Siak, katakabar.com - Para petani yang tergabung dalam asosiasi petani kelapa sawit Sawitku Masa Depanku (Samade) bertandang ke kebun kelapa sawit milik PT Kimia Tirta Utama di Koto Gasib, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Rabu kemarin.
Kedatangan petani di kebun milik Group Astra Agro Lestari itu bertujuan untuk menggali wawasan mengenai pengelolaan lahan gambut untuk berbudi daya kelapa sawit.
Sejatinya kunjungan ini kegiatan DPW Samade setelah sehari sebelumnya telah digelar Focus Group Discussion (FGD) usung tema 'Aspek Budidaya Terbaik dalam Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit di Lahan Gambut' , di Grand Elite Hotel Pekanbaru.
Kunjungan itu memakan waktu 2 jam perjalanan menggunakan bus dari Pekanbaru. Tiba di lokasi riset lahan gambut petani disambut hangat manajemen PT KTU yang dipimpin Hubbal K Sembiring.
Di sana, petani diajak berkeliling kebun dengan memakai alat pelindung diri yang dipinjamkan perusahaan, seperti helm, topi hingga sepatu safety sesuai dengan aturan di perusahaan kelapa sawit.
Peneliti Agronomi Div R&D PT Astra Agro Lestari, Agus Nur Hidayah menceritakan, sistem pengelolaan lahan gambut pengaturan tata air kunci utama untuk keberhasilan. Soalnya air kebutuhan hidup bagi tanaman kelapa sawit harus dikelola dengan baik.
"Minimal muka air yang harus dijaga ketinggiannya 40 hingga 60 centimeter. Biar lahan gambut dalam kondisi tidak banjir dan tidak kekeringan. Ini bertujuan agar meminimalisir terjadinya kebakaran lahan," ulasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (26/11).
Selain itu, PT KTU punya alat ukur level air dalam tanah, sumur pemantau, dan kolam analisis lapisan gambut. Terus, ada analisis karbon yang dihasilkan dari emisi karbon yang terjadi di kebun kelapa sawit.
"Untuk penentuan PH tanah gambut, kita lakukan pengambilan sampel tanah dan dilakukan pengujian. Nah, ini membantu menentukan kebutuhan unsur hara atau pupuk yang dibutuhkan tanaman kelapa sawit. Di sini dilakukan riset isolasi bakteri yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah, maupun sebagai musuh alami OPT pada tanaman kelapa sawit," bebernya.
Ketua Pelaksana FGD, Sukanto menimpali, gelaran ini sangat berguna bagi petani kelapa sawit khususnya budidaya di lahan gambut.
"Pengetahuan dan pengalaman yang didapat menjadikan semangat baru bagi para peserta Field Trip FGD Samade untuk meningkatkan cara budidaya kelapa sawit agar diperoleh produksi yang optimal," sebutnya.
Ada Apa Puluhan Petani Samade Bertandang ke PT KTU di Siak
Diskusi pembaca untuk berita ini