Sudah

Sorotan terbaru dari Tag # Sudah

OJK: Ratusan Perusahaan Indonesia Sudah Mulai Investasi di Kripto Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 05 Desember 2025 | 08:00 WIB

OJK: Ratusan Perusahaan Indonesia Sudah Mulai Investasi di Kripto

Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan minat perusahaan terhadap aset kripto sebagai instrumen investasi terus meningkat. Tercatat sudah ada ratusan perusahaan, yang mulai menjadikan aset kripto sebagai bagian dari portofolio investasinya di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengutarakan jumlah investor kripto institusional memang masih kecil jika dibandingkan dengan total investor kripto di Indonesia yang telah mencapai 19,2 juta orang. Tapi, potensi pertumbuhannya dinilai sangat besar. “Jumlahnya tidak sampai seribu, kemarin ratusan. Tapi nilai investasinya cenderung lebih besar dibanding investor perorangan," ujar Hasan dalam keterangan di OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025 di Bali, Senin (1/12) lalu. Ia menjelaskan penerbitan POJK No. 27 Tahun 2024 menjadi dasar legalitas yang memperbolehkan institusi berinvestasi pada aset digital, termasuk kripto. Kepastian hukum ini membuat semakin banyak perusahaan memasukkan aset digital ke dalam strategi investasi jangka panjang mereka. “Secara global, tren perusahaan dan lembaga non-perorangan untuk memasukkan aset digital, termasuk kripto, ke dalam portofolio investasinya terus meningkat,” tambah Hasan. “Instrumen ini sudah resmi, sudah diakui undang-undang, serta jelas aspek perpajakannya. Mau tidak mau, kripto kini menjadi alternatif instrumen investasi yang dimanfaatkan baik oleh perorangan maupun institusi," terangnya. Hingga Januari 2025, OJK mencatat terdapat 556 investor institusional yang telah berinvestasi pada aset digital. Di sisi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa tiga emiten tercatat telah menempatkan sebagian aset mereka dalam bentuk aset kripto. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), dan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA). Mereka diketahui memiliki portofolio aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP. Menanggapi perkembangan tersebut, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif laporan OJK. Menurutnya, meningkatnya kepercayaan perusahaan terhadap aset kripto menandai fase pertumbuhan baru bagi industri aset digital nasional. “Apa yang disampaikan OJK merupakan validasi kuat bahwa aset kripto semakin diterima sebagai instrumen investasi yang kredibel,” ujar Calvin. “Meski jumlah investor institusional masih ratusan, dampaknya terhadap pasar bisa sangat signifikan karena institusi biasanya memiliki kapasitas investasi jauh lebih besar dibandingkan investor ritel," tuturnya. Kata Calvin transaksi di platform Tokocrypto saat ini hampir 50 persen berasal dari investor institusi, dengan nilai yang dapat mencapai triliunan rupiah. Artinya, meskipun jumlah pelaku institusional masih relatif kecil, kontribusi mereka terhadap volume dan stabilitas pasar sangat besar. Dukungan institusi juga menunjukkan tingkat kepercayaan yang semakin kuat terhadap aset digital di Indonesia, sekaligus menjadi indikator bahwa pasar kripto domestik tengah bergerak menuju fase pertumbuhan yang lebih matang dan berkelanjutan. Dijelaskam Calvin legalitas yang diperkuat melalui POJK No. 27/2024 membuat perusahaan lebih yakin untuk mulai mengeksplorasi aset kripto, baik untuk diversifikasi portofolio maupun sebagai bagian dari strategi inovasi keuangan. “Kami melihat perusahaan, baik domestik maupun global, semakin matang dalam pendekatan mereka terhadap aset kripto. Mereka tidak lagi melihatnya sebagai tren sesaat, tetapi sebagai komponen serius dalam manajemen aset modern,” imbuhnya. Tokocrypto, sebagai salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, menyatakan komitmennya untuk mendukung ekosistem yang aman, transparan, dan selaras dengan peraturan OJK. “Tokocrypto siap menjadi jembatan bagi institusi yang ingin masuk ke ranah aset digital dengan aman dan patuh regulasi,” tukas Calvin. “Ini momentum transformasi besar bagi industri keuangan Indonesia, dan kami ingin menjadi bagian dari akselerasinya," sebutnya.

Rapat Finalisasi Pelantikan DPW PWMOI se Riau, Rio: Persiapan Sudah Capai 80 Persen Mandiri Riau
Riau
Senin, 01 Desember 2025 | 19:38 WIB

Rapat Finalisasi Pelantikan DPW PWMOI se Riau, Rio: Persiapan Sudah Capai 80 Persen Mandiri

