Bekasi
Sorotan terbaru dari Tag # Bekasi
Lewat SWOT BPDP Beri Pemahaman Sawit Lebih Dekat ke Masysrakat Bekasi
Bekasi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan mendekatkan informasi seputar kelapa sawit kepada masyarakat, dengan pendekatan lebih ringan dan relevan dengan keseharian. Lewat Sawit on Town (SWOT), bersama Olenka hadirkan ruang edukasi interaktif dan mudah dipahami berbagai kalangan, di Taman Plaza, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (19/4) akhir pekan lalu. Di kegiatan tersebut masyarakat diajak melihat kelapa sawit bukan sekadar komoditas industri, tetapi bagian dari aktivitas harian sering kali tidak disadari. "Produk turunan kelapa sawit telah hadir di berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari produk rumah tangga hingga personal care. Sabun, sampo, deterjen, hingga produk pangan seperti margarin, roti, dan krimer contoh nyata kontribusi sawit dalam kehidupan sehari-hari," ujar Founder Olenka Kreasi Festival, Edy Nurmansyah, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis (23/4). "Pemanfaatan sawit bahkan mencakup sektor energi. Penggunaan biodiesel berbasis sawit pada transportasi umum menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas ini mendukung mobilitas masyarakat," timpal Perwakilan Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Muhammad Farouq Rosyadi. Melalui kegiatan ini, kata Muhammad, BPDP menjalankan perannya dalam mempromosikan dan menyebarluaskan informasi terkait manfaat kelapa sawit kepada publik. Harapannya, masyarakat dapat melihat sawit sebagai bagian dari sistem penunjang kehidupan modern. Dari sisi kesehatan dan kecantikan, dokter spesialis estetika medis, Irdawati Novita, menjelaskan kandungan dalam kelapa sawit memiliki potensi sebagai bahan perawatan kulit. Kandungan vitamin E dan tocotrienol di dalamnya diketahui memiliki sifat antioksidan yang tinggi serta berperan dalam membantu proses pemulihan kulit. Selain itu, imbuhnya, masyarakat juga diingatkan untuk lebih cermat dalam menerima informasi. Sedang Brand Ambassador Zumba Indonesia, Liza Natalia, mengajak masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber yang kredibel agar terhindar dari misinformasi terkait kelapa sawit. Rangkaian kegiatan SWOT dikemas secara variatif, mulai dari sesi olahraga bersama melalui Sawit Healthy Exercise, diskusi edukatif SWOT Talks, hingga aktivitas kreatif seperti Coloring Clay Competition untuk anak-anak. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan yang menarik antusiasme pengunjung. Melalui pendekatan yang lebih dekat dan interaktif, BPDP berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran strategis kelapa sawit, baik sebagai penggerak ekonomi maupun sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Mendag RI Seru Masyarakat Jangan Terpaku MinyaKita Tapi Lihat Berbagai Migor Lain
Jakarta, katakabar.com - Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, seru masyarskat jangan terpaku MinyakKita tetapi lihat berbagai minyak goreng lain. Mendag RI menyerukan hal itu saat pantau produksi minyak goreng di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan kali ini untuk pastikan kecukupan pasokan minyak goreng sebelum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Mendag RI menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng dan memastikan pasokan selalu tersedia, dalam hal ini menjelang HBKN. “Kami telah cek langsung proses produksi dan ketersediaan minyak di PT MONI. Pada prinsipnya, pasokan minyak cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan dan Idulfitri. Kami juga pastikan harga terkendali untuk menyambut HBKN,” kata Budi Santoso, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad (8/2). Ia mengatakan, berbagai jenis dan merek minyak goreng yang beredar di pasar telah memberikan banyak pilihan bagi konsumen untuk membeli. “Jenis dan merek minyak goreng di pasaran itu ada banyak, kualitas sama-sama baik dan harganya juga terjangkau. Konsumen tidak perlu terpaku dengan keberadaan MinyakKita. Kami sudah meminta agar produsen membuat minyak setipe MinyakKita, dan mendorong agar minyak goreng lain lebih banyak beredar dengan harga yang terjangkau,” jelasnya. MinyakKita instrumen intervensi pasar melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Strategi ini bertujuan untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri ketika harga minyak kelapa sawit global meningkat. MinyakKita bukan minyak subsidi karena pasokan dipenuhi dari DMO