Nunukan, elaeis.co - Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas IIB Nunukan, Kalimantan Utara, sukses melakukan pembinaan kepada para narapidana.
Lihat, perkebunan kelapa sawit yang dikelola warga binaan Lapas Nunukan menghasilkan panen sebanyak 1,9 ton di penghujung 2024 ini.
Panen itu berkat kegiatan rutinitas para warga binaan yang terlibat program pembinaan kemandirian di bidang perkebunan. Lahan kelapa sawit itu dikelola secara mandiri di area Lapas Nunukan.
Proses panen dilakukan secara terorganisir, dengan melibatkan warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Dari hasil panen tersebut, sebagian besar dijual untuk mendukung operasional Lapas melalui kerjabsama pihak ketiga, sisanya dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan lanjutan.
Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham menjelaskan, program kemandirian ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan, sehingga mereka dapat lebih siap untuk kembali ke masyarakat setelah masa pembinaan selesai.
“Lapas Nunukan memiliki luas lahan keseluruhan 10 hektar, kami memiliki kebun kelapa sawit yang cukup luas," ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Rabu (18/12).
"Perkebunan kelapa sawit salah satu komoditas utama perekonomian di Kabupaten Nunukan, makanya kami memberi bekal pengetahuan kepada warga binaan. Panen ini bukti nyata warga binaan mampu berkontribusi secara produktif,” jelasnya.
Dengan hasil panen ini, sebutnya, pihak Lapas Nunukan optimis dapat menutup tahun 2024 dengan pencapaian yang membanggakan, sekaligus menegaskan komitmennya membina warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.
Warga Binaan Panen 1,9 Ton Sawit di Lahan Lapas Nunukan
Diskusi pembaca untuk berita ini