Tematik

Sorotan terbaru dari Tag # Tematik

ANTAM Luncurkan Emas Batangan Tematik Imlek Year of the Horse Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:04 WIB

ANTAM Luncurkan Emas Batangan Tematik Imlek Year of the Horse

Jakarta, katakabar.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM meluncurkan Emas Batangan Tematik Imlek “Year of The Horse” sambut Tahun Baru Imlek 2026 (2577 Kongzili). Produk tematik ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen ANTAM dalam menyediakan produk emas bernilai tambah yang memadukan nilai investasi dengan makna budaya. Emas Batangan Tematik Imlek “Year of the Horse” hadir dalam dua varian utama, yakni emas batangan 88 gram dan 8 gram, serta Gift Series dalam pecahan 1 gram dan 0,5 gram. Seluruh produk diproduksi dengan kadar Fine Gold 999.9 (99,99 persen) dan dikemas dalam desain eksklusif yang merepresentasikan semangat Tahun Kuda Api, yang identik dengan energi, keberanian, dan optimisme dalam menyongsong masa depan. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyampaikan peluncuran produk emas tematik Imlek merupakan bagian dari strategi ANTAM dalam menghadirkan inovasi produk yang relevan dengan tradisi dan kebutuhan masyarakat. “Peluncuran produk tematik ini merupakan bagian dari komitmen ANTAM dalam menghadirkan produk emas bernilai tambah, tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai simbol budaya dan harapan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Imlek,” ujar Untung. Emas Batangan Tematik Imlek “Year of the Horse” diproduksi sebagai edisi terbatas (limited edition) dengan desain visual khas Imlek yang menggabungkan kekayaan simbol budaya dengan standar kualitas emas ANTAM yang telah diakui secara nasional maupun internasional. “Setiap keping emas diproduksi dengan tingkat kemurnian tinggi serta melalui proses manufaktur yang mengedepankan presisi dan keandalan, guna memastikan kualitas dan kemurnian produk tetap terjaga hingga diterima oleh pelanggan,” jelasnya. Pada varian 88 gram, desain menampilkan simbol kuda pembawa harta sebagai representasi keberuntungan, kemakmuran, dan keyakinan dalam meraih kesuksesan. Sementara itu, varian 8 gram menampilkan visual Kuda Api yang melambangkan energi, kekuatan, dan tekad untuk terus melangkah maju, dipadukan dengan ornamen bambu sebagai simbol pertumbuhan dan keseimbangan. Adapun Gift Series Imlek berukuran 1 gram dan 0,5 gram dirancang sebagai pilihan hadiah bernilai, dengan desain khas Imlek yang merepresentasikan semangat ketekunan, keberanian, serta harapan akan keberkahan dan kemajuan. Sebagai produk unggulan ANTAM, Emas Batangan Tematik Imlek “Year of the Horse” dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan, antara lain 3D Effect, Micropattern, Microtext, QR Code, serta nomor seri unik, serta dikemas dalam kemasan eksklusif tematik Imlek, sehingga ideal sebagai koleksi maupun hadiah bernilai. Emas Batangan Tematik Imlek “Year of the Horse” tersedia mulai 13 Januari 2026 dan dapat diperoleh melalui Butik Emas Logam Mulia ANTAM, website resmi www.logammulia.com, serta marketplace resmi Butik Emas ANTAM Official.

KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Sentuhan Tematik 'Schooliday' dan Livery Jumbo di Libur Sekolah Nasional
Nasional
Senin, 07 Juli 2025 | 19:33 WIB

KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Sentuhan Tematik 'Schooliday' dan Livery Jumbo di Libur Sekolah

menyenangkan bagi anak-anak. Tak hanya mempercantik perjalanan, sebutnya, KAI masih memberikan penawaran menarik berupa diskon 30 persen untuk pembelian tiket kereta api jarak jauh kelas Ekonomi komersial. Promo ini berlaku untuk periode pemesanan hingga 31 Juli 2025, yang bisa diakses melalui aplikasi Access by KAI, laman kai.id, serta seluruh kanal resmi penjualan tiket.

UNDP Dorong Peluang  Majukan Obligasi dan Sukuk Tematik di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 24 Maret 2024 | 10:57 WIB

