Pasir Pengaraian, katakabar.com - Negeri Seribu Suluk begitu nama lai dari Kabupaten Rokan Hulu. Sebuah negeri yang identik dengan islaminya, sebab masyarakatnya religius taat menjalankan syariat syariat agama islam.

Tapi, negeri yang dinakhodai H Sukiman di tengah mewabahnya Covid19 sejumlah tempat hiburan malam sediakan minuman alkohol dan gadis gadis seksi memancing birahi para lelaki, terutama para hidung belang tetap buka.

Pengusaha dan pengelola hiburan malam, ogah mendengar apalagi melaksanakan imbauan dan larangan keramaian dari pemerintah dan kepolisian, untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Lihat, hiburan malam di sejumlah lokasi seperti di aliran irigasi Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tetap buka dan nekat beroperasi, pada Sabtu (4/4) dini hari tadi.

Setiap malam aktivitas hiburan malam selalu beroperasi. Seperti biasa, pengusaha sediakan minuman beralkohol dan cewek pelayan seksi meski beda dengan hari hari sebelumnya, volune musik dikecilkan guna mengelabui petugas.

"Benar bang, hiburan malam setiap malam buka. Selalu ramai dikunjungi para tetamu, volume musik tidak menggelagar tapi kecil mendayu dayu," cerita warga Desa Suka Maju inisial M kepada katakabar.com pagi.

Warga Desa Suka Maju ini meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas dan menutup tempat hiburan malam di Kabupaten Rokan Hulu umumnya, khususnya di kawasan Desa Suka Maju.

Seorang warga Rokan Hulu yang dinyatakan positif terkena Virus Corona, mestinya jadi bahan instrospeksi dan evaluasi bagi semua agar melaksanakan imbauan dari pemerintah.

Diberitakan sebelumnya, satu orang warga Pasir Pengaraian dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) setelah melalui pemeriksaan BALITBANGKES di Jakarta usai kepulangannya dari Kota Surabaya pada 23 Maret 2020 lalu. Saat ini pasien positif Corona sudah diisolasi di RSUD Rokan Hulu.

Juru bicara Satgas Covid-19 Rohul, Drs. Yusmar, M.Si mengatakan, hingga Jum'at (3/4), terdapat 2.176 orang termasuk dalam daftar ODP dengan rincian 1.873 dalam pantauan, 303 dinyatakan negatif, 4 orang pasien ODP 3 diantaranya di rawat di RSUD Rohul dan 1 lainnya di rawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.