Talenta
Sorotan terbaru dari Tag # Talenta
Jawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Kunci Siapkan Talenta Masa Depan
Jakarta, katakabar.com - Mahasiswa didorong pahami tantangan bisnis nyata untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang Di tengah percepatan transformasi industri global dari elektrivikasi hingga rantai pasok, Indonesia menghadapi satu tantangan krusial yakni memastikan talenta yang dihasilkan tidak hanya siap kerja, juga siap menghadapi kompleksitas dunia bisnis secara nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan universitas masih menjadi perhatian dengan nilai 5,39% pada tahun 2025. Sementara, laporan World Economic Forum memproyeksikan 39 persen keterampilan inti tenaga kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan, menegaskan kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri kian nyata. Menjawab tantangan tersebut, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan strategis. Dari Teori ke Realitas Industri Melalui kemitraan Binus Internasional program International Business dan perusahaan Bosch di Indonesia, mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi diajak langsung membedah tantangan bisnis yang riil, mulai dari strategi adaptasi pasar lokal hingga dinamika rantai pasok industri global, antara lain: Masa Depan Mobilitas: Peralihan menuju kendaraan listrik dan hidrogen sebagai masa depan industri otomotif global termasuk di Indonesia. Strategi Adaptasi Lokal: Pentingnya pendekatan “local-for-local”, di mana produk dan strategi disesuaikan untuk menjawab permintaan unik pasar domestik. Resiliensi Rantai Pasok: Studi kasus mengenai keputusan investasi strategis, diantaranya pada industri semikonduktor, sebagai respon terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global. Pendekatan ini membawa mahasiswa keluar dari zona teoritis ke dalam kompleksitas pengambilan keputusan bisnis yang sesungguhnya. Bentuk Cara Berpikir Bukan Sekedar Keterampilan “Melalui inisiatif integrated project pada mata kuliah Multinational Corporation Management, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam memahami kompleksitas operasional perusahaan multinasional,” ujar Dr Ami Fitri Utama, Head of Program International Business BINUS International. “Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan praktis mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk kompetensi global mereka agar siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia bisnis internasional,” timpal Dr Ami. Dari sisi industri, berbagi pengalaman praktis dipandang sebagai kontribusi penting untuk membangun ekosistem talenta yang kuat. Hal ini tidak hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang tangkas dan adaptif. “Di pasar seperti Indonesia, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola biaya, menjaga kualitas, dan memastikan kepatuhan terhadap standar global. Melalui kolaborasi ini, kami ingin berbagi perspektif tersebut secara langsung kepada generasi muda.” ungkap Bernard Simanjuntak, Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia. Ia menegaskan sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika bisnis di pasar berkembang, mulai dari skala pasar, kompleksitas regulasi, hingga kebutuhan lokalisasi. Menurutnya, dalam konteks ini, kolaborasi antara Bosch dan Binus tidak hanya berkontribusi pada pendidikan, tetapi juga pada penguatan ekosistem talenta nasional yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan. Bosch Dorong Model Kolaborasi Lebih Luas Program ini akan berlangsung hingga Juni 2026 dan akan ditutup dengan presentasi solusi inovatif dari mahasiswa terhadap tantangan industri yang diberikan. Lebih dari sekadar program akademik, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industry, yang mampu mempercepat kesiapan talenta Indonesia sekaligus mendukung daya saing ekonomi nasional.
