University

Sorotan terbaru dari Tag # University

Tokocrypto Edukasi Mahasiswa Lewat Web3 University Tour di Delapan Kota Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:37 WIB

Tokocrypto Edukasi Mahasiswa Lewat Web3 University Tour di Delapan Kota Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto terus perkuat komitmen tingkatkan literasi Web3 di kalangan generasi muda melalui program Web3 University Tour 2025. Sepanjang tahun 2025, program edukasi ini berhasil menjangkau ribuan mahasiswa di delapan kota besar di Indonesia dengan membawa pembahasan Web3 secara langsung ke lingkungan kampus. Web3 University Tour 2025 merupakan inisiatif kolaboratif Tokocrypto bersama Binance Academy dan Coinvestasi yang dikemas dalam bentuk roadshow edukasi nasional. Program ini dirancang untuk memperkenalkan teknologi blockchain, aset kripto, dan ekosistem Web3 secara praktis, relevan, serta berorientasi pada kebutuhan masa depan industri digital. Melalui pendekatan langsung ke kampus, Tokocrypto ingin memastikan mahasiswa tidak hanya memahami konsep dasar Web3, tetapi juga melihat peluang nyata yang dapat dikembangkan, baik dari sisi karier, inovasi, maupun kontribusi terhadap ekonomi digital. Roadshow Edukasi Web3 di Delapan Kota CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan Web3 peluang besar bagi generasi muda di era digital. Menurutnya, melalui Web3 University Tour 2025, Tokocrypto ingin mendorong mahasiswa untuk berani belajar, mengembangkan keterampilan, dan mengambil peran aktif dalam ekosistem digital yang terus berkembang. "Kamu juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi dan literasi Web3 yang berkelanjutan agar generasi muda Indonesia memiliki pemahaman yang kuat, siap menghadapi kebutuhan industri, serta mampu berkontribusi secara positif bagi pengembangan ekonomi digital nasional," jelas Calvin. Web3 University Tour 2025 diselenggarakan secara bertahap sejak April hingga Desember 2025 di delapan kota, yakni Yogyakarta, Bali, Medan, Solo, Semarang, Aceh, Jakarta, dan ditutup di Pontianak. Dalam pelaksanaannya, program ini berkolaborasi dengan delapan institusi pendidikan, antara lain Universitas Gadjah Mada, INSTIKI Bali, Politeknik Medan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Aceh, Universitas Pancasila Jakarta, serta Universitas Tanjungpura Pontianak. Data pelaksanaan menunjukkan, Web3 University Tour 2025 mencatat total 3.774 pendaftar dengan 2.373 peserta yang hadir secara langsung. Program ini juga didukung oleh 30 community partner di berbagai daerah yang berperan dalam memperluas jangkauan edukasi Web3 di tingkat kampus dan komunitas lokal. "Di setiap kota, Tokocrypto menghadirkan rangkaian sesi edukasi yang mencakup pengenalan blockchain, pemahaman ekosistem Web3, hingga diskusi mengenai peluang karier di industri kripto dan teknologi terdesentralisasi. Materi disampaikan secara aplikatif, termasuk pemetaan ekosistem Web3, peran regulasi di Indonesia, serta langkah awal membangun keterampilan dan portofolio digital," ucap Calvin. Bekali Mahasiswa dengan Pengetahuan dan Pengalaman Praktis Selain sesi diskusi, peserta juga mengikuti Blockchain & Crypto Class yang membahas fundamental blockchain, penggunaan wallet, keamanan digital, serta pemahaman dasar aset kripto. Seluruh peserta mendapatkan sertifikat keikutsertaan dan merchandise eksklusif sebagai bagian dari pengalaman belajar yang terintegrasi. Sebagai bentuk apresiasi, Web3 University Tour 2025 turut menghadirkan program Cumlaude Web3 di setiap kota. Program ini memberikan penghargaan kepada peserta terbaik berdasarkan pemahaman materi, partisipasi aktif, dan hasil evaluasi selama acara berlangsung. Peserta terbaik dari masing-masing kota kemudian dipilih untuk melaju ke tahap Final Cumlaude Web3 tingkat nasional. Puncak rangkaian acara ditandai dengan terpilihnya delapan mahasiswa terbaik sebagai kandidat Binance Academy Student Ambassador. Para peserta terpilih ini memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai program edukasi Binance Academy serta berkontribusi dalam meningkatkan literasi Web3 di Indonesia. Melalui Web3 University Tour 2025, Tokocrypto berharap dapat memperkuat literasi Web3 di kalangan mahasiswa sekaligus menyiapkan talenta muda Indonesia agar lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di industri digital masa depan.

