Ternak
Sorotan terbaru dari Tag # Ternak
Terminal Gilimas Siapkan Perencanaan Operasional Cegah Lonjakan Distribusi Ternak
Lombok Barat, katakabar.com - Kesiapan layanan pelabuhan mendukung kelancaran distribusi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 mendatang terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan untuk memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan tertib dan mampu mengakomodasi potensi peningkatan arus kendaraan pengangkut ternak, khususnya di Terminal Gilimas, Nusa Tenggara Barat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja ke Terminal Gilimas, Selasa (3/3) lalu. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah, Djoko Hartoyo bersama Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri, Ridky Irfan guna memastikan kesiapan layanan pelabuhan menjelang Idul Adha. Pada peninjauan lapangan, tim melihat langsung kesiapan fasilitas sandar kapal, pola bongkar muat kendaraan, serta pengaturan arus kendaraan pengangkut ternak di atas kapal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini untuk mengantisipasi potensi lonjakan distribusi hewan kurban yang diperkirakan meningkat pada periode puncak menjelang hari raya. Rangkaian kunjungan juga diisi dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan, antara lain operator pelabuhan, Balai Karantina, Dinas Peternakan Provinsi NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Di forum tersebut dibahas proyeksi pergerakan ternak, kapasitas layanan pelabuhan, serta strategi pengendalian kepadatan berbasis kondisi riil di lapangan. Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Lembar, Kunto Wibisono, menyampaikan kapasitas ruang tunggu kendaraan di Terminal Gilimas saat ini mampu menampung sekitar 100 truk. Tetapi kapasitas tersebut tidak secara khusus diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut ternak, melainkan digunakan bersama dengan truk logistik lainnya. “Perlu dilakukan penyiapan area buffer oleh dinas terkait di luar kawasan Terminal Gilimas yang dapat difungsikan sebagai lokasi feeding dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum memasuki area pelabuhan,” jelasnya. Menurut Kunto, pengaturan jadwal keberangkatan kendaraan dari daerah asal juga perlu disesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal di Gilimas guna menurunkan waktu tunggu di pelabuhan. “Sebagai langkah alternatif, perlu dipertimbangkan pula layanan pengangkutan dari pelabuhan asal lainnya seperti Bima dan Dompu yang langsung menuju Pulau Jawa,” ucapnya. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran operasional serta memastikan distribusi hewan kurban di wilayah NTB tetap terkendali. Pelindo Multi Terminal Branch Lembar berkomitmen untuk memastikan pelayanan kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, sekaligus tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan hewan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi teknis dan aparat pengawasan, guna menjamin kelancaran arus kendaraan serta meminimalkan potensi kepadatan selama periode puncak menjelang Idul Adha 2026 mendatang.
Kelapa Sawit Berperan Penyediaan Pakan Ternak Global Selain Minyak Nabati
katakabar.com - Industri kelapa sawit tidak hanya berkontribusi penyediaan minyak nabati global, tapi turut membantu keberlanjutan industri pakan ternak dunia. Pakan menjadi faktor produksi penting dalam budidaya hewan ternak. Pakan konsentrat yang bersifat suplemen merupakan salah satu input produksi yang penting untuk meningkatkan produksi hewan ternak (PASPI, 2019). Negara Uni Eropa merupakan salah satu negara yang menjadi pilihan FAO sebagai negara produsen hewan ternak, bersama dengan Brasil, China, dan Amerika Serikat, dikarenakan potensi ketersediaan pakan (FAO, 2018). Hal ini sesuai dengan fakta bahwa Uni Eropa merupakan produsen pakan konsentrat ternak terbesar di dunia (FEFAC, 2018). Seiring dengan peningkatan produksi, dan konsumsi produk ternak dunia, kebutuhan akan pakan konsentrat mengalami peningkatan. The European Feed Manufacturers Federation (FEFAC) mencatat, produksi pakan konsentrat dunia mengalami peningkatan produksi yakni dari 726 juta ton (2010) menjadi 1,05 miliar ton (2017). Sumber sama menyebut, FEFAC (2018) mencatatkan tiga produsen utama pakan konsentrat ternak dunia adalah Uni Eopa dengan pangsa 24 persen, disusul China dengan pangsa 18 persen, dan Amerika Serikat dengan pangsa 16 persen. PASPI (2018) dalam jurnal berjudul Peran Industri Sawit dalam Industri Pakan EU memaparkan, industri pakan ternak konsentrat Uni Eropa sudah menjadi industri padat modal karena untuk memproduksi pakan ternak konsentrat yang bermutu membutuhkan pemanfaatan teknologi yang tinggi.
Panggil Pakar Luar Daerah Dorong Integrasi Ternak dan Sawit di Karang Tengah
Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Desa Karang Tengah, Kecamatan Puteri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, terus berupaya meningkatkan usaha ternak masyarakat dengan cara mengintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit. Untuk itu, tenaga ahli digandeng dari provinsi lain agar hasilnya maksimal dan lebih optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak dan pekebun kelapa sawit. Kepala Desa Karang Tengah, Ndaru Utomo, mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, guna menambah wawasan dan pengetahuan petani dan peternak terkait integrasi sawit dan ternak. "Kami gelar workshop diikuti Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Desa Karang Tengah, pembicaranya dari Universitas Lambung Mangkurat," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (1/10). Salah satu materi yang dijabarkan di kegiatan pengenalan budidaya ternak yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit adalah pembuatan pakan alternatif yang berbasis pelepah kelapa sawit. "Jadi, petani di sini dapat ilmu cara membuat pakan ternak yang murah dan tersedia melimpah. Pakannya berkualitas dan dibuat dari produk samping perkebunan kelapa sawit," ulasnya. Pengetahuan tentang pengolahan pakan alternatif, kata Utomo, sangat berguna mengingat produktivitas ternak sangat dipengaruhi kecukupan pakan. "Selama ini masyarakat hanya mengandalkan rumput-rumputan hijau sebagai pakan ternak. Masalahnya, rumput tidak selamanya tersedia," terangnya. Berkat pelatihan, diharapkan petani dan peternak sudah punya keterampilan membuat pakan alternatif dari pelepah sawit sebagai cadangan kalau rumput sulit didapatkan, seperti saat musim kemarau. Jadi, kebutuhan pakan ternak tetap tercukupi. Kegiatan ini diharapkan membantu petani dan peternak di desa ini mengembangkan usaha budidaya ternak sapi dan kambing yang terintegrasi dengan pengelolaan kebun kelapa sawit. "Kami berharap, kegiatan ini bisa membantu meningkatkan populasi ternak sapi dan kambing sehingga menambah pendapatan dan meningkatkan taraf ekonomi peternak dan petani," sebutnya.