AI Center Makassar Dorong Komersialisasi Proyek AI Talenta Digital
Makassar, katakabar.com - AI Center Makassar dorong talenta digital kembangkan proyek Artificial Intelligence jadi produk bisnis dengan model pendapatan berkelanjutan melalui program AI Clinic. Kebutuhan talenta digital di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital. Laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama World Bank menyebutkan Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030, atau sekitar 600 ribu talenta per tahun. Tetapi, banyak talenta teknologi masih berfokus pada pengembangan prototipe atau portofolio tanpa pendampingan yang memadai untuk mengubah inovasi tersebut menjadi produk bisnis yang berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence Makassar gelar AI Clinic for Business: Turning AI Projects into Recurring Income, Sabtu di penghujung pekan pertama Maret 2026,di Telkom AI Center Makassar. Program ini menjadi ruang diskusi dan mentoring bagi talenta digital agar proyek Artificial Intelligence (AI) yang sebelumnya masih berupa prototipe atau portofolio dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai komersial. Di kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi komersialisasi solusi AI, mulai dari penyusunan model bisnis, identifikasi kebutuhan pasar, hingga pengembangan skema monetisasi berbasis recurring income. Pendekatan ini bertujuan membantu talenta teknologi tidak hanya menciptakan inovasi teknis, tetapi juga memahami cara menghadirkan produk AI yang relevan dan berkelanjutan di pasar. Sesi pembukaan menghadirkan pemaparan dari Khairul Umam yang membahas strategi pengembangan model bisnis serta peluang inkubasi bagi startup berbasis teknologi. Selain itu, Kholil Haq Al Hakim turut memberikan wawasan mengenai penguatan aspek teknis serta implementasi Artificial Intelligence agar solusi yang dikembangkan peserta lebih siap diterapkan di dunia industri. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan mentoring one-on-one, di mana setiap tim memperoleh masukan spesifik terkait strategi bisnis, kesiapan teknologi, serta peluang komersialisasi solusi AI yang mereka kembangkan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan arahan praktis yang dapat langsung diterapkan pada pengembangan proyek mereka. Salah satu peserta, Silmi Hafizat, menceritakan sesi mentoring memberikan perspektif baru mengembangkan proyek teknologi menjadi produk bisnis. “Sesi mentoring sangat membuka wawasan kami, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga bagaimana menyusun model bisnis yang realistis dan skema pendapatan berulang. Kami jadi lebih memahami langkah konkret untuk membawa prototipe kami ke pasar,” ujarnya. Sedang, Mizan Lazuardi menegaskan bahwa AI Clinic dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan kesiapan komersial talenta digital. “Kami ingin memastikan inovasi AI tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi berkembang menjadi produk digital yang memiliki model pendapatan berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha,” jelasnya. Melalui program ini, Telkom AI Center Makassar tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknologi, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan digital bagi talenta muda. Inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi AI yang tidak berhenti sebagai proyek pengembangan, tetapi berkembang menjadi startup teknologi dan solusi digital yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha, khususnya sektor UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia Timur.
Cetak Talenta Kreatif Basis AI, Telkom AI Center Bali Perkuat Kapasitas Perempuan
Bali, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence Bali (Telkom AI Center Bali) melalui program AI Connect menghadirkan Women in AI sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan keterampilan content creation berbasis kecerdasan buatan guna memperkuat kapasitas perempuan, mendorong lahirnya talenta kreatif yang adaptif, serta menyiapkan generasi future ready yang siap bersaing di era transformasi digital. Telkom AI Center of Excellence Bali (Telkom AI Center Bali) kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong inklusivitas teknologi melalui webinar AI Connect Series bertajuk "Women in AI: Mastering Content Creation Skills for Future-Ready Career" yang digelar secara daring, Jumat (14/2). Acara ini menjadi wadah edukasi strategis bagi perempuan muda untuk mengambil peran sentral dalam industri kreatif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Sesi pertama dibuka oleh Retno Pratiwi, seorang praktisi HR profesional. Dalam paparannya mengenai "Kebutuhan Industri dan Kompetensi Talenta", Retno menekankan standar rekrutmen saat ini telah bergeser. "Industri tidak lagi sekadar mencari kandidat dengan keunggulan akademis, melainkan talenta yang adaptif, solutif, dan memiliki growth mindset yang kuat," ujar Retno. Ia menggarisbawahi tiga pilar kompetensi utama bagi perempuan di era digital, yakni attitude dan mindset sebagai fondasi untuk terus berkembang, soft skills