Terintegrasi

Sorotan terbaru dari Tag # Terintegrasi

PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi Teken MoU bersama 11 Mitra Strategis di Lampung Nasional
Nasional
Kemarin

PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi Teken MoU bersama 11 Mitra Strategis di Lampung

Bandar Lampung, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus kokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan mengembangkan komoditas ubi kayu secara terintegrasi. Langkah itu tidak semata-mata menjalankan amanat pemerintah, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran BUMN dalam menciptakan nilai tambah (value creation) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal. Komitmen ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sebagai langkah konkret, PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8) lalu. MoU tersebut ditandatangani Plt. Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman. Ekspansi Bertahap Menuju Target 10.000 Hektare Penandatanganan MoU bersama 11 mitra ini merupakan tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Provinsi Lampung. Pada fase perdana ini, 11 mitra strategis telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare yang akan segera dioptimalkan melalui program budidaya terpadu. Sisanya akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan. Sinergi Hulu-Hilir: Dari Lahan hingga Bioetanol Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan kolaborasi multipihak ini wujud nyata komitmen Holding dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, kehadiran BUMN tidak hanya berhenti pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa. "Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani," jelas Denaldy. Denaldy menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi. PTPN III (Persero) memastikan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam rantai nilai yang inklusif. "Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan strategisnya. Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Denaldy. Komitmen Penuh PTPN I (Persero) Implementasi Program Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan program ini secara bertahap. Mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir. "Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal. Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan," ucap Arif. Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan terus diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi kemakmuran bangsa.

OnlinePajak Kini Jadi Bagian Achilles, Platform Bisnis Terintegrasi Gratis Tekno
Tekno
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:05 WIB

