Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia lewat Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya mendukung peningkatan komoditas hasil kebun, termasuk kelapa sawit.
Indonesia dikenal sebagai produsen utama kelapa sawit dunia, tapi dalam perjalanannya masih banyak yang harus dibenahi terutama mengenai tata kelol.
Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menuturkan, sesungguhnya perkebunan kelapa sawit nasional sudah cukup baik, tapi harus banyak upaya untuk tetap menjaga, mengembangkan dan melakukan perbaikan-perbaikan, biar ke depan perkebunan semakin maju dan berkembang, serta bernilai tambah dan berdaya saing.
"Dalam penguatan tata kelola perkebunan kelapa sawit dihadapkan berbagai tantangan. Dalam hal ini, pemerintah berkomitmen dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT Perkebunan Nusantara," jelasnya, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Jumat (17/11).
Saya sangat senang berkolaborasi dengan PTPN, ujar Andi, lantaran kita berada di frekuensi yang sama untuk melakukan perbaikan tata kelola perkebunan.
"Penguatan perkebunan membutuhkan riset dan inovasi dengan didukung teknologi yang memadai," katanya.
Riset harus kita perkuat, tegasnya, karenanya pemerintah membutuhkan dukungan dari para stakeholder untuk terus bersinergi bersama dan menjaga komitmen, demi mewujudkan pengembangan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan, serta membenahi peraturan agar menjadi terintegrasi dan tepat guna.
Pemerintah Butuh Dukungan Dari Semua Pihak Perkuat Riset Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini