Binjai, katakabar.com- Demonstrasi mahasiswa di Binjai beberapa waktu lalu terlihat mencapai klimaks yang tak terduga. 

Kosmetik KIM Kosmetik, yang sebelumnya diduga ilegal dan membahayakan konsumen, kini telah resmi terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Keputusan ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama para mahasiswa yang memprotes bahayanya produk tersebut.

Aksi teror sempat meramaikan drama demonstrasi mahasiswa tergabung dalam Koalisi Masyarakat Binjai Langkat Bersatu (KMMB) di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Binjai, beberapa waktu lalu. 

Diduga aksi tersebut berasal dari oknum yang merasa tidak senang dengan aksi KMMB yang memperjuangkan maraknya kosmetik ilegal dan membahayakan masyarakat.

Sutoyo, anggota KMMB, mengaku kepada Medan Pikiran Rakyat bahwa anggotanya menerima ancaman dari nomor 0813 7705 xxxx.

KMMB membawa aksinya setelah adanya temuan kosmetik ilegal di Kota Rambutan pada tahun 2019, dan dilakukan penggerebekan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) bersama BPOM dan Disperindag. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Balai POM Medan, Drs Martin Suhendri Apt M Farm, ketika terkonfirmasi wartawan, Jumat (2/8/2024).

Martin mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya dilapangan dan melakukan penelusuran di beberapa tempat atas laporan masyarakat terkait produksi kosmetik ilegal dari KIM Kosmetik Kota Binjai.

Setelah dilakukan penggerebekan pada tahun 2019, pihak KIM Kosmetik yang telah memproduksi kosmetik dan melakukan penjualan di beberapa daerah, mendaftarkan produknya ke BPOM.

Meskipun begitu, pihak BPOM menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan produk KIM Kosmetik diduga ilegal dan membahayakan.

Kabid Disperindag Kota Binjai, Gelora Jaya Amanda, mengatakan pihaknya telah melaksanakan inspeksi gabungan bersama Polres Binjai dan Dinas Kesehatan serta BPOM pada tanggal 1 Agustus 2024.

Gelora mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Keterangan lengkap bisa diperoleh langsung dari Polres Binjai, karena mendapatkan lead dari Polres.

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Bambang Christanto yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait inspeksi gabungan yang dilakukan.

Drama yang terjadi dengan Kosmetik KIM Kosmetik menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik produsen, konsumen maupun pemerintah. 

Kasus ini menunjukkan dengan adanya kerja sama dan komitmen, kita dapat menciptakan industri kosmetik yang aman dan terpercaya.