OnlinePajak Kini Jadi Bagian Achilles, Platform Bisnis Terintegrasi Gratis

Jakarta, katakabar.com - Achilles resmi diperkenalkan sebagai identitas baru yang menaungi OnlinePajak dan berbagai solusi bisnis terintegrasi, sekaligus menghadirkan platform gratis hingga 50.000 transaksi per bulan untuk membantu pelaku usaha mengelola kepatuhan, transaksi, pendanaan, dan business intelligence dalam satu ekosistem. Setelah lebih dari satu dekade membantu pelaku usaha Indonesia mengelola kepatuhan perpajakan secara digital melalui OnlinePajak, perusahaan kini memperkenalkan Achilles sebagai identitas ekosistem yang menaungi berbagai solusi bisnis terintegrasi. Bersamaan dengan transformasi ini, Achilles juga mengumumkan bahwa pelaku usaha kini dapat menggunakan platformnya secara gratis hingga 50.000 transaksi per bulan, sehingga lebih banyak bisnis dapat mengakses teknologi untuk mengelola kepatuhan, transaksi, pendanaan, dan business intelligence dalam satu ekosistem. Perjalanan OnlinePajak dimulai pada tahun 2014 dengan satu tujuan sederhana, yakni menyederhanakan proses perpajakan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan bagi dunia usaha. Saat itu, banyak wajib pajak harus melakukan puluhan kali pembayaran pajak setiap tahun dan menghabiskan ratusan jam untuk memenuhi kewajiban administrasi. Melalui teknologi, OnlinePajak membantu memangkas kompleksitas tersebut sekaligus mendukung transformasi digital administrasi perpajakan di Indonesia. Seiring berkembangnya kebutuhan pelanggan, perusahaan melihat bahwa tantangan bisnis tidak berhenti pada kepatuhan pajak. Pelaku usaha juga membutuhkan proses transaksi yang lebih efisien, akses pembiayaan yang lebih mudah, pengelolaan dokumen yang aman, serta data yang dapat mendukung pengambilan keputusan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, perusahaan terus mengembangkan berbagai solusi yang kini disatukan dalam ekosistem Achilles. Ekosistem Achilles terdiri atas: - OnlinePajak, solusi kepatuhan dan administrasi perpajakan. - Transaction Hub, platform pengelolaan transaksi bisnis. - Document Hub, solusi pengelolaan dokumen digital, termasuk e-Signature dan e-Materai. - Credor, platform untuk akses pendanaan dan penilaian risiko bagi bisnis. - Covia, platform business intelligence dan market intelligence berbasis data. Seluruh solusi tersebut dapat digunakan secara terintegrasi maupun secara terpisah sesuai kebutuhan bisnis. Melalui paket gratis Achilles, pelaku usaha dapat mengakses berbagai fitur utama, termasuk pembayaran berbagai jenis pajak dan pelaporan SPT, pembuatan invoice dan payment link, e-Faktur, e-Bupot, e-Signature, e-Materai (sesuai pemakaian), akses pengajuan pembiayaan melalui Credor, hingga fitur dasar price index dari Covia—semuanya tanpa biaya berlangganan untuk penggunaan hingga 50.000 transaksi per bulan. Charles Guinot, Chief Executive Officer Achilles, mengatakan lahirnya Achilles merupakan refleksi dari perjalanan perusahaan dalam memahami kebutuhan bisnis yang terus berkembang. "Selama lebih dari satu dekade, masyarakat mengenal kami melalui OnlinePajak. Dalam perjalanan itu, kami belajar bahwa kebutuhan bisnis terus berkembang dan tidak berhenti pada kepatuhan perpajakan. Bisnis membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kepatuhan, transaksi, pendanaan, hingga business intelligence dalam satu pengalaman yang terintegrasi. Itulah yang melatarbelakangi hadirnya Achilles sebagai rumah bagi seluruh solusi yang kami bangun," jelasnya. Charles menambahkan Achilles dibangun dengan keyakinan bahwa teknologi bisnis seharusnya dapat diakses oleh lebih banyak pelaku usaha, bukan hanya perusahaan berskala besar. "Ketika kepatuhan menjadi lebih sederhana, transaksi berlangsung lebih efisien, akses pendanaan semakin terbuka, dan setiap keputusan didukung oleh data yang andal, maka bisnis dapat lebih fokus berinovasi dan berkembang. Karena itu, kami menghadirkan Achilles secara gratis hingga 50.000 transaksi per bulan agar lebih banyak bisnis Indonesia dapat memanfaatkan teknologi untuk bertumbuh. Melalui Achilles, kami ingin membangun ekosistem yang membantu Indonesia keluar dari middle-income trap dengan memperkuat kepercayaan di seluruh rantai ekonomi," terangnya. Saat ini, lebih dari 150.000 bisnis di Indonesia telah mempercayakan operasional finansial mereka kepada Achilles. Perusahaan juga menerapkan standar keamanan informasi ISO 27001 serta berada di bawah pengawasan dan regulasi berbagai institusi terkait, termasuk Bank Indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak, sesuai dengan layanan yang diselenggarakan. Bagi pengguna OnlinePajak, perubahan ini tidak mengubah layanan yang telah digunakan selama ini. OnlinePajak akan tetap beroperasi sebagai solusi kepatuhan perpajakan yang telah dipercaya oleh pelaku usaha Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem Achilles yang menghadirkan layanan bisnis yang semakin terintegrasi. Ke depan, Achilles akan terus mengembangkan inovasi di seluruh ekosistemnya guna membantu bisnis mengurangi kompleksitas operasional, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui teknologi serta data yang terpercaya.

Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi Buat Masyarakat Pesisir Indonesia Nasional
Nasional
Jumat, 10 Juli 2026 | 10:10 WIB

Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi Buat Masyarakat Pesisir Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Masyarakat pesisir Indonesia tulang punggung ekonomi biru nasional. Di balik besarnya potensi sektor perikanan, akuakultur, dan industri berbasis kelautan, banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi ketidakstabilan pendapatan meskipun berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi yang dihasilkan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan, nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar US$6,27 miliar. Indonesia juga memiliki cadangan karbon mangrove terbesar di dunia, dengan sekitar 3,1 miliar ton karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir. Tetapi, keterbatasan fasilitas rantai dingin (cold storage), kapasitas pengolahan, infrastruktur logistik, dan akses pasar menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat di wilayah penghasilnya. Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) bekerja sama dengan Konservasi Indonesia serta berbagai mitra, termasuk International Pole and Line Foundation (IPNLF) dan GIZ, untuk mendukung masyarakat pesisir di Maluku dalam mengidentifikasi kebutuhan lokal sekaligus mengembangkan solusi terintegrasi yang mampu memperkuat mata pencaharian, meningkatkan ketahanan masyarakat, serta melindungi ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan mereka. "Masyarakat pesisir Indonesia sejatinya telah memiliki sumber daya, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang dibutuhkan untuk berkembang," ujar Rizky Fauzianto, Indonesia Country Lead, Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP). "Tantangannya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem berjalan secara terpadu sehingga masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil yang mereka ciptakan," jelasnya. Di banyak desa nelayan, para nelayan kerap kembali dari melaut dengan hasil tangkapan yang melimpah. Namun, keterbatasan akses terhadap es, fasilitas penyimpanan dingin, dan transportasi yang andal memaksa mereka menjual hasil tangkapan secepat mungkin dengan harga yang lebih rendah. Di beberapa wilayah, kehilangan hasil pascapanen bahkan dapat mencapai 30 hingga 50 persen. Kondisi serupa juga dialami petani rumput laut. Dari total produksi rumput laut Indonesia yang mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku kering, alih-alih diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. Ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu kunci untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Di banyak pulau terpencil dan kawasan Indonesia Timur, masyarakat masih bergantung pada generator diesel, dengan pasokan bahan bakar yang harus diangkut melalui jalur laut dalam jarak yang jauh. Kondisi ini membuat biaya listrik menjadi mahal sekaligus rentan terhadap gangguan pasokan. Penerapan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan lokal dapat mendukung operasional produksi es, fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan hasil perikanan, sistem refrigerasi, konektivitas digital, layanan kesehatan, hingga pengembangan usaha kecil. Dengan memungkinkan produk disimpan lebih lama dan dipasarkan secara lebih optimal, akses terhadap energi yang andal dapat membantu masyarakat menjangkau pasar dengan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus membangun perekonomian lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan. Inisiatif ini diwujudkan dalam sebuah pendekatan bertajuk “Sun to Sea”, yang menghubungkan pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif dengan penguatan mata pencaharian berkelanjutan serta pengelolaan ekosistem. Peningkatan akses terhadap energi yang andal untuk mendukung rantai dingin (cold chain) dan berbagai kegiatan produktif lainnya dapat mengurangi kehilangan hasil pascapanen, menekan tekanan terhadap sumber daya perikanan, serta menciptakan mata pencaharian masyarakat pesisir yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Ekosistem pesisir yang sehat juga memegang peranan yang sama pentingnya. Hutan mangrove, seagrass meadows, dan terumbu karang berkontribusi terhadap produktivitas perikanan, melindungi garis pantai dari abrasi dan cuaca ekstrem, sekaligus menjadi penopang utama mata pencaharian masyarakat setempat. Ketika masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian, mereka akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi dalam pengelolaan jangka panjang terhadap sumber daya alam yang menjadi fondasi perekonomian mereka. Inisiatif ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan nasional Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan Merah Putih yang menargetkan pengembangan 5.000 kampung nelayan melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, serta program 100GW Village Solarisation yang bertujuan memperluas akses terhadap energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang berbiaya tinggi. “The opportunity is to connect these investments at the community level,” Fauziano added. “When energy, livelihoods, market access, conservation and resilience are designed together, they can reinforce one another in ways that standalone projects cannot.” "Peluang terbesar yang kita miliki adalah menghubungkan berbagai investasi tersebut di tingkat komunitas," tambah Rizky Fauzianto. "Ketika energi, mata pencaharian, akses pasar, konservasi, dan ketahanan masyarakat dirancang untuk saling terhubung, masing-masing akan saling mendukung satu sama lain dengan cara yang tidak dapat dicapai melalui proyek-proyek yang berjalan sendiri-sendiri." Sebagai langkah awal, para mitra akan mendampingi sejumlah komunitas percontohan (pilot communities) untuk menguji sekaligus menyempurnakan model pembangunan yang dipimpin oleh masyarakat lokal. Dukungan melalui catalytic grants dan pendanaan filantropi diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran awal, mengurangi risiko implementasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat. Setelah model tersebut terbukti efektif, pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, pelaku usaha, dan investor diharapkan dapat mendukung replikasi solusi yang layak diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Melalui keterhubungan antara energi bersih, peningkatan peluang ekonomi, dan pengelolaan ekosistem, Indonesia memiliki peluang untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi biru dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penggerak utamanya.

