Ubah
Sorotan terbaru dari Tag # Ubah
Optimalkan AI, MiiTel Ubah Percakapan Bisnis Jadi Data Strategis
Jakarta, katakabar.com - Seiring berkembangnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia bisnis, perusahaan kini tidak lagi hanya membutuhkan AI sebagai alat bantu, tetapi sebagai sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data nyata. Pada konteks ini, sebagai penyedia solusi AI voice analytics, MiiTel melihat salah satu sumber data paling kaya namun paling sering terabaikan adalah percakapan suara yang terjadi setiap hari dalam aktivitas bisnis. Percakapan seperti meeting dengan klien, layanan pelanggan via telepon, hingga diskusi internal tim di kantor sebenarnya menyimpan banyak informasi penting. Tetapi, praktiknya, sebagian besar percakapan tersebut hanya direkam dan disimpan sebagai arsip tanpa dianalisis lebih lanjut. Akibatnya, perusahaan kehilangan potensi insight yang sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan performa penjualan, kualitas layanan, hingga strategi bisnis secara keseluruhan. Hal ini dikenal sebagai “black box problem”, yakni kondisi ketika perusahaan tidak benar-benar mengetahui apa yang terjadi dalam percakapan antara tim dan pelanggan. Padahal, di dalam percakapan tersebut terdapat data yang sangat berharga untuk memahami pola keberhasilan, kegagalan, hingga kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Ubah Percakapan Suara Jadi Aset Data Strategis Untuk menjawab tantangan tersebut, MiiTel hadir sebagai solusi berbasis AI yang mengubah percakapan suara menjadi data yang dapat dianalisis dan dimanfaatkan. Sistem ini bekerja dengan cara merekam percakapan, mengubahnya menjadi teks secara otomatis, kemudian menganalisis isi percakapan untuk menghasilkan insight yang relevan bagi bisnis. Proses ini berjalan melalui tiga tahap yang saling terhubung. Percakapan suara dari berbagai aktivitas bisnis terlebih dahulu ditangkap sebagai input data. Selanjutnya, AI MiiTel melakukan transkripsi otomatis dan analisis percakapan untuk mengekstrak berbagai informasi penting seperti pola komunikasi, kata kunci, hingga evaluasi performa percakapan. Hasil akhirnya adalah data teks yang terstruktur, mudah dicari, dan dapat digunakan kembali untuk analisis maupun pengembangan AI perusahaan di masa depan. Dengan pendekatan ini, MiiTel tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam percakapan, tetapi sistem yang membangun database komunikasi perusahaan secara berkelanjutan. Data tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti peningkatan kualitas coaching tim sales, evaluasi performa komunikasi, hingga pengembangan strategi bisnis berbasis data. Dengan MiiTel, Ciptakan AI Memahami Bisnis Anda Seiring waktu, akumulasi data percakapan tersebut menciptakan nilai yang semakin besar. Perusahaan dapat mulai mengidentifikasi pola yang sebelumnya tidak terlihat, seperti faktor utama keberhasilan closing, penyebab kegagalan deal, hingga cara komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan konversi. Data yang telah dikumpulkan menunjukkan, perusahaan juga dapat mengembangkan model AI custom yang mampu memberikan rekomendasi dan prediksi bisnis secara lebih presisi. Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan teknologi MiiTel yang telah digunakan oleh ribuan perusahaan di berbagai negara. Solusi ini tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas tim sales, tetapi juga memperkuat kualitas pengambilan keputusan berbasis data percakapan yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Di tengah semakin luasnya penggunaan AI di berbagai industri, perbedaan utama antar perusahaan tidak lagi terletak pada akses terhadap teknologi, melainkan pada kepemilikan data yang digunakan untuk melatih AI tersebut. Perusahaan yang hanya menggunakan AI generik akan memiliki keterbatasan karena tidak memiliki konteks internal bisnisnya sendiri. Sebaliknya, perusahaan yang mampu mengelola data percakapan secara konsisten akan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru. MiiTel menegaskan komitmennya untuk membantu perusahaan bertransformasi dari sekadar pengguna AI menjadi pemilik kecerdasan berbasis data mereka sendiri. Dengan mengubah percakapan menjadi aset digital yang terstruktur dan dapat dikembangkan, MiiTel membuka peluang bagi perusahaan untuk membangun sistem AI yang lebih akurat, relevan, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan bisnis masing-masing. Tertarik mengeksplorasi solusi MiiTel untuk bisnis Anda? Klik di sini untuk konsultasi dan demo gratis.
