Wacana

Sorotan terbaru dari Tag # Wacana

PMII Inhu Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Dinilai Mundur dari Semangat Reformasi Riau
Riau
Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:37 WIB

PMII Inhu Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Dinilai Mundur dari Semangat Reformasi

Indragiri Hulu, katakabar.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Indragiri Hulu secara tegas tolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu. Wacana tersebut dinilai sebagai langkah mundur yang berpotensi mencederai amanat Reformasi 1998 serta mengancam independensi institusi kepolisian. Ketua PC PMII Indragiri Hulu, Fadilah Irsandi, menegaskan reformasi telah meletakkan fondasi penting berupa pemisahan Polri dari kekuasaan politik. Tujuannya agar penegakan hukum berjalan secara profesional, netral, dan berpihak pada keadilan publik. “Gagasan menempatkan Polri di bawah kementerian adalah bentuk kemunduran demokrasi. Ini bukan sekadar soal struktur kelembagaan, tetapi menyangkut arah reformasi sektor keamanan dan masa depan penegakan hukum yang bebas dari intervensi politik,” tegas Fadil dalam pernyataan resminya, Selasa (27/1). Menurut PMII, independensi Polri syarat mutlak bagi tegaknya supremasi hukum. Ketika kepolisian berada langsung di bawah kendali kementerian, potensi konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, hingga politisasi hukum dinilai akan semakin terbuka. Lebih lanjut, PMII Indragiri Hulu mengingatkan semangat Reformasi lahir dari perlawanan terhadap sentralisasi kekuasaan dan praktik otoritarianisme. Lantaran itu, setiap kebijakan negara seharusnya memperkuat, bukan justru melemahkan, nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, serta kontrol sipil yang sehat. “Negara tidak boleh bermain-main dengan institusi penegak hukum. Polri harus tetap berdiri sebagai alat negara, bukan alat kekuasaan,” tambahnya. PMII menekankan setiap wacana kebijakan strategis yang menyangkut institusi vital negara harus dibahas secara terbuka dan melibatkan partisipasi masyarakat sipil. Selain itu, PMII mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan untuk bersikap kritis serta aktif menjaga warisan Reformasi agar tidak direduksi oleh kepentingan jangka pendek kekuasaan. “Reformasi belum selesai. Tugas generasi hari ini adalah memastikan amanat Reformasi tidak dikhianati,” tandas Fadil.

Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo Nasional
Nasional
Sabtu, 27 Desember 2025 | 09:00 WIB

Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo

Jakarta, katakabar.com - Saham nikel kompak naik dalam sepekan terakhir setelah pemerintah Indonesia mengumumkan rencana pemangkasan produksi bijih nikel yang cukup signifikan. Lalu, apakah ini berpotensi menjadi titik balik sektor nikel untuk terus melaju di 2026? CEO dan Founder Mikirduit Surya Rianto mengatakan, kenaikan harga saham nikel dalam jangka pendek didorong oleh kenaikan harga nikel di LME sebesar 10,64 persen sejak 17 Desember 2025 hingga menjadi 15.758 dolar AS per ton. Tetapi, kenaikan ini hanya sifat reaktif dari market atas rencana pemangkasan produksi nikel di Indonesia. “Realitanya, pasar nikel masih oversupply ratusan ribu ton. Kami menilai kenaikan jangka pendek karena Indonesia hanya baru berencana, tapi belum merealisasikan pemangkasan produksi. Lalu, setelah Indonesia pangkas produksi, sektor nikel baru memperbaiki kondisi supply, sedangkan demand-nya masih lemah,” ujarnya melalui keterangan resmi Rabu lalu. Kabar terakhir, pemerintah Indonesia berencana memangkas produksi hingga 35 persen menjadi 250 juta ton pada 2026. Tetapi, aksi dari Indonesia ini dinilai belum menjadi solusi atas oversupply nikel di dunia. Catatan dari BMO CapitalMarkets menilai pasar nikel masih surplus pasokan sekitar 240.000 ton (nikel tingkat kemurnian 99 persen bukan dalam bentuk bijih) pada 2026 (dengan mengecualikan rencana pemangkasan produksi Indonesia). Pemangkasan produksi di Indonesia dinilai belum bisa berdampak signifikan hingga benar-benar terealisasi. Sementara, Rusia Nornickel memperkirakan oversupply di sektor nikel masih sebesar 275.000 ton pada 2026. Angka itu meningkat dari surplus 240.000 ton pada tahun ini. Rencana Indonesia memangkas produksi nikel juga patut dipertanyakan, terutama terkait komitmennya. Pasalnya, pada akhir 2024, pemerintah berencana memangkas produksi hingga tersisa 150 juta ton di 2025. Realitasnya, produksi bijih nikel Indonesia masih tembus 300 juta ton di 2025. Prospek Saham Nikel Dalam jangka pendek, saham-saham nikel naik selaras dengan kenaikan harga nikel di LME dari 14.000 dolar AS per ton mendekati 16.000 dolar AS per ton. Jika harga nikel kembali konsolidasi dan mengalami koreksi bisa menjadi tekanan lagi bagi saham nikel. Surya menekankan ada normalisasi kinerja keuangan saham nikel di 2025 yang mencatatkan kenaikan signifikan dibandingkan 2024. Hal itu disebabkan adanya kendala persetujuan RKAB pada 2024 yang membuat hampir satu semester pertama di tahun tersebut para emiten nikel tidak mampu mencatatkan penjualan optimal. Sehingga, ketika aktivitas penjualan kembali normal di 2025, ada pertumbuhan anomali yang cukup signifikan di hampir seluruh saham nikel. “Untuk itu, kinerja keuangan emiten nikel di 2026 akan kembali ke mode normal yang menyesuaikan dengan harga nikel. Meski, kami mencatat ada beberapa saham nikel yang menyelesaikan pembangunan smelter di 2026 dan bisa jadi katalis pendorong kinerjanya lebih atraktif,” jelasnya. Menurut Surya, pesan terpenting untuk investor ritel bisa bersabar jika ingin masuk ke saham nikel yang baru saja mengalami kenaikan. Tren kenaikan saham nikel sepanjang 2025 didorong oleh tiga faktor utama, mulai dari anomali pertumbuhan karena hal teknis di 2024, kenaikan harga MHP (produk olahan nikel untuk baterai kendaraan listrik di Agustus-Oktober 2024), dan wacana pemangkasan produksi bijih nikel di Indonesia pada 2026. "Tetapi, secara fundamental, permintaan nikel masih lemah. Kecuali, tiba-tiba demand nikel di China untuk nickel pig iron yang digunakan di industri stainless steel kembali meningkat. Itu bisa menjadi pendorong booming yang lebih besar bagi saham nikel,” terangnya. Untuk mengantisipasi peluang saham sektor nikel, Mikirduit juga sudah merilis riset prospek 9 saham nikel di 2026 yang ringkasannya bisa dibaca di sini . Jika ingin laporan lebih lengkap beserta action-nya, kamu bisa join ke Mikirsaham pro dengan klik link di sini

Kantor DPRD Inhu Pindah ke Plaza Rengat Bisa Optimalkan Aset Politik
Politik
Minggu, 21 September 2025 | 18:50 WIB

Kantor DPRD Inhu Pindah ke Plaza Rengat Bisa Optimalkan Aset

Indragiri Hulu, katakabar.com - Soal wacana pemerintah daerah Indragiri Hulu bakal memindahkan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Indragiri Hulu ke Plaza Rengat ditolak segelintir wakil rakyat. Itu diketahui saat paripurna penyampaian pandangan fraksi-fraksi atas nota keuangan APBD-P Tahun 2025, Sabtu (20/9). Fraksi yang menolak wacana Kantor DPRD dipindahkan di antaranya fraksi Nasdem, Golkar, dan Demokrat. Masing-masing menganggap kebijakan di atas perlu ditinjau kembali lantaran berpotensi membebani keuangan daerah. “Kantor DPRD Indragiri Hulu dipindahkan tidak memiliki urgensi, seyogyanya anggaran diprioritaskan pada infrastruktur,” ujar Risma Agustina, juru bicara pandangan fraksi dari partai Golkar. Ir. Hendrizal, Wakil Bupati Indargiri Hulu menegaskan, mengenai rencana Gedung DPRD dipindahkan ke Plaza Rengat, bertujuan mengoptimalkan aset daerah sekaligus menyesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. “Kawasan perkotaan Rengat saat ini telah ditetapkan sebagai kawasan pertumbuhan prioritas di Riau,” jelasnya saat menyampaikan jawaban pemerintah terhadap pandangan fraksi. Sementara, terkait rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Tahun 2025, mengapresiasi atas berbagai masukan, serta saran dari delapan fraksi DPRD. Ia mengatakan, secara umum pemerintah sejalan dengan DPRD terkait pentingnya efisiensi, transparansi, serta prioritas anggaran yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur.

