Apel
Sorotan terbaru dari Tag # Apel
Syah Afandin Ajak ASN Fokus Memaksimalkan Pengembangan 30 Desa Wisata di Langkat
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Langkat yang dirangkaikan dengan penyerahan santunan...
Pimpin Apel Gabungan, Pj Sekdako Binjai Tekankan Percepatan LKPD 2025
Pj Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, memimpin apel gabungan ASN dan Non ASN Pemko Binjai di Lapangan Apel Pemko Binjai
Pimpin Apel Gabungan, Pj Sekdako Binjai Tekankan Solidaritas dan Profesionalisme ASN
Pj Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, memimpin Apel Gabungan ASN dan Non-ASN yang dirangkai dengan Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Lapangan Apel Pemko Binjai
Apel Operasi LLK 2025, Kapolda Riau Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Mobilitas dan Potensi Bencana
Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau Apel Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di halaman Mapolda Riau, Jumat (19/12). Apel ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang pimpin apel tersebut. Ia menekankan perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda nasional yang setiap tahun berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat. "Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah momentum bagi saudara-saudara kita untuk melaksanakan ibadah, berkumpul bersama keluarga, dan beraktivitas di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan meningkatnya mobilitas di banyak daerah," ujar Kapolda Riau membacakan amanat Kapolri. Kenaikan mobilitas tersebut, berdasarkan survei nasional, diprediksi meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, situasi ini bersamaan dengan adanya potensi cuaca ekstrem di Tanah Air. "Berdasarkan informasi BMKG, saat ini terdapat tiga sistem siklon di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi bencana alam," lanjutnya. Dengan situasi demikian, Kapolri menegaskan perlunya kesiapsiagaan seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Momentum Nataru menuntut adanya upaya yang dilakukan secara ekstra dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini membutuhkan kesigapan seluruh jajaran dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," tegasnya. Selain itu, kata Kapolda Riau, jajaran kepolisian juga diminta terus melakukan monitoring ketahanan pangan dan ketersediaan BBM, serta memastikan harga dan distribusi tetap stabil selama periode libur panjang. Kapolri juga mengingatkan agar layanan 110 dimaksimalkan sebagai sarana utama masyarakat melaporkan kondisi darurat, gangguan keamanan, maupun peristiwa lain yang memerlukan respons cepat. Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 akan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga mitra keamanan lainnya. Operasi ini bertujuan menjamin keamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, objek wisata, hingga distribusi logistik masyarakat sepanjang libur Nataru.
Apel Operasi LLK 2025, H Asmar Tekankan Pengamanan Nataru Ekstra Ketat
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Polres Kepulauan Meranti gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 di halaman Kantor Polres Kepulauan Meranti, Jumat (19/12). Apel tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Apel gelar pasukan ini turut dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti beserta pejabat utama Polres, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Dandim 0303 Bengkalis, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Ketua Pengadilan Negeri Kepulauan Meranti, Danramil 02 Tebing Tinggi, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya. Dalam amanatnya, H Asmar menegaskan apel gelar pasukan merupakan momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. “Apel gelar pasukan ini adalah bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi, sehingga seluruh rangkaian pelayanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan optimal,” ujar H Asmar. Ia menyampaikan perayaan Natal dan Tahun Baru agenda nasional rutin yang selalu berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, maupun berlibur. "Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya," ulasnya. Selain lonjakan mobilitas, kata H Asmar, tantangan pengamanan Nataru tahun ini juga diperberat oleh faktor cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan dengan puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. “Menghadapi situasi ini, kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan harus dilakukan secara ekstra demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya. Sebagai bentuk kesiapsiagaan nasional, Polri dengan dukungan TNI dan berbagai stakeholder menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya. Untuk mendukung operasi tersebut, disiapkan 2.903 posko pengamanan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 1.807 Pos Pengamanan (Pos Pam), 763 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 333 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan difokuskan pada pengamanan 44.436 objek vital, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga lokasi perayaan malam tahun baru. Bupati Kepulauan Meranti kembali menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk pengaturan lalu lintas, pengendalian angkutan barang, serta antisipasi kepadatan penumpang di moda transportasi darat dan laut. Di sisi lain, pengamanan ibadah Natal menjadi perhatian utama dengan memastikan seluruh lokasi ibadah disterilisasi dan melibatkan unsur ormas keagamaan sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap ancaman terorisme juga diminta untuk diperkuat, khususnya di tempat ibadah dan pusat keramaian. Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan longsor, stabilitas ketersediaan pangan dan BBM, serta layanan darurat kepolisian melalui call center 110 menjadi bagian penting dari rangkaian pengamanan Nataru.
Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi, H Asmar: Semua Harus Siap dan Sigap!
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna antisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem di musim penghujan, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar pimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (5/11). Apel yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Forkopimda, dan seluruh perangkat daerah ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan lintas sektor dalam menghadapi ancaman banjir, angin kencang, dan potensi bencana hidrometeorologi lainnya. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menegaskan apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga keselamatan masyarakat. “Kita harus memastikan seluruh personel, sarana, dan prasarana dalam kondisi siap. Kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana serta dampaknya bagi masyarakat,” tegas Asmar. Ia mengingatkan agar seluruh instansi dan elemen masyarakat meningkatkan kolaborasi dan kewaspadaan menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang sering melanda wilayah pesisir. “Saya berharap seluruh perangkat daerah, Forkopimda, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan bencana secara komprehensif, antisipatif, dan partisipatif,” tambahnya. Apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan serta pengecekan berbagai sarana penanggulangan bencana, seperti kendaraan operasional, alat evakuasi, dan perlengkapan medis darurat oleh Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda.
Pimpin Apel BPBD Meranti, H Asmar: Tekankan Mitigasi dan Bijak Bermedsos
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar pmpin Apel Pengarahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, di halaman Kantor BPBD Kepulauan Meranti, Selatpanjang, Senin (1/9). Dalam amanatnya, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran BPBD yang telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana di daerah. Menurutnya, peran petugas BPBD sangat penting, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, kedaruratan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi bencana. "Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kesiapan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana," ujarnya. Ia menyinggung bencana kebakaran hutan seluas 200 hektar yang melanda kawasan Tanjung Peranap belum lama ini. Kebakaran tersebut berlangsung selama lebih kurang 19 hari dengan medan sulit serta kondisi tanah gambut kering. "Alhamdulillah, berkat sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, Pemerintah Kecamatan dan Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni KLHK, hingga pihak swasta seperti PT Imbang Tata Alam (ITA), kebakaran akhirnya dapat diatasi," jelasnya. Menurut H Asmar, penting mitigasi bencana agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir. Ia berharap seluruh pihak aktif memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana. "Kita semua menyadari bahwa bencana alam tidak dapat ditolak. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa meminimalisir dampaknya," tegasnya. Lantas Orang Nomor Satu di "Kota Sagu" nama lain dari Kepulauan Meranti ini, mengingatkan jajaran BPBD agar bijak menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi, baik yang berkaitan dengan isu nasional maupun daerah.
