Teken MoU Satu Data Indonesia, H Asmar: Data Akurat, Kebijakan Tepat! Default
Default
Jumat, 08 Agustus 2025 | 11:32 WIB

Teken MoU Satu Data Indonesia, H Asmar: Data Akurat, Kebijakan Tepat!

Pekanbaru, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar teken Kesepakatan Bersama atau MoU dengan Badan Pusat Statistik atau BPS di Balai Serindit, Gubernuran Riau, Kamis (7/8) kemarin. Turut mendampingi Bupati Kepulauan Meranti di kegiatan ini, meliputi Kepala Dinas Kominfotik, Muhlisin, Kepala Bagian Kesra Setdakab, Safrizal, Kabid Statistik dan Persandian Diskominfotik, Budi Hardiantika, serta Kabid IKP, Dody Hamdani. Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kerja sama antara BPS RI, Pemerintah Provinsi Riau, dan 12 kabupaten dan kota se Riau untuk mendukung program Satu Data Indonesia sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Acara diawali dengan penandatanganan MoU antara Kepala BPS RI, Gubernur Riau, dan kepala daerah kabupaten dan kota, serta Kepala BPS daerah masing-masing. Kesepakatan ini menjadi komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola data yang terintegrasi, akurat, dan dipertanggungjawabkan. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, Satu Data Indonesia langkah strategis yang sangat penting bagi pembangunan daerah. “Program ini luar biasa. Data yang dikumpulkan dapat menjadi pertimbangan penting dalam mengambil kebijakan pembangunan daerah ke depan,” ujarnya. Gubernur Riau, H Abdul Wahid menegaskan, MoU ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari transformasi digital menuju pembangunan berbasis data. “Kami membutuhkan data yang akurat untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran, sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah,” jelasnya. Ia berharap kerja sama ini mampu menyatukan referensi data di seluruh perangkat daerah Provinsi Riau, sehingga dapat menghindari tumpang tindih informasi. “Penguatan tata kelola data adalah prioritas bersama demi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” imbuhnya.

Kadis Kominfotik Bengkalis Sambut Positif Pembinaan Statistik Sektoral Riau
Riau
Rabu, 14 Agustus 2024 | 21:47 WIB

Kadis Kominfotik Bengkalis Sambut Positif Pembinaan Statistik Sektoral

Bengkalis, katakabar.com - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Suwarto sambut positif dilaksanakan kegiatan pembinaan statistik sektoral yang digelar Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkalis, di ruang rapat Diskominfotik Bengkalis, Rabu (14/8). Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bengkalis, diikuti perwakilan dari Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Mandau.

Sawit dan Produk Pertanian Bikin Ekspor Naik 5,32 Persen selama Januari 2024 Sawit
Sawit
Minggu, 18 Februari 2024 | 14:36 WIB

Sawit dan Produk Pertanian Bikin Ekspor Naik 5,32 Persen selama Januari 2024

Jakarta, katakabar.com - Komoditas kelapa sawit dan produk pertanian bikin ekspor naik sebesar 5,32 persen selama Januari 2024 dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/M-to-M) dan meningkat 0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/Y-on-Y). Hal itu dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana kenaikan terjadi saat sektor-sektor industri non migas lainnya mengalami penurunan. Jadi, dengan kenaikan tersebut, menjadikan sektor pertanian menjadi satu-satunya yang tumbuh secara bulanan maupun tahunan. “Nilai ekspor non migas menurut sektor mengalami penurunan secara bulanan kecuali di sektor pertanian yang mengalami peningkatan sebesar 5,32 persen,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Widyasanti lewat keterangan resmi statistik, dilansir dari laman agrofarm.co.id, pada Ahad (18/2). Peningkatan ekspor di sektor pertanian, ujar Amalia, mendapatkan sumbangan dari peningkatan ekspor seperti produk kelapa sawit dan sarang burung walet. "Sedang, ekspor sektor lainnya mengalami penurunan. Sektor Industri pengolahan tercatat menurun 4,13 persen, dan sektor pertambangan menurun 23,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ulasnya. Untuk perkembangan ekspor non migas di Januari 2024 mencapai 19,13 miliar dollar AS. Apabila merinci pada sektornya, pertanian memiliki kontribusi yang cukup besar sebesar 374 juta dollar AS. “Total ekspor non migas Indonesia menurut sektor pada Januari 2024 sebesar 19,13 miliar dollar AS. Bila dirinci menurut sektornya, pertanian berkontribusi sebesar 374 juta dollar AS,” jelasnya. Salah satu komoditas unggulan ekspor Januari 2024 yakni kelapa sawit, sebut Amalia, artinya kepala sawit selama ini mampu mendongkrak hasil devisa Indonesia. “Kinerja ekspor beberapa komoditas unggulan Indonesia salah satunya minyak kelapa sawit yang memberikan share sekitar 33,72 persen,” jelasnya. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan RI, Kuntoro Boga Andri menyatakan, sektor pertanian sektor strategis nasional yang terus memberi kontribusi positif terhadap ekspor dan perekonomian nasional. “Pertanian terbukti sebagai sektor andalan bagi penguatan ekonomi bangsa. Makanya pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan hilirisasi pertanian nasional,” bebernya. Saat ini, ucap Kuntoro, Kementerian Pertanian tengah fokus pada peningkatan produksi padi dan jagung sebagai komoditas utama dan strategis dengan target capaian swasembada dan menjadi lumbung pangan dunia. “Kementan terus berupaya meningkatkan komoditas strategis pertanian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor,” tandasnya.

