan terdaftar sebagai badan hukum melalui Sistem Informasi Desa yang terintegrasi dengan Kemenkumham,” jelasnya. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menelusuri praktik penyediaan internet ilegal di sejumlah desa.
Kecewa Sikap Kades, Masyarakat Tergabung Nasabah BumDes Primadona Tempuh Jalur Hukum
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kasus dugaan penggelapan dana nasabah oleh pengurus Bumdes Primadona, Desa Bono Tapung, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau berbuntut panjang. Masyarakat geram, dan kecewa tak kunjung mendapatkan penjelasan mengenai penyelesaian dana mereka, baik pengurus BumDes, dan termasuk Kepala Desa Bono Tapung, Rianto jadi pemicu bakal melaporkan kasus dugaan penggelapan ke hukum. Menurut salah seorang nasabah, sekaligus perwakilan masyarakat, Arifin, masyarakat yang tergabung dalam nasabah BumDes Primadona Desa Bono Tapung kompak, dan sepakat membawa masalah ini agar diproses secara hukum. "Siap melaporkan dugaan penggelapan dana nasabah kepada bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu pada Senin, 13 Januari 2024, lusa," ujar Arifin kepada katakabar.com, Sabtu (11/1).
Disponsori PT ITA BumDes Tanjung Sukses Gelar Iven Tahunan ke IV
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Even tahunan pacu sampan ke 4 Telaga Air Merah yang digelar BumDes Desa Tanjung Kecamatan Tebing Tinggi Barat resmi ditutup, pada Ahad (3/3) lalu. Perhelatan tahunan ini sukses berkat andil dari sponsor PT Imbang Tata Alam ( ITA). Kepala Desa Tanjung Anas serta panitia yang mewakili PT ITA serahkan piala pada para pemenang lomba pacu sampan. Perlombaan di event kali ini dibagi dua kategori lomba, yakni pelajar dan dewasa. Kategori pelajar diikuti sebanyak 24 orang yang dibagi 4 grup di mana juara 1 Selamat Mulyadi dan Malik dari Desa Mantiasa, juara 2. M Fatir Nur dan Muhammad Ilham dari Desa Tanjung, dan juara 3 Rafa dan Alfin dari Desa Centai. Sedang, tingkat dewasa diikuti sebanyak 42 orang yang dibagi 7 grup. Para pemenangnya, yakni juara 1 Muslim dan Fahrizal dari Desa Alai, juara 2 Supardi dan Al Hakim dari Desa Tanjung, juara 3 Pokdarwis Tali Bapilin Tigo Desa Langgam Kabupaten Pelalawan. Kepala Desa Tanjung, Para panitia event lomba tahunan pacu sampan dan kemah, Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi Barat, tokoh masyarakat serta masyarakat hadir. Kepala Desa Tanjung, Anas kepada wartawan menyatakan, event tahunan ini digelar BumDes Desa Tanjung yang bekerja sama dengan PT ITA sebagai sponsor utama. “Alhamdulillah, tahun ini kita bisa membuat dua kategori lomba, yakni tingkat anak-anak SMP sampai SMA, dan tingkat dewasa,” jelasnya. Di momen itu, harap Anas, agar akses yang menghubungkan atau jembatan yang nenyebrangi sungai air mabuk Desa Tanjung ke Kabupaten Pelalawan bisa terwujud. Dari perhitungan ukuran jembatan sepanjang 800 meter sudah bisa menghubungkan dua kabupaten tersebut, sehingga desa tambah maju dengan perayaan event makin ramai . "Dengan dibangunnya jembatan penghubung bakal berdampak positif bagi daerah ini, baik itu dari segi ekonomi, dan emajuan daerah yang paling utama kabupaten ini tidak terisolasi lagi," sebutnya.
