KATAKABAR-MEDAN | Demi tegakknya kebenaran dan keadilan serta momentum bersih-bersih ditubuh Polri. Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) mendesak Kapolri membuka rekaman CCTV peristiwa penembakkan 6 Laskar FPI di Kilometer 50 Tol Cikampek.
Hal tersebut ditegaskan PB PASU dalam pernyataan sikapnya nomor: 91/PS/PB PASU/VIII/2022, kepada sejumlah media cetak dan elektronik, Selasa (23/08/2022).
Dibacakan Wakil Ketua, Zulkifli didampingi Ketua Umum PB PASU, Eka Putra Zakran, SH MH dan Wakil Ketua Betty FW Meliala, SH, PB PASU menilai kalau kejahatan oleh oknum polisi yang berusaha menutupi fakta-fakta yang sebenarnya terjadi atas peristiwa penembakan tersebut.
Apalagi, tambah Zulkifli yang juga didampingi Amiruddin Pinem, SH Direktur LBH PASU dan Tuseno, SH Wasekjen Kominfo serta sejumlah anggota PASU lainnya, menegaskan kalau oknum polisi yang menangani peristiwa penembakan 6 lascar FPI tersebut terlibat dalam dugaan pembunuhan Brigadir Josua. Saat ini kasus tersebut tengah viral.
"Sehingga alangka arif dan bijaksana agar Kapolri juga membuka Kembali rekaman CCTV tersebut, apabila memang telah diketemukan,"tegas Zulkifli.
Ditambahkannya, bahwa sehubungan dengan perkara pembunuhan Brigadir J yang menjadi momentum bagi Polri untuk bersih-bersih dari oknum polisi yang merusak citra polri di masyarakat.
"Maka kami meminta kepada Kapolri untuk turut juga membuka pemeriksaan ulang perkara-perkara yang pernah ditangani oleh Irjen Pol.Ferdi Sambo yaitu perkara perkara unlawfull killing penembakan Laskar Front Pembela Islam yang terjadi di Kilometer 50 Tol Cikampek,"ujar pria berkemeja putih tersebut.
Sejauh ini, PB PASU terus menyoroti adanya pemberitaan yang beredar luas pada saat penggeledahan di rumah Irjen Pol Ferdi Sambo telah ditemukan Rekaman CCTV termasuk diduga CCTV peristiwa penembakan 6 (enam) Laskar FPI tersebut.
"Kita ketahui bersama pengusutan kasus penembakan 6 (enam) Laskar FPI tersebut tejadi di Kilometer 50 Tol Cikampek, namun diberitakan CCTV dilokasi kejadian mati,"tegas
Ditambahkan Zulkifli Lubis, persis dengan peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J yang diberitakan CCTV nya mati, tetapi kemudian diketahui ternyata CCTV itu ada dan diketemukan.
Oleh karenanya, PB PASU mendesak kepada Kapolri untuk segera membuka rekaman CCTV peristiwa penembakkan 6 Laskar FPI sehingga akan membuka tabir adanya kejahatan oleh oknum polisi yang berusaha menutupi fakta-fakta yang sebenarnya terjadi atas peristiwa penembakan tersebut.
PB PASU Desak Kapolri Buka Rekaman CCTV Penembakan Enam Laskar FPI di Tol Cikampek
Diskusi pembaca untuk berita ini