Selama Penerapan Kebijakan ASN Wajib Naik Transum, Pengguna LRT Jabodebek Naik 12 Persen Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 20 Juni 2025 | 15:00 WIB

Selama Penerapan Kebijakan ASN Wajib Naik Transum, Pengguna LRT Jabodebek Naik 12 Persen

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek sambut baik kebijakan "ASN Naik Transportasi Umum Setiap Hari Rabu", lantaran telah meningkatkan jumlah pengguna di hari Rabu sebesar 12 persen. Pihaknya siap mendukung perluasan kebijakan ini ke sektor swasta untuk memperkuat ekosistem transportasi publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sebagai transportasi publik yang siap melayani mobilitas masyarakat setiap hari, LRT Jabodebek menyambut baik berbagai kebijakan yang mendorong penggunaan angkutan umum. Salah satu inisiatif yang kini memberikan dampak positif adalah program “ASN Naik Transportasi Umum Setiap Hari Rabu” yang telah berlangsung sejak 30 April 2025. Kebijakan ini menunjukkan bagaimana dorongan dari pemerintah mampu membentuk kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Pemprov DKI Jakarta menyampaikan kebijakan tersebut tidak hanya berhasil mengubah pola mobilitas ASN, tapi mendapat respons positif dari masyarakat. Melihat keberhasilannya, pemerintah daerah kini tengah mempertimbangkan perluasan kebijakan serupa untuk kalangan pegawai swasta. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purmonosidi menyatakan, pihaknya menyambut positif wacana tersebut. Ia menjelaskan bahwa sejak kebijakan ASN diberlakukan, LRT Jabodebek mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna di hari Rabu. “Kami melihat antusiasme masyarakat yang semakin tinggi dalam menggunakan transportasi umum, khususnya setiap hari Rabu. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut efektif dalam mendorong perubahan pola mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya. Kurun delapan minggu pelaksanaan kebijakan tersebut, kata Mochamad, jumlah pengguna LRT Jabodebek pada hari kerja Rabu tercatat sebanyak 818.796 pengguna, atau rata-rata 102.350 pengguna per minggu. Jumlah ini meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode delapan minggu sebelumnya, yang mencatat total 728.696 pengguna, atau rata-rata 91.087 pengguna per minggu. "Perluasan kebijakan ke sektor swasta dapat memperkuat ekosistem transportasi publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ucapnya.

Presiden RI Buka Wacana Perluasan Lahan Sawit, Petani: Rakyat Apa Perusahaan yang Kelola! Sawit
Sawit
Rabu, 01 Januari 2025 | 20:24 WIB

Presiden RI Buka Wacana Perluasan Lahan Sawit, Petani: Rakyat Apa Perusahaan yang Kelola!

Jakarta, katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dikelola 41 persen oleh petani kecil, memegang peranan penting di sektor perekonomian negara. Ironisnya, masih banyak petani yang hidupnya belum sejahtera. Sekjend Apkasindo Perjuangan, Sulaiman H Andi Loeloe mengatakan, kebanyakan dari petani sawit kecil tidak memiliki akses terhadap industri pengolahan kelapa sawit. Fenomena ini sebabkan petani hanya menjadi pemasok bahan baku tanpa memiliki posisi tawar yang kuat di pasar. "Petani kelapa sawit di Indonesia rata-rata hanya memiliki kebun seluas 2 hektar per kepala keluarga (KK). Kondisi ini membuat mereka kesulitan meningkatkan kesejahteraan, dan daya saing, terutama menghadapi perusahaan besar yang memiliki akses ke lahan luas dan fasilitas pengolahan," ujarnya, dilansir dari laman EMG, Rabu (1/1). Menurutnya, meningkatkan produktivitas dan memberikan dukungan hilirisasi adalah langkah kunci harusnya menjadi fokus pemerintah. "Dua hari lalu Presiden RI, Prabowo melontarkan wacana perluasan perkebunan kelapa sawit. Tidak hanya itu yang diperlukan sebenarnya, pemerintah dapat memperkenalkan konsep "Petik, Olah, Jual" yang memberi petani kesempatan untuk tidak hanya menjual hasil panen, tapi juga untuk terlibat langsung dalam pengolahan dan pemasaran produk. Sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani kecil," ucapnya. Untuk mengangkat kesejahteraan petani kelapa sawit, terang Sulaiman, hilirisasi perlu digenjot. Salah satu langkah yang bisa diambil memberikan bantuan pada koperasi pekebun untuk memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sendiri.

Wacana Kepala Negara Perluas Lahan Sawit, Ini Kata GAPKI Sawit
Sawit
Rabu, 01 Januari 2025 | 18:53 WIB

Wacana Kepala Negara Perluas Lahan Sawit, Ini Kata GAPKI

Jakarta, katakabar.com - Terkait wacana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto agar perbanyak tanam kelapa sawit tanpa harus risau dituduh deforestasi mendapat reaksi dan komentar beragam. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Eddy Martono menilai, yang dimaksud Pak Presiden RI lebih mengarah pada peningkatan produksi kelapa sawit khusus untuk mendukung salah satu program andalannya, yakni swasembada energi. "Bis jadi maksud pernyataan kepala negara adalah menanam sawit khusus untuk swasembada energi. Saat ini kan produksi sawit stagnan lantaran program peremajaan sawit rakyat atau PSR berjalan lambat," kata Eddy Martono, dilansir dari laman EMG, Rabu (1/1). Menurutnya, rencana pemerintah terus meningkatkan mandatory biodiesel dari B35 menjadi B40 hingga B100 butuh pasokan minyak sawit yang lebih besar. "Dengan tingkat produksi yang sekarang, maka otomatis ekspor bakal menurun di kemudian hari," jelasnya. Maka, ujar Eddy, untuk mempercepat capaian swasembada energi tadi, langkah yang paling potensial membuka areal sawit baru khusus untuk energi.

Wacana Terapkan Iuran Wajib Bagi Perusahaan Sawit Bangun Jalan di Riau Sawit
Sawit
Sabtu, 28 Desember 2024 | 10:10 WIB

Wacana Terapkan Iuran Wajib Bagi Perusahaan Sawit Bangun Jalan di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Riau diminta berpartisipasi bangun jalan. Soalnya, tidak sedikit jalan yang rusak disebabkan aktivitas pengangkutan kelapa sawit milik perusahaan. "Kita usulkan iuran wajib, kemudian diatur lewat peraturan daerah atau perda," ujar Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, dilansir dari laman EMG, Sabtu (28/12). Menurutnya, iuran wajib bagi perusahaan sawit diusulkan Rp80 ribu hingga Rp 100 ribu per hektar. Uangnya langsung disetorkan ke APBD Riau dan dianggarkan untuk pembangunan jalan.

STDB dan ISPO Dibiayai BPDPKS, Ketum ASPEKPIR: Dari Dulu Ditunggu Petani Sawit Nusantara
Nusantara
Minggu, 24 September 2023 | 18:59 WIB

STDB dan ISPO Dibiayai BPDPKS, Ketum ASPEKPIR: Dari Dulu Ditunggu Petani Sawit

Jakarta, katakabar.com - Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR), Setiyono menuturkan, wacana Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan budidaya (STDB) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah dari dulu ditunggu petani kelapa sawit di Indonesia, "Para petani kelapa sawit, baik petani plasma maupun petani swadaya sudah lama menunggu itu. Lantaran, langkah ini sangat tepat dan bagus sekali," kata Setityono, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (24/9). Hal ini ujar Setiyono, untuk menanggapi pernyataan Dirjenbun Kementan RI, Andi Nur Alam Syah yang menyebutkan, pihaknya tengah menggodok regulasi mengenai keberlanjutan kelapa sawit Indonesia, salah satunya rancangan Perpres terkait STDB dan ISPO. Di Perpres itu, menurut Andi Nur, nanti diatur bahwa STDB dan ISPO bakal dibiayai BPDPKS. "Kalau memang itu rencananya, ini sangat bagus sekali kalau terealisasi. Apalagi negara lain memang seperti itu, yakni pengurusan STDB dan ISPO dibiayai pemerintah," jelasnya. Apakah penyalurannya tepat sasaran? Setiyono meyakini bakal tepat sasaran. Soalnya, disalurkan bagi petani yang melakukan pengurusan atau pengusulan. "Wacana ini sangat membantu petani, dan berpotensi meningkatkan minat petani melengkapi kebutuhan kebunnya," ulasnya. Khususnya bagi petani swadaya sebutnya, untuk membentuk kelembagaan agar menikmati beragam kemudahan program yang dihadirkan pemerintah mesti dengan harga penetapan yang dapat diterima petani. "Kalau petani ASPEKPIR aman, sebab memang sudah bermitra dan berkembang. Jadi, petani swadaya yang harus mendapat dukungan dan dorongan," serunya.