SPMB Online, Scala by Metranet Hadirkan Sistem PPD Terintegrasi dan Andal Teknologi
Teknologi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:29 WIB

SPMB Online, Scala by Metranet Hadirkan Sistem PPD Terintegrasi dan Andal

Jakarta, katakabar.com - Solusi digital end-to-end yang membantu pemerintah daerah dan institusi pendidikan mengelola proses penerimaan secara lebih efisien, transparan, dan akurat. Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi yang mampu mengelola proses penerimaan secara cepat, transparan, dan akurat. Tingginya jumlah pendaftar dalam waktu bersamaan menuntut pemerintah daerah dan institusi pendidikan untuk menggunakan sistem yang tidak hanya stabil, tetapi juga mampu mengintegrasikan seluruh tahapan seleksi dalam satu platform. Menjawab kebutuhan tersebut, Scala by Metranet sebagai perusahaan penyedia solusi digital menghadirkan solusi SPMB Online, yang dirancang untuk mendukung pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam mengelola proses penerimaan murid baru secara end-to-end. Mulai dari proses pendaftaran, verifikasi data, seleksi, hingga pengumuman hasil, seluruh tahapan dapat dikelola melalui satu sistem yang terintegrasi. Didukung infrastruktur yang andal, sistem ini mampu menjaga performa layanan selama periode pendaftaran berlangsung sekaligus mendukung proses verifikasi yang lebih efisien dan akurat, meskipun terjadi lonjakan akses pengguna dan pengelolaan data dalam jumlah besar.  Sejak tahun 2024, solusi SPMB Online dari Scala by Metranet telah diimplementasikan pada 147 Instansi Pendidikan atau sekitar 5000+ sekolah yang tersebar di 15 provinsi dan 30 kabupaten/kota di Indonesia. Implementasi tersebar dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dengan cakupan  2179 satuan pendidikan yang terdiri atas jenjang SD, SMP, SMA dan SMK, menunjukkan kemampuan sistem dalam mendukung proses penerimaan murid baru pada skala besar secara terintegrasi. Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf, mengatakan transformasi digital di sektor pendidikan perlu didukung oleh solusi yang tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. "Pemanfaatan teknologi dalam proses penerimaan murid baru tidak lagi menjadi kebutuhan tambahan, melainkan fondasi penting untuk menghadirkan layanan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien," ujarnya. Menurut Faisal, keberhasilan digitalisasi layanan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemampuan sistem dalam mendukung kebutuhan operasional di lapangan. Lantaran itu, Scala by Metranet turut menyediakan layanan pendampingan implementasi yang didukung layanan technical support 24/7 untuk memastikan proses penerimaan berjalan optimal sesuai kebutuhan masing-masing daerah maupun institusi pendidikan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, SPMB Online yang dirancang Scala by Metranet mampu meminimalkan kendala operasional, mempercepat proses pengelolaan data, serta meningkatkan transparansi informasi bagi calon murid dan orang tua. Kehadiran sistem yang lebih terstruktur juga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi yang berlangsung. Melalui Scala dan solusi SPMB Online, Metranet terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan guna mendorong transformasi digital layanan pendidikan di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan sebagai Digital Enabler for Nation dalam menghadirkan solusi yang relevan, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hadirkan Booth 'MINERALive' di Invirotech 2026, MIND ID Demonstrasikan Pengelolaan Limbah Terintegrasi Nasional
Nasional
Minggu, 14 Juni 2026 | 10:10 WIB

Hadirkan Booth 'MINERALive' di Invirotech 2026, MIND ID Demonstrasikan Pengelolaan Limbah Terintegrasi