Laba Rp1,3 Miliar, Bumdes Amanah Bukit Gajah Gelar MDPT Tahun 2023
Pelalawan, katakabar.com - Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Amanah Bukit Gajah Kecamatan Ukui terus menunjukkan kinerja yang baik dari tahun ketahun. Ini dibuktikan dengan berkembangnya BumDes Kecamatan Ukui ini cukup pesat, di mana berhasil meraih juara 1 BumDes Award Provinsi Riau tahun 2022 dan BumDes Inspiratif Nasional kategori cepat tumbuh. Keberhasilan itu tidak terlepas dari komitmen BumDes Bukit Gajah untuk menjadikan badan usaha milik desa sebagai BumDes sehat di Provinsi Riau, dengan digelarnya Musyawarah Desa Pertanggungjawaban Tahunan (MDPT), khususnya tahun buku 2023, pada Selasa (27/2) kemarin. "Alhamdulillah, kita telah gelar MDPT tahun buku 2023, Selasa (27/2) sore di halaman kantor Desa Bukit Gajah. Ini membuktikan BumDes Amanah adalah badan usaha yang sehat di Kecamatan Ukui," ujar Direktur Bumzdes Amanah Bukit Gajah, Untung Sugiarto SE didampingi Sekretaris, Topan Handoko kepada katakabar.com, pada Rabu (27/2). Cerita Untung, Bumdes berdiri pada tahun 2017 lalu ini bergerak di bidang simpan pinjam atau unit pembiayaan yang mengelola berbagai bidang usaha, seperti penambahan modal usaha bagi masyarakat. Tidak cuma itu, kata Untung, unit bank sampah yang melaksanakan kegiatan usaha pembelian berbagai macam sampah yang mempunyai nilai jual, seperti kardus kertas besi aluminium, unit transportasi, unit perkebunan dan kebun amanah saprotan. "BumDes ini terus mengalami peningkatan kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang signifikan dari tahun ke tahun. Ini disebabkan unit-unit usaha yang terus berkembang, dengan dilakukan penambahan unit usaha yang produktif oleh pengurus operasional BumDes Amanah guna meningkatkan usaha baru yang nanti akan berdampak positif pada kenaikan SHU. "Kami punya program kerja untuk terus meningkatkan potensi potensi yang ada. Intinya, kami terus berkomitmen untuk menumbuh dan mengembangkan unit yang sudah ada ini kedepannya untuk memberikan kesejahteraan kepada anggota dan pemanfaat," jelasnya. Camat Ukui, Joko Hadi Syaifudin Zuhri SKM didampingi Kepala Desa Bukit Gajah, Tariyam SE selaku penasehat BumDes menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kinerja para pengurus BumDes Amanah Desa Bukit Gajah yang telah mengharumkan nama baik Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan hingga Provinsi Riau di tingkat nasional. Apalagi pada tahun 2023 lalu, BumDes ini berhasil meraup pendapatan sekitar Rp1.300.000.000 atau Rp1,3 miliar rupiah. "Kita berharap dengan majunya badan usaha milik desa ini, bisa meningkatkan, mendongkrak dan membantu roda perekonomian masyarakat golongan menengah kebawah di Kecamatan Ukui ini, khususnya Desa Bukit Gajah," sebutnya.
Siap-siap, 21 BUMDes di Paser Bakal Dapat Modal Bisa Bangun Usaha Sawit
Tana Paser, katakabae.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur siapkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar lebih untuk bantuan modal penguatan perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Paser. Setiap BUMDes bakal dapat bantuan modal sebesar Rp60 juta. Bantuan penguatan perekonomian ini bakal digelontorkan pada tahun 2024 nanti. “Dana ini buat bantuan modal pengembangan usaha atau unit usaha BUMDes,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Paser, Chandra Irwanadi lewat keterangan resmi MC Paser, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (18/12). Bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur ini, kata Chandra, boleh digunakan masing-masing BUMDes sesuai dengan kebutuhan mereka guna menggerakan perekonomian di desa. "Dana bantuan bisa buat toko, tambahan modal usaha, mengelola kebun sawit, penggiling padi, dan sebagainya. Disesuaikan dengan keperluan setiap desa,” jelasnya. Dana bantuan, terang Chandra, digelontokan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur ke kas desa pada tahun 2024 nanti. "Saat ini baru 21 BUMDes yang dapat bantuan lantaran sudah berbadan hukum dan terverifikasi," ucapnya. Ke depan, harap Chandra, jumlah BUMDes yang dapat bantuan bisa bertambah. Data DPMD Paser menunjukkan, dari 139 BUMDes, ada sebanyak 118 BUMDes yang aktif dan 30 diantaranya berbadan hukum. "Kami terus