katakabar.com - Isu atau rumor belakangan familiar disebut mitos terus menerpa kelapa sawit. Tidak hanya rumor mengenai lingkungan hidup mengiringi pesatnya pertumbuhan komoditas yang satu ini lantaran bernilai ekonomi tinggi.

Tapi, isu tentang ekonomi digulirkan pihak-pihak yang kurang suka dengan 'emas hijau' julukan lain dari kelapa sawit. Ada yang mengatakan, industri sawit tidak memiliki andil peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Apalagi, salah satu indikator membuktikan peranan suatu sektor pada perekonomian ialah partisipasi kepada PDB.

Kelapa sawit telah membuktikan dan dapat dipastikan andil besar pada industri sawit kepada PDB nasional. Lihat, peningkatan dari tahun ke tahun (Rifin, 2020; PASPI, 2014; Kasryno, 2015).

Andil besar industri kelapa sawit kepada PDB bisa dilihat dari sumbangan perkebunan kelapa sawit serta industri minyak dan lemak.

Data input-output dapat dilihat peningkatan nilai output perkebunan kelapa sawit Indonesia signifikan dari Rp5 triliun tahun 2000 menjadi Rp752 triliun.

Jika total, nilai output industri sawit peningkatan cukup siginifikan dari Rp54 triliun menjadi 1,119 triliun, atau meningkat lebih dari 20 kali lipat periode yang sama.

Begitu pula nilai tambah industri sawit pada periode 2000 hingga 2021, memperlihatkan peningkatan cukup signifikan, yakni dari Rp4 triliun jadi 270 triliun.

Industri minyak dan lemak pertumbuhannya meningkatkan nilai tambah dari Rp19 triliun jadi Rp240 triliun. Jadi, total peningkatan nilai tambah pada industri sawit, yakni dari Rp23 triliun jadi Rp510 triliun.

Soal pangsa industri sawit kepada total out-put dan nilai tambah demikian  alami peningkatan periode tahun 2000 hingga 2021. Di mana pangsa industri sawit terhadap output nasional naik dari 2 persen menjadi 3.1 persen.

Sejalan dengan pangsanya terhadap total nilai tambah nasional meningkat dari 1.7 persen menjadi 2.71 persen.

Dari uraian di atas faktanya industri sawit memiliki andil besar pertumbuhan PDB Indonesia.

Kontribusi industri sawit kepada PDB nasional akan terus meningkat seiring dengan perkembangan hilirisasi sawit domestik semakin gencar dan intensif. (sumber: Buku Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Global Edisi Keempat, PASPI 2023). Bersambung...