Pekanbaru, katakabar.com - Untuk mematangkan persiapan segala sesuatu menjelang pelantikan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau gelae rapat finalisasi pelantikan DPW, DPD PWMOI se Provinsi Riau yang dilaksanakan di caffe Zaky, jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Minggu (30/12) sore. Ketua DPW PWMOI Riau, H. Rio Kasairy, yang pimpin rapat. Ia mengatakan pertemuan tadi membahas persiapan apa saja yang sudah dilakukan dan apa-apa yang masih kurang, sehingga bisa segera disiapkan menjelang pelantikan kita. "Mengingat waktu untuk pelantikan kita tidak beberapa lama lagi, hanya menghitung hari saja," ujar Rio. Dari laporan yang kita terima dari panitia pelantikan persiapan hampir mencapai 80 persen, dan ada beberapa agenda yang sedikit berubah dari yang sebelum direncanakan. Di mana sambung Rio, perubahan yang terjadi mengenai waktunya, yang sebelumnya kita rencanakan pada 12 Desember 2025, kita mundurkan tanggalnya satu hari pada 11 Desember 2025, serta mengenai tempat, dimana yang sebelumnya kita rencanakan di Hotel Ameera, digeser ke Hotel Alpha. "Dan itu semua sudah clear, tidak ada perubahan lagi, serta saya mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh tim yang terlibat, telah bertungkus lumus untuk mensukseskan pelantikan ini serta kepad seluruh pengurus DPW, DPD se Provinsi Riau," ucap Rio. "Dan satu lagi yang perlu diingat, pelantikan kami ini 100 persen tidak berasal dari bantuan pemerintah, baik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, ini murni mandiri dan dibantu dari pihak swasta, pribadi masing-masing, serta donatur yang tidak terikat, atau istilah yang kami sebut 'Orang Baik' yang ikut membantu sukseskan pelantikan ini. Meskipun kami paham, dan mengerti dengan kondisi keuangan pemerintahan kita saat ini yang katanya devisit anggaran, banyak tunda bayar," sebut Rio. Di rapat tersebut, hadir Zul Iman selaku Sekretaris DPW, Nuhayati selaku Bendahara DPW, Sampir Bianto selaku Wakil Ketua, Hendra selaku Humas DPW, Haristio Citra Wardeni selaku Ketua Bidang OKK dan Sadrial selaku Sekretaris Bidang OKK, dan turut pula Yuhana selaku Pembina ikut membantu menyusun persiapan acara pelantikan atau seksi acara pelantikan, serta Tati salah satu anggota dari seksi acara pelantikan.

Kontrak Sudah Diteken Tapi Koperasi MMS Masih H2C Tunggu Pencairan Dana PSR Sawit
Sawit
Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:48 WIB

Kontrak Sudah Diteken Tapi Koperasi MMS Masih H2C Tunggu Pencairan Dana PSR

Jambi, katakabar.com - Kontrak kerja sama sudah diteken pada November 2024 lalu, puluhan petani sawit anggota Koperasi Mitra Makmur Satu atau MMS masih harap-harap cemas atau H2C tunggu pencairan dana program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR. "Meski kontrak sudah diteken, dana yang dijanjikan belum masuk ke rekening kami. Petani tengah menunggu dengan penuh harap untuk perbaikan kebun kelapa sawit," kata Bendahara Koperasi MMS, Sidik, dilansir dari laman EMH, Sabtu (21/12) siang. Koperasi MMS mengelola kebun sawit di Desa Sapta Mulia, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Awalnya pengurus mengajukan PSR seluas 145 hektar, tapi luasan kebun yang mendapatkan rekomendasi teknis atau Rekomtek hanya 70 hektar dan dana PSR bakal dicairkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawi atau BPDPKS sebesar Rp60 juta per hektar.

Cukup Sudah Reformasi Opini
Opini
Sabtu, 16 Desember 2023 | 13:00 WIB

Cukup Sudah Reformasi

katakabar.com - Pesta demokrasi harus dinikmati, seperti pesta kebun, merebus jagung, menggiling padi dan membakar ubi. Kelezatan hasil bumi yang lama tak disyukuri. Jakarta boleh tak tidur, tapi saya harus meluruskan punggung meski sebentar. Sebab esok banyak agenda yang mesti diikuti. Indonesia sudah membisikkan ucapan, selamat tinggal reformasi. Cukup sudah era reformasi, 25 tahun itu satu generasi, tak cukupkah hanya menyalahkan masa lalu Indonesia. Suksesi kepemimpinan nasional 2024, adalah panah pasopati untuk 100 tahun Indonesia 2045. Urusan ideologi, politik dan ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan harusnya sudah menjadi kabar menggembirakan, karena tata kelola negara sudah berbasis kinerja, kecuali ada cerita lain di bawah meja. Setiap pesta demokrasi tiba. Terlalu besar bangsa ini untuk dikecilkan, terlalu tinggi bangsa ini untuk direndahkan. Yakinlah, warna-warni pemilu raya akan indah juga pada waktunya. Indahnya musim berganti. Jalanan dipenuhi daun-daun harapan yang beterbangan dibawa angin musim hujan. Kemacetan pagi, tetap memberi gairah. Rakyat selalu semangat. Tak lelah. Mengukur jalan, panjang kehidupan. Menuju Era Emas Indonesia, masih ada waktu 21 tahun. Dua dekade yang harus dipertaruhkan. Indonesia yang majemuk, kaya dan berwarna, rakyatnya sejahtera. "Hidup yang tak dipertaruhkan tak akan pernah dimenangkan!"