Pertumbuhan Kelapa Sawit Meningkat di Lutim, Ini Harapan Budiman Sawit
Sawit
Sabtu, 17 Februari 2024 | 15:38 WIB

Pertumbuhan Kelapa Sawit Meningkat di Lutim, Ini Harapan Budiman

Luwu Timur, katakabar.com - Data statistik perkebunan tahun 2022 lalu menunjukkan, luas kebun kelapa sawit 9.271,38 hektar dengan jumlah pekebun 4.570 Kepala Keluarga (KK) meningkat menjadi 9.806,35 hektar dengan jumlah pekebun 4.740 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Luwu Timur. Itu terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana baru-baru ini, yang dibuka Bupati Lutim, H Budiman didampingi Wakil Bupati Lutim, Mochammad Akbar Andi Leluasa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Amrullah. Dijelaskan Bupati Lutim, H Budiman menyatakan, data statistik perkebunan tahun 2022 lalu menunjukkan luas kebun kelapa sawit 9.271,38 hektar dengan jumlah pekebun 4.570 Kepala Keluarga (KK) meningkat menjadi 9.806,35 hektar dengan jumlah pekebun 4.740 Kepala Keluarga (KK). “Sebagai bentuk dukungan pengembangan kelapa sawit secara nasional, pemerintah telah mengalokasikan pembiayaan yang cukup besar melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPD-PKS),” ujar Budiman lewat rilis resmi dilansir pada Sabtu (17/2). Kata Budiman, selain pengembangan sektor hulu, pemerintah daerah tiga tahun belakangan ini telah mendorong tumbuhnya investasi di industri kelapa sawit. “Terlepas dari dinamika dan problematika pasar yang ada, sering kali dijumpai TBS kita masih dipasarkan keluar dari wilayah Kabupaten Luwu Timur,” beber Bupati Lutim. Sebagai salah satu daerah sentra kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Selatan, tutur Budiman, sudah saatnya kembali menata dan memperbaiki pengelolaan persawitan yang ada mulai dari penataan maupun penguatan. “Rapat Koordinasi (Rakor) ini mudah-mudahan menjadi momentum dalam membangun dan mengembangkan kelapa sawit yang lebih baik di masa yang akan datang,” harapnya. Di kegiatan tersebut, Bupati Lutim teken prasasti bantuan sarana dan prasarana jalan perkebunan kelapa sawit bagi kelompok tani Caryata Jaya Desa Kasintuwu dan kelompok tani Laimbo Permai Desa Margolimbo. TCamat Mangkutana beserta jajaran, para Koordinator PPL dan Fungsional, Kepala Desa Kasintuwu, Margolembo dan Sindu Agung, Ketua Apkasindo dan Apkasindo Perjuangan Lutim, para Pelaku Usaha, Pengurus dan anggota Kelompok Tani Kelapa Sawit serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan beserta jajaran.

Ekspor Produk Sawit Melesat di Tengah Ekspor Nonmigas Menurun Nusantara
Nusantara
Rabu, 19 Juli 2023 | 19:44 WIB

Ekspor Produk Sawit Melesat di Tengah Ekspor Nonmigas Menurun

Jakarta, katakabar.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan kinerja ekspor nasional periode Juni 2023. Tercatat ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) melesat di tengah ekspor sektor dan komoditas menurun. Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto melalui keterangan resmi menjelaskan, harga kelapa sawit yang masuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menurun di pasar global, tapi, volume ekspor kelapa sawit naik signifikan. "Total nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni 2023 tercatat mencapai USD 19,34 miliar, USD 0,36 miliar diantaranya disumbangkan sektor pertanian," ujarnya. Secara umum kata Atqo, nilai ekspor Indonesia pada Juni 2023 mencapai USD 20,61 miliar atau turun 5,08 persen dibanding Mei 2023. Dibanding Juni tahun lalu, nilai ekspor turun sebesar 21,18 persen. "Ekspor nonmigas Juni 2023 turun 5,17 persen dibanding Mei 2023, dan turun 21,33 persen dibanding ekspor nonmigas Juni 2022," jelasnya. Secara keseluruhan lanjutnya, nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2023 mencapai US$128,66 miliar atau turun 8,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sedang ekspor nonmigas mencapai US$120,82 miliar atau turun 9,32 persen. "Khusus untuk ekspor pertanian, sepanjang Januari hingha Juni 2023 telah membukukan USD 2,13 miliar atau berkontribusi sebesar 1,66 persen terhadap total ekspor Indonesia pada periode tersebut," bebernya. Menurutnya, tujuan ekspor didominasi Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai USD 4,58 miliar, Amerika Serikat USD 1,96 miliar, dan India USD 1,67 miliar. Kontribusi ketiganya terhadap ekspor mencapai 42,42 persen. Untuk ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD 3,78 milyar dan USD 1,32 miliar. "Beberapa komoditas unggulan ekspor Indonesia yakni minyak kelapa sawit, batu bara, besi, dan baja," ulasnya. Masih Atqo, penurunan terbesar ekspor nonmigas Juni 2023 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar USD 441,3 juta (11,54 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD 834,9 juta (43,68 persen). Untuk daerah asal barang ekspor Indonesia, terbesar pada Januari hingga Juni 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$17,89 miliar setara 13,91 persen, diikuti Kalimantan Timur US$15,00 miliar setara 11,66 persen dan Jawa Timur US$11,13 miliar setarab8,66 persen, rincinya.