Tanam Pohon
Sorotan terbaru dari Tag # Tanam Pohon
Green Policing, Sinergi Polsek Merbau Besama Pramuka Tanam Pohon
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna mendukung program pelestarian lingkungan hidup, Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, gelar kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit pohon di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (23/1). Selain itu, Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut bentuk komitmen Polri menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan alam di wilayah hukum Polsek Merbau. Hadir di kegiatan tersebut Camat Merbau Wan Jumiati, S.E., M.Si., Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Merbau yang diwakili Kanit Binmas Polsek Merbau, Ipda Efrianto, S.H., Sekcam Merbau Idrus, S.E., Wakil Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Ranting Kecamatan Merbau, Suyatno, Kepala Kwartir Ranting Merbau M. Maksum, staf pemerintahan Kecamatan Merbau, serta personel Polsek Merbau. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan dan penanaman bibit pohon secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi di Wakili Oleh Kapolsek Merbau melalui Kanit Binmas, Ipda Efrianto, S.H., menyampaikan kegiatan Green Policing ini merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan kerusakan alam, sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli dan mencintai lingkungan sekitar. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” ujarnya. Dari pantuan, Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Green Policing, Polres Kepulauan Meranti Bersama Siswa SD Yosudarso Tanam Pohon Tanam Harapan
Kepulauan Meranti, katakabar.com – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmen jaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan Green Policing atau penghijauan dengan penanaman pohon. Kegiatan tersebut dilaksanakan, Selasa (11/1) sekitar pukul 08.40 WIB lalu, di SD Swasta Yosudarso, Jalan Yosudarso, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis, dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Kepulauan Meranti, yakni Kasi Propam, AKP Daniel Bakara, Kasat Intelkam, Iptu Roly Irvan, S.H., M.H., Kasi Humas, Iptu Iskandar, KBO Sat Intelkam, Iptu Mada Surya, Kanit III Sat Intelkam Aiptu Bobeen J. Rikardo, S.H., serta personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti. Di kegiatan tersebut, Polres Kepulauan Meranti tanam sejumlah bibit pohon buah yang terdiri dari tiga batang pohon sawo, satu batang pohon mangga, dan satu batang pohon jambu madu di lingkungan sekolah. Wakapolres Kepulauan Meranti menyampaikan kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program Green Policing, yakni gerakan kepolisian yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. “Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Saat ini kita merasakan dampak krisis iklim global, di mana suhu semakin panas akibat berkurangnya pepohonan dan meningkatnya polusi udara. Pohon memiliki peran penting dalam menghasilkan oksigen, menyejukkan udara, serta menjaga lingkungan tetap bersih dan indah,” ujar Kompol Detis Ia menekankan pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini dengan melibatkan anak-anak sekolah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pohon yang ditanam bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga simbol harapan untuk masa depan lingkungan yang lebih baik. “Anak-anak diharapkan dapat menjaga dan merawat pohon yang ditanam hari ini. Menjaga alam adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya orang dewasa,” tambahnya. Selain penanaman pohon, kegiatan diisi dengan sesi tanya jawab interaktif bersama siswa serta pemberian hadiah, yang disambut antusias oleh para pelajar. Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman pohon secara bersama-sama dan foto bersama. Secara keseluruhan, kegiatan Green Policing ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, Polres Kepulauan Meranti berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Polres Kepulauan Meranti Tanam Pohon dan Edukasi Lingkungan di Sekolah
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti terus menunjukkan komitmen dukung program Green Policing yang dicanangkan Kapolda Riau. Di antara program itu diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi edukasi peduli lingkungan, dan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan Green Policing tersebut dilaksanakan Senin (12/1) sekitar pukul 09.00 WIB di SDS Patria Dharma Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H, melalui Kasat Binmas, AKP Aguslan, S.H., didampingi Kapolsek Tebing Tinggi, AKP J.A. Lubis, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat dan personel Polres Kepulauan Meranti. Selain itu, hadir pula Koordinator Pendidikan Patria Dharma, Riza Tanzil, S.H., Kepala Sekolah SDS, Patria Dharma Budi Yuono, S.Ag., majelis guru, serta para siswa SDS Patria Dharma. Di rangkaian kegiatan, jajaran Polres Kepulauan Meranti memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui kuis berhadiah bertema peduli lingkungan dan Green Policing. Sebagai bentuk aksi nyata, dilakukan pula penanaman dua bibit pohon, yakni pohon mangga dan pohon nangka, di lingkungan sekolah SDS Patria Dharma. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Menurut AKP Aguslan, Green Policing merupakan pendekatan strategis dan humanis Polri dalam menjaga ketertiban sosial sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan hidup. “Konsep Green Policing hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman, seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan. Polres Kepulauan Meranti menerjemahkan kebijakan Kapolda Riau ini melalui kegiatan edukasi dan penanaman pohon di sekolah-sekolah,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kesadaran generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.