seperti komunikasi efektif dan berpikir kritis, serta hard skills berupa kecakapan digital dan pemahaman mendalam terhadap sistem kerja industri. AI sebagai 'Thinking Partner' Kreativitas Melengkapi perspektif teknis, Rachel Septiana, seorang Social Media Manager, membawa peserta mendalami sisi praktis dalam materi "AI Content Creation: From Idea to Execution". Rachel membedah bagaimana AI dapat diposisikan sebagai rekan berpikir (thinking partner) untuk mendongkrak produktivitas. Peserta diajak mempraktikkan langsung formula prompt efektif dan penyusunan content planner berbasis AI. "Konten terbaik lahir dari kolaborasi harmonis antara kreativitas manusia dan kecepatan teknologi AI," jelas Rachel di hadapan para peserta. Komitmen terhadap Inklusivitas Gender Sesi diskusi berlangsung interaktif dan mencerminkan tingginya minat perempuan Indonesia untuk menjadikan AI sebagai alat strategis dalam pengembangan karier. Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead AI Connect Bali, menegaskan bahwa teknologi harus menjadi jembatan kesetaraan. “Kami ingin mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga bertanggung jawab dan berdampak positif. AI harus menjadi solusi nyata bagi tantangan global, termasuk isu inklusivitas dan kesetaraan gender di dunia digital,” tegasnya. Senada dengan hal tersebut, Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect, aminkan Retno. Ia menambahkan penguatan kapasitas perempuan di bidang AI merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem talenta digital yang inklusif. “AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang akses dan kesempatan. Melalui AI Connect, kami ingin memastikan perempuan memiliki ruang, dukungan, dan kompetensi yang memadai untuk menjadi kreator, inovator, bahkan pengambil keputusan di era AI,” jelas Mizan. Melalui program ini, Telkom AI Center berharap dapat terus menjadi katalisator lahirnya inovator perempuan yang siap membentuk masa depan digital Indonesia yang lebih inklusif, merata, dan berdampak luas.
Binus University Tuan Rumah Garena Game Jam 2026, Dorong Talenta Game Developer Muda Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Binus University resmi diumumkan sebagai tuan rumah pergelaran Garena Game Jam 3: Reinvent The Game, yang akan berlangsung pada 6 hingga 8 Februari 2026 di Binus @Kemanggisan, Anggrek Campus. Ajang ini menjadi ruang kolaborasi nasional bagi pelajar, mahasiswa, hingga fresh graduate untuk mengembangkan gim orisinal dalam format kompetisi intensif selama 48 jam. Garena Game Jam digelar lagi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Garena mendukung pertumbuhan ekosistem pengembangan gim Indonesia. Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, menyampaikan antusiasme tinggi dari para developer muda menjadi alasan utama keberlanjutan program ini. "Melalui tagline Reinvent The Game, peserta ditantang untuk menghadirkan pendekatan kreatif dan segar terhadap tema gim yang akan diumumkan pada hari pembukaan kompetisi," ujarnya. Sebagai institusi pendidikan yang konsisten mendorong pembelajaran berbasis praktik industri, Binus University memandang kehadiran Garena Game Jam 2026 sebagai momentum strategis dalam menjembatani dunia akademik dan industri gim. Hal ini sejalan dengan keberadaan Program Game Application & Technology (GAT) di bawah School of Computer Science Binus University, yang secara aktif membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, kreatif, dan pemahaman bisnis gim melalui pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi industri, serta partisipasi dalam kompetisi nasional dan internasional. “Melihat antusiasme yang begitu tinggi dari para developer muda di Indonesia, Garena akan mengawali tahun 2026 dengan kembali menghadirkan Garena Game Jam yang kali ini mengusung slogan Reinvent the Game. Selain menjadi wadah kompetisi untuk para talenta muda Indonesia di bidang pengembang game, Garena Game Jam juga menjadi salah satu upaya Garena untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem pengembangan game Indonesia,” ujar Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia. Head of Game Application & Technology, Dr. David, S.Kom, M.T.I., C-AI/MLPEN, menyampaikan harapannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Binus University sebagai tuan rumah. “Kami menyambut baik kehadiran Garena Game Jam 2026 di BINUS University. Kegiatan ini mencerminkan pentingnya pengasahan kemampuan mahasiswa dan talenta muda langsung di lingkungan nyata industri. Melalui program Game Application & Technology, Binus berkomitmen menyiapkan generasi game developer yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi bagi industri gim nasional maupun global,” timpalnya. Dari seluruh pendaftar, Garena akan menyeleksi 150 peserta terbaik, yang akan diumumkan pada 2 Januari 2026. Selain memperebutkan total hadiah senilai Rp30 juta, peserta juga berkesempatan mendapatkan mentoring, inkubasi lanjutan, serta peluang showcase karya di ajang industri seperti Indonesia Game Developer Exchange (IGDX). Dengan menjadi tuan rumah Garena Game Jam 2026, Binus University kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan talenta digital dan industri kreatif, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem gim Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Indigo Resmi Bertransformasi Menjadi AI Connect Percepatan Talenta AI Nasional