UNDP Dorong Peluang Majukan Obligasi dan Sukuk Tematik di Indonesia

katakabar.com - Dari tahun 2018 lalu, tren penerbitan obligasi dengan label tematik, seperti tematik hijau, biru, sosial, keberlanjutan, dan sustainability-linked atau yang biasa disebut dengan instrumen utang tematik telah berkembang menjadi lebih dari USD 1.3 miliar di Indonesia. Di mana sebagian besar penerbitannya berasal dari pemerintah di pasar internasional untuk mendukung pengembangan proyek-proyek dalam rangka mengatasi isu-isu perubahan iklim dan keadilan sosial. Lantaran itu, UNDP Indonesia taja Dialog Interaktif tentang “Peluang Memajukan Obligasi dan Sukuk Tematik di Indonesia”. Dialog ini mengundang para investor, penerbit, dan pemangku kepentingan terkait untuk mempelajari perkembangan dan berbagi pemikiran tentang pasar Obligasi dan Sukuk Tematik yang berkembang pesat di Indonesia. Dialog ini dihadiri perwakilan dari pemerintah, lembaga keuangan, badan usaha milik negara, komunitas diplomatik, dan organisasi internasional. Kata sambutan disampaikan oleh Muhammad Didi Hardiana sebagai Head Innovative Financing Lab, UNDP Indonesia dan Fadilah Kartikasasi sebagai Direktur Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Di kawasan Asia Pasifik, kemajuan yang memprihatinkan dalam pencapaian Tiujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) menandakan adanya potensi penundaan selama 30 tahun, yang menjadi tantangan berat bagi semua negara," kata Head of Innovative Financing Lab, UNDP Indonesia, Muhammad Didi Hardiana. Mempercepat pencapaian TPB di tahun-tahun mendatang suatu keharusan, ujar Muhammad, komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan, selaras dengan visi 'Indonesia Emas', menggarisbawahi perlunya pendanaan yang besar. "Menerapkan keuangan berkelanjutan bukanlah hal yang baru bagi negara yang berlandaskan pada semangat kolektif. Dialog malam ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, yang bertujuan untuk mengeksplorasi peluang, terutama dalam obligasi mata uang lokal, untuk mengatasi berbagai tantangan di Indonesia secara bersama-sama, jelasnya. Meski Pemerintah Indonesia memimpin advokasi dalam instrumen keuangan tematik seperti Sukuk Hijau (instrumen utang berbasis Syariah), Obligasi TPB, dan Obligasi Biru, terdapat sedikit penerbitan yang dilakukan oleh sektor korporasi dalam mata uang lokal. Pengembangan lebih lanjut dari pasar obligasi atau sukuk tematik di Indonesia sangatlah penting untuk memenuhi komitmen iklim dan sosial negara. Sehubungan dengan hal tersebut, UNDP Indonesia meluncurkan Risalah Pengetahuan tentang “Peluang Memajukan Obligasi dan Sukuk Tematik di Indonesia”. Risalah Pengetahuan ini menyoroti peluang potensial bagi Indonesia untuk meningkatkan volume penerbitan obligasi dan sukuk tematik untuk mencapai komitmen negara terhadap agenda keberlanjutan dan iklim. Laporan ini merekomendasikan untuk memperluas jenis obligasi yang diterbitkan, seperti Obligasi Berkelanjutan dan Obligasi Transisi, serta meraup keuntungan dari penerbitan obligasi dan sukuk dalam mata uang lokal. Sesi peluncuran dilanjutkan dengan presentasi dari UNDP Indonesia yang menyampaikan poin-poin penting dari Risalah Pengetahuan tersebut. Komponen Dialog Interaktif terdiri dari dua diskusi panel. Panel pertama yang dihadiri Chandra Wibowo, sebagai Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Hilman Asyrofi, Head of Treasury and Investor Relations, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan Muhtar Fauzy, Senior Manager Treasury Business Division, PT Bank Rakyat Indonesia membahas kisah sukses Indonesia dalam obligasi tematik. Para pembicara dalam panel pertama bertukar wawasan dengan para peserta mengenai studi kasus obligasi tematik di Indonesia, termasuk langkah-langkah dalam pengembangan dan dampak yang menguntungkan dari penerbitan obligasi ini. “Obligasi tematik menawarkan manfaat yang tidak berwujud: obligasi tematik menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah, khususnya terhadap ESG dan TPB. Pemerintah telah muncul sebagai pencipta tren dalam obligasi tematik, menunjukkan inisiatif dan kepemimpinan, seperti yang dicontohkan oleh sikap Indonesia,” tegas Chandra Wibowo, Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Ada beberapa tantangan yang harus diatasi dan peluang untuk mengembangkan pasar obligasi tematik di Indonesia. Ini tema dari panel kedua, yang menghadirkan Simone Utermack, Senior Director of Sustainable Finance, International Capital Market Association (ICMA), Dien Sukmarini, Analis Direktorat Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah, Otoritas Jasa Keuangan, dan Boniarga Mangiring, Investment Specialist, Credit Guarantee and Investment Facility. Para pembicara berbagi wawasan mengenai perkembangan global di pasar obligasi tematik, pertimbangan investor, dan peluang di Indonesia untuk mengembangkan pasar obligasi dan sukuk. “Tantangan dalam penerbitan obligasi tematik memang ada. Tapi, tidak perlu khawatir, karena kerja sama di antara para pemangku kepentingan memastikan pengawasan terhadap dampak obligasi tersebut. Dengan dukungan yang beragam dan kerja sama yang banyak, fokus beralih ke mengubah kolaborasi ini menjadi tindakan yang berdampak untuk masa depan yang berkelanjutan,” terang Dien Sukmarini, Analis Direktorat Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah, Otoritas Jasa Keuangan. Unduh Risalah Pengetahuan tentang Peluang untuk Memajukan Obligasi dan Sukuk Tematik di Indonesia di sini. Kontak: Devi Nugraha, Head of Communications, devi.nugraha@undp.org