Binjai, katakabar.com - Kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Binjai, Sumatera Utara, memicu spekulasi publik soal dugaan korupsi Dana Insentif Fiskal (DIF) senilai Rp 20,8 miliar yang diterima Pemko Binjai tahun 2024.

Kabar ini mencuat sejak Jumat malam (25/7/2025), bahkan viral di media sosial dengan narasi pemeriksaan terhadap Wali Kota Binjai. Namun, Dinas Kominfo Kota Binjai membantah isu tersebut.

“Hoaks itu. Soal pengembalian dana, kami belum dapat informasi,” ujar Kadis Kominfo Binjai, Sofyan Siregar, Sabtu (26/7/2025).

Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, juga sempat angkat bicara. Ia mengklarifikasi bahwa dirinya hadir di KPK bukan untuk diperiksa, melainkan mengikuti rapat koordinasi antardaerah se-Sumatera Utara terkait pencegahan korupsi.

“Itu rakor, bukan pemeriksaan. Kami hadir bersama kepala daerah lainnya untuk koordinasi dengan KPK,” jelas Amir, Sabtu (17/5/2025).

Meski begitu, isu korupsi dana DIF di Binjai tak berhenti. Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai telah memeriksa 15 kontraktor yang diduga menerima pembayaran proyek dari dana insentif tersebut.

Kasi Intel Kejari Binjai, Noprianto Sihombing, membenarkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

“Semua masih tahap BAP. Dana sebesar Rp 20,8 miliar sudah kami verifikasi, masuk 100 persen ke kas daerah,” jelasnya, Rabu (16/7/2025).

Dana tersebut ditransfer dalam dua tahap: 50 persen awal dan sisanya menyusul. Sesuai ketentuan, laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana harus dilengkapi: tahap pertama maksimal Juli 2025, dan tahap kedua November 2025.

Kejaksaan juga melibatkan Kementerian Keuangan untuk menelusuri alur penggunaan dana.

“Kami fokus mencocokkan dana yang dicairkan dengan realisasi penggunaan, termasuk menilai keabsahan LPJ dari setiap rekanan,” tegas Noprianto.

Ia memastikan belum ada kesimpulan soal kerugian negara, karena data masih dikumpulkan. Penetapan status penyidikan akan menunggu hasil ekspos internal tim.

“Kami tidak akan membuat kesimpulan prematur. Prinsipnya, proses hukum tetap berjalan transparan,” tutupnya.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, (KPK) Budi Prasetyo menampik kalau tim KPK berada di Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut) melakukan pemeriksaan. " Sejauh ini tidak ada info terssebut pak," ujar Budi. ()