AI Ubah Cara Brand Terlihat, Avonetiq Perkenalkan Strategi Baru
Jakarta, katakabar.com - Cara konsumen mencari informasi kini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya orang mengandalkan mesin pencari untuk menemukan informasi, kini semakin banyak pengguna yang langsung mendapatkan jawaban dari teknologi kecerdasan buatan (AI), seperti fitur AI Overviews di Google maupun asisten AI generatif seperti ChatGPT. Dalam laporan kinerja Google, Sundar Pichai, CEO Google, menyatakan bahwa “AI Overviews kini digunakan oleh sekitar dua miliar pengguna setiap bulan secara global,” menandai meningkatnya peran AI dalam cara konsumen mencari dan menerima informasi. Di era AI ini, brand tidak lagi cukup hanya berupaya untuk ditemukan, tetapi harus mampu dipilih dan disebut oleh AI sebagai sumber jawaban. Pergeseran dari search engine ke answer engine ini menciptakan risiko baru bagi brand, yaitu tidak terlihat dalam jawaban AI meskipun telah aktif secara digital. Kondisi ini berpotensi membuat brand kehilangan relevansi di momen paling krusial, yaitu saat audiens mencari jawaban atas kebutuhannya. Menjawab tantangan tersebut, muncul strategi baru bernama AI Visibility Optimization (AVO), sebuah pendekatan untuk membangun otoritas, kredibilitas, dan konteks digital agar brand dapat dikenali dan dipercaya oleh sistem AI sebagai sumber jawaban yang layak dikutip. Melalui AVO, brand tidak hanya dioptimalkan untuk mesin pencari, tetapi juga untuk AI search yang dihasilkan Chat GPT, Gemini, Perplexity, dan teknologi sejenis. Di Indonesia, pendekatan AVO pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh Alexandro Wibowo dan Ryan Gondokusumo, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI. Avonetiq menjalankan strategi AI Visibility Optimization (AVO) melalui metode OMG (Optimize, Manifest, dan Generative) yang dicetuskan oleh Alexandro Wibowo. Metode ini dirancang untuk memastikan brand tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga memiliki fondasi teknis, kejelasan narasi, serta validasi eksternal yang dapat dibaca dan dipercaya oleh sistem AI. “Di era answer engine, brand nggak cuma butuh konten atau eksistensi digital. Yang dibutuhkan sekarang sistem agar AI menganggapnya layak untuk dijadikan jawaban,” ujar Alex. Menurut Alexandro, AVO dirancang untuk memastikan brand tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga memiliki struktur bukti, narasi, dan sinyal kepercayaan yang membuat AI memilih brand tersebut sebagai rujukan utama. “Ketika AI menjadi perantara utama antara brand dan audiens, membangun authority bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” jelasnya.