Yogyakarta, katakabar.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi perkenalkan Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) sebagai pusat pengembangan talenta, inovasi, dan ekosistem kecerdasan buatan di Indonesia. Peluncuran ini sekaligus menandai transformasi Indigo, yang sebelumnya berfokus pada inkubasi startup, menjadi AI Connect, pusat kolaborasi dan pengembangan talenta AI yang kini hadir di 9 kota di Indonesia, salah satunya Yogyakarta. Perubahan arah strategis tersebut disampaikan Direktur IT Digital Telkom Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi (FRD), bertepatan dengan penandatanganan MoU antara Telkom Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gedung GIK UGM, Yogyakarta. FRD menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional Telkom untuk memastikan ketersediaan talenta AI Indonesia yang kuat dan siap bersaing. “Transformasi Indigo menjadi Telkom AI Connect Jogja menjadi perubahan arah strategis, sehingga dapat berfokus pada penyiapan talenta Indonesia yang memiliki kecakapan dan kompetensi AI sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar FRD. AI Connect salah satu dari empat pilar utama AI CoE. Tiga pilar lainnya adalah AI Campus yang bekerja sama dengan kampus-kampus nasional dalam menyediakan program pembelajaran dan sertifikasi AI berbasis kurikulum industri. Selain itu, AI Playground hadir sebagai ruang eksperimen teknologi AI untuk mempercepat adopsi dan inovasi. Serta AI Hub sebagai pusat orkestrasi use case dan pengembangan solusi AI lintas sektor. Keempat pilar ini menjadi bagian dari roadmap Telkom Indonesia dalam memperkuat kedaulatan digital nasional, mempercepat adopsi AI di sektor publik maupun industri, serta memastikan talenta muda memiliki akses langsung terhadap teknologi dan praktik terbaik. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi utama AI Connect karena ekosistem digitalnya yang telah berkembang pesat, memiliki jaringan komunitas yang solid, serta dukungan kuat dari perguruan tinggi seperti UGM. “Kami berharap kehadiran AI Connect Jogja dapat menjadi akselerator munculnya talenta, inovasi, dan pengembangan berbagai riset AI yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat nantinya,” tutup FRD.
EVOS dan Pop Mie Bangun Talenta Esports Kampus, Siapkan Beasiswa Menuju EVOS Academy
Jakarta, katakabar.com - EVOS dan Pop Mie kembali melanjutkan rangkaian Pop Mie Campus Gaming Ground, kali ini bersama Universitas Mercu Buana. Program ini hadir untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi dunia esports dan budaya digital secara positif. Serta menumbuhkan semangat kompetisi dan kolaborasi di lingkungan kampus. Lebih dari sekadar hiburan, Pop Mie Campus Gaming Ground menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakatnya ke arah yang lebih profesional melalui EVOS Academy. Pemenang turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) antar mahasiswa akan mendapatkan beasiswa pembinaan di EVOS Academy, sebagai bentuk dukungan nyata EVOS dan Pop Mie terhadap pengembangan talenta muda Indonesia di dunia esports. Aufa Bassam, Head of Esports, EVOS menjelaskan, kami ingin tumbuhkan semangat kompetitif dan kolaboratif di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memahami bahwa dunia esports tidak hanya tentang bermain, tetapi juga membangun karakter dan kesempatan karir baru. Pop Mie Campus Gaming Ground Universitas Mercu Buana menghadirkan beragam aktivitas seru, mulai dari turnamen MLBB, sesi inspirational talk tentang peluang karir di industri esports, hingga exclusive meet & greet bersama EVOS Branz, EVOS Nadse, EVOS Ash, EVOS Fancynancy, Vann dan Razeboy. Melalui sesi ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari para profesional tentang bagaimana mengubah hobi gaming menjadi karir yang menjanjikan. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, menimpali Pop Mie dan EVOS percaya esports bisa menjadi wadah anak muda untuk berkembang dengan cara yang positif. Kami ingin membantu mereka menemukan arah, mengasah kemampuan dan melihat bahwa passion bisa menjadi peluang. Selain membuka jalan menuju EVOS Academy, kegiatan ini perkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri kreatif. EVOS dan Pop Mie berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai universitas di Indonesia, agar semakin banyak mahasiswa mendapat kesempatan untuk menyalurkan bakat dan energinya secara positif. Kemeriahan Pop Mie Campus Gaming Ground belum berakhir! EVOS dan Pop Mie akan terus hadir di berbagai universitas seluruh Indonesia untuk membawa pengalaman seru lewat kompetisi, workshop dan inspirasi dari para pro player EVOS. Pantai terus update dan pengumuman kampus berikutnya di media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.
