Bengkalis, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis lewat  Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis taja sosialisasi Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) serta beasiswa kepada petani di Kantor UPT Pembibitan dan Pengembangan Perkebunan Kecamatan Bantan, pada Selasa (20/2) lalu.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir menyatakan, STDB dan ISPO penting biar lahan garapan perkebunan masyarakat diketahui dan terdata. Begitu pula standar mutu penting mengenai kualitas benih, hingga hasil panen guna mendukung pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.

"Tentang informasi beasiswa bagi anak pekebun atau petani perlu diketahui oleh masyarakat. Ini peluang bagi anak-anak pekebun untuk mengenyam pendidikan gratis melalui beasiswa, di mana tujuannya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," terang Azmir dilansir dari laman website resmi Pemkab Bengkalis, pada Kamis (22/2).

Dinas Perkebunan Provinsi Riau, diwakili Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan dan Penyuluhan, Tengku Nuramizah Ibrahim SE, Meriana SP dan Frans Susilo SP selaku narasumber sosialisasi.

Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan dan Penyuluhan Disbun Provinsi Riau, Tengku Nuramizah Ibrahim SE menekankan, guna mendukung tata kelola perkebunan yang berkelanjutan khususnya perkebunan kelapa sawit. STDB digunakan sebagai dasar untuk mengetahui luasan dan ketelurusan terkait keberadaan kebun mandiri milik pekebun.

"Sasaran penerbitan STDB ini, yakni pelaku usaha perkebunan dengan luasan lahan kurang dari 25 hektar. Proses penerbitan didahului dengan pendataan, verifikasi dan validasi lapangan atas lahan milik pekebun yang mengajukan permohonan," jelasnya.

Soal persyaratan bagi pekebun yang mau mengajukan STDB, ulas Ibrahim, mesti mengajukan permohonan kepada Dinas Perkebunan dengan menyertakan data dan dokumen berupa identitas pemohon, data kebun, status kawasan hutan dan surat keterangan kepemilikan tanah," bebernya.

Untuk ISPO, tutur Ibrahim, sistem usaha perkebunan kelapa sawit yang layak ekonomi, layak sosial budaya dan ramah lingkungan. Tujuannya untuk meningkatkan pengelolaan serta pengembangan perkebunan kelapa sawit sesuai prinsip dan kriteria ISPO.

Selain itu, untuk meningkatkan daya saing hasil perkebunan kelapa sawit dan percepatan penurunan emisi gas rumah kaca.

Narasumber lainnya, Merina SP menerangkan mengenai beasiswa bagi anak pekebun kelapa sawit, dan pendaftaran beasiswa hanya dibuka melalui website resmi Ditjenbun.

"Seluruh persyaratan bisa di akses melalui www.beasiswasdmsawit.id," imbau Merina.