fasilitasi proses pembuatan badan hukum dan verifikasi. Ke depan jumlahnya bisa terus bertambah,” harapnya. Saat ini, sambung Chandra, pengurus BUMDes sedang membuat proposal bantuan sesuai pagu dana yang telah ditetapkan sebesar Rp60 juta. Setiap desa wajib melampirkan profil BUMDes beserta analisa usaha yang direncanakan dengan menggunakan dana bantuan. Nantinya dana dapat digunakan sebagaimana peruntukkannya dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan pelatihan maupun perjalanan dinas. “Penggunaannya diawasi dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Ini nama 21 Bumdes yang dapat bantuan modal, yakni BUMDes Awa Bolum Desa Samurangau, BUMDes Mangku Awat Desa Legai, BUMDes Mitra Usaha Desa Pasir Belengkong, BUMDes Maju Bersama Desa Seniung Jaya, BUMDes Nusantara Desa Olong Pinang, BUMDes Suatang Sejahtera Desa Suatang, BUMDes Payo Klato Desa Kersik Bura, BUMDes Rajawali Padang Pangrapat, BUMDes Karya Tapis Desa Tapis, BUMDes Sempulang Berkah Mandiri Desa Sempulang. Selanjutnya, BUMDes Sembilan-Sembilan Desa Rangan, BUMDes Sama Umpu Desa Modang, BUMDes Amanah Desa Padang Jaya, BUMDes Mandiri Desa Krayan Jaya, BUMDes Maju Bersama Desa Sawit Jaya, BUMDes Surya Gemilang Desa Pait, BUMDes Maju Terus Desa Saing Prupuk, BUMDes Tebru Raya Mandiri Desa Libur Dinding, BUMDes Tepian Gedong Desa Tebru, BUMDes Suweto Jaya Desa Suweto, dan BUMDes Usaha Taka Desa Muser.
Camat Bantan: Usaha BUMdes Kini Latah Jangan Matikan Usaha Sudah Ada
Bengkalis, katakabar.com - Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bantan kesekian kalinya gelar pelatihan bagi penasihat, pengawas dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) se kecamatan Bantan, di salah satu hotel di Bengkalis, pada Kamis (30/11) Kegiatan ini bertujuan agar bisa meningkatkan kapasitas dan kompetensi pemasihat, pengawas dan pengelola BUMdes. Ketua BKAD Kecamatan Bantan, Muhammad Zahari pastikan peserta selain PJ dan kepala desa se Kecamatan Bantan, direktur Bumdes, Kepala Unit dan pengawas Bumdes hadir. "BKAD sudah kali kedua melaksanakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas pengelola BUMdes," ujar Zahari. "Total 23 desa se Kecamatan Bantan yang mengirim perwakilan di kegiatan yang bekerja sama dengan BKK Provinsi Riau dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkalis, sekaligus sebagai narasumber," tambahnya. Camat Bantan, Rafli Kurniawan mengatakan, pelatihan dan peningkatan kapasitas BUMdes selaku ujung tombak desa dan peningkatan pendapatan masyarakat. "Kegiatan ini penting diikuti bagi kapasitas penasihat, pengawas dan pengelola BUMdes yang sumber dana dari BKK Provinsi Riau," kata Camat Bantan, sekaligus yang membuka pelatihan. Bicara mengenai BUMdes sudah biasa, ulas Rafli, tapi BUMdes harus mendorong ekonomi masyarakat desa. Apalagi, BUMdes bukan hal baru dan Pemerintah Pusat (Pempus) masih terfokus ke desa-desa penyaluran dana bantuan untuk membantu masyarakat desa peningkatan ekonomi," terang mantan Lurah Bengkalis Kota ini. BUMdes ke depan, harap Rafli, harus menjadi sumber dana masyarakat desa dalam peningkatan ekonomi. "Kegiatan BUMdes saat ini latah, usaha tenda semua tenda, mestinya kegiatan unit tidak mematikan usaha yang sudah ada, khusus di Kecamatan Bantan seperti desa Jangkang, Bantan tengah sudah menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD)," tegasnya. Kita, sebut Rafli, tidak perlu kemana-mana belajar dan kunjungi kedua desa tersebut, imbaunya. Peningkatan Unit Usaha BUMdes Camat Bantan mengingatkan bagi pengelola BUMdes, unit usaha harus berkolaborasi dengan pengusaha di daerah bukan keinginan manager atau kepala unit yang membuka usaha. "Potensi kita masih banyak, seperti usaha pariwisata, agribisnis dan usaha perdagangan," bebernya. Peran BPD penting bagi pengembangan BUMDes. Jika pelaksanaan BUMDes terlihat lemah, bisa dipanggil untuk mencari solusi pemecahan persoalan yang sedang dihadapi. Untuk itu, pelaporan baik per semester ke pengawas desa jangan per tahun baru dilaporkan. "Terakhir, khusus kepada para bendahara di BUMDes untuk hati-hati dalam pengelolaannya. Pemasukan dan pengeluaran harus jelas tercatat dengan baik, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan dikemudian hari," tandasnya.
