Ungkit

Sorotan terbaru dari Tag # Ungkit

Sawit Ungkit Penerimaan Bea Keluar Oktober 2025 Pendapatan Negara Melambung Sawit
Sawit
Minggu, 23 November 2025 | 19:36 WIB

Sawit Ungkit Penerimaan Bea Keluar Oktober 2025 Pendapatan Negara Melambung

Jakarta, katakabar.com - Sawit Ungkit penerimaan Bea Keluar pada Oktober 2025 bikin pendapatan negera melambung. Hal ini menunjukkan tren positif jelang akhir tahun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp249,3 triliun per Oktober 2025, atau 82,7 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. Angka ini tumbuh 7,6% year on year (yoy), salah satunya berkat ledakan penerimaan bea keluar dari ekspor sawit. “Kepabeanan dan cukai sudah terkumpul Rp249,3 triliun, tumbuh 7,6 persen di atas tahun lalu dan sudah mencapai 80,3 persen dari target,” ucap Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta. Dari seluruh komponen penerimaan kepabeanan, bea keluar menjadi bintang utama. Penerimaan bea keluar tercatat Rp24,0 triliun, atau fantastis 537,4 persen dari target APBN. Secara tahunan, angkanya melonjak 69,2% yoy. Suahasil menjelaskan, dorongan terbesar datang dari kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO), naiknya volume ekspor sawit, serta tingginya ekspor konsentrat. “Kenaikan harga CPO dan ekspor sawit memang memberi dampak signifikan. Bea keluar bergerak seiring naik-turunnya pasar komoditas,” ulasnya. Di sisi lain, penerimaan bea masuk justru mengalami kontraksi tipis. Realisasinya mencapai Rp41,0 triliun, atau 77,5 persen dari target APBN, turun 4,6% yoy. Penurunan ini dipicu relaksasi tarif impor sejumlah komoditas pangan dan semakin masifnya pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang menurunkan biaya masuk barang tertentu. Meski penerimaan bea masuk menyusut, lonjakan bea keluar, terutama dari sektor sawit mampu menjadi penopang kuat pendapatan negara. Tak heran, pemerintah menyebut sawit masih menjadi komoditas strategis yang “menghidupkan” kas negara di tengah gejolak ekonomi global. Sebagai gambaran, nilai ekspor sawit Indonesia pada 2024 tercatat mencapai Rp440 triliun atau sekitar USD27,76 miliar. Meski turun dari tahun sebelumnya akibat penurunan volume ekspor dari 32,2 juta ton (2023) menjadi 29,5 juta ton (2024), sektor ini tetap memberi kontribusi terbesar terhadap devisa hasil ekspor nonmigas. Tak hanya berdampak di pusat, kinerja sawit juga menyentuh daerah lewat mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Sepanjang 2024, daerah menerima Rp276,03 miliar dalam dua tahap penyaluran, yakni Mei dan Oktober 2025. Angka ini bagian dari alokasi Rp3,39 triliun, meski beberapa daerah melaporkan turunnya penerimaan sehingga perlu rekonsiliasi data untuk memastikan penyaluran sesuai regulasi. Dengan tren kenaikan bea keluar yang impresif ini, pemerintah optimistis pendapatan negara hingga akhir 2025 akan tetap terjaga. Sawit kembali membuktikan diri sebagai penopang kuat fiskal nasional, terutama saat sektor lain belum menunjukkan kinerja maksimal. Jika harga CPO dan ekspor sawit terus stabil, maka gelombang positif penerimaan negara diperkirakan berlanjut hingga kuartal pertama 2026.

CPO Ungkit Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma di Sumut Periode 8 Hingga 14 Oktober 2025 Sawit
Sawit
Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:30 WIB

CPO Ungkit Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma di Sumut Periode 8 Hingga 14 Oktober 2025