Polres Kepulauan Meranti Bersama Forkopimda Tanam Pohon Jaga Kota Sagu Tetap Lestari
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti gelar Penanaman Pohon Serentak 21.000 sempena Hari Pohon Nasional tahun 2025 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar dan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.I.K., M.H., di Kantor Perpustakaan Jalan Perumbi Kota Selatpanjang Jumat (21/11) pagi. Penanaman Pohon Serentak ini penerapan nyata program unggulan Kapolda Riau Green Policing dan Melindungi Tuah Menjaga Marwah. Di mana Polres Kepulauan Meranti bertindak aktif sebagai pelaksana utama kegiatan penghijauan di wilayahnya. Ketua LAM Kepulauan Meranti Afrizal Cik mengutarakan, penanaman pohon ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi langkah berkelanjutan untuk menjaga Kepulauan Meranti tetap lestari, aman, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. di lokasi sama, mengatakan kita melaksanakan Penanaman Pohon Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam. "Kegiatan ini sejalan dengan program unggulan Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heriyawan, yakni Green Policing dan Melindungi Tuah Menjaga Marwah, yang menempatkan kepolisian sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan dan kehormatan daerah," kata AKBP Aldi. Orang Nomor Satu di Kepolisian Kepulauan itu menyampaikan, di puncak peringatan ini, kita menanam 264 pohon, sehingga total keseluruhan penanaman mencapai 1.914 pohon, melebihi target 1.750 pohon. Ini bukti nyata sinergi kuat antara Polri, Pemerintah Daerah, Forkopimda, PT. ITA, dan seluruh elemen masyarakat. "Semoga apa yang kita tanam ini menjadi investasi jangka panjang bagi anak cucu kita, serta menjaga Meranti tetap hijau dan bermarwah," jelasnya. Sedang, Manajemen PT Imbang Tata Alam Bonar Ari Nindito, mengungkapkan kami dari PT Imbang Tata Alam menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terlaksananya kegiatan Penanaman Pohon Serentak dalam rangka Hari Pohon Nasional tahun 2025 ini. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar sambuat baik acara. Menurutnya, hari cerah ini penuh makna, kita bersama memperingati Hari Pohon Sedunia. Momen ini mengingatkan kita betapa besar peran pohon menjaga keberlangsungan hidup manusia dan keseimbangan bumi yang kita cintai.
