Pria 63 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bekas Gudang Bengkel Selatpanjang
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Warga Jalan Utama, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat seorang pria tua yang diduga gantung diri di kamar bekas gudang bengkel, Senin (13/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban diketahui bernama Sarmidi 63 tahun, warga asal Madiun, Jawa Timur, yang telah lama merantau, dan tinggal seorang diri di Selatpanjang. Kapolsek Tebing Tinggi melalui keterangan resmi, menyebutkan jasad korban kali pertama ditemukan oleh saksi bernama Taufik Amala, yang saat itu hendak masuk ke rumahnya dan mendapati pintu kamar korban terbuka. "Saat melihat ke dalam rumah, saksi terkejut mendapati korban sudah tergantung dengan tali warna hijau," ujarnya. Saksi kemudian, kata Kapolsek Tebingtinggi, segera memanggil tetangga sekitar untuk memastikan kondisi korban, sebelum melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. .“Benar, telah ditemukan seorang pria gantung diri. Tim Polsek Tebing Tinggi dan Inafis Polres Kepulauan Meranti langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan olah TKP,” ucap petugas kepolisian. Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban posisi tergantung dengan tali hijau sepanjang 100 centimeter. Di bawah tubuh korban terdapat satu kursi plastik yang diduga digunakan sebagai pijakan sebelum korban mengakhiri hidupnya. Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan adanya bekas jeratan di leher, lidah terjulur, serta bercak air seni pada celana korban, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Sementara, pemilik rumah Tarmizi, yang juga menjadi saksi kasus ini, menyampaikan korban telah tinggal di bekas gudang bengkel miliknya selama kurang lebih tiga tahun. Korban sehari-hari bekerja sebagai pengumpul barang bekas dan hidup seorang diri. “Korban ini sudah lama cerai, tidak punya anak, dan tidak punya keluarga di Selatpanjang. Tiga bulan terakhir sering mengeluh sakit saraf, rematik, dan ginjal,” cerita Tarmizi. Pihak kepolisian menduga korban meninggal akibat gantung diri yang menyebabkan kehabisan oksigen di otak. Jenazah saat ini berada di RSUD Meranti. Mengingat korban tidak memiliki keluarga di wilayah setempat, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepulauan Meranti untuk proses penanganan dan pemakaman selanjutnya.
Naikan Cover Slab, Operator Crane Dinas SDABMBK Pemko Medan Tewas Kesetrum
Operator Crane Dinas SDABMBK Pemko Medan Tewas saat bekerja naikan cover Slab di Jalan Mandala Medan
Warga Air Jamban Heboh! Pria 32 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah
Mandau, katakabar.com - Masyatakat yang berada di bilangan Jalan Beringin, RT 03 RW 19, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, heboh, dengan ditemukan seorang pria 32 tahun belakangan diketahui bernama Sujar Wanto tewas gantung diri di salah satu rumah, Minggu (23/3) sekitar pukul 17.00 WIB sore kemarin. Menurut Kapolsek Mandau, AKP Primadona, pada Minggu (23/3) sekitar pukul 17.00 WIB, saksi I Elga dan saksi II Agil menuju ke Tempat Kejadian Perkara atau TKP hendak mengantarkan makanan. Tiba di TKP, saksi I masuk ke dalam rumah langsung menuju dapur hendak memasukkan makanan ke dalam lemari es, saat itu saksi I dan Saksi II melihat korban keadaan tergantung. "Lantatan ketakutan saksi I Elga dan saksi II Agil spontan berlari ke rumahnya, dan memberitahukan kepada saksi III Sajuri (ayah Korban). Bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung," ujar Kapolsek Mandau.
Laka Lantas Bruntun, Jalan Hang Tuah Duri Makan Korban Pemotor Tewas
Duri, katakabar.com - Kecelakaan lalu lintas bruntun telah terjadi antara truk CPO, mobil pribadi, dan sepeda motor di bilangan Jalan Hang Tuah, persisnya di depan salah kuliner, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (18/1) sekitar pukul 20.00 WIB malam. Dari berbagai sumber kepada katakabar.com, Sabtu (19/1) pagi menyebutkan, tabrakan bruntun itu melibatkan, truk CPO merk Mitsubishi plat BM 9874 RO dikemudikan Jhon, mobil merk Toyota Avanza dikemudikan LGS, dan sepeda motor merk Honda Revo A 5282 WW. Tak pelak, pemotor yang mengalami luka-luka berat meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Perempuan Muda Ditemukan Tewas Dikira Tiduran di Genangan Air Gate 125
Bathin Solapan, katakabar.com - Seorang perempuan muda belakangan diketahui bernama Riska Wahyuni 31 tahun warga Jalan Ampang Ampang DSF 125 RT 01 RW 04 Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, ditemukan tak bernyawa mengapung di permukaan genangan air di Jalan Lintas Duri-Dumai Gate 125. Pedagang sedang berjualan di kawasan Jalan Lintas Duri-Dumai Gate 125 kali pertama menemukan korban dikira tiduran di permukaan genangan air.