Transparansi Korporasi Lebih Ketat Ubah Arah Kepatuhan Perusahaan di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kurun beberapa tahun terakhir, kepatuhan korporasi di Indonesia mengalami perubahan yang tidak selalu terlihat mencolok, tetapi berdampak luas. Jika sebelumnya kepatuhan sering dipahami sebagai kewajiban administratif yang bersifat periodik, kini pendekatan regulator bergerak ke arah yang lebih substantif. Transparansi, akuntabilitas, dan keterlacakan data menjadi inti dari kerangka kepatuhan baru. Bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia terutama yang memiliki struktur kepemilikan kompleks atau keterlibatan asing perubahan ini menggeser kepatuhan dari fungsi pendukung menjadi isu strategis. Perubahan arah ini didorong oleh kombinasi reformasi regulasi, digitalisasi sistem pemerintah, dan komitmen Indonesia terhadap standar tata kelola global. Salah satu tonggak pentingnya adalah penerbitan Permenkum Nomor 49 Tahun 2025, yang memperkuat kewajiban administrasi badan hukum, pelaporan, serta transparansi sepanjang siklus hidup perusahaan. Dalam kerangka baru ini, kepatuhan tidak lagi bersifat deklaratif, melainkan harus dapat diverifikasi dan ditegakkan. Dorongan terhadap transparansi muncul dari pengalaman regulator menghadapi berbagai penyalahgunaan badan usaha di masa lalu. Praktik nominee, perusahaan tidak aktif yang tetap tercatat, serta inkonsistensi data antar sistem pemerintah menciptakan celah pengawasan yang signifikan. Celah ini tidak hanya meningkatkan risiko hukum, tetapi juga menggerus kepercayaan terhadap lingkungan bisnis. Sebagai respons, pemerintah secara bertahap memperketat kewajiban pengungkapan, terutama terkait kepemilikan, pengendalian, dan status operasional perusahaan. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi menciptakan kepastian hukum dan mencegah risiko sistemik. Arah kebijakan ini juga selaras dengan standar internasional terkait anti-pencucian uang, pendanaan terorisme, dan transparansi beneficial ownership. Perubahan paling signifikan dalam kepatuhan korporasi Indonesia adalah pemanfaatan sistem digital sebagai alat pengawasan aktif. Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) tidak lagi berfungsi hanya sebagai platform pendaftaran, tetapi sebagai basis data utama yang merekam status hukum perusahaan secara real time. Pada kerangka ini, data yang tercatat di SABH diperlakukan sebagai sumber kebenaran resmi. Ketidaksesuaian, keterlambatan pembaruan, atau kelalaian pelaporan tidak lagi dianggap sebagai kesalahan kecil. Sebaliknya, hal tersebut dipandang sebagai celah kepatuhan yang dapat berujung pada pembatasan layanan, penolakan pencatatan perubahan, atau sanksi administratif lainnya. Kepatuhan kini berlangsung secara berkelanjutan, bukan episodik. Salah satu aspek paling krusial dari rezim kepatuhan baru adalah penguatan kewajiban pengungkapan Beneficial Ownership. Perusahaan diwajibkan mengidentifikasi individu yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan atau memperoleh manfaat dari entitas tersebut. Ketentuan ini berlaku tanpa pengecualian bagi perusahaan lokal maupun yang dimiliki asing. Yang berubah bukan hanya kewajibannya, tetapi sifatnya. Pengungkapan beneficial ownership tidak lagi diperlakukan sebagai formalitas satu kali saat pendirian. Informasi ini harus tetap akurat dan diperbarui secara berkala, termasuk melalui penegasan tahunan meskipun tidak terjadi perubahan. Dalam konteks kepatuhan baru di Indonesia, transparansi kepemilikan menjadi instrumen utama untuk mencegah penyalahgunaan badan hukum dan meningkatkan kredibilitas pasar. Selain kepemilikan, kewajiban pelaporan tahunan juga diperkuat. Perusahaan diharapkan menyampaikan laporan atau konfirmasi operasional