Banda Aceh, katakabar.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Januari 2024 sebesar USD 33.891.829. Jumlah ini turun sebesar 19,85 persen dibandingkan bulan Desember 2023.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Ahmadriswan mengatakan, komoditas terbesar yang diekspor Aceh pada Januari 2024 adalah batubara. Komoditas ini mengalahkan sawit.

"Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Januari 2024 dari kelompok komoditas bahan Bakar Bakar Mineral yaitu sebesar USD 18.381.244, yang berupa batubara," kata Ahmadriswan dalam keterangannya, kemarin.

Kelompok komoditas Kopi dan rempah menempati urutan kedua dengan nilai sebesar USD 9.419.774, diikuti kelompok komoditas Ikan olahan senilai USD 1.871.287.

Memang, jika dilihat dari sektornya, Ahmadriswan mengatakan, bahwa ekspor tertinggi dari Provinsi Aceh pada bulan Januari 2024 merupakan hasil pertambangan, yaitu senilai USD 18.402.615.

Ekspor komoditas terbesar asal Provinsi Aceh selama bulan Januari 2024 ditujukan ke negara India yaitu sebesar 18.853.377 USD dengan komoditas utama berupa batubara.

Di sisi lain, dia melanjutkan, untuk nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Januari 2024 hanya sebesar USD 7.429.964. Jumlah ini turun sangat jauh, yakni sebesar 81,11 persen dibandingkan Desember 2023.

"Selama bulan Januari 2024 nilai impor terbesar berasal dari komoditas Gas, yaitu senilai 7.096.964 USD," kata dia.

Dengan turunnya nilai impor sangat jauh ini, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada bulan Januari 2024 mengalami surplus sebesar USD 26.461.865.

"Persentase total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui provinsi lain pada Januari 2024 sebesar 42,61 persen terhadap total ekspor komoditas asal Provinsi Aceh," tutupnya.