Karyawan PKS Ditemukan Tewas di Tempat Rebusan Sawit di Indragiri Hulu
Indragiri Hulu, katakabar.com - Seorang karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pabrik Agro Sejahtera (PAS) PT Rigunas Agri Utama (RAU) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, belakang diketahui bernama Welki 42 tahun meregang nyawa disebabkan kecelakaan kerja. Pejabat sementara (Ps) Kasubsi Penmas Polres Indragiri Hulu, Aipda Misran menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin (25/12) dini hari kemarin. "Korban meninggal dunia lantaran masuk ke dalam tempat perebusan buah kelapa sawit," ujar Aipda Misran kepada wartawan lewatketerangan tertulis, dilansir dari laman kompas.com, pada Selasa (26/12). Korban warga Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu, kata Aipda Misran, pada Minggu (24/12) sekitar pukul 19.00 WIB, korban bersama pekerja lainnya bekerja sif malam. Korban bertugas sebagai operator loading rem yang bertugas mengatur pengisian buah kelapa sawit ke dalam alat perebusan. Korban saat itu bekerja seorang diri di bagian ini, lantaran rekannya, Fitra Wijaya, tidak masuk. "Korban bekerja sendirian sebagai operator loading rem, yang bekerja mengatur pengisian buah kelapa sawit untuk dimasukkan ke dalam sterillizer," terangnya. Pada Senin dini hari, pukul 01.20 WIB, Fery Hariadi selaku operator rebusan memberitahu mandor, Suparyo, bahwa tidak ada suplai buah kelapa sawit yang masuk ke dalam rebusan. Si mandor dan pekerja lainnya mengecek ke lokasi loading rem tempat korban bekerja. Tapi, korban tidak ditemukan dan posisi kompresor loading rem dalam keadaan mati. Pada pukul 03.00 WIB, saksi Fery Hariadi membuka pintu atas sterillizer untuk mengeluarkan hawa panas. Lalu, dua pekerja atau saksi lainnya, Hendri dan Sofian, membuka pintu bagian bawah sterillizer untuk mengeluarkan buah kelapa sawit yang telah direbus untuk diolah. "Saat buah sawit yang direbus dikeluarkan, saksi Sofian melihat tubuh korban keluar dari tempat rebusan. Korban sudah meninggal dunia dengan kondisi luka bakar dan kaki tidak utuh lagi," ucapnya. Melihat mayat korban, saksi menjerit minta tolong. Mesin pabrik langsung dimatikan dan korban dievakuasi ke Puskesmas Peranap. Atas kejadian itu, petugas kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi. Polisi hendak membawa jenazah korban ke RSUD Pematang Reba, Indragiri Hulu, untuk dilakukan otopsi. Tapi, pihak keluarga korban menolak. "Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi kepada korban. Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan. Terus, korban dibawa ke rumah duka dan dimakamkan," sebutnya.