dan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. “MinyakKita sering jadi indikator ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng. Kalau MinyakKita naik, kesannya harga minyak goreng naik semua. MinyakKita yang menggunakan skema DMO bergantung pada volume ekspor untuk mendapatkan pasokan bagi produksi minyak goreng kemasan rakyat. Tapi, kalau ekspor turun bukan berarti tidak ada minyak goreng karena di pasar masih ada banyak pilihannya,” tuturnya. Direktur Utama PT MONI, Vimala Putra, menimpali permintaan masyarakat terhadap produk minyak goreng premium yang diproduksi perusahaannya cukup tinggi, sebanding dengan MinyakKita. “Permintaan konsumen sama karena konsumen bisa merasa manfaatnya pakai minyak goreng ini,” ucap Vimala. PT Mikie Oleo Nabati Industri memproduksi berbagai jenis minyak goreng, di antaranya minyak goreng premium dengan merek Sunco, minyak goreng second brand dengan merek MG Jaya, dan MinyakKita.
Binus University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands
Jakarta, katakabar.com - Binus University Kampus Bekasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL), sebuah forum kolaboratif internasional yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah dari Indonesia dan Belanda dalam rangka merumuskan peta jalan riset bersama di bidang logistik berkelanjutan. Kegiatan ini bagian dari penguatan kerja sama Triple Helix antara perguruan tinggi, sektor industri, dan institusi pemerintah untuk mendorong inovasi di sektor logistik melalui pendekatan living lab, yakni riset yang dilakukan langsung pada konteks dunia nyata dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Acara dibuka dengan sambutan dari Binus University, dilanjutkan dengan keynote speech dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta HAN University of Applied Sciences, Belanda. Dalam paparannya, BRIN menekankan pentingnya penerapan green logistics sebagai respons terhadap tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon di Indonesia, yang mencapai sekitar 19,2 persen dari total emisi nasional. Praktik logistik hijau dinilai krusial untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action). Sementara, perwakilan dari HAN University of Applied Sciences, Erik van Zanten, memaparkan peluang pendanaan riset dari skema EU–ASEAN yang mendukung model kolaborasi Triple Helix, khususnya pada bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET). Skema ini membuka peluang pendanaan hingga €180.000 untuk proyek-proyek riset terapan yang berfokus pada infrastruktur logistik, green logistics, dan smart logistics. Melalui sesi project mapping dan diskusi kelompok, para peserta merumuskan tiga grand themes utama, yakni Infrastructure Optimization, Green Logistics, dan Smart Logistics. Ketiga tema ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan riset kolaboratif selama tiga tahun ke depan (2026–2028), dengan fokus pada isu-isu utama seperti tingginya biaya logistik nasional, rendahnya adopsi teknologi, fragmentasi rantai pasok, serta tantangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan signing ceremony sebagai simbol komitmen para anggota konsorsium LLGCI-NL dalam mengimplementasikan peta jalan riset yang telah disepakati bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset logistik berkelanjutan serta meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia di tingkat global. Dengan pendekatan living lab, LLGCI-NL tidak hanya berfokus pada pengembangan riset, tetapi juga pada pelibatan aktif mahasiswa melalui tesis, magang, studi kasus, dan proyek terapan, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri secara nyata. Tentang LLGCI-NL Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL) merupakan inisiatif kolaboratif internasional yang bertujuan mengembangkan solusi inovatif di bidang logistik berkelanjutan melalui kerja sama antara universitas, industri, dan pemerintah di Indonesia dan Belanda. Inisiatif ini berfokus pada penguatan infrastruktur logistik, transisi energi, digitalisasi, serta pengurangan emisi karbon dalam rantai pasok. Inisiatif ini digaungi oleh empat founding fathers, yakni Binus University melalui Business Management program di kampus Binus @Bekasi, HAN University of Applied Sciences, Belanda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Cikarang Dry Port. Berbagai institusi pendidikan, pemerintah serta industri telah bergabung sebagai anggota dari living lab ini demi memajukan rantai pasok berkelanjutan di Indonesia.