melalui sistem elektronik yang ditentukan. Pelaporan ini berfungsi sebagai indikator bahwa perusahaan tetap aktif dan memenuhi kewajiban hukumnya. Keterlambatan atau kelalaian pelaporan tidak lagi dianggap sebagai penundaan administratif. Di bawah rezim baru, hal tersebut diposisikan sebagai pelanggaran kepatuhan yang dapat memicu sanksi progresif. Bahkan untuk Perseroan Perorangan, yang sebelumnya dipersepsikan memiliki kewajiban minimal, standar pelaporan kini menjadi lebih jelas dan tegas. Bagi investor asing yang beroperasi melalui PT PMA, aturan transparansi yang lebih ketat membawa implikasi ganda. Di satu sisi, standar yang lebih jelas meningkatkan kepastian hukum dan mengurangi ruang interpretasi yang berisiko. Di sisi lain, perusahaan dengan struktur kepemilikan berlapis atau praktik administrasi yang belum diperbarui menghadapi eksposur yang lebih tinggi. Ketidaksinkronan antara data korporasi, perizinan, dan pengungkapan kepemilikan kini dapat menghambat transaksi, pembiayaan, atau restrukturisasi. Dalam lingkungan seperti ini, kepatuhan tidak lagi dapat ditangani secara terpisah oleh satu fungsi administratif, melainkan memerlukan koordinasi lintas aspek hukum dan operasional. Perubahan ini menandai berakhirnya era kepatuhan pasif. Tenggat waktu pelaporan yang lebih ketat dan keterbatasan koreksi retrospektif menuntut perusahaan untuk bersikap proaktif. Kepatuhan menjadi proses berkelanjutan yang memerlukan perencanaan, pemantauan, dan dokumentasi yang konsisten. Tidak mengherankan jika semakin banyak perusahaan memperlakukan kepatuhan sebagai bagian dari manajemen risiko dan strategi bisnis. Dalam praktiknya, penasihat korporasi berperan penting untuk membantu perusahaan menafsirkan kewajiban baru dan menerapkannya secara operasional. Firma seperti CPT Corporate kerap menjadi rujukan bagi perusahaan lokal maupun asing dalam mengelola corporate compliance dan company registration di Indonesia, terutama ketika perubahan regulasi berdampak pada struktur kepemilikan, pelaporan, atau tata kelola. Aturan transparansi yang lebih ketat secara fundamental mengubah lanskap kepatuhan korporasi di Indonesia. Melalui integrasi digital, penguatan pengungkapan kepemilikan, dan penegakan pelaporan yang lebih tegas, pemerintah menegaskan bahwa kepatuhan adalah tanggung jawab berkelanjutan, bukan formalitas awal. Bagi dunia usaha, adaptasi terhadap kerangka kepatuhan baru ini bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi investasi dalam kepastian dan keberlanjutan. Perusahaan yang mampu menempatkan transparansi sebagai bagian dari tata kelola inti akan berada pada posisi yang lebih kuat untuk tumbuh dan bermitra di tengah lingkungan regulasi yang semakin terstruktur.
Tsunami Amazing Race di Bali Ubah Kesiapsiagaan Menjadi Aksi Nyata
Bali, katakabar.com - Memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (5 November), lebih dari 300 siswa, relawan, dan anggota masyarakat mengubah kesiapsiagaan menjadi aksi dalam Tsunami Amazing Race di Kelurahan Serangan, Denpasar, Bali. Acara ini diinisiasi oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan Pemerintah Jepang, bekerja sama dengan mitra lokal utama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali. Kegiatan ini bagian dari Proyek Tsunami regional UNDP-Pemerintah Jepang, yang sejak 2017 telah mendukung sekolah dan komunitas di Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap bahaya tsunami. Belajar Sambil Beraksi Peserta yang terbagi menjadi 20 tim memulai Tsunami Preparedness Race dari Kantor Kelurahan Serangan dan menempuh enam pos tantangan hingga mencapai Tempat Evakuasi Sementara (TES). Di setiap pos, peserta diuji melalui berbagai permainan edukatif, mulai dari mengenali tanda-tanda alam hingga menerjemahkan pesan peringatan dini dari BMKG, semuanya dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tsunami. Sementara itu, siswa TK dan SD mengikuti lomba menggambar dan mewarnai bertema kesiapsiagaan tsunami di TES, sebagai cara menyenangkan untuk menanamkan kesadaran bencana sejak dini. “Kami sangat senang karena bisa ikutan lomba ini dan berpartisipasi di permainan-permainannya bareng-bareng dengan teman-teman kami. Kami belajar tentang tsunami, termasuk tanda-tandanya dan bagaimana caranya untuk evakuasi ke tempat yang lebih tinggi supaya aman,” cerita Farel, Gung Rizky, dan Randy, siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Kota Denpasar, lewat keterangan resmi, Selasa (4/11). Warisan Kepemimpinan Jepang dalam Kesiapsiagaan Tsunami Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, yang diusulkan oleh Jepang dan ditetapkan oleh PBB pada tahun 2015, terinspirasi dari pengalaman panjang Jepang menghadapi tsunami. Peringatan ini mendorong kepemimpinan global dalam sistem peringatan dini, pendidikan kebencanaan, dan prinsip Membangun Lebih Baik (Build Back Better). Setiap tahunnya Hari Kesadaran Tsunami Sedunia diperingati di seluruh dunia melalui acara publik, latih tubi dan kampanye edukatif yang meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko tsunami dan tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan supaya aman. Di Jepang, sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Siswa Menengah Atas (High School Students Summit) pada Hari Kesadaran Tsunami Sedunia digelar pada tanggal 27 hingga 28 November 2025 di Kota Sendai, yang dihadiri oleh para pelajar di seluruh dunia. Melalui upaya mempelajari kesiasiagaan, respons, dan pemulihan bencana, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan pemimpin di bidang pengurangan risiko bencana pada generasi berikutnya dan meningkatkan pertukaran internasional. Baik di Jepang maupun Indonesia, pesannya sama, yakni pengetahuan, kesiapsiagaan, dan aksi bersama adalah kunci untuk menyelamatkan kehidupan dan membangun ketangguhan di masa depan. Proyek Tsunami Regional UNDP–Pemerintah Jepang Proyek Tsunami regional UNDP, didukung oleh Pemerintah Jepang, menggunakan sekolah sebagai titik masuk untuk memperkuat ketangguhan masyarakat. Sejak 2017, proyek ini telah mendukung sekitar 800 sekolah di Asia-Pasifik, menjangkau lebih dari 220.000 siswa, guru, dan anggota masyarakat melalui latihan evakuasi. Di Bali, UNDP bekerja bersama BPBD dan FPRB dalam memfasilitasi kemitraan yang inovatif. Di Tanjung Benoa, sepuluh hotel telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah setempat dan sekolah-sekolah terdekat untuk berfungsi sebagai tempat evakuasi vertikal saat terjadi bencana. “Jepang tetap berkomitmen untuk bekerja bersama dengan UNDP dan mitra-mitra lainnya untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan aman dari bencana,” ujar Itsuki Nishizawa, Investment and Trade Attaché, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Tsunami Amazing Race di Serangan membuktikan sekolah, masyarakat, dan pemerintah dapat bekerja sama membangun budaya kesiapsiagaan. Melalui kolaborasi UNDP bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, dan Pemerintah Jepang, Kelurahan Serangan menjadi contoh bagaimana pembelajaran bersama dan partisipasi lokal dapat menyelamatkan kehidupan. I Putu Suta Wijaya (Suta), Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Bali, berpesan saya berharap pembelajaran yang kita lakukan hari ini diingat oleh anak-anak. Kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Anak-anak belajar secara langsung, dan itu yang membuatnya berbeda. Semoga kegiatan ini membantu mereka untuk mengingat dan mengimplementasikan apa yang telah mereka pelajari.