Pekerja PT Gabriel Sumber Rezeki Tewas, Polres Pelalawan Masih Selidiki
Pelalawan, katakabar.com - Seorang pekerja PT Gabriel Sumber Rezeki bernama Ardianta Frans Winata Sinaga 22 tahun tewas tenggelam di kanal areal Konsesi PT Peranap Timber Distrik Serapung, Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Kejadian berawal saat korban, warga pendatang asal Medan, Sumatera Utara, pekerja harian dari PT Gabriel Sumber Rezeki subkontraktor dari PT Pranap Timber Distrik Serapung, melakukan penumbangan kayu akasia bersama puluhan pekerja lainnya. Kala itu, tiba-tiba hujan deras turun, memaksa para pekerja untuk berteduh di bawah tenda yang telah mereka buat. Setelah makan siang selesai dan hujan reda. Ardianta Frans Winata Sinaga keluar dari tenda dan melompat ke dalam kanal, pada Jumat (27/10/) siang lalu. Rekan-rekannya mengira korban berenang, seban korban sudah biasa melompat dalam kanal. Jadi, dibiarkan meski jaraknya sekitar 10 meter dari tenda. Tapi, selang beberapa saat melompat ke dalam kanal, korban tidak muncul ke permukaan. Baru teman-temannya mulai panik dan melakukan pencarian. Setelah dicari, korban ditemukan di dasar kanal yang dalamnya di perkirakan 175 centimeter. Setelah rekannya berhasil menarik tangan korban dan mengangkat ke atas, nahas kondisi korban sudah lemas. Walau rekan-rekan kerjanya mengaku telah berupaya memberikan pertolongan pertama. Tapi denyut nadi korban sudah tidak berdetak lagi. Pekerja PT Gabriel Sumber Rezeki yang tidak sadarkan diri segera dilarikan ke klinik perusahaan dengan mengunakan speedboat dan setelah memastikan korban telah tewas jenazahnya di bawa ke RSUD Selasih untuk dilakukan visum. Sayang, kematian pekerja PT Gabriel Sumber Rezeki di kanal Konsesi PT Peranap Timber Distrik Serapung, tidak langsung di laporkan ke polisi. Setelah mendapat informasi, ada pekerja tewas di areal PT Peranap Timber, baru personel Polsek Teluk Meranti bersama Sat Reskrim Polres Pelalawan turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pada Senin (30/10). Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto melalui Kasi Humas, AKP Edy Harianto, membenarkan ada pekerja subkontraktor PT Peranap Timber Distrik Serapung di temukan tewas di dalam kanal. "Penyebab pastinya masih diselidiki. Sementara tim dari Polsek Teluk Meranti bersama Satreskrim Polres Pelalawan telah turun melakukan oleh TKP dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi. Setelah baru mendapat laporan kemarin," ujar Kasi Humas, pada Kamis (2/11) saat dikonfirmasi wartawan.
Wak.., Pria Paruh Baya Asal Medan Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kos di Duri
Duri, katakabar.com - Pria 50 tahun warga asal Medan Provinsi Sumatera Utara bernama Ibnu ditemukan tak bernyawa di salah rumah kos di kawasan Jalan Jati I Gang Serasi RT 05 RW 04 Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis Riau, pada Senin (17/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Kepala Kepolisian (Kapolsek) Kecamatan Mandau, Kompol Hairul Hidayat kepada wartawan melalui keterangan resmi siang kemarin mengatakan, kali pertama penemuan mayat di rumah kos tersebut pemilik rumah kos. "Di hari kejadian saksi I berniat mau temui korban untuk menagih uang sewa. Tiba di depan rumah kos saksi I mencium bau tidak sedap. Saksi I mamanggil korban tapi tidak ada sahutan atau jawaban. Sedang, rumah dalam keadaan terkunci dan sepeda motor korban parkir di teras rumah. "Lantaran merasa ada yang janggal, saksi I mamanggil saksi II dan saksi III untuk meminta bantuan," ujar Kompol Hairul. Lepas itu kata Kompol Hairul, saksi II menghubungi Polsek Mandau, dan pada pukul 09.10 WIB piket Polsek Mandau dipimpin Piket Pawas, Ipda Yarman EB tiba di tempat kejadian perkara. "Disaksikan pemilik rumah, pada pukul 09.15 WIB salah seorang warga membuka paksa pintu rumah dengan menggunakan linggis," ulasnya. Saat olah tempat kejadian perkara sambungnya, korban ditemukan keadaan terlentang di lantai kamar memakai baju merah muda tidak pakai celana. Kondisi mayat sudah membusuk dan seluruh tubuh menghitam. Di dalam kamar ditemukan kipas angin keadaan hidup, android hitam dengan carger terpasang di atas kursi. Tidak hanya itu, ditemukan pula dompet berisi KTP dan uang sebanyak Rp1,2 juta di atas meja di ruang tengah dan obat-obatan di atas meja dapur. "Mayat sekitar pukul 10.35 WIB dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau," jelasnya. Dari cerita saksi I korban sudah 4 tahun lamanya tinggal di rumah kos tersebut. Kali terakhir komunikasi dengan korban, pada Selasa (4/7) lalu sekitar pukul 17.00 WIB untum meminjam cangkul, tambah mantan Kasat Lantas Polres Bengkalis ini.
Jenazah Mantan Dewan Langkat Korban Penembakan Diantar Ratusan Warga, Banyak Kejadian Belum Terungkap
Banjir air mata, datang dari Keluarga dan warga sekitar, saat jasad Paino (47) tiba di rumah duka di Dusun VII Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lambasa (BL), Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat