XRP

Sorotan terbaru dari Tag # XRP

XRP Kembali Terkoreksi di Tengah Debut ETF dan Lonjakan Investor Institusi Internasional
Internasional
Minggu, 14 Desember 2025 | 11:00 WIB

XRP Kembali Terkoreksi di Tengah Debut ETF dan Lonjakan Investor Institusi

Jakarta, katakabar.com - XRP baru-baru ini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, mencapai $2.00 dengan koreksi sebesar 6 persen dalam tujuh hari. Penurunan ini terjadi meski ekosistem Ripple secara keseluruhan mencatatkan kinerja institusional terkuatnya dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu alasan utama di balik penurunan harga ini terkait erat dengan peristiwa keuangan yang terstruktur, yakni berakhirnya sejumlah besar kontrak opsi XRP. Ketika kontrak-kontrak derivatif ini mencapai masa kadaluarsa, harga yang terjadi di pasar berada di bawah level yang dikenal sebagai harga max pain. Kondisi ini seringkali memaksa banyak trader untuk menjual aset mereka guna membatasi kerugian, yang secara instan menciptakan tekanan jual yang cepat dan signifikan. Selain faktor internal ini, aset digital ini juga terseret oleh sentimen pasar yang lebih luas. Terlihat adanya pergeseran minat investor secara umum ketika pasar aset kripto secara keseluruhan mengalami kontraksi, altcoin seperti XRP ini cenderung kehilangan perhatian, sementara aset utama seperti Bitcoin justru semakin mendominasi, menunjukkan bahwa modal mengalir keluar dari sektor altcoin. Menariknya, pelemahan harga ini berlawanan secara tajam dengan kondisi fundamental XRP yang sedang berada di puncaknya. Minat dari kalangan investor besar dan institusi terhadap ekosistem Ripple terlihat sangat jelas. Misalnya, peluncuran produk investasi yang diperdagangkan di Exchange Traded Fund XRP pertama di Amerika Serikat yang menarik perhatian finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Volume perdagangan hari pertama produk ini menjadi yang terbesar sepanjang tahun untuk kelas aset sejenis, dan nilai aset yang dikelolanya melonjak pesat, menandakan kepercayaan yang kuat dari investor institusional. Selain itu, ekosistem XRP semakin diperkaya dengan hadirnya stablecoin baru dari Ripple yang dengan cepat mencapai kapitalisasi pasar yang besar, menambah utilitas dan likuiditas. Secara keseluruhan, total dana institusional yang masuk melalui produk ETF terkait XRP terus bertumbuh, menggarisbawahi adopsi yang solid dari pihak-pihak dengan modal besar. Meskipun fondasi ekosistemnya kukuh, harga XRP kini berada di sebuah persimpangan teknis yang sangat penting. Para analis pasar menaruh perhatian pada sebuah level support yang sangat krusial. Level ini akan menjadi batas penentu apakah harga akan melanjutkan penurunan atau memulai pemulihan. Apabila harga mampu mempertahankan posisinya di atas batas support ini, maka para pembeli diperkirakan akan mendapatkan momentum untuk mendorong harga kembali naik, berpotensi memulai sebuah tren bullish baru. Jika batas support vital ini gagal dipertahankan, maka aset ini kemungkinan besar akan mengalami penurunan nilai yang lebih dalam sebelum akhirnya menemukan pijakan yang kuat untuk memulai pemulihan. Oleh karena itu, langkah selanjutnya bagi XRP akan sangat ditentukan oleh seberapa kuat pasar merespons di level teknis yang sangat signifikan ini. Pada konteks ini, investasi bukan hanya tentang memaksimalkan potensi keuntungan, tetapi yang lebih fundamental adalah tentang strategi cerdas untuk membangun dan memelihara nilai aset yang sudah dimiliki di tengah pergerakan pasar. Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Sehingga sangat penting untuk memilih platform investasi yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan, berizin merupakan top 3 crypto exchange di Indonesia berdasarkan Coingecko, dan telah resmi beroperasi sejak 2022. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya

Resmi Hadir! ETF Spot XRP Diluncurkan dengan Volume Transaksi Fantastis! Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 19 November 2025 | 23:00 WIB

Resmi Hadir! ETF Spot XRP Diluncurkan dengan Volume Transaksi Fantastis!

