Turun Gunung
Sorotan terbaru dari Tag # Turun Gunung
Jenderal LA 'Turun Gunung' Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba
Jakarta, katakabar.com - Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto menegaskan narkoba ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa Indonesia serta kedaulatan negara. Dalam pernyataannya, kepala negara menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak generasi penerus bangsa. “Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera. Jangan biarkan anak-anak kita rusak, hancur, dan kehilangan masa depan,” tegas Presiden RI dilansir dari kanal resmi setkab.go.id, Selasa (14/4) lalu. Merespons arahan Presiden RI, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, langsung mengambil langkah cepat dan tegas. Dalam operasi yang penuh tantangan di medan berat, prajurit TNI berhasil menembus belantara hutan Papua dan mengungkap dua ladang ganja siap panen di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka. Laporan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran rakyat adalah benteng pertama dalam menjaga bangsa. “Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter siap panen dan siap merusak masa depan anak Papua. Namun, pasukan tidak berhenti. Mereka terus bergerak lebih dalam, menembus sunyi rimba Papua,” kata Lucky saat dihubungi wartawan, Selasa siang. Hasilnya, lanjut Lucky, ladang ganja kedua di wilayah Desa Esipding, Distrik Serambakom, berhasil diungkap. Sebanyak 80 batang ganja setinggi 2 meter ditemukan personel TNI, sebagai bukti nyata bahwa ancaman ini terorganisir dan tidak bisa dianggap remeh. Pada operasi tersebut, Kogabwilhan III juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial L-U, yang kemudian dibawa personel TNI bersama seluruh barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan. Temuan ini diyakini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Lucky mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja lain masih tersebar di pedalaman Papua. Apalagi, Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dapat 'lampu hijau' membudidayakan tanaman haram tersebut, setelah pimpinan mereka, salah satunya Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, secara terang-terangan memperbolehkan anggotanya menanam ganja. Kondisi ini menjadi ironi yang menyakitkan. Di saat masyarakat khususnya para orang tua di Papua berjuang melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba, TPNPB-OPM justru memperluas ancaman tersebut. “Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan lagi sekadar permasalahan hukum tetapi menjadi persoalan masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi sampai tuntas,” tegas Lucky. Di tengah sunyi hutan dan beratnya medan, prajurit TNI berdiri sebagai garda terdepan, bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak Indonesia. “Dari Papua, pesan perang badar melawan narkoba bergema ke seluruh penjuru negeri, bahwa Indonesia tidak akan tunduk pada narkoba. Bahwa TNI, bersama rakyat, akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat,” sebut Jenderal LA.
Irdas Muswar Siap Majukan Bumi Siak Pusako
Siak, katakabar.com - Hari terakhir pendaftaran calon Dirut BSP, di Siak Sri Indrapura, Jumat (19/4) dikejutkan dengan munculnya nama Irdas Muswar yang memutuskan turun gunung meramaikan bursa kandidat direktur utama PT Bumi Siak Pusako (BSP), sebuah BUMD Riau yang sejak Agustus 2022 mengelola Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP) secara mandiri. Dengan 72,29 persen sahamnya dimiliki pemerintah kabupaten Siak. "Saya lahir, besar, hidup setengah abad hingga di posisi saat ini adalah dari hasil migas Riau, sehingga saatnya saya untuk berbuat dan mengabdikan diri dalam memperbaiki dan membesarkan BUMD kebanggaan masyarakat Riau ini," ujarnya kepada wartawab usai mendaftar. "Terlepas dari sorotan publik terkait kinerja dan capaian BSP saat ini yang diberitakan tidak sedang baik-baik saja, saya justru terpanggil dan memberanikan diri meninggalkan zona nyaman saat ini, untuk mengabdi demi kemajuan BSP ke depan. Mengembangkan BSP menjadi KKKS besar di Indonesia," tambah alumni Geologi Universitas Gadjah Mada ini. Berbekal pengalaman lebih dari 25 tahun di industri migas, putra daerah Riau ini akan mendorong BSP lebih baik, lebih progresif dan memiliki daya saing tinggi. Langkah Irdas ini dinilai banyak pihak sebagai sinyal bahwa BSP siap melakukan lompatan besar melalui inovasi strategis, dengan basis kepemimpinan profesional yang kuat. Rekam jejaknya dulu di Chevron, Pertamina Hulu Rokan (PHR) serta kekuatan jaringan di dunia migas nasional menjadi jaminan. Irdas Muswar, kini masih tercatat sebagai Perwira Pertamina, Team Manager Minas Pertamina Hulu Rokan, sebelumnya 24 tahun lebih bekerja di PT Chevron Pacific Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang berpandangan strategis jauh ke depan. Alumni Geologi UGM, Yogyakarta ini, juga masih mengemban amanat sebagai Ketua Pengda Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) provinsi Riau. Di era kepemimpinannya, ia menggagas seminar nasional yang digelar di provinsi Riau terkait transisi rezim kontrak, dari Cost Recovery ke Gross Split (2017), Seminar Sustainable Management of Natural Resources and Environment for Indonesia" (2018) serta "Asa Migas untuk Riau" (2022). Bahkan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang ke-47 di Pekanbaru tahun 2018 mencatat rekor menjadi PIT pertama yang menggunakan “paperless concept”. Berhasil menyelenggarakan “Gala Dinner” yang dihadiri tidak kurang oleh 600 orang peserta (ahli geologi seluruh Indonesia), dengan konsep “kearifan budaya lokal". Keingintahuannya pada banyak hal membuat pemilik nama lengkap Irdas Amanda Muswar ini menjadi pioneer di berbagai kegiatan komunitas profesi. Sebagai Ketua IAGI Pengda Riau ia turun langsung ke lokasi ketika terjadi peristiwa semburan gas rawa (biogenik) di Ponpes Al Ihsan Boarding School Riau, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, (2021). Kepiawaian Irdas di dunia migas terutama di bumi Melayu sudah teruji, 28 tahun lebih ia mengabdi untuk energi yang menghidupi negeri. Kecintaannya pada Indonesia, ibu Pertiwi, tak diragukan lagi. Di dada pria kelahiran 10 Agustus 1976 ini terpatri jiwa ksatria dan komitmen, dengan ikut mendaftar sebagai pimpinan di PT BSP, ia ingin menjadi bagian dari barisan para putra daerah, yang berkontribusi dalam menjalankan dan menjaga ketahanan energi nasional, dan menggerakkan kemajuan PT BSP dalam mencapai visinya menjadi tiga besar perusahaan (BUMD) migas nasional Indonesia yang dikagumi dan mampu bersaing dengan perusahaan migas kelas dunia. Terlebih keahlian putra asli Duri ini adalah Asset optimization, Development Geology dan Manajemen Proyek. Tahun 2010, setelah pulang dari Perth, Australia, mengikuti program "Career Development Assignment" di Perth, bersama dua rekannya, ketika di Libo Area, Asih North, menemukan sumur step out, hingga mendongkrak produksi, 3 sumur menghasilkan 5.000 barel per hari. Kepiawaiannya dibuktikan sejak 2018 hingga saat ini, ia memegang lapangan Minas, waterflood terbesar di Asia Tenggara. Hingga bisa menahan laju decline dari 11 persen menjadi 4 persen, dengan terobosan Reservoir Management Transformation "back to Geology" yang mengaplikasikan Teknologi AI dalam analisa subsurface. Jejak yang terbukti menghasilkan terobosan yang menghasilkan peningkatan produksi minyak yang signifikan. Menurutnya, tantangan industri migas ke depan saat ini adalah Technology Capasity untuk bisa berdaya saing tinggi.