Banjarbaru, katakabar.com - Kolaborasi dengam Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) taja simposium atau Seminar Nasional yang bertajuk “Harmony with Community (Keharmonisan dengan Masyarakat Indonesia: Hilirisasi Kelapa Sawit” di Auditorium di Banjarbaru rangkaian dari agenda Dies Natalis ke 66 mulai Jumat (20/9) hingga Minggu (22/9).
Rektor ULM, Prof Dr. Ahmad, S.E., M.Si yang buka acara, dihadiri civitas akademika ULM, perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten, pengusaha kelapa sawit, pegiat usaha kecil menengah dan koperasi berbasis kelapa sawit, asosiasi pengusaha kelapa sawit, asosiasi petani dan sektor perbankan.
Prof Dr. Ahmad berharap ULM dapat memberikan kontribusi nyata pembangunan Indonesia melalui pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan saat ini salah satu produknya kelapa sawit.
Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, dilansir dari laman ANTARA, Senin (23/9), sambut baik semangat ULM mendukung perwujudan kelapa sawit yang lebih baik di Indonesia.
Kegiatan ini, harap Helmi, dapat memberikan perspektif yang baik terhadap produk sawit bagi masyarakat akademisi dan masyarakat umum.
Seminar ini menghadirkan anggota Komite Riset BPDPKS, Prof (Ris) Ir. Didiek Hadjar Goenardi, M.Sc., Ph.D. INV dan Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum juga sebagai salah satu dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian ULM.
Di mana seminar ini dipandu Dr. Dian Masita Dewi, S.E., M.M. salah satu dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM.
Dijelaskan Didiek, teknologi hasil riset GRS (Green Renewable Solutions) memiliki potensi besar untuk menunjang swasembada energi di Indonesia, dengan mengimplementasikan teknologi GRS, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta berkontribusi positif pada perubahan iklim global.
Sedang, Arief mengutarakan, dinamika petani sawit dalam mencapai swasembada di industri sawit nasional melibatkan berbagai faktor yang mempengaruhi produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani.
Dengan memperhatikan dinamika ini, ujar Arief, industri sawit nasional dapat lebih berkelanjutan dan mendukung swasembada, serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan expo dan bazar serta berbagai perlombaan seperti lomba mewarnai, lomba barista dan lomba membuat konten positif sawit dengan tema "Kalsel Menuju Kelapa Sawit Swasembada Energi Nasional".
Ketua Pelaksana Kegiatan, Alan Dwi Wibowo, STP, MT, sekaligus salah satu dosen di Program Studi Teknologi Industri Pertanian berharap kegiatan ini dapat menjadi kampanye positif bagi produk sawit dan membangun perspektif objektif bagi masyarakat umum terhadap produk-produk sawit.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong inovasi lebih lanjut dan memperkuat kerja sama antara akademisi, industri, serta masyarakat umum.
Dan bila dilihat dari animo yang baik ini, diharapkan industri sawit dapat lebih dikenal dan semakin berkembang dengan lebih berkelanjutan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan.
ULM Taja Simposium Keharmonisan dengan Masyarakat Indonesia Hilirisasi Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini