Makassar, katakabar.com - Sebanyak 16 perwakilan UMKM, dan Koperasi, serta Lembaga Pengabdian Masyarakat, dan Riset Universitas menyampaikan pernyataan sikap mendukung, dan mengajak penggunaan frasa “Minyak Sawit” kemasan produk yang komposisinya mengandung bahan kelapa sawit dan turunannya.

Pernyataan sikap itu disampaikan saat Deklarasi Yes, Palm Oil Inside! disela pembukaan perhelatan Semarak UKMK Sawit Makassar Tahun 2024 di Trans Studio Mall Makassar, di awal Agustus 2024.

Turut saaksikan Deklarasi tersebut Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, dr. H. M. Ichsan Mustari, M.H.M., Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Selatan, Angkaswantoro, Wakapolda Provinsi Sulawesi Selatan, Brigadir Jenderal Nasri, S.I.K., M.H., Irdam Kodam XIV/Hasanuddin, Brigadir Jenderal TNI Dwi Endrosasongko, S.Sos., M.I.P., serta para tamu dan peserta pembukaan Semarak UKMK Sawit Makassar Tahun 2024.

CEO Rumah Tamadun UMKM asosiasi SAMADE, Hendra Dermawan menyatakan, deklarasi Yes, Palm Oil Inside! diinisiasi para pelaku UKMK (UMKM dan Koperasi) sawit, melihat masih banyak produk-produk UMKM maupun produk perusahaan yang menggunakan bahan sawit, dan turunannya, tapi tidak menuliskan dengan tegas frasa minyak sawit dalam komposisi kemasannya.

“Komposisi kemasan biasanya digunakan frasa “minyak nabati” atau “lemak nabati”, atau frasa lainnya, padahal jelas produknya menggunakan bahan minyak sawit atau lemak sawit atau produk turunan sawit lainnya,” ujar Hendra, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, Minggu (4/8).

 “Mestinya para pelaku usaha secara tegas menuliskan dengan jelas frasa “sawit” pada komposisi kemasaan produknya itu,” kata Hendra.

Keprihatinan yang sama disampaikan Suhendrik, pelaku UMKM dari asosiasi APKASINDO. Suhendrik tekankan upaya mendorong penggunaan frasa “Sawit” pada komposisi kemasan produk ini dimulai dari produk-produk pelaku UMKM sawit.

“Semoga nanti diikuti pelaku usaha lainnya dan menjadi gerakan nasional sebagai wujud kecintaan pada komoditas Indonesia,” ucap Suhendrik.

Sulaiman Andi Loeloe, pelaku UMKM dari asosiasi petani APKASINDO Perjuangan berjanji mengajak pelaku UMKM lainnya untuk mengikuti gerakan ini.

“Kami mengajak para pelaku UMKM yang menjadi binaan Instansi/Lembaga lainnya seperti KADIN, ISMI, dll, untuk juga mulai menggunakan frasa “Sawit” pada kemasan produknya,” tegas Sulaiman.

Deklarasi Yes, Palm Oil Inside! diikuti dan ditandatangani perwakilan dari UMKM Samade, UMKM APKASINDO, UMKM APKASINDO Perjuangan, UMKM ASPKEPIR, UMKM SPKS, UMKM LPP NU, UMKM Dekranasda Prov. Sul-Sel, UMKM Kanwil DJPB Prov. Sul-Sel, UPU Politeknik LPP Yogyakarta, LPPM Univ. Lambung Mangkurat, SBRC IPB, PWPM Aceh, Periset dari FT Universitas Indonesia, Periset dari LPPM ITB, Pusat Riset Agroindustri BRIN, dan PT Material Data Space.

Selengkapnya pernyataan sikap pada Deklarasi Yes, Palm Oil Inside! sebagai berikut:

Hari ini, Kamis, tanggal 1 Agustus 2024, dalam perhelatan Semarak UKMK SAWIT Makassar Tahun 2024, kami atas nama masyarakat Sawit Indonesia dengan ini menyatakan:

• Mendukung penuh upaya promosi SAWIT BAIK oleh Pemerintah Indonesia.

• Akan menggunakan Frasa “Minyak Sawit” pada komposisi kemasan produk UMKM yang mengandung bahan kelapa sawit dan turunannya dalam komposisi produksinya.

• Mengajak seluruh perusahaan skala Makro maupun skala Mikro agar menggunakan Frasa “Minyak Sawit” pada komposisi kemasan produknya yang mengandung bahan kelapa sawit dan turunannya dalam komposisi produksinya, serta mendukung pelaksanaan promosi kebaikan Kelapa Sawit.

• Menolak segala bentuk kampanye negatif terhadap kelapa sawit sebagai komoditas strategis Indonesia, utamanya terhadap penggunaan label “No Palm Oil” dalam kemasan produk-produk di dalam maupun luar negeri.

Makassar, 1 Agustus 2024

Semarak UKMK Sawit Makassar Tahun 2024 diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada 1 hingga 3 Agustus 2024.

Kegiatan yang dihelat di Trans Studio Mall Makassar ini terdiri dari Pameran produk 16 UKMK Sawit dan hasil riset sawit yang dapat dikembangkan skala UMKM, Talkshow promosi Sawit dan pengembangan UMKM, Lomba kreasi produk dan kreatifitas terkait sawit, Edukasi sawit usia dini, dan Hiburan.