BKAD Bantan Taja Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tupoksi BPD
Bengkalis, katakabar.com - Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bantan gelar pelatihan peningkatan kapasitas tugas dan fungsi Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dalam melakukan pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), di salah satu hotel di Bengkalis, pada Senin (23/10) pagi. Total 121 orang peserta dari Ketua dan anggota BPD se Kecamatan Bantan hadir di acara yang bertujuan untuk meningkatkan potensi Pendapatan Asli Desa (PAD) se Kecamatan Bantan. Sekretatis Kecamatan Bantan, Jayusni membuka pelatihan peningkatan kapasitas BPD. Menurutnya, dengan adanya pelatihan yang digelar BKAD Bantan ini, seluruh BPD di kecamatan Bantan bisa meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan BUMDes. "Pengawasan penting untuk meningkatkan potensi pendapatan desa," kata Jayusni dalam arahannya. Terima kasih kepada BKAD, ujar Jayusni, telah melaksanakan kegiatan ini sehingga seluruh pengurus BPD Bengkalis bisa menimba ilmu baru dan ilmu yang didapat bisa diimplementasikan. "BPD yang ikut pelatihan mudah-mudahan bisa serap dengan baik ilmu yang diberikan narasumber dan bisa diimplementasikan di desa masing masing," harapnya. Ketua BKAD Kecamatan Bantan, Muhammad Zahari mengatakan, pihaknya berkomitmen meningkatkan kapasitas pemerintahan dan BPD Desa Kecamatan Bantan. Sebelumnya pihaknya sudah melakukan pelatihan peningkatan kapasitas yang sama tahun ini. "Kita tahun lalu sudah melakukan pelatihan yang sama bagi BPD, dengan tema yang berbeda. Kali ini kita laksanakan pelatihan lagi bagi BPD se Kecamatan Bantan, temanya menyesuaikan dengan penggunaan anggaran serta masukan dari berbagai pihaknya," terangnya. Anggota dan Ketua BPD Se Kecamatan Bantan, harap Zahari, serius mengikuti kegiatan ini agar bisa serap ilmu yang disampaikan narasumber dan implementasikannya. Kami ingin, sebutnya, BPD bisa perjuang untuk kemajuan desa masing masing masing. Di pelatihan kali ini, pihaknya menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya, dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Riau. Ketua Forum BPD se Kecamatan Bantan, Harnoto menimpali, ini kesempatan dan kegiatan ini momen terbaik untuk ketua dan anggota BPD se Kecamatan Bantan. Apalagi, kegiatan ini menjadi ajang silahturahmi dan menamba ilmu. "Apalagi ilmu yang didapat dari pemateri bisa dimanfaatkan untuk desa masing masing, terutama masalah BUMDesa untuk meningkatkan PADes," bebernya. Harnoto mengingatkan BPD Bantan agar bisa menahan diri, sebab kondisi saat ini sudah masuk tahun politik. "Kepada seluruh ketua dan anggota BPD diminta bisa menahan diri di masa-masa ini. Kita sudah diingatkan oleh Bawaslu Bengkalis, sebab ada pasal-pasal pidana yang bisa menjerat BPD, bila melakukan pelanggaran pelanggaran Pemilu," sebut Arianto.