Polinela Ubah Tankos Sawit Jadi Briket
Bandarlampung, katakabar.com - Tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Politeknik Negeri Lampung atau Polinela saat ini tengah melakukan penelitian berjudul Optimasi Proses Produksi Briket dari Limbah Jamur Merang Bermedia Tanam Tandan Kosong Kelapa Sawit atau TKKS. Penelitian itu dikomandoi M. Perdiansyah Mulia Harahap, Prof. Dr. Ir. Sarono, dan Subandi. Tujuannya untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit atau Tankos selama ini dipandang sebagai limbah bermasalah. Tankos produk sampingan kelapa sawit, menyumbang sekitar 23 persen dari total Tandan Buah Segar atau TBS yang dihasilkan. Meski Tankos telah digunakan sebagai media tanam jamur merang, limbah bekas media tanam tersebut masih mengandung lignoselulosa cukup tinggi, dan belum dimanfaatkan secara maksimal. "Limbah tankos ini memiliki potensi besar untuk diubah menjadi briket, bahan bakar padat berenergi tinggi yang bermanfaat atasi masalah energi," kata Sarono, di Bandar Lampung, Kamis (18/9) lalu, dilansir dari laman rri.co.id, Sabtu sore. Proses pembuatan briket melibatkan pencampuran serbuk arang Tankos dengan perekat tapioka dan air, kemudian dicetak menggunakan tekanan tertentu untuk menghasilkan briket yang padat dan efisien. Proses penelitian dimulai dengan produksi arang Tankos melalui pengeringan, dan pengecilan ukuran menggunakan tungku pirolisis. Setelah itu, arang tankos digiling, dan diayak dengan ukuran 40 mesh sebelum dicampur dengan perekat tapioka dan air. Terua, adonan tersebut dicetak menjadi briket dengan memberikan tekanan yang tepat. "Penentuan tekanan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan briket dengan kepadatan dan kualitas yang baik," ulas Subandi. Hasil uji pendahuluan menunjukkan briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor antara 5115 hingga 5396 kal/g, yang menjadikannya bahan bakar alternatif dengan potensi energi yang tinggi.
Penerapan Sistem AV Crestron Ubah Ruang Kantor Jadi Lingkungan Harmonis Ergonomi dan Estetika
teknologi tidak hanya berfungsi tapi juga melengkapi keindahan dan kenyamanan ruang kerja. Otomatisasi dalam sistem AV Crestron memungkinkan pengaturan ruang kerja berjalan lebih cepat dan praktis. Misalnya, pengaturan suara, tampilan, serta pencahayaan bisa diaktifkan dengan satu sentuhan. Pengguna dapat menyimpan pengaturan untuk berbagai jenis pertemuan atau kegiatan. Ini mengurangi waktu persiapan dan memungkinkan fokus pada pekerjaan inti. Dengan otomatisasi, risiko kesalahan pengaturan menurun. Efisiensi ruang kerja ini mendukung produktivitas yang lebih tinggi dan lingkungan yang lebih nyaman serta responsif terhadap kebutuhan.
Bagaimana PP 6 2025 Berdampak pada Perusahaan dan Perencanaan Tenaga Kerja?
membayar 60 persen gaji selama periode enam bulan, perusahaan mengalami peningkatan tekanan keuangan, terutama bagi yang beroperasi di industri dengan fluktuasi karyawan tinggi atau pasar yang tidak stabil. Perusahaan harus memperhitungkan tambahan biaya ini dalam perencanaan anggaran mereka. Perencanaan Tenaga Kerja Strategis Dengan biaya PHK yang meningkat, perusahaan didorong untuk lebih proaktif dalam menyusun strategi manajemen tenaga kerja. Bisnis perlu memperkuat program retensi talenta, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, serta menerapkan sistem manajemen kinerja yang tepat. Perencanaan strategis yang baik dapat mengurangi PHK yang tidak diperlukan, mengurangi risiko finansial dan menjaga stabilitas organisasi. Penyesuaian Kepatuhan dan Legalitas Perusahaan wajib segera memperbarui kebijakan internal terkait SDM dan kerangka kepatuhan untuk menyesuaikan dengan PP Nomor 6 Tahun 2025. Ketidakpatuhan terhadap regulasi ini dapat menyebabkan dampak hukum yang serius, sanksi finansial, dan kerugian reputasi perusahaan, sehingga pelatihan kepatuhan serta audit internal menjadi semakin penting. Penyesuaian Perencanaan Tenaga Kerja yang Diperlukan Program Retensi Talenta yang Ditingkatkan Perusahaan kini harus lebih fokus pada retensi talenta untuk menghindari PHK yang mahal. Investasi dalam program-program keterlibatan karyawan, paket remunerasi kompetitif, jenjang karier yang jelas, dan budaya organisasi positif menjadi sangat penting. Langkah ini membantu mempertahankan talenta terbaik dan meminimalkan skala pengurangan tenaga kerja.