JSC Positive Technologies Berkunjung ke Kemendiktisaintek: Kolaborasi Pengembangan Talenta Siber Nasional
Jakarta, katakabar.com - Sebagai kelanjutan dari serangkaian inisiatif strategis perkuat ekosistem keamanan siber nasional, JSC Positive Technologies perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia melakukan kunjungan lanjutan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 18 November 2025 di Gedung D Kemendiktisaintek, Jakarta. Kunjungan ini tindak lanjut dari diskusi sebelumnya yang digelar pada 17 Juni 2025 lalu terkait pengembangan ekosistem talenta siber Indonesia. Di kunjungan tersebut, Positive Technologies bersama mitra edukasinya untuk wilayah Indonesia, PT Digital Siber Oase Nusantara (DSON), memaparkan rencana penyelenggaraan Cybersecurity International Competition 2026 yang akan digelar di Indonesia pada pertengahan tahun depan. Kompetisi ini dirancang sebagai ajang kolaborasi, edukasi, dan kompetisi bagi talenta muda siber dari Indonesia maupun negara-negara di kawasan Asia. Diskusi yang berlangsung hangat, Adi Nuryanto, S.T., M.T. Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, memberikan sambutan positif. Ia menyampaikan Kemdiktisaintek mendukung penuh penyelenggaraan event berskala internasional tersebut. “Sasarannya bukan hanya mahasiswa dan pelajar dari Indonesia saja, namun juga peserta internasional, minimal dari kawasan Asia,” ujar Adi Nuryanto. Ia menegaskan isu keamanan siber kini menjadi prioritas global, sehingga penguatan kapasitas mahasiswa dan pelajar melalui kegiatan edukatif seperti ini sangat diperlukan. Pelaksanaan Cybersecurity International Competition Event 2026 direncanakan digelar di salah satu universitas di Indonesia sebagai tuan rumah, dirancang untuk menjadi wadah kolaborasi, edukasi, dan kompetisi bagi talenta muda di bidang keamanan siber. Selain pelatihan bootcamp untuk para peserta, salah satu agenda utama dalam acara ini adalah kompetisi Catch The Flag (CTF), bentuk kompetisi global paling populer dalam dunia cybersecurity, yang menguji kemampuan peserta dalam eksploitasi sistem, digital forensics, reverse engineering, dan berbagai tantangan keamanan siber lainnya. Diskusi ini tindak lanjut dari komitmen antara JSC Positive Technologies bersama PT DSON dalam memperkuat ekosistem keamanan siber di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Lewat Indigo AI Connect, Telkom Indonesia Dorong Talenta Digital Makassar Kuasai AI Praktis
Makassar, katakabar.com - Peserta dari berbagai latar belakang belajar membangun asisten AI praktis di Indigo AI Connect Makassar Kebutuhan efisiensi kerja dan dorongan digitalisasi membuat pemanfaatan akal imitasi semakin mendesak. Teknologi ini tak lagi sekadar wacana, tapi sudah hadir sebagai alat praktis untuk mengelola data, mendukung riset, hingga mempermudah tugas sehari-hari. Lantaran itu, talenta digital Indonesia perlu tidak hanya memahami akal imitasi (AI), tapi juga mampu membangunnya. Telkom Indonesia melalui program Indigo menghadirkan rangkaian Indigo AI Connect di sembilan kota besar Indonesia, termasuk Makassar. Agenda kali ini angkat tema “Build Your Own AI Sidekick to Automate Daily Tasks and Streamline Your Workflow” dan berhasil menarik lebih dari seratus peserta lintas latar belakang. Di sesi utama, Lead Community Inready Workgroup mengajak peserta menyelami pemanfaatan AI sebagai asisten digital pribadi. Mereka diperkenalkan pada platform otomasi visual seperti n8n, hingga membangun AI Summarize Journal menggunakan