Apa Urgensinya? Literasi Digital di Era Perkembangan AI Politik
Politik
Selasa, 16 April 2024 | 16:34 WIB

Apa Urgensinya? Literasi Digital di Era Perkembangan AI

Jakarta, katakabar.com - Literasi digital sangat penting menggunakan media digital, terlebih di era perkembangan AI, di mana konten asli dan palsu makin sulit dibedakan. Tak bisa dipungkiri, arus informasi di media digital makin cepat dan tak terbendung. Terlebih kini telah muncul kecerdasan buatan (AI) yang bisa diakses oleh siapa saja. Di satu sisi, teknologi ini menghadirkan manfaat besar. Tapi, kalau tidak diimbangi dengan literasi digital, kemajuan teknologi di era AI bisa menjadi boomerang. Tak ayal, kemampuan literasi digital menjadi makin penting. Apa itu literasi digital dan seberapa besar urgensinya di era perkembangan AI? Untuk lebih jelasnya, mari kita urai satu per satu. Pengertian Literasi Digital Literasi digital mencakup literasi teknologi dan literasi informasi, yakni kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dan memahami informasi dengan bijak. Dengan kata lain, literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengelola informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dalam dunia digital. Komponen Literasi Digital Literasi digital sendiri memiliki beberapa komponen penting, yakni: Social Networking, Kemampuan memahami dan memanfaatkan berbagai media sosial. Transliteracy, Kemampuan berkomunikasi melalui berbagai platform dan layanan online. Maintaining Privacy, Kesadaran akan privasi online dan perlindungan dari kejahatan siber. Managing Digital Identity, Penggunaan identitas digital yang tepat pada berbagai platform. Creating Content, Kemampuan membuat konten digital, seperti blog atau video. Organising and Sharing Content, Mengelola dan menyebarkan informasi dengan efisien. Reusing atau Repurposing Content, Menggunakan kembali atau mengolah ulang konten yang ada. Filtering and Selecting Content, Kemampuan mencari dan menyaring informasi yang relevan. Self Broadcasting, Berbagi ide dan konten melalui berbagai platform online. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi digital yang mumpuni apabila ia memahami kesembilan komponen di atas. Berbekal kemampuan ini, individu yang punya kemampuan literasi digital tidak hanya mampu memperoleh manfaat tetapi juga menghindari sisi buruk dunia digital. Melindungi Diri dari Dampak Negatif AI dan Media Digital Belum lama ini masyarakat diperkenalkan dengan AI tools yang bersifat open source, artinya perangkat canggih ini bisa diakses secara gratis oleh siapa saja. Tools semacam ini ada banyak macamnya, sebut saja AI Chatbots seperti ChatGPT, Wondershare Filmora untuk pembuatan video, DALL·E 2 untuk membuat gambar, dan banyak lagi. Meski baru diperkenalkan dalam hitungan bulan, pengguna AI tools telah meningkat signifikan. Apabila digunakan dengan bijak, tentu saja tools ini sangat bermanfaat. Tapi, ada yang menggunakan teknologi canggih ini untuk melakukan kecurangan yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan pihak lain. Contohnya, seorang penipu berhasil meraup keuntungan hingga ribuan dolar dengan menjual sejumlah lagu palsu penyanyi kondang asal Amerika, Frank Ocean. Ini termasuk penipuan karena lagu yang dijual tersebut bukanlah dinyanyikan oleh Frank Ocean, melainkan lagu yang dibuat menggunakan AI. Santing canggih teknologi AI sehingga sulit dibedakan antara lagu asli dan palsu. Bukan hanya musik, kini gambar yang tampak seperti lukisan nyata bisa dibuat dengan AI. Bahkan, artikel dan karya ilmiah bisa ditulis menggunakan AI. Hanya saja, tidak ada jaminan bahwa data yang dicantumkan adalah akurat. Bahkan, Chat GPT membuat disclaimer bahwa respons dari bot ini didasarkan pada data internet hingga September 2021. Artinya, informasi yang disampaikan Chat GPT belum tentu akurat, meskipun responsnya terdengar masuk akal. Fakta ini semakin menekankan urgensi membekali diri dengan kemampuan literasi digital agar kita tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang tersaji di media digital. Pentingnya literasi digital terlihat penggunaan media sosial dan tren viral. Dengan menjamurnya konten di media sosial, kita harus mampu mengidentifikasi tren berbahaya dan tidak terlibat dalam tindakan yang berisiko. Jadi, kita tidak hanya memperoleh manfaat dari media digital tetapi juga terhindar dari dampak negatifnya. Dr. Reina, S.Kom., M.M. Campus Director Binus @Kemanggisan, Dr. Reina, S.Kom., M.M. tegaskan komitmen BINUS @Kemanggisan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul dalam menghadapi perubahan teknologi dalam industri yang sangat dinamis. “Akhir-akhir ini kita banyak melihat di media mengenai bagaimana AI menggantikan puluhan juta pekerja di tahun 2025. Ini menjadi perhatian utama bagi kita untuk menghasilkan SDM yang mampu memanfaatkan AI dan bukan digantikan oleh AI” Tutur Dr. Reina. Untuk itu, Binus@ Kemanggisan yang terdiri dari tiga kampus menghadirkan fakultas dan school yang juga adaptif dengan kemajuan teknologi AI, meliputi: - School of Computer Science - School of Information Systems - School of Accounting - School of Design - Faculty of Engineering - Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism - Binus Business School - Undergraduate Program - Faculty of Humanities Di sini calon mahasiswa bisa memilih jurusan menarik dengan fokus di teknologi digital. Yuk, gabung di BINUS @Kemanggisan! Kontak: Novi Andriani Brand Communication novi.andriani@binus.edu