Penundaan Penerapan Kepatuhan EUDR: Ubah Tantangan Jadi Peluang Lewat Transparansi Rantai Pasok
Jakarta, katakabar.com - Pertanian menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada deforestasi, dengan hilangnya 10 persen tutupan hutan global dalam tiga dekade terakhir (European Commission, 2023). Untuk mengatasi hal ini, Uni Eropa menghadirkan EU Deforestation Regulation (EUDR) atau Regulasi Anti Deforestasi untuk memastikan rantai pasok berkelanjutan. Regulasi ini mewajibkan perusahaan untuk memastikan bahan baku yang mereka gunakan bebas dari deforestasi, memverifikasi kepatuhan pemasok, dan mengimplementasikan sistem ketertelusuran. Awalnya, regulasi ini dijadwalkan berlaku mulai 30 Desember 2024, tapi lantaran kompleksitas pemetaan rantai pasok dan meningkatnya protes dari publik, tenggat waktu diperpanjang 12 bulan. Berdasarkan keputusan Dewan dan Komisi Uni Eropa, perusahaan menengah dan besar harus mematuhi regulasi ini paling lambat 30 Desember 2025, sementara usaha kecil dan mikro memiliki tenggat hingga 30 Juni 2026. Selain itu, pada 30 Juni 2025, Komisi Uni Eropa akan mengklasifikasikan negara-negara berdasarkan risiko deforestasi, dengan ketentuan khusus untuk produk berbasis kayu (Tax News, 2025). Menurut Luca Fischer, Senior Head of Markets Indonesia di Koltiva, penundaan implementasi EUDR menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan. “Banyak perusahaan telah menginvestasikan jutaan dolar untuk mempersiapkan rantai pasok mereka, karena mereka melihat kepatuhan sebagai keunggulan kompetitif. Ketika kebijakan ditunda, muncul ketidakpastian yang dapat membuat perusahaan ragu apakah regulasi ini benar-benar akan diterapkan. Tapi, Komisi Eropa telah menegaskan bahwa penundaan ini hanya berlangsung selama satu tahun dan bukan merupakan pelonggaran kebijakan. Tambahan waktu ini menjadi kesempatan bagi perusahaan yang sebelumnya belum sepenuhnya siap untuk mengurangi risiko ketidakpatuhan dan memastikan transisi yang lebih lancar,” jelasnya.
Inovasi Tokenisasi: Cara Baru Ubah Dunia Investasi Real Estate
Jakarta, katakabar.com - Tokenisasi properti dan transformasi pasar investasi real estate memang menghadirkan berbagai tantangan, tapi teknologi blockchain punya potensi untuk merevolusi industri ini, menjadikannya salah satu aplikasi yang paling menarik. Tokenisasi Real-Word Asset (RWA) dapat sepenuhnya mengubah cara investasi real estate dilakukan, memberikan solusi untuk masalah jangka panjang seperti ketidaklikuidan, banyaknya perantara, dan tingginya biaya transaksi. Menurut Mark Boiron, CEO Polygon, transformasi ini dapat membuka peluang baru bagi para investor, menjadikan pasar lebih aksesibel dan efisien. Dalam wawancaranya dengan Cointelegraph, Boiron menyoroti salah satu manfaat utama dari tokenisasi properti adalah potensi untuk menghilangkan perantara yang tidak perlu, yang selama ini memperumit dan meningkatkan biaya transaksi. Secara tradisional, proses investasi real estate dipenuhi dengan berbagai pihak tengah, mulai dari broker hingga penasihat hukum, yang secara signifikan menaikkan biaya membeli, menjual, dan mentransfer properti. Dengan menggunakan teknologi blockchain untuk men-tokenisasi properti, perantara ini bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan, sehingga prosesnya menjadi lebih efisien. Pengurangan perantara dan penurunan biaya transaksi secara keseluruhan dapat mendemokratisasi akses ke investasi real estate, memungkinkan investor kecil untuk berpartisipasi dalam pasar