Jakarta, katakabar.com - Dunia aset kripto kembali mencatat sejarah baru pada 13 November 2025 lalu, saat ETF spot pertama yang melacak XRP resmi diperdagangkan kepada publik. Produk yang diluncurkan Canary Capital ini, dengan ticker XRPC, langsung mencuri perhatian pasar global berkat performa debut yang luar biasa. Dalam tiga jam pertama setelah peluncuran, XRPC mencatat volume perdagangan lebih dari US$ 36 juta, sebuah pencapaian yang menandai antusiasme kuat investor terhadap aset yang selama ini sempat terseret ketidakpastian regulasi. XRPC diperdagangkan di kisaran US$ 25,74, sementara volume yang tercatat menunjukkan minat pasar terhadap produk ini sangat besar. Untuk konteks, volume tersebut mencapai sekitar 63 persen dari volume hari pertama milik ETF spot BSOL dari Bitwise Asset Management produk yang selama ini dikenal sebagai salah satu tolok ukur performa ETF kripto tahun 2025. Dengan kata lain, XRPC berhasil mencatat performa yang sangat kompetitif hanya dalam beberapa jam pertama peluncurannya. Analis ETF senior dari Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, bahkan menyebut performa XRPC berpotensi melampaui ekspektasi awal sebesar US$ 17 juta. Tidak hanya itu, ia menyatakan XRPC mungkin mampu menantang atau bahkan menyaingi rekor debut BSOL yang mencapai US$ 57 juta dalam satu hari. Jika skenario ini terjadi, ulasnya, XRP akan resmi menempatkan dirinya di jajaran aset kripto yang mampu menarik perhatian institusional pada level yang sebanding dengan proyek-proyek blockchain besar lainnya. Peluncuran XRPC bukan sekadar angka, melainkan sebuah tonggak penting dalam perkembangan XRP dan ekosistemnya. Diketahui, XRP selama beberapa tahun terakhir berada dalam bayang-bayang ketidakpastian hukum yang cukup panjang akibat proses litigasi antara Ripple dan regulator Amerika Serikat. Ketidakpastian tersebut sempat membuat banyak investor institusional menahan diri. Tetapi, hadirnya ETF spot pertama ini menjadi sinyal kuat bahwa keraguan itu perlahan memudar dan minat institusional terhadap XRP justru meningkat. ETF spot seperti XRPC memungkinkan investor tradisional yang sebelumnya enggan membeli kripto secara langsung untuk mendapatkan eksposur terhadap XRP melalui kerangka keuangan yang lebih familiar, aman, dan teratur. Dengan kata lain, peluncuran ETF ini menjadi bukti bahwa XRP telah masuk ke babak baru: era adopsi institusional. Saatnya Investor Indonesia Turut Ikuti Tren Global Di tengah perkembangan pesat dunia aset digital internasional ini, investor Indonesia juga memiliki peluang untuk terlibat dan mempelajari aset-aset kripto seperti XRP melalui platform investasi yang aman dan tepercaya. Nanovest, aplikasi investasi Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital, kini menjadi salah satu pilihan terbaik untuk memulai perjalanan investasi. Melalui aplikasi Nanovest, kamu dapat mengeksplor berbagai jenis aset kripto selain XRP dan mulai berinvestasi dengan mudah. Bagi kamu yang ingin memulai namun masih ragu, Nanovest memberikan lapisan keamanan tambahan. Aset kamu terlindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman. Dengan tampilan aplikasi yang sederhana dan informatif, Nanovest memungkinkan investor untuk memahami, memantau, dan memperluas portofolio dengan nyaman. Aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan App Store, sehingga kamu dapat langsung mengunduh dan mulai berinvestasi kapan saja. Pencapaian volume perdagangan yang tinggi di hari debut XRPC jelas menunjukkan adanya permintaan nyata terhadap eksposur reguler XRP melalui instrumen yang lebih konvensional seperti ETF. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa tingginya volume tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa akan ada aliran dana besar-besaran secara berkelanjutan ataupun reli harga dalam waktu dekat. ETF spot cenderung digunakan oleh investor institusional untuk memperoleh eksposur yang stabil dan terukur. Oleh karena itu, kinerja jangka panjang XRPC akan sangat bergantung pada kondisi pasar, sentimen investor, serta perkembangan regulasi yang terus berjalan. Meski demikian, momentum debut ini memberikan sinyal kuat bahwa XRP tidak lagi dipandang sebagai aset bermasalah, melainkan sebagai salah satu aset kripto yang kini mendapat legitimasi dalam ranah finansial tradisional. Jika antusiasme ini bertahan, bukan tidak mungkin XRP akan mengalami peningkatan adopsi yang lebih luas, baik di sektor ritel maupun institusional. ETF spot berpotensi menarik investor baru yang sebelumnya ragu masuk ke ekosistem kripto karena kompleksitas teknis dan inilah yang menjadikan XRPC sebagai pemicu babak baru dalam perjalanan XRP. Peluncuran ETF spot XRPC oleh Canary Capital menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah XRP, menandai pergeseran besar dalam cara aset ini dipandang oleh pasar global. Dengan volume perdagangan yang fantastis di hari pertama, XRPC mencerminkan minat yang terus tumbuh dari investor institusional, sekaligus membuka peluang bagi investor ritel di seluruh dunia untuk ikut serta.