Perkuat Peran Dua Stasiun, Integrasi KA Jarak Jauh dan Commuter Line Permudah Mobilitas Pelanggan
Jakarta, katakabar.com - Pola mobilitas masyarakat di masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menunjukkan kecenderungan meningkatnya pemanfaatan stasiun-stasiun terintegrasi di wilayah penyangga Jakarta. Stasiun Bekasi dan Stasiun Jatinegara semakin berperan sebagai simpul perjalanan utama karena menghadirkan integrasi langsung antara layanan kereta api jarak jauh dan Commuter Line, sehingga memberikan kemudahan, efisiensi waktu, dan kenyamanan bagi pelanggan selama periode libur akhir tahun. Di masa Angkutan Nataru ini dari tanggal 18 Desember hingga 26 Desember 2025 per pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 32.470 pelanggan membeli tiket kereta api jarak jauh dengan keberangkatan dari Stasiun Jatinegara, dengan jumlah pelanggan tiba mencapai 68.956 orang. Sementara, dari Stasiun Bekasi tercatat 82.355 pelanggan berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dan 90.385 pelanggan tiba. Data tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap stasiun terintegrasi sebagai alternatif keberangkatan dan kedatangan yang mudah dijangkau melalui layanan komuter. Peran Stasiun Bekasi dan Jatinegara semakin strategis sebagai stasiun penyangga bagi Stasiun Gambir dan Pasarsenen. Integrasi antar layanan memungkinkan pelanggan memanfaatkan Commuter Line untuk menjangkau stasiun keberangkatan kereta api jarak jauh, sekaligus membantu pemerataan arus penumpang dan mengurangi kepadatan di stasiun utama Jakarta selama puncak Nataru. Kuatnya integrasi tersebut juga tercermin dari tingginya volume pergerakan pelanggan Commuter Line. Pada periode 18 hingga 25 Desember 2025, Stasiun Bekasi mencatat 249.845 pelanggan gate in dan 241.449 pelanggan gate out. Sementara di Stasiun Jatinegara, volume gate in mencapai 79.933 pelanggan dan gate out 74.461 pelanggan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan kemudahan integrasi antarlayanan menjadi faktor utama dalam perubahan pola perjalanan masyarakat pada masa Nataru. “Integrasi antara kereta api jarak jauh dan Commuter Line di Stasiun Bekasi dan Jatinegara memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan, baik dari sisi akses, waktu tempuh, maupun kenyamanan. Skema ini turut mendukung kelancaran distribusi arus penumpang dari dan menuju Jakarta selama masa Angkutan Nataru,” ujar Franoto. KAI Daop 1 Jakarta terus mengoptimalkan pengelolaan stasiun-stasiun terintegrasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan mudah diakses oleh masyarakat. Penguatan integrasi antarlayanan dan pengaturan arus penumpang diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas selama masa Angkutan Nataru, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan kereta api.
