WNA

Sorotan terbaru dari Tag # WNA

Soroti Dugaan WNA Kuasai Lahan di Kuala Sebatu, PW IWO Riau Siap Bersurat ke Kementerian Riau
Riau
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:32 WIB

Soroti Dugaan WNA Kuasai Lahan di Kuala Sebatu, PW IWO Riau Siap Bersurat ke Kementerian

Indragiri Hilir, katakabar.com - Dugaan kepemilikan dan penguasaan lahan oleh warga negara asing (WNA) asal Malaysia di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kian menjadi sorotan publik. Persoalan ini dinilai bukan hanya persoalan agraria semata, tetapi telah menyentuh isu serius terkait kedaulatan negara, penegakan hukum, serta perlindungan hak masyarakat lokal. Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, menegaskan pihaknya memandang persoalan ini sebagai alarm keras atas lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aset tanah di wilayah perbatasan dan pesisir. Muridi Susandi yang akrab disapa Sandi menyampaikan, PW IWO Riau akan mengambil langkah konkret dan terukur dengan menyurati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia. Surat tersebut akan berisi permintaan klarifikasi, audit, serta penelusuran menyeluruh terhadap status hukum lahan yang diduga dikuasai oleh WNA di Kuala Sebatu. “Ini bukan isu kecil. Jika benar ada dugaan WNA menguasai lahan, maka ini menyangkut pelanggaran hukum dan kedaulatan negara. Pemerintah pusat harus turun tangan langsung. Kami akan menyurati Kementerian ATR/BPN RI agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut,” tegas Sandi, Rabu (14/1). Lebih lanjut, Sandi mempertanyakan peran dan kinerja pemerintah desa serta pemerintah kecamatan yang dinilai tidak maksimal dalam melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap tanah masyarakat. Ia menilai, mustahil persoalan sebesar ini terjadi tanpa adanya kelalaian, pembiaran, atau bahkan dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu. “Pemerintah desa dan kecamatan perlu dipertanyakan secara terbuka. Apakah mereka tidak mengetahui, atau justru mengetahui tetapi membiarkan? Ini yang harus dijelaskan kepada publik,” ujarnya. Menurut Sandi, masyarakat kecil di Desa Kuala Sebatu justru menjadi pihak yang paling dirugikan. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari lahan dan wilayah tersebut, namun kini harus menghadapi ketidakpastian akibat dugaan penguasaan tanah oleh pihak luar. Ia menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil, sementara kepentingan tertentu justru terkesan lebih dilindungi. “Terlalu banyak persoalan yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Kehadiran pemimpin seharusnya melindungi, melayani, dan memberikan solusi. Bukan membiarkan rakyatnya tertekan, apalagi kehilangan hak atas tanahnya sendiri,” tegas pria kelahiran Inhil tahun 1985 itu. Dalam pernyataannya, Sandi juga menyerukan agar dugaan praktik mafia tanah dibongkar secara menyeluruh dan transparan. Ia menduga, penguasaan lahan oleh WNA tidak mungkin berdiri sendiri, melainkan melibatkan jaringan dan kepentingan tertentu yang selama ini bermain di balik layar. “Jika benar ada mafia tanah, maka mereka harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Praktik seperti ini hanya memperkaya segelintir orang dan menyengsarakan masyarakat luas. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tanah, apalagi jika melibatkan warga negara asing,” tandasnya. Tak hanya berhenti di situ, Sandi juga menyoroti sikap anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat yang dinilainya belum menunjukkan keberanian politik dalam membela masyarakat. Ia menegaskan, DPRD memiliki fungsi pengawasan dan wajib hadir di tengah-tengah persoalan rakyat. “Anggota DPRD sebagai wakil rakyat seharusnya berdiri di garis depan, bersuara lantang, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Diam dalam situasi seperti ini sama saja dengan membiarkan rakyat dirugikan,” ucapnya dengan nada kritis. PW IWO Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, menginvestigasi, dan menyuarakan persoalan ini hingga ada kejelasan hukum dan sikap tegas dari pemerintah. Sandi menekankan bahwa isu ini bukan semata kepentingan organisasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan negara. “Tanah adalah sumber kehidupan rakyat. Jika tanah bisa dengan mudah dikuasai pihak asing, maka ini menjadi ancaman serius bagi masa depan masyarakat dan daerah. PW IWO Riau akan berdiri bersama masyarakat hingga keadilan benar-benar ditegakkan,” sebutnya.

Kejahatan WNA di Bali Memprihatinkan, Ditjen Imigrasi Turunkan Satgas Nasional
Nasional
Kamis, 07 Agustus 2025 | 11:00 WIB