yang sebelumnya didominasi oleh lembaga besar. Lalu, Boiron menekankan tokenisasi dapat meningkatkan likuiditas aset real estate, mempermudah investor untuk membeli dan menjual kepemilikan mereka dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan metode tradisional. Terobosan ini bisa mengubah lanskap real estate secara fundamental, menjadikannya lebih dinamis, transparan, dan aksesibel bagi lebih banyak orang. Lumia Towers, sebuah proyek pengembangan real estate komersial senilai USD $220 juta yang sedang berlangsung di Istanbul, Turki, merupakan langkah signifikan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sektor properti. Proyek ini mencakup pembangunan dua gedung pencakar langit yang akan menampung 300 unit campuran, baik untuk ruang komersial maupun hunian. Untuk meningkatkan inovasi, pengembang menggunakan teknologi blockchain Polygon untuk men-tokenisasi seluruh proyek, memungkinkan struktur investasi dan kepemilikan yang lebih mudah dan efisien. Langkah ini menandakan tren yang berkembang penerapan blockchain di sektor real estate, menawarkan transparansi, aksesibilitas, dan likuiditas yang lebih baik dalam pasar yang selama ini bersifat tradisional. Mark Boiron, CEO Polygon, meyakini masa depan investasi real estate akan semakin bergantung pada teknologi blockchain. Ia berpendapat bahwa proses tokenisasi aset, seperti properti, dapat mengubah industri ini dengan membuatnya lebih efisien dan dapat diakses. Tapi, Boiron mengakui adopsi luas terhadap real estate yang ditokenisasi bergantung pada penerimaan dan pemahaman teknologi blockchain oleh regulator. Ia menekankan sebelum tokenisasi menjadi standar industri, regulator harus merasa nyaman dan percaya terhadap sistem blockchain dan platform publik yang bersifat tanpa izin. Meski ada tantangan yang harus dihadapi, potensi real estate yang ditokenisasi untuk mengubah lanskap investasi sangatlah besar. Tokenisasi real estate tidak hanya menyederhanakan proses membeli, menjual, dan mentransfer properti, tetapi juga membuka kemungkinan untuk kepemilikan fractional, di mana investor kecil bisa berpartisipasi dalam properti bernilai tinggi. Tapi, untuk mewujudkan visi ini sepenuhnya, regulator harus menciptakan kerangka kerja yang memastikan keamanan dan legitimasi transaksi berbasis blockchain. Setelah hambatan regulasi ini teratasi, real estate yang ditokenisasi berpotensi menjadi norma baru, yang akan mengubah cara properti dibeli, dijual, dan diinvestasikan secara global. Pergerakan harga Aset kripto, Saham Amerika Serikat, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia.
Inovasi Tokenisasi: Cara Baru Ubah Dunia Investasi Real Estate
Jakarta, katakabar.com - Tokenisasi properti dan transformasi pasar investasi real estate memang menghadirkan berbagai tantangan, tapi teknologi blockchain punya potensi untuk merevolusi industri ini, menjadikannya salah satu aplikasi yang paling menarik. Tokenisasi Real-Word Asset (RWA) dapat sepenuhnya mengubah cara investasi real estate dilakukan, memberikan solusi untuk masalah jangka panjang seperti ketidaklikuidan, banyaknya perantara, dan tingginya biaya transaksi. Menurut Mark Boiron, CEO Polygon, transformasi ini dapat membuka peluang baru bagi para investor, menjadikan pasar lebih aksesibel dan efisien. Dalam wawancaranya dengan Cointelegraph, Boiron menyoroti salah satu manfaat utama dari tokenisasi properti adalah potensi untuk menghilangkan perantara yang tidak perlu, yang selama ini memperumit dan meningkatkan biaya transaksi.