LindungiHutan Dorong Aksi Komunitas di Pantai Bahagia Bekasi
Bekasi, katakabar.com - Di ujung pesisir Bekasi, di mana Sungai Cisadane bermuara ke Laut Jawa, terdapat kawasan yang tidak hanya menghadapi ancaman ekologis, tetapi menyimpan potensi pemberdayaan masyarakat lokal. Pantai Bahagia, yang menjadi lokasi penanaman mangrove oleh LindungiHutan, kini berkembang bukan hanya sebagai lahan konservasi, tetapi sebagai pusat community development, tempat warga dan relawan berkolaborasi untuk membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan. Urgensi memperkuat ekosistem di Pantai Bahagia sangat besar. Abrasi pantai di kawasan ini menciptakan kerentanan serius terhadap intrusi air laut dan sedimentasi, bila dibiarkan dapat mengikis lahan pesisir dan merusak kehidupan masyarakat pesisir. Tanpa tindakan nyata, kapasitas alam untuk menyerap goncangan iklim akan melemah, sementara risiko terhadap pemukiman lokal terus bertambah. LindungiHutan telah menanam lebih dari 108.895 pohon mangrove di Pantai Bahagia, pilihan jenis Rhizophora sp. sangat strategis, akarnya yang kuat membantu menahan sedimen laut, memperlambat laju abrasi, dan menjaga stabilitas garis pantai. Lebih dari sekadar menanam pohon, program di lokasi ini dirancang untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan melalui keterlibatan komunitas lokal. Warga setempat dan peserta program bisa berpartisipasi dalam workshop kreatif yang mengolah hasil mangrove menjadi produk turunan seperti kripik mangrove, sirup, hingga batik ramah lingkungan. Pelatihan-pelatihan ekonomi kreatif berbasis lingkungan ini tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menguatkan hubungan antara masyarakat dan ekosistem mangrove yang mereka jaga. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa konservasi tidak hanya bermanfaat untuk alam, tetapi juga untuk kesejahteraan manusia. Dari sisi ekologi, mangrove yang tumbuh dengan sehat di Pantai Bahagia memberi manfaat besar: menjaga keanekaragaman hayati pesisir, menjadi habitat berbagai spesies, dan menyerap karbon secara signifikan. Dari sisi sosial, program community development membuka ruang bagi warga untuk meningkatkan keterampilan, membangun usaha berbasis alam, dan merasakan manfaat langsung dari pelestarian ekosistem. "Menanam pohon di sini bukan sekadar menjaga alam; ini soal menjaga masa depan kami dan anak cucu," ujar salah satu warga aktif dalam program. Pendekatan partisipatif seperti ini memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap hutan bakau, sekaligus memperkokoh semangat kolektif untuk menjaga pesisir Bekasi tetap stabil dan produktif. LindungiHutan mengajak masyarakat, komunitas, serta perusahaan untuk ikut dalam gerakan hijau di Pantai Bahagia. Aksi menanam, belajar bersama warga lokal, dan mendukung produk ramah lingkungan bukan hanya investasi ekologis, tetapi juga investasi sosial. Melalui keterlibatan kolektif, kita dapat memastikan hutan mangrove di Bekasi tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi sumber kehidupan dan harapan jangka panjang.
Lulusan Binus School Bekasi Banyak Diterima di PTN Unggulan, Bukti Kualitas Pendidikan Berkelas
Bekasi, katakabar.com - Di tengah tantangan global dan tuntutan zaman yang semakin kompleks, pendidikan berkualitas menjadi kunci utama membentuk generasi muda yang visioner, kritis, dan berintegritas. Menjawab kebutuhan tersebut, Binus School Bekasi bagian dari sekolah Bina Nusantara terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Tahun ini, Dengan lebih dari dua pertiga lulusan menembus PTN ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pembelajaran yang inovatif dan berorientasi masa depan yang diterapkan di Binus School Bekasi telah membawa dampak signifikan terhadap kesuksesan siswa. Pencapaian tersebut dirayakan di prosesi Graduation Ceremony yang diselenggarakan pada Rabu, 28 Mei 2025 lalu, di Multi-Purpose Hall, Binus School Bekasi. Acara ini menjadi momentum transisi penting bagi para lulusan menuju tahap kehidupan selanjutnya, dengan bekal karakter unggul, kompetensi adaptif, dan semangat pembelajar sepanjang hayat. Karah, Principal Binus School Bekasi, mengungkapkan kebanggaan atas pencapaian para siswa yang sudah berhasil masuk ke universitas pilihannya setelah mendapatkan berbagai macam bekal yang sudah ditanamkan selama di sekolah. “Kami merasa bangga dan terhormat dapat menyaksikan lebih dari setengah lulusan kami diterima di PTN bergengsi di Indonesia. Ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah para siswa siswi selama menempuh pendidikan di BINUS SCHOOL Bekasi,” ujar Karah.
