Jakarta, katakabar.com - Hilirisasi sektor mineral dan batu bara jadi motor penggerak wujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto.

Masuknya investasi besar di sektor ini dinilai mampu mendorong efek berganda atau multiplier effect.bagi perekonomian, termasuk peningkatan kapasitas industri manufaktur dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan, hilirisasi salah satu agenda utama pembangunan nasional, seiring dengan upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi.

“Dalam prioritas Pak Presiden RI, Asta Cita, yang menjadi kunci kemandirian dan ketahanan energi, serta hilirisasi. Dua hal ini menjadi andalan di sektor batu bara,” ujarnya di Indonesia Mining Forum yang digelar Metro TV di Jakarta, di penghujung Juli 2025 lalu.

Airlangga menegaskan, hilirisasi sektor minerba sangat penting untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission atau NZE pada 2060.

Pemerintah menargetkan total investasi sebesar Rp13.000 triliun selama periode 2025–2029. Dari jumlah tersebut, proyek hilirisasi minerba diperkirakan menyumbang investasi hingga US$20 miliar.

Ia menyebutkan, pemerintah sedang mendorong pembangunan ekosistem energi baru dan terbarukan atau EBT yang mencakup panel surya, baterai kendaraan listrik atau EV, serta hilirisasi silika menjadi komponen solar panel dan semikonduktor.

Potensi ini diproyeksikan dapat meningkatkan ekspor Indonesia hingga US$850 miliar, serta menambah Produk Domestik Bruto atau PDB sebesar US$236 miliar pada tahun 2040.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama menekankan, perusahaan konsisten menjalankan peran strategis sebagai penggerak utama hilirisasi sektor industri pertambangan nasional.

“Hilirisasi adalah mandat yang menjadi pedoman dalam setiap inisiatif strategis MIND ID. Bersama seluruh Anggota, kami berkomitmen memastikan setiap program hilirisasi memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Salah satu bentuk hilirisasi mineral yang tengah dijalankan adalah peingkatan nilai tambah bauksit menjadi aluminium. Melalui integrasi dalam Grup MIND ID, bauksit diolah untuk menjadi bahan baku strategis yang mendukung agenda industrialisasi nasional.

Proses integrasi ini mencakup optimalisasi tambang bauksit, pembangunan fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery atau SGAR, hingga smelter aluminium. Seluruh rantai nilai tersebut mampu menciptakan dampak ekonomi yang besar di dalam negeri.

Sebagai gambaran, 1 ton bauksit yang bernilai sekitar US$40 dapat meningkat menjadi US$575 dalam bentuk alumina, dan kembali melonjak menjadi US$2.700 per ton saat telah berbentuk aluminium.

“Dengan memperkuat rantai pasok aluminium ini, kami percaya dampaknya akan signifikan. Tidak hanya bagi ekonomi nasional, tetapi juga bagi daerah-daerah yang akan menikmati pertumbuhan yang lebih merata dan berkeadilan,” imbuhnya.