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menghadirkan booth bertajuk 'MINERALive': Tambang yang Menghidupkan' di ajang Invirotech 2026 yang dihelat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong penerapan teknologi bersih dan mempercepat ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup. “Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” kata Jumhur dalam pembukaan Invirotech 2026, Kamis (11/6). Menurut Jumhur, teknologi dan inovasi perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan lingkungan sekaligus membantu industri menjalankan tanggung jawabnya. “INDO ENVIROTECH merupakan ruang yang mempertemukan gagasan dengan kebutuhan, teknologi dengan persoalan lapangan, inovasi dengan kebijakan, serta komitmen dengan implementasi,” jelasnya. Ia menambahkan teknologi harus memberikan manfaat yang konkret bagi sektor industri maupun masyarakat. “Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya,” jelas Jumhur. Booth ini turut dikunjungi Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, yang meninjau langsung berbagai program pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular yang ditampilkan oleh MIND ID bersama anggota grupnya. Kehadiran Grup MIND ID melalui booth ini bagian dari upaya untuk menunjukkan praktik nyata pengelolaan limbah yang berorientasi pada pengelolaan dampak lingkungan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. MIND ID memperlihatkan limbah yang dikelola dengan tepat dapat menjadi sumber daya yang memberi manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pada booth tersebut, MIND ID menampilkan tiga area utama yang merepresentasikan pendekatan pengelolaan limbah terintegrasi. Di area pertama, ditampilkan program pengolahan sampah organik berbasis maggot yang telah dijalankan di berbagai wilayah operasional. Selama penyelenggaraan Invirotech 2026, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung diolah secara langsung menggunakan maggot, dengan hasil pengolahan seperti volume sampah terurai dan pupuk organik yang dihasilkan disampaikan secara terbuka. Dari aktifasi ini, pengunjung mendapat pupuk yang merupakan ajakan untuk bersama memulihkan kelestarian alam sekitar. Di area kedua, MIND ID menghadirkan demonstrasi pengelolaan sampah plastik melalui alat plastic press dan plastic crusher yang merepresentasikan implementasi program bank sampah di masyarakat. Pengunjung dapat berpartisipasi dengan menyetorkan sampah plastik yang kemudian diolah dan ditampilkan sebagai bagian dari proses daur ulang. Ditampilkan pula teknologi 3D printer yang menjadi representasi bahwa sampah anorganik di Grup MIND ID mampu menghasilkan produk kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai tambah ekonomi. Inovasi ini menunjukkan bahwa dengan inovasi yang tepat maka limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Di bagian atas booth, MIND ID menghadirkan instalasi bertema “awan mendung dan awan cerah” sebagai simbol komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Instalasi ini merepresentasikan tujuan jangka panjang dari berbagai program pengelolaan limbah yang dijalankan, yakni menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. MIND ID meyakini pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam transformasi industri pertambangan menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak pula dukungan publik terhadap penguatan praktik pengelolaan lingkungan berbasis inovasi dan teknologi. Bagi MIND ID, pertambangan tidak hanya tentang menghasilkan mineral, tetapi juga memastikan bahwa setiap prosesnya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Selaras dengan hal tersebut, Jumhur menegaskan pembangunan dan perlindungan lingkungan tidak perlu dipertentangkan. “Membangun Indonesia bukan berarti mengabaikan lingkungan. Memelihara lingkungan juga bukan berarti melupakan pembangunan. Jangan mempertentangkan pembangunan dengan lingkungan,” tegasnya.

Sucofindo Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi Nusantara
Nusantara
Selasa, 19 Mei 2026 | 12:05 WIB

Sucofindo Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus pertegas komitmennya dukung pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan mendorong implementasi Net Zero Emission. Peran ini sejalan dengan posisi PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang TIC (Testing, Inspection, Certification). Komitmen tersebut mendapat apresiasi di ajang Solartec 2026 pada kategori Renewable Energy Industrial Services, di pekan keempat April 2026 lalu. Di kesempatan tersebut, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi, menyampaikan Sucofindo terus berperan aktif mendukung ekosistem energi terbarukan di Indonesia. “Kami terus menjalankan upaya berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan, termasuk dalam pengembangan energi baru terbarukan. Sucofindo sebagai perusahaan TIC turut berperan dalam mendorong implementasi Net Zero Emission,” ujar Agus Permadi. Ia menambahkan, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan TIC pada setiap tahapan proses, sesuai dengan standar nasional maupun internasional, untuk mendukung upaya pencapaian Net Zero Emission. Melalui capaian tersebut, perusahaan terus mendorong untuk berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan. “Kami berharap peran Sucofindo dalam ekosistem energi terbarukan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung program transisi energi nasional,” lanjut Agus. Dalam mendukung sektor energi terbarukan, PT Sucotindo (Persero) berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Selain itu, Sucofindo juga menyediakan layanan sampling dan analisis pada berbagai sumber energi seperti gas metana batubara, panas bumi, serta sumber energi baru terbarukan lainnya. Untuk memastikan pemenuhan standar keberlanjutan, PT Sucofindo (Persero) turut menghadirkan layanan verifikasi pada panel surya, turbin angin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV charging), serta sistem penyimpanan energi. “Sucofindo berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang didukung oleh infrastruktur perusahaan,” tutup Agus Permadi. Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, PT Sucofindo (Persero) juga menghadirkan layanan pemantauan dan pengelolaan lingkungan, seperti pemetaan lahan, audit lingkungan, serta layanan ESG (Environmental, Social, and Governance). Selain itu, Sucofindo menyediakan berbagai layanan pendukung sustainable development, antara lain green smelter, ecolabel, green office, green building, green port, konsultansi energi terbarukan, green project management, industri hijau, sertifikasi GGL (Green Gold Label), serta CCS/CCUS (Carbon Capture, Storage/Utilization).

Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing IBJ Nasional
Nasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:10 WIB

Efisiensi Terintegrasi dan Penguatan Operasional Perkuat Daya Saing IBJ

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus perkuat transformasi operasional melalui peningkatan utilisasi produksi dan program efisiensi terintegrasi guna menjaga daya saing industri baja nasional di tengah tekanan produk impor. Direktur Infrastruktur & Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan peningkatan produksi Hot Rolled Coil (HRC) dinilai cukup realistis seiring kesiapan operasional fasilitas Hot Strip Mill (HSM) serta penguatan utilisasi produksi yang terus berjalan. “Capaian produksi yang terus menunjukkan tren positif menjadi indikator bahwa penguatan operasional dan peningkatan kinerja pabrik berjalan efektif,” ujar Sidik.  Untuk menjaga konsistensi produksi, Krakatau Steel Group menjalankan sejumlah strategi utama, antara lain memastikan ketersediaan pasokan bahan baku melalui kerja sama berkelanjutan dengan para pemasok dan produsen.  Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) melalui penguatan reliability peralatan, efisiensi operasional, dan pengurangan downtime produksi guna menjaga stabilitas operasi dan produktivitas pabrik. Menurut Sidik, peningkatan utilisasi pabrik menjadi salah satu faktor penting dalam menekan biaya produksi per unit sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri baja yang semakin kompetitif.  Program Efisiensi Terintegrasi Krakatau Steel Group juga menjalankan berbagai inisiatif efisiensi secara menyeluruh melalui optimalisasi inventory, efisiensi energi, penguatan strategi maintenance, renegosiasi kontrak energi dan utilitas, hingga perombakan struktur organisasi yang lebih ramping dan fleksibel. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan operasi yang lebih stabil, efisien, dan adaptif tanpa mengorbankan kualitas produk.  “Kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan agar biaya produksi semakin kompetitif, namun tetap menjaga kualitas produk sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional,” kata Sidik.  Mendukung Ketahanan Industri Nasional  Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan penguatan operasional dan efisiensi yang dijalankan perusahaan sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat industrialisasi nasional, ketahanan ekonomi, dan hilirisasi industri strategis.  Menurutnya, industri baja memiliki peran penting sebagai fondasi pembangunan nasional dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.  “Transformasi operasional yang dijalankan Krakatau Steel merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun industri baja nasional yang semakin efisien, berdaya saing, dan mampu menjadi fondasi pertumbuhan industri nasional ke depan,” ulas Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi Serap Hingga 7.500 Naker di Gresik Nasional
Nasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:00 WIB

Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi Serap Hingga 7.500 Naker di Gresik

