Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Sawitku Masa Depanku (SAMADE) kolaborasi berupaya tingkatkan hilirisasi sawit melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru, lewat workshop Ekonomi Hijau dan Hilirisasi UKMK Perempuan Petani Sawit Naik Kelas di auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, di pekan pertama Februari 2025 lalu.
Kota Medan dijadikan lokasi digelarnya workshop ekonomi hijau lantaran punya potensi sawit dan Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) cukup banyak.
Direktur Utama BPDP diwakili Kepala Divisi UKMK, Helmi Muhansah hadir secara virtual menyebutkan, kelapa sawit pengaruhnya masih sangat besar.
“Tahun lalu sebesar 20 miliar dolar AS disumbangkan oleh kelapa sawit. Kurang lebih Rp320 triliun devisa disumbangkan untuk negara kita,” ujar Helmi, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis (27/2) siang.
Menarik lagi, kata Helmi, banyak yang bisa digunakan dari kelapa sawit, seperti lidi yang dapat diolah menjadi beragam kerajinan berupa tas, untuk batik. Ada lagi untuk minyak goreng, minyak goreng merah juga jadi roti.
"Banyak yang bisa digunakan. Ini salah satu program pemerintah untuk hilirisasi," jelas Helmi.
Ketua Pelaksana Workshop, sekaligus Bidang Usaha Kecil Mikro Koperasi (UKMK) Samade, Hendra Dermawan menuturkan, Samade terus berkomitmen berinovasi bagaimana menghasilkan hilirisasi produk turunan dari kelapa sawit yang bisa dikerjakan oleh perempuan petani sawit. Seperti, lidi, daunnya bisa digunakan untuk produk kerajinan.
Hilirisasi kelapa sawit ini menurut Hendra, sebagai bagian mewujudkan misi Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
"Asta cita yakni mendorong ekonomi hijau dan ekonomi biru serta tingkatkan hilirisasi," kata Hendra.
Dengan hilirisasi produk sawit, perempuan petani sawit, terutama UKMK mampu memenuhi kehidupannya. Selain bahan mentah tadi seperti lidi, juga minyak jelantah sawit bisa diolah lagi menjadi minyak murni, lilin aroma terapi, sabun mandi dan parfum.
Hendra sendiri sudah menggerakkan perempuan petani untuk hilirisasi produk melalui usaha UMKM yang dibentuknya. Di sini dia bersama kaum perempuan mengolah limbah sawit menjadi produk seperti aneka tas lidi sawit untuk pria dan wanita, kotak tisu lidi sawit, sapu lidi sawit. Juga aneka sapu lidi sawit, souvenir gantungan kunci sawit, sabun minyak mentah jelantah, lilin aroma terapi, teh daun sawit. Ada lagi produk piring, mangkok, bakul nasi, tempat buah dan sebagainya.
"Jika produk turunan sawit dikembangkan menjadi produk lain maka banyak keuntungan yang diperoleh perempuan petani sawit," katanya.
"Hilirisasi sawit bagi perempuan petani sawit sangat berpotensi besar mengingat Indonesia saat ini merupakan produsen sawit terbesar dunia, lebih 40 persen minyak nabati dunia dari Indonesia," tegasnya.
Acara yang berlangsung dua hari ini diikuti kurang lebih 100 orang peserta dari unsur mahasiswa, dosen dan pelaku UMKM Kota Medan seperti UMKM keripik kentang dan anyaman.
Turut hadir di acara itu, Wakil Rektor II UMSU, Prof.Dr.Akrim, MPd, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Indra Kuspriyadi dan Sekretaris caretaker DPD Samade Sumut, Mukhtar Sinaga.
BPDP dan Samade Kolaborasi Dorong Hilirisasi Sawit Skala Mikro Basis Ekonomi Hijau di Sumut
Diskusi pembaca untuk berita ini