Kejahatan WNA di Bali Memprihatinkan, Ditjen Imigrasi Turunkan Satgas

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menurunkan Satuan Tugas atau Satgas Patroli Imigrasi berkekuatan 100 orang yang di dukung TNI, Polri dan Pemerintah Daerah atau Pemda dan masyatakat. Tindakan ini dilakukan disebabkan terjadi peningkatan kasus pelanggaran keimigrasi beberapa waktu terakhir. Pembentukan Satuan Tugas atau Satgas Patroli Imigrasi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Bali, Selasa (5/8) mendapat tanggapan sejumlah kalangan. Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Mafirion mendukung pembentukan Satgas Patroli Imigrasi tersebut. Menurutnya, Satgas ini bukti nyata dukungan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Bali salah satu tujuan wisata di Indonesia. Keberadaan Satgas Patroli Imigrasi ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan terhadap warga negara asing atau WNA yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Saya mendukung pembentukan Satgas Patroli Imigrasi ini. Kehadiran Satgas ini diharapkan dapat membantu penegakan stabilitas dan keamanan di Bali. Khususnya untuk menindak aksi kriminalitas para WNA yang meresahkan kepada sesama WNA ataupun masyarakat Indonesia. Masyarakat sudah resah dengan WNA di Bali yang berperilaku kriminal tapi tidak mendapat penegakan hukum yang tegas sehingga tidak ada rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelas Mafirion. Kata Mafirion, perilaku kejahatan WNA di Bali mengalami meningkatan dari waktu ke waktu. Data Kepolisian Daerah Bali menyebutkan kasus pidana oleh WNA pada tahun 2022 sebanyak 59 orang. Setahun kemudian naik menjadi 60 orang dan kemudian pada tahun 2024 melonjak menjadi 133 orang.

WNA Asal Jerman Amati Proses Pembuatan Benih Sawit Unggul di Sanggau Sawit
Sawit
Sabtu, 12 Oktober 2024 | 18:41 WIB

WNA Asal Jerman Amati Proses Pembuatan Benih Sawit Unggul di Sanggau

Sanggau, katakabar.com - Rombongan Tim Kerja Sama Teknis Pemerintah Jerman atau German Agency for International Cooperation (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit/GIZ) dipimpin Kepala Departemen G500 GIZ, Ralf Sanftenberg, dan Implentation Manager GIZ SASCI+Project, Jonas Dallinger, bertandang ke Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Di momen itu, pimpinan GIZ menegaskan komitmen untuk terus berkiprah di Kabupaten Sanggau hingga tahun 2026. Kegiatan tetap disupport, yakni agenda pembangunan kelapa sawit berkelanjutan.

Inacraft on October 2024, WNA Antusias Kunjungi Booth BPDPKS Sawit
Sawit
Selasa, 08 Oktober 2024 | 16:59 WIB

Inacraft on October 2024, WNA Antusias Kunjungi Booth BPDPKS

Jakarta, katakabar.com - Warga Negara Asing atau WNA cukup antusias kunjungi booth Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2024. Suasana berbeda itu terlihat di hari terakhir pergelaran tersebut, Minggu (6/10) lalu. Adalah seorang wanita dari Irak bernama Mariyame Isfani datang berkunjung ke booth BPDPKS.

INACRAFT 2024, UMKM Sawit Smart Batik Edukasi Pengunjung WNI dan WNA Sawit
Sawit
Sabtu, 02 Maret 2024 | 15:36 WIB

INACRAFT 2024, UMKM Sawit Smart Batik Edukasi Pengunjung WNI dan WNA

Jakarta, katakabar.com - Pioner industri batik sawit dari Kota Yogyakarta, CV Smart Batik Indonesia (Sm-art Batik) turut berpartisipasi pada pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2024. Kegiatan yang dihelat di Jakarta Convention Center pada 28 Februari hingga 3 Maret 2024 ini dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Di gelaran INACRAFT kali ini, Sm-art Batik menampilkan produk-produk batik tulis terbaiknya, khususnya yang dibuat dengan menggunakan inovasi malam (lilin batik) sawit yang ramah lingkungan. Dari pertengahan tahun 2023, Sm-art Batik menjadi mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) telah kembangkan industri batik sawit guna mendorong hilirisasi industri sawit berkelanjutan. Saat ini, Sm-art Batik telah menggunakan malam yang diproses dari limbah pengolahan minyak sawit dan pewarna alami dari komponen tanaman kelapa sawit. CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan (Ihsan) menuturkan, selain menampilkan produk-produk batik tulis malam sawit terbaiknya, Sm-art Batik memberikan edukasi kepada pengunjung pameran tentang kebaikan dan potensi dari sawit di industri batik. “Selain jualan, kami memberikan edukasi pada pengunjung. Ini misi utama kami datang ke INACRAFT agar semakin banyak orang memahami potensi dan manfaat dari sawit Indonesia,” kata penerima beasiswa LPDP ini, dilansir dari laman reportasenews, pada Sabtu (2/3). COO Sm-art Batik, Dinar Indah Lufita Sari (Dinar) menimpali, selama dua hari pameran, timnya telah memberikan edukasi batik sawit kepada banyak Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). “Kami berikan kesempatan kepada pengunjung, baik WNI, maupun WNA untuk ikut mencanting sekaligus menyampaikan keunggulan batik sawit yang ramah lingkungan. Untuk WNA kami edukasi dua hari ini berasal dari Jepang, China, Thailand, dan Myanmar, sebagian mencoba mencoba mencanting, tapi ada sebagian belum berani karena baru pertama kali melihat proses batik,” terang mahasiswi doktoral UGM ini. Kepala Divisi UKMK BPDP KS, Helmi Muhansah sambut baik edukasi yang dilakukan Sm-art Batik. “Edukasi menjadi sangat penting saat ini, sebab kami harus terus mengenalkan kebaikan-kebaikan sawit bagi masyarakat, baik lokal, maupun mancanegara. Lewat edukasi batik sawit, harapannya semakin banyak masyarakat yang memahami potensi luar biasa dari sawit dan menambah persepsi baik khususnya untuk industri sawit,” jelas Helmi. Diketahui, kegiatan INACRAFT masih berlangsung hingga 3 Maret 2024, masyarakat yang mau berkunjung dan memperoleh pengalaman membatik dengan malam sawit dapat mengunjungi booth di Assembly Hall Nomor 188, Jakarta Convention Center Senayan.