XRP dan ETH Raih Untung di Tengah Melemahnya Bitcoin, Sinyal Altseason? Nasional
Nasional
Jumat, 25 Juli 2025 | 09:15 WIB

XRP dan ETH Raih Untung di Tengah Melemahnya Bitcoin, Sinyal Altseason?

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto tunjukkan pergeseran signifikan seiring turunnya dominasi Bitcoin atau BTC, dan menguatnya performa sejumlah altcoin besar. Tren ini picu optimisme di kalangan investor bahwa altseason telah dimulai, membuka peluang baru untuk mencari keuntungan di luar aset kripto utama. Dominasi pasar BTC saat ini merosot ke kisaran 60 persen level terendah sejak Maret 2025,.etelah sebelumnya sempat bertahan di atas 66 persen. Kondisi ini dibarengi dengan penguatan sejumlah altcoin seperti Ethereum atau ETH, XRP, Solana atau SOL, hingga Binance Coin atau BNB, yang mulai tunjukkan pergerakan positif secara teknikal maupun fundamental. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menilai konsolidasi harga Bitcoin setelah mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Juli adalah sinyal penting menuju fase altseason. “Altseason bukan hanya tentang naiknya altcoin secara acak, tapi terjadi ketika dominasi Bitcoin menurun seiring investor mulai melakukan diversifikasi. Saat ini, kita melihat rotasi modal dari BTC ke altcoin seperti ETH, SOL, dan BNB yang memiliki fundamental kuat. Ini momentum penting untuk memanfaatkan potensi profit dari aset di luar BTC,” ujar Fyqieh. Menurutnya, sejak awal tahun 2025, pasar kripto telah mencatatkan reli signifikan. Bitcoin sempat mencetak rekor di atas US$123.000, sementara kapitalisasi pasar kripto global mendekati US$4 triliun. Kenaikan ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari inflasi yang terkendali, likuiditas tinggi akibat lonjakan pasokan uang M2 AS, serta pengesahan RUU Genius Act yang memperkuat regulasi stablecoin di Amerika Serikat.

Dampak Tarif Trump: Lagi, XRP dan Pasar Kripto Terguncang Internasional
Internasional
Jumat, 04 April 2025 | 15:40 WIB

Dampak Tarif Trump: Lagi, XRP dan Pasar Kripto Terguncang

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto diguncang oleh pengumuman mengejutkan dari mantan Presiden AS, Donald Trump, yang mengumumkan tarif dagang baru terhadap beberapa negara di awal April 2025. Pengumuman ini langsung memicu kepanikan pasar karena dikhawatirkan akan memicu balasan dari negara-negara mitra dagang Amerika, yang pada akhirnya memperburuk kondisi ekonomi global. Akibatnya, investor berbondong-bondong menarik dananya dari aset berisiko seperti kripto, termasuk XRP. Dalam waktu singkat, XRP kehilangan lebih dari 5 persen nilainya, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terburuk di antara 10 besar kripto. Penurunan ini juga dibarengi dengan lonjakan harga emas, yang mencapai rekor tertinggi karena dianggap sebagai aset aman. Salah satu faktor paling krusial yang dapat memengaruhi masa depan XRP adalah kasus hukum antara Ripple vs SEC (U.S. Securities and Exchange Commission). Sejak 2020 lalu, Ripple terlibat dalam sengketa hukum karena SEC menganggap penjualan XRP sebagai penawaran sekuritas ilegal. Tapi, pengadilan memutuskan bahwa penjualan XRP kepada publik tidak melanggar hukum sekuritas, sementara penjualan ke investor institusional masih dipermasalahkan. Kini, SEC tengah mengajukan banding, namun muncul kemungkinan besar bahwa mereka akan mencabut banding tersebut. Jika ini terjadi, Ripple pun berpeluang mencabut banding silang mereka, dan proses penyelesaian bisa segera diajukan. Kemungkinan hasil penyelesaian:

