Semarang, katakabar.com - Untuk mencegah Anak Kekurangan Gizi (Stunting) mesti dimulai dari Perbaikan program bantuan sosial lewat pemberian bantuan pangan berkualitas kepada keluarga miskin.

"Dalam meningkatkan kualitas pangan keluarga miskin dilakukan program Sembako komoditas bahan pangan di perluas, seperti beras, jagung, gandum, daging-dagingan, telur, sayur-sayuran, dan buah-buahan," kata Mensos RI, Juliari P Batubara saat menyalurkan bantuan Program Sembako di E-Warong KUBE Mandiri Jaya di Keluarahan Bojongsalaman Kecamatan Semarang Barat, begitu dilansir dari Situs Resmi Kemensos RI, kemarin.

Bahan pangan tambahan seperti sayuran, buah-buahan, ikan segar, daging atau kacang-kacangan dapat diolah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Begitu dengan bahan pangan tambahan dapat meningkatkan gizi bagi para Ibu Hamil. Ini mendukung Program Nasional Percepatan Pencegahan Stunting," ujar Mensos RI.

Salah satu KPM Program Sembako, Nur Krisnawati umur 30 Tahun, warga Desa Puspanjolo Tengah 2 RT 04 RW 04 Kelurahan Cabean Kecamatan Semarang Barat bakal mengutamakan membeli sayur-sayuran dan ikan untuk kebutuhan pangan keluarganya.

"Saya senang, di E-Warong sudah tersedia bahan makanan yang tidak biasa saya makan. Saya jarang makan ikan, tak terbeli. Saya bakal beli Lele dan Mujaer, kalau ada, buat saya dan anak-anak. Sekarang anak disuruh makan ikan biar sehat," katanya polos.

Mengenai program ini, dari Tahun 2020 Kementerian Sosial mentransformasi bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Program Sembako dengan target Program Sembako sebanyak 15,6 Juta KPM. Program Sembako anggarannya pada 2020 ini Rp28 triliun, meningkat dari semula Rp20,4 triliun disebabkan kenaikan indeks bantuan yang semula Rp110.000 per KPM per bulan menjadi Rp150.000 per KPM per bulan.