Gresik, katakabar.com - Pengembangan ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diproyeksikan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja. Kehadiran proyek ini diharapkan memperkuat peran Gresik sebagai salah satu simpul pertumbuhan industri bernilai tambah yang mendorong penguatan ekonomi nasional. Melalui seremoni groundbreaking hilirisasi nasional tahap II oleh Danantara, ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan negara mulai dari MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, PINDAD DAN PELINDO. Proyek yang dibangun mencakup fasilitas lini produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10.000 ton per tahun, serta pabrik manufaktur emas logam mulia berkapasitas 30 ton per tahun yang potensi total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 7.500 orang. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan keberhasilan investasi industri sangat bergantung pada dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dari sisi serapan tenaga kerja dan stabilitas sosial. "Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, karena kestabilan sosial dan penyerapan tenaga kerja akan menentukan seberapa baik hilirisasi ini terwujud di bumi pertiwi. Tentu, prioritas utama kita adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja Indonesia," ujar Emil Dardak saat menghadiri seremoni groundbreaking hilirisasi tahap II di KEK Gresik. Emil menjelaskan hilirisasi di KEK Gresik telah bergerak ke produk turunan tingkat lanjut. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, tetapi juga pada fase operasi dan pengembangan industri turunannya. "Potensi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, mencapai 7.000 orang lebih. Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat, hingga fasilitas bahan baku amunisi di bawah Defend ID dan pengolahan emas oleh Antam," jelasnya nada optimis. Menurut Emil, penciptaan lapangan kerja ini juga berpotensi mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja daerah, sehingga pembangunan ekonomi ke depan semakin inklusif dan memberi peluang lebih luas bagi masyarakat sekitar. "Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Inilah tumpuan harapan kita agar Indonesia mampu berkompetisi di kancah global tanpa meninggalkan kesejahteraan masyarakat daerah," imbuh Emil. Emil menilai penyerapan tenaga kerja ini dapat memperkuat pemerataan manfaat ekonomi di Jawa Timur, termasuk kawasan Gerbangkertosusila yang kontribusinya signifikan terhadap perekonomian nasional. Ia menekankan strategi hilirisasi perlu dijalankan melalui kolaborasi agar manfaatnya tidak terpusat, tetapi menyebar ke berbagai sektor dan lapisan masyarakat. "Hilirisasi tahap awal biarlah dirasakan oleh daerah penghasil di hulu. Di Jawa Timur, kita berfokus pada hilirisasi tahap lanjut yang bersifat multi-komoditas. Semangat kita adalah kolaborasi, memastikan kemajuan ini dirasakan bersama, bukan sendiri-sendiri," sebutnya.

Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone Nusantara
Nusantara
Minggu, 12 April 2026 | 15:13 WIB

Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone

Bone, katakabar.com – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus perkuat perannya dukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, di awal April 2026 lalu. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri peternakan ayam terintegrasi yang modern dan berkelanjutan. Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yakni PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan aset lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang terstruktur dan efisien. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi BUMN dukung kedaulatan pangan nasional. "Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock, dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan," ujar Teddy. Dukungan terhadap percepatan program ini juga datang dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, MSc, menjelaskan proyek di Bone menjadi perhatian langsung Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. "Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas," kata Makmun. Dari sisi mitra, PT Berdikari, menyatakan kesiapan dukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi dan distribusi. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis Berdikari menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pelaksanaan program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup dan PT UGI Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan nilai tambah serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.

MiiTel Meetings Kini Terintegrasi dengan Webex Tekno
Tekno
Jumat, 03 April 2026 | 13:00 WIB

MiiTel Meetings Kini Terintegrasi dengan Webex

Jakarta, katakbar.com - RevComm umumkan solusi AI untuk analisis meeting “MiiTel Meetings” kini telah terintegrasi dengan Webex, platform video conference dan kolaborasi yang dikembangkan oleh Cisco. MiiTel Meetings adalah layanan yang membantu perusahaan mendokumentasikan dan menganalisis percakapan dalam pertemuan daring (online meeting). Solusi ini membantu perusahaan memahami komunikasi dengan lebih jelas, meningkatkan kualitas interaksi, serta mengotomatisasi pekerjaan untuk meningkatkan produktivitas. Diperkenalkan sejak 2023 lalu, MiiTel Meetings telah mendukung meeting di Google Meet, Zoom, dan Microsoft Teams. Melalui integrasi terbaru ini, pengguna Webex kini juga dapat memanfaatkan berbagai fitur canggih di MiiTel, seperti: - Recording meeting otomatis - Transkripsi voice-to-text - Ringkasan percakapan berbasis AI - Analisis percakapan - Integrasi dengan sistem CRM/SFA seperti Salesforce. Dengan fitur tersebut, penggunaan MiiTel mendukung pengumpulan seluruh data komunikasi bisnis dalam satu platform. Mulai dari MiiTel Meetings untuk analisis online meeting, MiiTel RecPod untuk analisis offline meeting, hingga MiiTel Phone untuk analisis percakapan telepon. Data-data percakapan suara yang telah terkumpul tersebut dapat diolah melalui MiiTel Synapse Copilot menjadi database yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai tim dalam perusahaan. Ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan data komunikasi pelanggan sebagai aset strategis untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Ke depannya, RevComm akan terus mengembangkan MiiTel untuk membantu bisnis meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan AI dalam komunikasi, sejalan dengan misinya, “Reinventing communication to create a society where people think of others.” Klik di sini untuk klaim demo gratis MiiTel Meetings atau kunjungi miitel.id