Ripple Siap Luncurkan XRPL EVM, Jembatani Ekosistem Ethereum dan XRP Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 04 April 2025 | 14:50 WIB

Ripple Siap Luncurkan XRPL EVM, Jembatani Ekosistem Ethereum dan XRP

Jakarta, katakabar.com - Ripple, perusahaan di balik pengembangan XRP Ledger (XRPL), tengah bersiap luncurkan XRPL EVM, sebuah sidechain yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Inisiatif ini memungkinkan pengembang membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) di XRPL menggunakan smart contract berbasis Solidity dan alat populer seperti MetaMask, Truffle, dan Remix. XRPL EVM merupakan sidechain berbasis EVM yang dibangun di atas XRP Ledger. Dikembangkan oleh Peersyst Technology dengan dukungan dari RippleX, Axelar Network, dan Common Prefix, sidechain ini membuka jalan bagi pengembang untuk menggunakan smart contract berbasis Solidity di dalam ekosistem XRP. Dengan hadirnya XRPL EVM, pengembang kini dapat menggunakan alat-alat populer dari ekosistem Ethereum seperti MetaMask, Remix, dan Truffle untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) di jaringan XRP menyatukan kenyamanan, dan efisiensi dalam satu solusi blockchain. Beberapa keunggulan utama XRPL EVM meliputi: Kompatibel dengan Ethereum: Mendukung smart contract Solidity dan infrastruktur pengembangan Ethereum. Performa Cepat: Transaksi dikonfirmasi dalam waktu kurang dari 4 detik dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan jaringan Ethereum. Jembatan Aset Lintas-Rantai: Integrasi dengan Squid Router dan Axelar Network memungkinkan transfer token dan data antar blockchain secara aman dan efisien. Konsensus PoA: Menggunakan Proof-of-Authority yang menjamin efisiensi tanpa mengorbankan keamanan. Peluncuran Testnet dan Cara Mengaksesnya Peluncuran resmi testnet XRPL EVM diumumkan oleh Peersyst Technology melalui platform baru mereka, xrplevm.org. Di situs ini, pengembang dapat langsung menghubungkan jaringan EVM ke MetaMask, mengakses faucet token uji, atau berpartisipasi lewat komunitas Discord.

Ripple Unlock Token April 2025 dan Prediksi Harga XRP Setelahnya Ekonomi
Ekonomi
Senin, 31 Maret 2025 | 19:16 WIB

Ripple Unlock Token April 2025 dan Prediksi Harga XRP Setelahnya

persen dalam sehari, tapi naik lebih dari 12 persen sejak awal tahun. Namun, angka ini masih 30 persen di bawah harga puncaknya di $3,38 pada 16 Januari. Faktor-faktor eksternal seperti sentimen pasar, adopsi teknologi Ripple oleh institusi, hingga kebijakan regulasi di berbagai negara juga turut memengaruhi pergerakan harga XRP. Berikut beberapa potensi dampak dari unlock token XRP bulan April ini: Tekanan Jual Bertambah: Jika Ripple kembali menjual ratusan juta XRP, maka suplai di pasar bisa membesar dan mendorong harga turun kecuali jika ada peningkatan permintaan.

Pasca SEC Tarik Banding, XRP Naik Tajam Lalu Terkoreksi Tapi Bitcoin Ikut Tertekan Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 23 Maret 2025 | 08:09 WIB

Pasca SEC Tarik Banding, XRP Naik Tajam Lalu Terkoreksi Tapi Bitcoin Ikut Tertekan

Jakarta, katakabar.com - Langkah mengejutkan datang dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang secara resmi menarik banding atas putusan hakim terkait penjualan XRP. Keputusan ini spontam guncang pasar kripto. Harga XRP sempat melesat lebih dari 10 persen hanya dalam waktu singkat, memicu optimisme investor akan masa depan Ripple. Euforia itu tak bertahan lama XRP kembali terkoreksi, dan Bitcoin pun ikut terseret turun ke bawah level $85.000, meski sebelumnya sempat mencatatkan reli singkat. Apa sebenarnya yang sedang terjadi di balik pergerakan ini? Langkah SEC menarik banding atas keputusan hakim terkait penjualan programatik XRP di bursa publik disambut positif oleh pelaku pasar. Ini dinilai sebagai langkah awal menuju kejelasan hukum yang selama ini membayangi Ripple. Dampaknya langsung terasa, nilai tukar kurs XRP meroket tajam hanya dalam hitungan jam. Kegembiraan itu cepat mereda. Ripple justru mengajukan banding silang (cross-appeal) untuk memperjelas interpretasi hukum terkait “kontrak investasi”. Ripple ingin memastikan bahwa aset digital seperti XRP tidak bisa dikategorikan sebagai sekuritas tanpa adanya kontrak dengan hak dan kewajiban yang jelas. Jika gugatan ini berakhir dengan penyelesaian damai, Ripple bisa kembali jual XRP kepada institusi, membuka peluang adopsi yang jauh lebih luas. Berdasarkan market Bittime, harga XRP terpantau berada di level Rp40.143, turun 1.06 persen dalam 24 jam terakhir.