Medan, katakabar.com - Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah sawit pengaruhi, dan ungkit harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani mitra plasma di Sumatera Utara periode 8 hingga 14 Oktober 2025 ini. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sumatera Utara menyebutkan, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra plasma Provinsi Sumatra Utara periode 8 hingga 14 Oktober 2025 mengalami kenaikan di semua umur tanam terutama umur 10-20 tahun. Kalau periode sebelumnya, harga TBS umur tanam 10-20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.653,03 per kilogram. Alhamdulillah, di periode 8 hingga 14 Oktober naik sebesar Rp12,14 per kilogram sehingga TBS sawit petini mitra plasma dibeli jadi Rp3.665,17 per kilogram. Dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Jumat siang, kenaikan harga TBS sawit ini dipengaruhi kenaikan harga penjualan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), dan harga penjualan inti sawit atau palm kernel (PK). Diketahui harga CPO sebesar Rp14.571,16 per kilogram,.dan harga PK sebesar Rp13.609,74 per kilogram. Di mana besaran persentase indeks K untuk periode ini ditetapkan sebesar 93,03 persen. Ini daftar harga TBS produksi petani sawit mitra plasma Sumatera Utara periode 8 hingga 14 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.836,89 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.107,95 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.296,69 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.390,24 per koligram, umur 7 tahun Rp3.419,25 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.512,08 per kilogram.

Peran Komoditas Kelapa Sawit Strategis Pengungkit Ekonomi Nasional Sawit
Sawit
Sabtu, 10 Februari 2024 | 13:08 WIB

Peran Komoditas Kelapa Sawit Strategis Pengungkit Ekonomi Nasional

Jakarta, katakabar.com - Peran komiditas kelapa sawit sangat penting dan strategis pengungkit ekonomi nasional. Sesungguhnya, tantangan dan kendala mewujudkan kinerja industri kelapa sawit yang berkelanjutan peluang bagi periset atau peneliti untuk memberikan solusi. Demikian ditekankan Didiek H. Goenadi saat webinar angkat tema,“Call for Proposal Grant Riset Sawit 2024” di penghujung Januari 2024 lalu. Menurutnya, kemajuan riset dan pengembangan di Indonesia memerlukan support system yang baik sehingga hasil riset dapat melewati the valley of death, misalnya dengan bantuan riset pasar (market research) untuk mendapatkan feedback dari pengguna atau calon pengguna. Oleh karena itu, riset-riset yang didukung oleh BPDPKS adalah sebuah applied research yang sebelumnya telah memiliki proof of concept. “Selain aspek ilmiah dari kegiatan riset mesti kedepankan aspek manfaat bagi para pelaku industri kelapa sawit nasional termasuk rekomendasi kebijakan kepada pemerintah yang based on research”, jelasnya, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Sabtu (10/2). Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfie Thahar menuturkan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah mengumumkan pembukaan Program Grant Riset Sawit 2024 di laman website resmi BPDPKS (https://www.bpdp.or.id/pengumuman-call-for-proposal-grant-riset-sawit-grs-2024). Di pengumuman tersebut, disertakan pula topik-topik riset prioritas yang harapannya dapat menjawab kebutuhan industri kelapa sawit melalui pendekatan yang terdiri dari berbagai bidang yaitu Bioenergi, Biomaterial, Budidaya, Pasca Panen, Lingkungan, Pangan dan Sosial Ekonomi/ICT. Penyeleksian proposal, ulas Arfie, dilakukan melalui tiga tahap, yakni seleksi administrasi, seleksi substansi dan seleksi presentasi. "Adapun proses penyeleksian ini BPDPKS dibantu Komite Litbang yang bertugas memberikan rekomendasi riset-riset yang didanai oleh BPDPKS," ucapnya. Ditambahkan Arfie, penyampaian usulan riset harus berdasarkan riset-riset prioritas untuk setiap bidang yang telah ditetapkan BPDPKS saat pengumuman. Terdapat beberapa kriteria penilaian proposal Komite Litbang, yakni pernyataan masalah, analisis kesenjangan (ketepatan pendekatan analitik/teknik), program dan kegiatan riset serta dan hasil dan manfaat yang memiliki bobot tertinggi dari semua kriteria penilaian. Ini sejalan dengan apa yang disampaikan Goenadi di awal, BPDPKS mengedepankan aspek manfaat berlandaskan hasil ilmiah agar para pemangku kepentingan sawit di berbagai sektor (pemerintah, swasta, industri, asosiasi dan rakyat) dapat memanfaatkan hasil riset program ini. “BPDPKS berharap hasil webinar ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan peserta tentang kelapa sawit dan pentingnya kegiatan riset serta para calon pengusul mendapatkan informasi yang diperlukan sehingga didapatkan usulan-usulan riset yang berkualitas sesuai target untuk menjawab kebutuhan industri sawit guna mendukung sustainable palm oil dalam menjawab tantangan-tantangan kebijakan internasional terhadap kelapa sawit.