Binjai, katakabar.com – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Binjai, berinisial AR Ginting, kini tengah menjadi sorotan publik.
AR dituding telah menghamili kekasihnya, seorang wanita berinisial ISO br Manullang, namun enggan bertanggung jawab atas kehamilan tersebut.
Tak terima diperlakukan semena-mena, ISO berencana melaporkan AR Ginting ke Polrestabes Medan.
Kepada awak media, Selasa, (22/7/2025), di Kota Medan, ISO secara terbuka menceritakan kisah asmaranya yang berujung luka.
Wanita berusia 29 tahun itu mengungkap bahwa ia telah mengandung anak AR Ginting dengan usia kehamilan 4 bulan 2 minggu, namun hingga kini, pria tersebut tak kunjung menunjukkan itikad baik.
ISO mengisahkan awal mula pertemuan mereka terjadi pada 20 Februari 2024. Saat itu, AR Ginting memperkenalkan diri sebagai duda dan ASN yang bekerja di Kejari Binjai. Dari sanalah hubungan mereka perlahan tumbuh, meski di awal ISO sempat ragu.
"Dia terus mengejar saya, bahkan sampai mencari tahu soal saya lewat teman saya yang akhirnya jadi perantara," ujar ISO dengan mata berkaca-kaca.
Seiring waktu, intensitas pertemuan mereka semakin sering, terutama saat bersama di tempat hiburan malam seperti klub atau karaoke.
Di bulan Mei 2024, hubungan mereka berubah menjadi spesial. ISO mengaku mulai jatuh cinta dan akhirnya menerima AR sebagai kekasih, dengan keyakinan bahwa ia benar-benar telah bercerai.
"Karena dia mengaku duda, saya percaya. Hubungan kami semakin intens, kami pun sering melakukan hubungan layaknya suami istri dan tinggal bersama di kos saya di Jalan Abadi, Gang Horas No 61, Ringroad," beber ISO.
Tak hanya itu, AR Ginting bahkan membawa ISO ke rumahnya untuk menunjukkan bahwa ia telah pisah dari istrinya. Sang anak pun sempat menginap di kos ISO selama tiga hari.
Namun, suasana berubah drastis sejak Desember 2024. AR Ginting mulai menjauh dan sikapnya dingin. ISO pun mencari tahu, dan akhirnya mengetahui bahwa pria itu kembali ke pelukan istrinya.
"Padahal saya sudah korbankan waktu, perasaan, bahkan harta termasuk perhiasan untuk dia. Tapi begitu tahu dia kembali ke istrinya, saya mulai menjaga jarak," tutur ISO.
Meski sempat putus, mereka kembali menjalin hubungan sejak 5 Maret 2025, dan kembali melakukan hubungan intim. Hingga akhirnya, pada 13 April 2025, ISO mengetahui dirinya hamil. Awalnya, AR sempat bersedia bertanggung jawab, namun kemudian justru mengusulkan untuk menggugurkan kandungan.
Seiring membesarnya kandungan dan tekanan mental yang kian berat, ISO akhirnya memberanikan diri memberi tahu keluarganya soal kehamilan tersebut. Mengetahui hal ini, AR kembali muncul dan meminta pertemuan empat mata. Namun niatnya tetap sama: menyarankan aborsi.
"Saya tidak mau menggugurkan kandungan ini. Saya ingin masalah ini diselesaikan secara keluarga," ucapnya tegas.
Namun AR tetap menghindar dan enggan mempertemukan kedua keluarga.
Geram dengan sikap AR Ginting yang tidak menunjukkan tanggung jawab, ISO memastikan bahwa ia bersama keluarganya akan menempuh jalur hukum. Semua bukti, termasuk foto, video, dan chat pribadi, telah disiapkan.
"Dalam waktu dekat, saya dan keluarga akan melaporkannya ke polisi," kata ISO.
Saat dikonfirmasi media, AR Ginting membantah bahwa anak dalam kandungan ISO adalah miliknya. Ia bahkan menantang ISO untuk membuktikan hal tersebut secara hukum.
"Terlalu dini menyimpulkan kalau anak itu anakku. Silakan buktikan lewat tes DNA," ujar AR Ginting singkat.
Pernyataan itu seolah menjadi bentuk pembelaan sekaligus tantangan terbuka dari AR terhadap wanita yang mengaku telah ia hamilkan.()
Hamili Pacar Tak Tanggungjawab, ASN Kejari Binjai AR Ginting Terancam Dilaporkan ke Polisi
Diskusi pembaca untuk berita ini