Tiga Provinsi

Sorotan terbaru dari Tag # Tiga Provinsi

Kementerian PU Kebut Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Terdampak Pascabencana Nusantara
Nusantara
Kamis, 01 Januari 2026 | 16:39 WIB

Kementerian PU Kebut Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi Terdampak Pascabencana

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di tiga provinsi terdampak bencana alam, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat fase tanggap darurat guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi masyarakat. Fokus percepatan saat ini berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kementerian PU menargetkan tujuh blok Huntara yang mampu menampung 336 jiwa dapat berdiri sepenuhnya pada Januari 2026. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pembangunan infrastruktur pascabencana ini dilaksanakan melalui sinergi dengan BUMN Karya dan berkoordinasi penuh dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Pelaksanaan huntara yang kami jalankan sesuai dengan arahan BNPB. Prioritas saat ini berada di Aceh Tamiang karena kesiapan lahan sudah terpenuhi. Dalam dua hari terakhir telah kami kerjakan pematangan lahan, dan hari ini satu blok contoh huntara sudah dapat berdiri," ujar Dody saat pimpin rapat koordinasi pemulihan bencana di Aceh, Selasa (30/12) lalu. Data lapangan per 30 Desember 2025 menunjukkan, pembangunan di lokasi Kompleks DPRK–Kantor Bupati Aceh Tamiang menunjukkan progres signifikan. Satu blok Huntara yang terdiri dari 12 unit modular telah menyelesaikan tahap pengerjaan rangka (frame), dan kini memasuki proses erection atap serta pemasangan panel dinding. Sementara, pekerjaan pondasi umpak untuk blok kedua telah rampung, disusul dengan persiapan konstruksi blok ketiga. Pembangunan ini menggunakan sistem modular dengan rangka baja ringan, dinding papan semen, dan atap zincalume. Teknologi ini dipilih untuk memastikan proses konstruksi yang cepat namun tetap kokoh, aman, dan nyaman bagi pengungsi. Setiap lokasi Huntara juga akan dilengkapi fasilitas pendukung sanitasi, dapur umum, area cuci, dan musala. Secara keseluruhan, data Kementerian PU mencatat total 47.149 unit rumah rusak berat akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut. Strategi penanganan dibagi menjadi dua skema: pembangunan fisik Huntara (62,7 persen) dan bantuan Dana Tunggu Hunian atau DTH (37,3 persen). Berikut rincian penanganan per provinsi yaitu Provinsi Aceh: Dari 38.169 rumah rusak berat, sebanyak 28.236 unit (74%) ditangani melalui pembangunan Huntara, sementara sisanya mendapatkan DTH. Provinsi Sumatera Utara: Dari 6.322 rumah rusak berat, sebanyak 876 unit (14%) dibangunkan Huntara, dan 4.833 unit dibantu melalui DTH. Dan Provinsi Sumatera Barat: Dari 2.658 rumah rusak berat, sebanyak 430 unit (16%) direncanakan untuk pembangunan Huntara, sedangkan 2.228 unit memperoleh DTH. Percepatan pembangunan di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus didorong seiring dengan proses pematangan lahan dan dukungan logistik yang masif di lapangan. Program kerja ini merupakan bagia1n dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Bantu Korban Bencana di Tiga Provinsi, MPC PP Kepualauan Meranti Kirim 34 Goni Pakaian Riau
Riau
Sabtu, 06 Desember 2025 | 21:12 WIB

Bantu Korban Bencana di Tiga Provinsi, MPC PP Kepualauan Meranti Kirim 34 Goni Pakaian

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti. Organisasi kemasyarakatan tersebut salurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan pada Rabu sore lalu melalui pengurus Masjid Muslimin di Jalan Imam Bonjol, Selatpanjang, yang dijadikan sebagai titik koordinasi sebelum dikirim ke daerah-daerah terdampak bencana. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti, Sugianto, mengatakan bantuan yang disalurkan berupa 34 goni pakaian layak pakai. Bantuan tersebut dihimpun dari seluruh anggota Pemuda Pancasila, dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut. “Alhamdulillah, kami menyerahkan sebanyak 34 goni pakaian layak pakai untuk saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami,” ujar Sugianto. Ia menjelaskan pengurus Masjid Muslimin dipercaya sebagai mitra penyalur agar bantuan dapat terdistribusi secara tepat sasaran ke wilayah yang paling membutuhkan. Sementara, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti, Anshari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan rekan juang yang telah berkontribusi sejak proses pengumpulan hingga pendistribusian bantuan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan juang yang telah bergerak bersama dalam kegiatan kemanusiaan ini. Semoga apa yang kita lakukan membawa manfaat dan menjadi amal kebaikan bersama,” tuturnya. MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban para korban bencana, sekaligus menjadi penguat semangat gotong royong dan solidaritas antarwarga di tengah musibah yang melanda sebagian wilayah Sumatera. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu saudara-saudara kita bangkit dari musibah. Aamiin ya rabbal 'alamin,” harap Sugianto.

