Warga Sambut Baik Fungsi dan Peran Bendungan Logung, Panen Meningkat dan Banjir Tereduksi
Kudus, katakabar.com - Fungsi dan peran Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, disambut sangat baik warga sekitar yang merasakan langsung dampak positifnya. Sejak dirampungkan pada 2018 lalu, bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi telah menjelma menjadi penggerak utama dalam peningkatan produktivitas pertanian, pengendali banjir, hingga pembuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Rasa syukur dan manfaat nyata ini paling dirasakan oleh para petani. Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air atau IP3A Kecamatan Jekulo, dan Mejobo, Suwandi, mengungkapkan bagaimana bendungan ini telah mengubah nasib pertanian di wilayahnya. Menurutnya, suplai air yang kini stabil sepanjang tahun memungkinkan pola tanam yang jauh lebih produktif. “Dulu pola tanam di tempat saya acak dan kadang hanya sekali tanam padi karena kekurangan air. Sekarang setelah bendungan dibangun bisa tanam padi 2-3 kali setahun. Tahun ini bahkan tiga kali masa tanam, dan hasilnya rata-rata 7–8 ton per hektar,” ujar Suwandi, melalui siaran pers diterima katakabar.com, Senin (8/9). Selain irigasi, fungsi bendungan sebagai pengendali banjir juga membawa kelegaan besar bagi warga. Bahrudin, seorang petani dari Desa Delango, mengenang masa-masa sulit sebelum bendungan beroperasi, di mana banjir sering kali menghanyutkan hasil panen yang sudah di depan mata. "Pernah pada saat itu lagi panen-panennya, petani sudah menyabit, tinggal ditumbuk, eh hujan besar dibawa sama arus. Akhirnya petani kecewa mengalami kerugian besar saat itu. Tetapi akhir-akhir ini, Alhamdulillah sudah 3 atau 4 tahun ini tidak pernah banjir di desa kami,” kata Bahrudin. Hal ini diaminkan Purnomo, petani dari Kecamatan Undaan. Ia menuturkan bagaimana Bendungan Logung berhasil mengubah lahan yang tergenang air menjadi area produktif. Sebelum ada bendungan, luas lahan yang bisa digarap hanya sekitar 80–100 hektare karena sisanya terendam seperti rawa. “Setelah bendungan dibangun, genangan air berkurang, distribusi air irigasi stabil, sehingga luas lahan yang bisa ditanami bertambah menjadi lebih dari 600 hektare. Bahkan lahan tidur 800 hektare di Legowo yang sebelumnya tidak bisa ditanami kini kembali produktif,” ucap Purnomo. Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum atau PU, Dody Hanggodo menegaskan komitmen kementeriannya akan selalu memastikan pengelolaan Bendungan Logung berjalan optimal. Ia menekankan, bendungan ini dirancang sebagai infrastruktur multifungsi. Selain untuk irigasi, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 200 liter/detik untuk Kota Kudus, mampu mereduksi potensi banjir hingga 105 m³/detik, berpotensi menghasilkan listrik 0,5 MW, serta mengembangkan kawasan sekitarnya menjadi destinasi wisata baru.