Stasiun Bekasi: Stasiun Integrasi Strategi Modernisasi Perkeretaapian Nasional
wilayah timur Jakarta, termasuk Bekasi–Tambun–Cibitung hingga Cikarang. Dengan meningkatnya volume naik-turun KA JJ yang kini tembus lebih dari 1 juta penumpang per tahun, masyarakat tak perlu lagi ke Stasiun Pasar Senen atau Gambir untuk bepergian jarak jauh. Hal ini membuat mobilitas lebih efektif dan efisien, serta membuka akses ekonomi yang lebih merata di wilayah penyangga. Peningkatan volume ini didukung dengan peningkatan fasilitas. Gedung baru Stasiun Bekasi kini berdiri megah seluas 3.600 meter persegi, dilengkapi dengan ruang tunggu ber-AC, fasilitas disabilitas, lift, eskalator, musholla, vending machine tiket, dan digital signage. Penataan peron dan jalur juga telah diatur ulang agar layanan Commuter Line dan KA JJ berjalan efisien tanpa tumpang tindih.
Stasiun Bekasi: Stasiun Integrasi Strategi Modernisasi Perkeretaapian Nasional
wilayah timur Jakarta, termasuk Bekasi–Tambun–Cibitung hingga Cikarang. Dengan meningkatnya volume naik-turun KA JJ yang kini tembus lebih dari 1 juta penumpang per tahun, masyarakat tak perlu lagi ke Stasiun Pasar Senen atau Gambir untuk bepergian jarak jauh. Hal ini membuat mobilitas lebih efektif dan efisien, serta membuka akses ekonomi yang lebih merata di wilayah penyangga. Peningkatan volume ini didukung dengan peningkatan fasilitas. Gedung baru Stasiun Bekasi kini berdiri megah seluas 3.600 meter persegi, dilengkapi dengan ruang tunggu ber-AC, fasilitas disabilitas, lift, eskalator, musholla, vending machine tiket, dan digital signage. Penataan peron dan jalur juga telah diatur ulang agar layanan Commuter Line dan KA JJ berjalan efisien tanpa tumpang tindih.
Lewat Rumah BUMN Bekasi BNI Berdayakan Perempuan Disabilitas
Jakarta, katakabar.com - PT Bank Negara Indonesia berdayakan perempuan disabilitas lewat Rumah BUMN Bekasi. Kegiatan itu sempena peringatan Hari Kartini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya mendorong pemberdayaan perempuan, termasuk perempuan penyandang disabilitas, melalui program BNI Berbagi lewat Rumah BUMN di Bekasi. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengungkapkan, sejak didirikan pada 2017 lalu, Rumah BUMN BNI di Bekasi telah menjadi wadah pengembangan bagi lebih dari 400 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. "Program ini tak hanya menyediakan pelatihan dan pendampingan usaha, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran BNI sebagai agen pembangunan atau agent of development," ujar Okki melalui keterangan resmi. Sebagai bank milik negara, kata Okki, BNI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh warga negara untuk terlibat dalam perekonomian nasional, tanpa membedakan gender maupun kondisi fisik. Salah satu kisah inspiratif dari penerima manfaat Rumah BUMN BNI adalah Paini, seorang perempuan penyandang disabilitas yang kini sukses mengembangkan usaha kuliner Bumbu Pecel Yuk Ni. Melalui dukungan alat produksi dari BNI, Paini mampu meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan. "Dulu saya hanya bisa memproduksi sambal sedikit. Tapi sekarang, dengan bantuan dari BNI, saya bisa menggiling sambal minimal 10 kilogram setiap dua hari sekali," ucap Paini.
Lahirkan Taruna - Taruni Terbaik, Pemkab Langkat 'Gandeng' STTD
Langkat, Katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Perhubungan dibawah naungan Kepala Dinasnya Arie Ramadhany, S.IP, M.SP jalin kerjasam...