Jambi, katakabar.com - Para petani kelapa sawit di Kabupaten Tebo dan Muaro Jambi, Provinsi Jambi, masih terus menanti harapan agar kebun segera diremajakan.
Terakhir tercatat 740 hektar kebun milik petani kelapa sawit yang tergabung dalam Aspek-PIR diusulkan untuk diremajakan lewat pola kemitraan dengan PTPN IV Regional IV.
Masing-masing kebun seluas 165 hektar milik koperasi Mitra Makmur Satu, 86 hektar milik Koperasi Makmur, Kelompok Tani Mitra 130 hektar, Maju Mandiri Sejahtera 190 hektar dan Kelompok Tani Berkah Sawit Subur 250 hektar. Tapi, sudah 7 bulan diusulkan ikut Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), usulan itu tak kunjung disetujui.
Noval Candra, Ketua Aspek-PIR Kabupaten Tebo menceritakan, kelanjutan nasib peremajaan ini masih menunggu proses dari pihak Sucofindo. "Sampai saat ini kami masih menunggu proses dari Sucofindo," ujarnya dilansir dari laman EMG, Selasa (17/12).
Menurutnya, petani sangat mengharapkan program ini terealisasi karena produksi kebun sudah tidak memberikan manfaat ekonomi.
"Kita sedang komunikasi dengan sejumlah pihak yang terkait dengan Program PSR," ujarnya.
Ditambahkannya, di Kabupaten Tebo sedikitnya ada 1.000 hektar kebun kelapa sawit petani mitra PTPN IV Region IV yang sudah masuk usia peremajaan.
"Harapan kita program PSR yang dilakukan bersama PTPN ini berjalan lancar dan bermanfaat baik bagi petani sawit. Kemudian lewat PSR ini, kebun petani menjadi perkebunan sawit dengan standar pengelolaan yang bagus," imbuhnya.
Sudah 7 Bulan Berlalu, Usulan Peremajaan Ratusan Hektar Sawit di Jambi Masih Abu-abu
Diskusi pembaca untuk berita ini