Indragiri Hulu, katakabar.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Talang Tujuh Buah Tangga dinilai 'tutup mata' terhadap konflik lahan yang terjadi antara masyarakat dan PT Bukit Betabuh Sei Indah.
Padahal perseteruan demi lahan hari demi hari semakin tak terkendali, dan terus berlangsung disebabkan perusahaan yang bergerak di sektor perkayuan terus merusak tanaman kelapa sawit sebagai sumber penghasilan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Salah seorang warga Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Sahrul Situmorang kepada katakabar.com, Selasa (4/2) siang mengatakan, harapan masyarakat sudah mulai sirna lantaran ulah perusahaan yang melakukan pengerusakan tanaman kelapa sawit milik masyarakat.
Sedang, Pemerintahan Desa (Pemdes) TTBT dinilai buta dan tuli dengan permasalahan ini. Perangkat desa tak satupun hadir ataupun melihat kejadian demi kejadian yang kini sudah ditahap mengkhawatirkan, mulai dari Kepala Desa, Kadus, RW, RT tak satupun mereka tidak ada yang hadir di lokasi konflik.
"Diduga Pemerintah Desa (Pemdes) telah menjual lahan masyarakat ke pihak perusahaan. Makanya Kades, Kadus, RW, dan RT buta dan tuli terhadap penderitaan masyarakat," ujarnya.
Sudah tiga hari masyarakat bentrok dengan pihak perusahaan, cerita Sahrul, lantaran pengerusakan tanaman kelapa sawit masyarakat hingga memakan korban. Di mana Sonta Nainggolan korban para pekerja perusahaan hingga saat ini keadaan korban lemah dan trauma.
"Harapan masyarakat ke pada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten segera meng audit Kepala Desa TTBT bersama dengan para perangkat desa, khususnya pihak inspektorat secepatnya mengambil tindakan yang serius terhadap Pemdes TTBT," jelasnya.
Pemdes TTBT Tutup Mata Masyarakat vs PT BBSI Berseteru Demi Lahan
Diskusi pembaca untuk berita ini