Jakarta, katakabar.com - Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK sepenuh hati sikapi pemberlakuan peraturan anti deforestasi Uni Eropa (EUDR). Regulasi tersebut dinilai bakal menimbulkan dampak negatif pada perekonomian, dan kesejahteraan petani Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budhy Setiawan mengimbau Menteri LHK agar betul-betul secara bijak melakukan pemilahan dengan memanfaatkan forum internasional untuk melakukan diplomasi hutan mengkampanyekan produk-produk hasil kehutanan dan pertanian seperti sawit agar tetap bisa masuk ke pasar Uni Eropa. Apalagi nyatanya tidak semua negara Uni Eropa menyetujui EUDR tersebut.

“Kebetulan saya dan Pak Budi Djiwandono memimpin kunjungan ke Swedia, dan ternyata kita baru tahu Parlemen Swedia di dalam voting di Parlemen Uni Eropa dia menolak EUDR ini," ulasnya lewat keterangan resmi Setjen DPR RI dilansir pada Ahad (16/6).

"Ternyata nilai ekspor kita ke Swedia itu hampir USD 52 juta, 90 persennya kelapa sawit. Jadi, sepanjang Menteri LHK bisa melakukan pemilahan terhadap hal itu, tidak semua negara Uni Eropa anti terhadap sawit. 90 persen perdagangan kita terhadap Swedia itu sawit,” ujarnya.

Menurut Budhy, Parlemen Swedia dalam waktu dekat segera melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. Terkait hal itu, Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menegaskan kembali agar KLHK bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk berdiplomasi sejauh mana praktek pengelolaan sawit yang diterapkan di Indonesia betul-betul mendukung kesejahteraan petani.

Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto menimpali, saat ikut berkunjung ke Parlemen Swedia, ia memperoleh informasi yang cukup mengejutkan bahwasanya Swedia memberikan dukungan positif terhadap Indonesia perihal EUDR utamanya terhadap sawit Indonesia.

“Saya menduga tidak keseluruhan Uni Eropa itu memberikan penolakan. Sekarang tergantung bagaimana pemerintah dalam hal ini KLHK melakukan diplomasi hutan atau diplomasi lingkungan. Sehingga produk-produk yang berkaitan dengan produk pertanian dan kehutanan kita ini bisa masuk ke sana,” sebut Politisi Fraksi PKS ini.