Satlantas Polres Bengkalis Gelar Police Go To School dan Green Policing di SMPN 5 Mandau
Mandau, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis gelar giat Police Go School dan Green Policing di Sekolah Menengah Tingkat Pertama Negeri (SMPN) 5 Kecamatan Mandau, sebagai rangkaian Operasi Zebra Lancang Kuning Tahun 2025, Selasa (18/11) sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, melalui Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Vino Lestari kepada wartawan, Selasa sore, mengatakan giat Dikmas Lantas Police Goes to School dan Green Policing (Penanaman Pohon) rangkaian Operasi Zebra Lancang Kuning Tahun 2025 bersama Kepala Sekolah, Majelis guru dan siswa siswi Sekolah SMPN 5, Jalan Tribrata Duri Kelurahan Babuasalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Vino Lestari, didampingi PS. Kanit Kamsel Satlantas Polres Bengkalis Aipda Riduan, anggota Unit Kamsel Polres Bengkalis, Bripka Afrino Chandra. "Dikmas Lantas Polres Bengkalis memberikan arahan, dan mengajak para guru dan siswa-siswi untuk tertib berlalu lintas," ujar AKP Vino. Selain itu, kata AKP Vino, siswa-siswi diajak agar tidak melakukan atau terlibat perbuatan kekerasan sesama teman ataupun orang lain. "Siswa-siswi diminta agar menjauhi atau pun tidak terlibat dengan tindak pidana narkotika, saling peduli, dan menghindari sifat bullying terhadap sesama teman," jelasnya. Mengenai tertib berlalu lintas, terang AKP Vino lagi, para guru dan siswa siswi agar menggunakan Helm SNI baik pengemudi maupun penumpang, serta melaksanakan penghijauan dan peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Tidak Cuma Tanam Pohon, LindungiHutan Tawarkan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Tangerang, katakabar.com - LindungiHutan selama ini dikenal sebagai platform penghimpun dana lingkungan yang fokus pada penanaman pohon. Tetapi, di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi ekologis yang berkelanjutan, LindungiHutan memperluas kiprahnya melalui berbagai program community development. Salah satu inisiatif tersebut adalah Treesbash, sebuah program pemberdayaan yang tidak hanya mendorong aksi penanaman, tetapi edukasi, penguatan kelompok masyarakat, peningkatan literasi lingkungan, hingga pembukaan peluang ekonomi hijau. Salah satu lokasi yang merasakan dampak program ini adalah Desa Sukawali di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Wilayah ini merupakan pesisir yang menjadi titik pertemuan Sungai Cisadane dan Laut Jawa. Desa Sukawali memiliki sejarah panjang kerusakan ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi tambak. Kerusakan tersebut berujung pada menurunnya kualitas perairan dan merosotnya hasil tambak udang warga, yang kemudian mendorong masyarakat mengambil langkah pemulihan. Sejak 2020, warga bersama LindungiHutan menanam kembali mangrove Rhizophora sp. di muara sungai. Hingga hari ini, sebanyak 26.097 pohon telah tertanam untuk memperkuat ekosistem pesisir, menahan abrasi, dan memulihkan kualitas perairan. Program penanaman yang berkelanjutan ini berjalan paralel dengan edukasi lingkungan dan pendampingan warga yang kini aktif menjaga wilayah pesisir. Seiring membaiknya ekosistem mangrove, Desa Sukawali berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan CSR berbasis lingkungan dan pemberdayaan. Di lokasi ini, LindungiHutan melaksanakan beragam kegiatan seperti aksi bersih pantai, pelatihan pengelolaan sampah, peningkatan literasi lingkungan, serta penguatan kelompok masyarakat pesisir. Pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian warga sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi lokal melalui praktik-praktik ramah lingkungan. Kolaborasi nyata terlihat dalam kegiatan PT Orix Indonesia Finance yang bekerja sama dengan LindungiHutan dan Kertabumi Recycling Center pada 12 Desember 2024 lalu. Melalui aksi Beach Cleaning di Pantai KSS Sukawali bertema “Care for the Beach, Care for the Earth! Small Actions, Big Waves of Change”, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 430 kg sampah, setara 1.465 kgCO₂e, dan diikuti pelatihan manajemen sampah bagi 30 warga. Pelatihan tersebut meningkatkan pemahaman tentang pemilahan sampah, daur ulang, hingga pengelolaan limbah rumah tangga yang berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. LindungiHutan menegaskan misinya tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi memastikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi dapat tumbuh dan berkembang bersama lingkungan yang mereka jaga. “Kami ingin memastikan setiap aksi penanaman juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, sehingga keberlanjutan tidak hanya terjadi pada alam, tetapi juga pada kehidupan warga,” ujar Aisyah dari Tim Operasional LindungiHutan.