Wabup Rohul Pimpin Apel Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ke 68 2025
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Rokan Hulu gelar apel peringatan hari jadi Provinsi Riau ke 68 Tahun 2025, usung tema "Merawat Tuah, Menjaga Marwah", di Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Sabtu (9/8). Saat apel Wakil Bupati Rokan Hulu, H Syafaruddin Poti SH, MM bertindak sebagai Inspektur Upacara dan turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Rokan Hulu, para Asisten dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD selingkungan Rohul, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Akademisi, dan lainnya. H. Syafaruddin Poti membacakan sambutan Gubernur Riau dengan usung tema "Merawat Tuah, Menjaga Marwah" dipilih sebegai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya Melayu yang menjadi identitas utama masyarakat Riau, dan menegaskan momen ini harus dijadikan tonggak kebangkitan bersama dan mengajak seluruh elemen membangun daerah secara adil dan merata demi kemajuan, serta kesejahteraan bersama. "Melestarikan lingkungan adalah bagian dari etika dan amanah hidup. Sebab, jika alam itu rusak, maka runtuh juga marwah bangsa." tegas Wahid. Wabup Rokan Hulu menyampaikan amanat Gubri untuk menekankan pembangunan di Riau harus berjalan seimbang antara kemajuan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan, dan memberi pesan khusus kepada generasi muda agar berani berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu di tengah derasnya arus globalisasi. "Anak-anak muda kita adalah pewaris masa depan Riau. Bekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak mulia. Jangan pernah lupakan akar budaya kita, karena dari situlah marwah kita sebagai bangsa Melayu terjaga," ujar Wabup Rokan Hulu. Kepada masyarakat, seru Wabup Rokan Hulu, mari menjaga persatuan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
Polres Kepulauan Meranti Apel Gelar Pasukan OPLK 2025
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti gelar apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning atau OPLM 2025 di Lapangan Apel Mapolres Meranti, Jalan Lintas Gogok Desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Senin (14/7). Apel gelar pasukan ini dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, Wakapolres, Kompol Maitertika, Danramil 02 Tebing Tinggi, Kapten Arh Efri Hardin Nasution, Danposal Selatpanjang, Kapten Laut Saidul Arifin., Kadishub, Kasatpol PP, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Kesehatan, Kepala PT Jasa Raharja, Kakan Kemenag, Para PJU atau Pejabat utama Polres Kepulauan Meranti, dan Para Perwira. Pada apel gelar pasukan ini, Pimpinan Apel melakukan Pemasangan Pita Tanda Pita Operasi kepada Perwakilan Personel, sebagai tanda dimulainya operasi. Kapolres Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, bertindak jadi Komandan Pimpinan Apel mengatakan, Polres Kepulauan Meranti dan jajaran melaksanakan operasi Patuh Lancang Kuning Tahun 2025 angkat tema "Tertib Berlalulintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas" mulai 14 Juli hingga 27 Juli tahun 2025 secara serentak di seluruh Indonesia. Tujuan Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 ini adalah untuk menurunkan angka pelanggaran dalam berlalu lintas, laka lantas dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Kata AKBP Aldi Alfa Faroqi, Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 ini kedepankan kegiatan Edukatif, dan Persuasif serta humanis didukung penegakan hukum secara elektronik, dan teguran simpatik. Soal target prioritas operasi, antara lain Pengemudi atau pengendara Ranmor yang menggunakan Ponsel saat berkendara, Pengemudi/pengendara dibawah umur, Pengemudi/pengendara sepeda motor yang berbonceng lebih dari satu orang, Tidak menggunakan Helm SNI dan pengendara Ranmor tidak menggunakan Safety Belt, Pengemudi/pengendara yang dalam pengaruh minuman alkohol, Pengendara yang melawan arus dan Pengemudi atau pengendara ranmor melebihi batas kecepatan. Dengan sasaran penindakan pelanggaran di atas, terang Kapolres Kepulauan Meranti, diharapkan operasi patuh lancang kuning 2025 ini dapat menurunkan jumlah korban fatalitas kecelakaan lalu lintas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas untuk mewujudkan lantas yang mantap.
Hadiri Apel Operasi PLK 2025, H Asmar Tekankan Sinergi untuk Tertib Lalu Lintas
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning atau OPLK 2025, digelar di Mapolres Kepulauan Meranti, Senin (14/7). Apel ini menandai dimulainya pelaksanaan operasi lalu lintas yang berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Eksternal Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, yang bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan operasi. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan, Operasi Patuh Lancang Kuning bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcar Lantas. “Diharapkan dengan adanya Operasi Patuh Lancang Kuning ini, masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan dan pelanggaran dapat diminimalisir,” ucapnya. Kapolres mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kelengkapan keselamatan berkendara demi kenyamanan di jalan raya. Penegakan hukum melalui penilangan akan dilakukan terhadap pelanggaran yang ditemukan selama operasi. Sementara, Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab terhadap pelaksanaan operasi ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kepulauan Meranti.