Malang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kolaborasi dengan  Komisi XI DPR RI taja sosialisasi Sawit Baik 2023, selama dua hari dari  25 hingga 26 November  2023 di Hotel Regent Park, Malang  dan Klinik  Usaha Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA), Pakisaji Malang.

Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo mengatakan, sawit salah satu penghasil devisa yang menghadapi permasalahan mengenai isu lingkungan

"Kelapa sawit penghasil devisa terbesar, perlu diluruskan isu-isu lingkungan yang dihadapi” ujar Andreas dalam sambutannya, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Selasa (28/11).

Selain itu, kata Andreas, perlu mendorong masyarakat agar dapat memahami berbagai manfaat sawit termasuk kemungkinan memiliki usaha dengan memanfaatkan sawit.

Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan, Kegiatan ini salah satu upaya BPDPKS untuk mengkampanyekan persepsi positif terhadap sawit sebagai upaya menghadapi black campaign yang dilakukan pihak-pihak yang menyerang sawit Indonesia.

"Manfaat sawit dalam kehidupan kita sehari-hari selama 24 jam tidak bisa terlepas dari kelapa sawit. Kebaikan sawit diantaranya dapat dimanfaatkan untuk superkapasitor mobil listrik, rompi anti peluru dari tandan kosong kelapa sawit, helm dari limbah serabut sawit, avtur minyak sawit untuk pesawat terbang, Nutrisi yang setara dengan Air Susu Ibu (ASI) termasuk limbah sawit yang dimanfaatkan sebagai biosaspal," bebernya.

Di Rangkaian kegiatan sosialisasi Sawit Baik 2023 turut menjadi narasumber akademisi dari Universitas Brawijaya Malang, Prof Dodi W Irawanto (Fakultas Ekonomi Bisnis), Dr Arya Mustofa Ahmad dari Faklutas Teknologi Pertanian serta Adi Setiawan Phd dari Fakultas Pertanian.

Kegiatan diikuti masyarakat Malang, termasuk masyarakat yang tergabung dalam Perhimpunan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Malang.