Polsek Rangsang Gandeng Satlinmas Tanam Pohon Dukung Green Policing
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna mendukung program Green Policing yang diinisiasi Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, Polsek Rangsang bersama Satlinmas Desa Tanjung Medang gelar kegiatan penanaman pohon di halaman Kantor Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rangsang, Senin (10/11) kemarin. Kegiatan dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Medang, Bripka JM Panjaitan, dan turut dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung Medang, perangkat desa, serta sejumlah anggota Satlinmas. Mereka bersama-sama melaksanakan penanaman bibit pohon lengkeng sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kapolsek Rangsang, Ipda D. Turnip SE, mengatakan kegiatan Green Policing merupakan implementasi dari kebijakan Kapolda Riau dalam menciptakan pemolisian yang adaptif dan ramah lingkungan. "Melalui program Green Policing, kami ingin menanamkan kesadaran menjaga lingkungan adalah bagian dari tugas bersama, termasuk Satlinmas sebagai garda terdepan di tingkat desa,” ujar Ipda D. Turnip. Selain penanaman pohon, ucapnya, kegiatan diisi dengan edukasi peduli lingkungan yang disampaikan kepada perangkat desa dan Satlinmas. Edukasi tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan penghijauan di lingkungan rumah maupun perkantoran. Kapolsek Rangsang menjelaskan bahwa konsep Green Policing merupakan bentuk pendekatan strategis dan humanis dalam menjaga ketertiban sosial serta keberlanjutan lingkungan hidup. "Kita ingin menghadirkan polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga turut berkontribusi pelestarian alam dan pencegahan krisis lingkungan," tambahnya.
Sempena HPN 2025, Polsek Mandau Bersama Pramuka Saka Bhayangkara Bengkalis Tanam Pohon
Mandau, katakabar.com - Sempena peringatan Hari Pohon Nasional (HPN) jatuh pada 21 November 2025 nanti, Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau bersama Pramuka Saka Bhayangkara Bengkalis tanam pohon serentak, di Lahan Polsek Mandau, Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (11/11) sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi. Kegiatan ini diinisiasi dariKapolda Riau kepada seluruh Satker yang ada di Polda riau dengan konsep Gerakan Tanam 21.000 pohon serentak yang puncaknya pada 21 November 2025 nanti. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona yang pimpin kegiatan, didampingi Iptu Irsanuddin Harahap, S.H, MH., Kanit Reskrim Polsek Mandau, Iptu Viktor Manalu, Panit Intel Polsek Mandau, Iptu Ekanedi S.ip, Panit Lantas Polsek mandau, Aiptu Herman S.H., Kasium Polsek Mandau, dan personel Polsek Mandau. Menurut Kompol Primadona, lewat keterangan resmi, Selasa siang, kegiatan peduli lingkungan yang melibatkan gerakan Pramuka Saka Bhayanhkara untuk menanam pohon sebagai upaya melestarikan alam, mencegah bencana, dan memperbaiki kualitas udara. "Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai kepramukaan seperti "Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia" serta menjadi sarana edukasi karakter dan kesadaran lingkungan bagi generasi muda," jelasnya. Penanaman Pohon ini, ucapnya, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, ingin memberikan contoh langsung kepada para pelajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui kegiatan penanaman pohon. "Selain menjaga kelestarian juga salah satu cara memperbaiki kualitas udara,” terang Kapolsek Mandau. Di kegiatan tersebut ditanam jenis tanaman multifungsi sehingga mampu menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, hasil buahnya dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber pangan maupun tambahan pendapatan ekonomi. Kegiatan penanaman ini juga menjadi bagian dari peringatan hari pohon Nasional pada 21 November 2025. "Untuk itu, kami berharap langkah kecil ini dapat memberi dampak besar bagi kelestarian alam sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus menjaga lingkungan,” sebutnya.
Polres Kepulauan Meranti Edukasi Anak PAUD dan Siswa MTs Tanam Pohon Lewat Green Policing
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti terus berupaya menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini, lewat kegiatan edukasi dan penanaman pohon melalui program Green Policing, Jumat (7/11). Kegiatan itu digelar di dua lokasi berbeda, yakni di PAUD Bina Insani Jalan Pembangunan II, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, serta di MTs Darul Amin Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Program Green Policing ini penerapan kebijakan Kapolda Riau tentang pemolisian yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, jajaran Polres Kepulauan Meranti berupaya tanamkan nilai cinta alam kepada para pelajar melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Di lokasi pertama, kegiatan dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Sesap, Bripka Ilham Edi Putra dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Barat, Brigadir Ahmad Agung Sedayu. Mereka memberikan edukasi kepada anak-anak PAUD Bina Insani tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di rumah dan sekolah, serta mengajak mereka berinteraksi dengan tema “Peduli Lingkungan”. Sebagai wujud nyata, para Bhabinkamtibmas bersama anak-anak menanam empat bibit pohon mangga di halaman sekolah. Suasana penuh keceriaan tampak saat para siswa turut menanam dan menyiram bibit pohon yang menjadi simbol harapan bagi lingkungan yang lebih hijau. Sementara, kegiatan serupa dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Kedaburapat, Aiptu Andri Kurniawan, S.H. di MTs Darul Amin, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir. Selain memberikan edukasi lingkungan, ia bersama para siswa menanam empat bibit pohon matoa di lingkungan sekolah. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH mengatakan, Green Policing bukan sekadar program penanaman pohon, melainkan bagian dari strategi pemolisian yang humanis dan berkelanjutan. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan polisi yang adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk krisis lingkungan dan perubahan iklim. "Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Menanam satu pohon hari ini berarti menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar AKBP Aldi.
