Medan, katakabar.com- Praktik pungutan liar (pungli) tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merugikan masyarakat luas.
Begitulah nya dengan masyarakat Sumatera Utara (Sumut), yang berharap dapat menikmati pelayanan publik dengan cepat, mudah, dan bebas dari pungli.
Menanggapi harapan masyarakat tersebut, Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI) Sumut berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pelayanan publik yang bersih dan transparan.
"MAPI Sumut akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pungli dan cara-cara untuk mencegah pungli,"ujar Ketua MAPI Sumut, Dr H OK Henry MSi.
Ditegaskan mantan Ketua Ka Ispektorat se-Indonesia itu kepada media usai beraudensi dengan Irwasda Polda Sumut, Kbp Nanang Masbudhi, Senin (2/9/2024) di Polda Sumut.
Dr. H. OK Henry, menyatakan kesiapannya untuk menyusun program pencegahan pungli yang inovatif dan sesuai dengan kondisi Sumut bersama Satgas Pungli Poldasu.
"Selaku under bow Satgas Sahabat Pungli, MAPI selalu siap bersinergi guna menciptakan Sumut bersih dari pungli," ujar mantan Ka Ispektorat Sumut itu.
MAPI terbentuk pada 10 Januari 2019 dengan dilatih dan diarahkan langsung oleh Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam RI berpayung hukum Perpres 87 tahun 2016 pasal 12.
MAPI juga sebuah organisasi yang memiliki peran penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Melalui berbagai program dan kegiatan, MAPI berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya korupsi dan mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan transparan.
Irwasda Polda Sumut, Kbp Nanang Masbudhi, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pungli dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pemberantasan pungli.
Diharapkan kerja sama antara MAPI Sumut dan Polda Sumut dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan praktik pungli di Sumut.
MAPI Siap Bersinergi dengan Upp Saber Pungli Poldasu Mengatasi Pungli pada Pelayanan Publik
Diskusi pembaca untuk berita ini