Kuasai Lahan Sawit Ilegal di Tiga Provinsi Indonesia Timur, Ini Kata Jaksa Agung Sawit
Sawit
Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:40 WIB

Kuasai Lahan Sawit Ilegal di Tiga Provinsi Indonesia Timur, Ini Kata Jaksa Agung

Jakarta, katakabar.com - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sukses identifikasi 5.342,58 hektare lahan, diketahui beroperasi tidak melalui mekanisme yang ditetapkan terkait Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Ribuan hektare lahan tersebar di tiga wilayah, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Selain menguasai lahan hutan yang dijadikan tambang ilegal, Satgas PKH berhasil kuasai lahan kawasan hutan yang ditanami tanaman sawit ilegal. Menurut Jaksa Agung, Sanitiar Burhanudin, Satgas PKH telah menguasai kembali 3.404.522,67 hektare lahan. Dari total luasan kawasan hutan tersebut, Satgas PKH telah serahkan dan menitipkan kebun sawit seluas 1.507.591,9 hektare kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) lewat empat tahapan. Dari jumlah tersebut, ulas Sanitiar, sisa penguasaan lahan yang belum diserahkan kepada PT Agrinas seluas 1.814.632,64 hektare. “Satgas PKH sedang proses verifikasi untuk diserahkan tahap berikutnya kepada PT Agrinas Palma Nusantara,” ujar Jaksa Agung, Senin kemarin, dilansir dari laman teropongnews.com, Selasa (7/10). Dijelaskan Jaksa Agung, saat ini Satgas PKH berhasil menguasai 5.209,29 hektare lahan kawasan hutan yang dijadikan tambang ilegal. “Per 1 Oktober 2025 lalu, Satgas PKH telah berhasil melakukan penguasaan kembali terhadap kawasan hutan seluas 5.209,29 hektare atas 39 entitas perusahaan,” ucapnya.

Harga TBS di Pekan Pertama September 2025 Anjlok di Tiga Provinsi Sentra Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 06 September 2025 | 18:51 WIB

Harga TBS di Pekan Pertama September 2025 Anjlok di Tiga Provinsi Sentra Sawit

Jakarta, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit di pekan pertama September 2025 serentak anjlok di tiga provinsi sentra sawit, yakni Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Faktor utama terjadinya penurunan harga TBS disebabkan terpangkasnya harga CPO dan kernel sebagai rujukan harga. Kondisi ini diamini Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja yang mengatakan penurunan harga minggu ini lebih disebabkan lantaran faktor turunnya harga CPO dan kernel. “Di periode ini indeks K yang dipakai adalah indeks K untuk 1 bulan ke depan, yakni 93,02 persen, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp64,30 dan kernel pekan ini turun sebesar Rp69,90 dari minggu lalu,” ujarnya, dilansir dari laman sawiti indonesia, Sabtu sore. Penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp16,65 per kilogran atau mencapai 0,45 persen dari harga periode lalu. Jadi, harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan turun menjadi Rp3.674,30 per kilogram, dan berlaku untuk periode satu pekan ke depan. Anjloknya harga juga terjadi di Sumatera Barat. Di periode 1 hingga 7 September 2025, harga TBS sawit turun Rp23,46 per kilogram jadi Rp3.750,46 per kilogram, dibandingkan periode sama pekan keempat Agustus 2025 sebesar Rp3.774,13 per kilogram. Bergeser ke Sumatera Utara, Dinas Perkebunan dan Peternakan atau Disbunak provinsi melansir data harga tertinggi TBS petani mitra di minggu ini untuk tanaman usia 10 hingga 20 tahun ditetapkan Rp3.620,38 per kilogram. Besaran harga ini terpangkas sebanyak Rp13,82 per kilogram dari pekan sebelumnya yang sebesar Rp3.634,21 per kilogram.