Medan |Katakabar.com

Insiden menewaskan penumpang Angkutan Kota (Angkot), akibat supir ceroboh di perlintasan Kereta Api (KA), di Jalan Sekip beberapa waktu lalu terus mendapat sorotan. Tim gabungan Sat Lantas Polrestabes Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, serta perusahaan angkutan kota menggelar rapat dadakan.

Miris memang, apalagi setelah dilakukan penyelidikan. Supir angkutan kota trayek 123 , bernama Harto Manalu, setelah dilakukan tes urine positif mengkonsumsi narkoba. Bahkan pengakuannya kepada penyidik, selain narkoba juga meminum tuak.

."Iya benar. Yang bersangkutan positif menggunakan narkoba,” kata Kabis Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi pada Senin (6/12/2021) lalu.

Fakta ini membuat kepolisian membentuk team gabungan untuk melakukan penyisiran dan razia di berbagai sudut Kota Medan. Serta nota dinas dari Walikota Medan, Boby Nasution. Lagi-lagi miris. Razia digelar Satlantas Polrestabes Medan di Jalan Sisinga Mangaraja tepatnya depan Makam Pahlawan pada Senin (13/12/2021).

Hasilnya, tiga orang supir angkutan umum Morina 81 jurusan Amplas - Belawan positif juga mengkonsumsi narkoba. "Tiga orang supir yang dites urine positif narkoba, "tegas Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny W Siregar.

Ketiga supir itu masing - masing, Raimond (37), Hamonangan (40) dan Timbul (42) supir angkutan umum Morina 81.

AKBP Sonny mengaku, ketiga sopir ini juga akan direhab untuk disembuhkan dari ketergantungan narkoba jenis sabu - sabu. "Ketiganya juga korban dari penyalahgunaan narkoba di Medan, " paparnya.

Disinggung mengenai tiga orang sopir itu menggunakan narkoba di tempat lain, AKBP Sonny Siregar mengaku, ketiganya menggunakan narkoba di salah satu kampung yang ada di daerah Belawan. " Para sopir menggunakan narkoba di Kampung Kurnia Kota Belawan, " terangnya.

Karena itu, dirinya berharap kepada ratusan sopir yang ada di Kota Medan tertib administrasi dan lainnya.

"Sayang diri anda (sopir) dan orang lain jangan menimbulkan masalah di jalan raya. Jangan ada lagi Sopir angkutan umum di Medan terpengaruh narkoba dan minuman keras untuk membawa penumpang, " ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis yang turut serta melakukan razia mengaku, pihaknya melakukan kolaborasi dengan petugas Satlantas Polrestabes Medan, BNN Sumut dan unsur TNI yang menginginkan tertib lalulintas kepada ratusan sopir angkutan umum di Kota Medan.

"Para sopir diharapkan sehat pikiran dan mentalnya yang membawa penumpang selamat sampai tujuan, " ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, angkutan umum juga diperiksa kelayakannya. "Kalau gak sehat angkutan umum itu harus diperbaiki jangan membawa masalah ke depannya, " paparnya.

Razia ini juga atas perintah Walikota Medan Bobby Afif Nasution meminta kepada sopir angkutan umum di Medan taat peraturan. "Jangan ada lagi sopir menggunakan narkoba di Kota Medan, " tandasnya.

Sekkedar diketahui kalau angkot trayek 123 ditabrak kereta api di perlintasan Jalan Sekip Medan, Sabtu (4/12/2021) sore. Akibatnya, 5 penumpang di dalam angkot tewas di tempat.

Korban meninggal adalah :

  1. Batara Arengga Nasution (38), warga Jalan Kayu putih, Rusunawa, Kecamatan Medan Marelan.
  2. Asma Nur (42), warga Jalan Karya Kecamatan Medan Bara
  3. Faida Naila Harahap, warga Jalan Karya Kecamatan Medan Bara
  4. Mr X

Sedangkan untuk korban luka yang dirawat

1 Bayu Sulaiman, 24 Tahun, Jl Pasar Pipa Medan.

2 Eni Sureni Br Tarigan, 18 Tahun, Medan.

3 Putri Sefyan, 19 Tahun, Jl Karya LK II Gang Karang Sari Medan

4 .Novita Elisabeth Aruan, 22 tahun, Jl Kuali No 3 Kel Sei Putih Medan

5 Farida Ratnawaty, 62 Tahun, Jl Jend Ahmad Yani No 20 Medan

6 Lindawati, 38 tahun, Jl Gereja Gang Aman Medan Barat Medan