Yulianti

Sorotan terbaru dari Tag # Yulianti

Teruskan Jejak Pengabdian Keluarga: Dukungan Untuk Yulianti, 'Bunda Lian Chaidir" di Uji Publik KI Riau
Riau
Selasa, 07 April 2026 | 19:13 WIB

Teruskan Jejak Pengabdian Keluarga: Dukungan Untuk Yulianti, 'Bunda Lian Chaidir" di Uji Publik KI

Pasir Pengaraian, katakabar.com – Dari tanah Rokan Hulu, persisnya dari Desa Pemandang, sebuah nama kembali mencuri perhatian dan membawa harapan besar. Adalah Yulianti, S.H., M.H., atau yang lebih akrab disapa "Bunda Lian Chaidir". Sosok ini kini mencalonkan diri sebagai Komisioner Informasi Provinsi Riau, membawa serta semangat pengabdian yang tak lepas dari jejak keluarga yang telah lama mengabdi untuk masyarakat. Bunda Lian Chaidir bukanlah sosok asing di telinga masyarakat, khususnya di Rokan Hulu dan Provinsi Riau. Ia adalah istri tercinta dari mendiang tokoh masyarakat Riau, DR. drh. Chaidir, sosok legendaris yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau. Almarhum dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, berintegritas, dan selalu memperjuangkan kepentingan daerah. Kini, Yulianti hadir dengan membawa warisan nilai-nilai luhur tersebut, siap melanjutkan estafet pengabdian keluarga di bidang yang berbeda namun sama pentingnya: keterbukaan informasi publik. Komisi Informasi sendiri lembaga mandiri yang memiliki peran vital. Tidak hanya berfungsi menjalankan Undang-Undang dan peraturan pelaksanaannya, lembaga ini juga bertugas menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik. Kehadiran komisioner yang memiliki latar belakang hukum yang kuat (S.H., M.H.) serta pemahaman mendalam tentang denyut nadi masyarakat, seperti yang dimiliki Bunda Lian Chaidir, menjadi aset berharga. Ia dipandang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat akan informasi yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses. Melihat rekam jejak keluarga dan dedikasi yang dimilikinya, tak sedikit pihak yang merasa ia adalah sosok yang tepat untuk mengisi posisi strategis tersebut. Itu sebbnya, kini giliran kita semua untuk memberikan dukungan nyata. Suara dari Rokan Hulu, suara dari Desa Pemandang, sangat dinantikan untuk menguatkan posisinya dalam tahap uji publik yang sedang berlangsung. Cara Mudah Memberikan Dukungan untuk Bunda Lian Chaidir Bagi masyarakat yang ingin turut serta memberikan dukungan dan masukan positif bagi calon nomor urut 30 ini, prosesnya sangat mudah dan bisa dilakukan secara online. Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk memberikan suara Anda: 1. Akses Laman Resmi: Buka browser dan klik tautan berikut: https://timselkiprov.riau.go.id/calon. (Catatan: Jika tautan mengalami kendala teknis, disarankan untuk mencoba kembali di lain waktu atau memastikan koneksi internet Anda stabil). 2. Pilih Calon: Cari dan pilih calon dengan nomor urut 30. 3. Masuk Menu Uji Publik: Klik tombol atau menu yang bertuliskan "uji publik". 4. Unggah Dokumen: Unggah foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anda sebagai bukti identitas. 5. Isi Data Diri: Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP Anda. 6. Tulis Ulasan: Berikan ulasan, dukungan, atau harapan Anda untuk Ibu Yulianti, S.H., M.H. (Bunda Lian Chaidir). Tulisan ini adalah bentuk apresiasi dan kepercayaan Anda kepada beliau. 7. Verifikasi Keamanan: Centang kotak captcha untuk memastikan bahwa Anda adalah pengguna asli, bukan robot. 8. Kirim Dukungan: Terakhir, klik tombol kirim uji publik. Selesai! Dukungan Anda sudah tercatat. Setiap suara dan ulasan yang masuk memiliki arti yang sangat besar. Ini bukan hanya tentang memilih seorang komisioner, tetapi tentang memastikan bahwa representasi dari daerah kita, yang membawa serta warisan pengabdian keluarga besar Chaidir, didengar dan dihargai. Mari kita satukan langkah, berikan dukungan terbaik kita agar Bunda Lian Chaidir dapat membawa semangat baru dan pelayanan yang berkualitas bagi Komisi Informasi Provinsi Riau.

Cerita Kader Posyandu Penggerak Dapur Sehat Lawan Stunting di Kelurahan Berpenduduk 50 Ribu Jiwa Lifestyle
Lifestyle
Jumat, 03 April 2026 | 12:09 WIB

Cerita Kader Posyandu Penggerak Dapur Sehat Lawan Stunting di Kelurahan Berpenduduk 50 Ribu Jiwa

Duri, katakabar.com - Seorang kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Yulianti telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade sebagai kader Posyandu. Ia menjadi saksi sekaligus pejuang Kesehatan bagi ibu dan anak di lingkungannya. Kisah kisah inspiratif dari Yulianti, tengah upaya penurunan angka stunting di Provinsi Riau, kini lewat kolaborasi dengan program PHR Peduli Stunting (PENTING), Yulianti menginisiasi Dapur Sehat Ruko Permata, sebuah gerakan swadaya untuk mengolah makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil. Tidak semudah yang dibayangkan sebelum program ini berjalan, Yulianti menghadapi tantangan berat berupa rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang. Tidak jarang ia menghadapi penolakan halus dari warga yang belum percaya pada intervensi gizi. Keterbatasan ekonomi juga membuat pangan bergizi bukan menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga. “Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,” cerita Yulianti mengenang masa sulitnya. Kehadiran PHR melalui Program PENTING memberikan angin segar bagi Yulianti. Ia kini tidak lagi bergerak sendiri. Ia bersama kader lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis komunitas dan pendampingan intensif. Dukungan ini mengubah pola kerja kader di Air Jamban. Dari yang sebelumnya hanya menjalankan rutinitas Posyandu, kini mereka mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat. Pendekatan personal yang dilakukan secara sabar mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Hasil dari konsistensi ini mulai terlihat nyata, kader Posyandu kini lebih solid, aktif, dan memiliki kapasitas dalam mengedukasi serta mengolah nutrisi lokal. Masyarakat juga lebih terbuka terhadap edukasi gizi dan aktif memantau tumbuh kembang anak di Posyandu. Di wilayah Air Jamban, upaya ini telah menjangkau 22 penerima manfaat langsung: terdiri 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara luas, program PENTING telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa wilayah Riau melalui edukasi pencegahan stunting, baik masyarakat umum, ibu hamil dan remaja tingkat sekolah. Sedangkan distribusi PMT dan PKMK telah menjangkau 395 penerima manfaat langsung, yang terdiri atas 301 balita stunting atau berisiko stunting dan 94 ibu hamil dengan kondisi KEK atau berisiko tinggi. Bagi Yulianti, melihat anak-anak tumbuh sehat adalah upah yang tidak ternilai. "Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat dan para ibu semakin peduli dengan gizi keluarganya, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar," imbuhnya. Di Hari Kesehatan Internasional pada 7 April 2026, cerita Yulianti dan kader Posyandu di Air Jamban merefleksikan kembali bagaimana akses kesehatan dan kesadaran gizi bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata yang lahir dari kemandirian masyarakat di tingkat akar rumput. “Menyaksikan perjuangan Yulianti dan rekan-rekan kader di Air Jamban adalah pelajaran nyata tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,” ucap Manager Community Involvement dan Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.