API Apilogy, solusi sederhana untuk membantu mahasiswa dan akademisi mengelola dokumen secara efisien. “Indigo AI Connect bukan hanya mengenalkan teknologi, tapi memberi ruang bagi talenta lokal untuk berlatih membangun solusi nyata. Dengan ekosistem yang mendukung, kami ingin mereka lebih dari sekadar pengguna, melainkan pencipta inovasi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo. Kegiatan ini didukung Inready Workgroup, Himpunan Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi UIN Alauddin Makassar, COCONUT Computer Club, dan Dipanegara Computer Club. Kolaborasi lintas komunitas ini membuat pembelajaran AI lebih inklusif. “Yang paling berkesan, ternyata membangun asisten AI bisa dilakukan dengan langkah sederhana,” ujar Yudha Nurfaiz, salah satu peserta. Dengan Indigo AI Connect, Telkom Indonesia berharap semakin banyak masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda dapat memanfaatkan AI secara nyata, tidak hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk membuka peluang baru di berbagai bidang.
School of Information Systems Binus University Kembangkan Talenta Digital Generasi Muda
Seluruh finalis serta guru pendamping mendapat fasilitas akomodasi di Binus Square untuk menunjang kelancaran rangkaian acara. Setelah melewati kompetisi sengit, tim Excelsior dari SMAK Penabur Harapan Indah berhasil menjadi juara pertama pada cabang Business Analytics Case Competition. Posisi ke 2 dan ke 3 ditempati oleh tim dio tria dari SMK Telkom Jakarta dan tim The Light dari SMA Kristen Tunas Bangsa Gading Serpong. Sedangkan untuk cabang Information Systems Case Competition, peringkat pertama diraih oleh tim DesainAjaDulu dari SMK Telkom Jakarta. Tim Kanta dari SMA Kristen Kanaan Tangerang menjadi juara ke 2, dan tim RRA_TEAMM dari SMAN 1 Gresik menduduki peringkat ke 3.
Perkuat Talenta dan Transformasi Digital, BRI‑MI Raih Empat Penghargaan HCREA 2025
Jakarta, katakabar.com - PT BRI Manajemen Investasi atau BRI-MI meraih empat penghargaan di ajang Human Capital on Resilience Excellence Award atau HCREA Tahun 2025. Pencapaian ini mencerminkan keseriusan perusahaan membangun fondasi sumber daya manusia yang adaptif, berdaya saing, dan selaras dengan agenda transformasi digital. Adapun penghargaan yang dianugerahkan kepada Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina, adalah The Best CEO Committed to Human Capital of the Year 2025. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kepemimpinan strategis yang menempatkan manusia sebagai inti dari inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan di dalam perusahaan. “Penghargaan ini adalah bagian dari perjalanan kami dalam membangun perusahaan yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga merangkul seluruh internal, termasuk para talenta muda untuk terus bertumbuh dan berinovasi,” ujar Tina. Dalam beberapa tahun terakhir, kata Tina, BRI-MI mengarahkan strategi organisasinya untuk memperkuat kapasitas internal melalui akselerasi digital, pembinaan talenta muda, serta penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif. Menurut Tina, pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi jangka panjang yang tak hanya mendukung kinerja bisnis, tapi juga memperkuat daya saing perusahaan di tengah lanskap industri yang berubah cepat. “Talenta muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan, sebagai gambaran. Di BRI-MI, kami berusaha menjadi tempat di mana potensi mereka diberi ruang, tantangan, dan kepercayaan,” ucap Tina.