LindungiHutan Tanam Pohon di Way Kambas Perkuat Habitat Gajah Sumatera Kian Menyusut
Lampung Timur, katakabar.com - Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur, rumah bagi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), kini menghadapi tantangan berat. Populasi gajah yang pada 2010 diperkirakan mencapai 247 individu, kini tersisa sekitar 180 hingga 200 ekor. Penurunan ini tak lepas dari penyusutan hutan, perubahan bentang alam, serta meningkatnya interaksi antara satwa liar, dan aktivitas manusia. Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, LindungiHutan bersama masyarakat sekitar menggagas program penanaman pohon endemik di kawasan penyangga Way Kambas. Penanaman ini bertujuan untuk memperkuat tutupan hutan, menyediakan sumber pakan alami bagi gajah, serta menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan berbagai spesies langka. “Hutan di Way Kambas bukan hanya tempat hidup gajah, tetapi benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati dataran rendah Sumatra. Menanam pohon di sini berarti ikut menjaga keberlanjutan seluruh rantai kehidupan,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan, lewat keterangan resmi, Sabtu (25/10). Program ini menanam berbagai jenis pohon, seperti Laban (Vitex pinnata) dan Pule (Alstonia scholaris), dua spesies lokal yang berperan penting dalam ekosistem Way Kambas. Pohon-pohon ini menjadi sumber makanan bagi burung dan satwa herbivor, serta membantu memperbaiki struktur tanah di lahan-lahan yang sebelumnya terdegradasi. “Ketika pohon tumbuh, hutan pulih, dan satwa kembali punya ruang hidup,” jelas Ben. Keunikan Way Kambas tak hanya terletak pada perannya sebagai kawasan konservasi gajah, tetapi juga pada hubungan harmonis antara manusia dan satwa liar. Warga desa di sekitar taman nasional kini bertransformasi dari konflik menjadi kolaborasi. Mereka terlibat dalam ekowisata dan hasil hutan bukan kayu seperti madu dan olahan buah hutan, menciptakan sumber pendapatan tanpa merusak alam. “Dulu, gajah dianggap hama karena merusak kebun. Sekarang kami belajar bahwa gajah adalah tetangga. Dengan wisata desa dan konservasi, kami bisa hidup berdampingan,” kata Suhadak, anggota kelompok tani hutan di sekitar TNWK. Selain menekan konflik, pendekatan ini memperkuat ekonomi lokal. Warga memproduksi souvenir ramah lingkungan dan madu hutan, yang diminati wisatawan. Hasil penjualan membantu pendanaan patroli masyarakat untuk mencegah perburuan liar dan menjaga wilayah konservasi. Way Kambas sendiri mencakup lebih dari 125.000 hektare hutan dataran rendah dan lahan gambut, yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami serta habitat bagi spesies langka lainnya seperti harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) dan rusa sambar (Rusa unicolor). Namun, tanpa rehabilitasi yang berkelanjutan, ancaman kehilangan habitat akan terus meningkat. Melalui program penanaman di Way Kambas, LindungiHutan mengajak publik dan perusahaan untuk berperan aktif dalam menjaga kawasan konservasi strategis ini. “Setiap pohon yang ditanam di Way Kambas bukan hanya menyelamatkan hutan, tapi juga memberi harapan bagi gajah, masyarakat, dan generasi mendatang,” sebut Ben.