Ripple Lepas 400 Juta XRP ke Pasar, Ini Sinyal Bullish atau Bearish! Galeri
Galeri
Minggu, 23 Februari 2025 | 17:19 WIB

Ripple Lepas 400 Juta XRP ke Pasar, Ini Sinyal Bullish atau Bearish!

Jakarta, katakabar.com - Ripple kembali melepas 400 juta XRP ke pasar, senilai sekitar $1,13 miliar. Langkah ini langsung menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan investor. Apakah harga XRP akan mengalami tekanan? Ataukah ini justru peluang baru bagi para pemegang XRP? Sebelum mengambil keputusan, penting untuk memahami bagaimana mekanisme pelepasan koin ini bekerja dan dampaknya terhadap pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana investor sebaiknya menyikapi peristiwa ini. Apa Itu Token Unlock XRP? Token unlock adalah proses pelepasan koin yang sebelumnya terkunci sehingga dapat diperdagangkan di pasar terbuka. Dalam kasus XRP, Ripple secara rutin melakukan unlock sebagai bagian dari siklus bulanan mereka. Tapi, tidak semua koin yang dilepas akan langsung beredar di pasar. Sebagian besar dari 400 juta XRP ini akan dikunci kembali, sehingga tidak serta-merta membanjiri pasar. Bagaimana Proses Token Unlock XRP? Menurut laporan Whale Alert, sebagian besar dari koin yang dilepas akan dikunci kembali dalam escrow wallet milik Ripple. Berdasarkan pola sebelumnya, Ripple hanya menjual sekitar 20% hingga 25% dari total koin yang mereka buka, sementara sisanya disimpan kembali untuk dilepas di bulan berikutnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga XRP agar tidak mengalami tekanan akibat kelebihan pasokan. Jika semua koin langsung masuk ke pasar, harga bisa mengalami penurunan yang signifikan.

Donald Trump Larang CBDC, Ini Dampaknya Bagi XRP Internasional
Internasional
Rabu, 19 Februari 2025 | 22:25 WIB

Donald Trump Larang CBDC, Ini Dampaknya Bagi XRP

Jakarta, katakabar.com - Keputusan Presiden Donald Trump melarang pengembangan aset digital bank sentral (CBDC) menimbulkan berbagai spekulasi di komunitas kripto. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kebijakan ini akan berpengaruh terhadap XRP dan RLUSD, dua aset digital berbasis dolar AS yang banyak digunakan dalam transaksi kripto. Tapi, larangan ini tidak secara langsung mempengaruhi kedua aset tersebut karena perintah eksekutif yang dikeluarkan hanya berfokus pada CBDC, bukan pada aset kripto yang dikembangkan oleh entitas swasta. Kebijakan Baru Trump dalam Dunia Keuangan Digital Di awal masa kepemimpinannya, Donald Trump telah mengambil berbagai keputusan penting dalam bidang ekonomi dan keuangan. Salah satunya adalah dengan menandatangani perintah eksekutif berjudul "Strengthening American Leadership in Digital Financial Technology."

Ungkap Pemegang XRP Terbesar di Dunia, Siapa Mereka? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 03 Februari 2025 | 10:28 WIB

Ungkap Pemegang XRP Terbesar di Dunia, Siapa Mereka?

Jakarta, katakabar.com - Dalam tiga bulan terakhir, harga XRP meroket hampir 600 persen, menarik perhatian investor dan trader kripto di seluruh dunia. Tapi, di balik lonjakan harga yang spektakuler ini, ada pertanyaan besar yang masih menggelitik banyak orang: siapa sebenarnya pemegang terbesar XRP, dan bagaimana kepemilikan ini dapat memengaruhi harga di masa depan?