Studi

Sorotan terbaru dari Tag # Studi

Binus Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Masuk di QS World Rankings by Subject 2026 Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:10 WIB

Binus Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

Jakarta, katakabar.com - Binus University kembali torehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by Subject 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena hadir di momentum perjalanan menuju 45 tahun Binus dalam berkontribusi bagi pendidikan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi Binus sebagai institusi yang semakin diakui secara global. Dalam pemeringkatan terbaru ini, sejumlah bidang studi Binus berhasil masuk jajaran universitas terbaik dunia, mencerminkan konsistensi Binus menghadirkan pendidikan berkualitas global yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masa depan. Pencapaian ini menunjukkan penguatan kualitas akademik Binus di berbagai disiplin ilmu, termasuk beberapa program studi yang untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam pemeringkatan dunia. Beberapa bidang studi Binus University yang berhasil meraih posisi dalam pemeringkatan global antara lain: · Business & Management Studies: peringkat 201–250 dunia, peringkat =1 nasional · Computer Science & Information Systems: peringkat 301–350 dunia, peringkat 2 nasional · Art & Design: peringkat 201–300 dunia (newly ranked) · Law: peringkat 251–300 dunia (newly ranked) · Accounting & Finance: peringkat 301–375 dunia (newly ranked) · Economics & Econometrics: peringkat 551–700 dunia Selain itu, dalam kategori broad subject, BINUS University juga meraih: · Social Sciences & Management: peringkat 341 dunia · Arts & Humanities: peringkat 451–500 dunia (newly ranked) Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan capaian ini menjadi momen yang sangat bermakna bagi Binus, terlebih di tahun ke 45 perjalanan kami. Kami bersyukur atas pengakuan yang diberikan melalui QS World University Rankings by Subject 2026 kepada sejumlah bidang studi di Binus. "Kehadiran beberapa program studi yang untuk pertama kalinya masuk dalam pemeringkatan dunia juga menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan riset BINUS semakin diakui secara internasional," ujarnya. Ia menambahkan pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan Binus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi, memperluas kolaborasi global, serta memastikan bahwa setiap lulusan BINUS memiliki kesiapan untuk berkontribusi dan bersaing di tingkat internasional. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Binusian serta para stakeholder atas dukungan, kolaborasi, dan kepercayaan yang terus diberikan dalam perjalanan ini,” ucapnya. Pencapaian ini juga sejalan dengan visi Binus, A World-class university fostering and empowering the society in building and serving the nation. Melalui inovasi, kolaborasi global, serta penguatan pendidikan berbasis teknologi, Binus terus berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman. Lebih dari sekadar pengakuan, capaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan menuju 45 tahun Binus yang terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan berkelas dunia. Ke depan, Binus optimis untuk terus memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan global, serta mencetak generasi pemimpin masa depan yang siap beradaptasi dan memberikan dampak positif di berbagai sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lewat Hunian, Oakhouse Berpartisipasi di JEF 2026 Dukung Studi Orang Indonesia Belajar Bahasa Jepang Internasional
Internasional
Selasa, 03 Februari 2026 | 09:00 WIB

Lewat Hunian, Oakhouse Berpartisipasi di JEF 2026 Dukung Studi Orang Indonesia Belajar Bahasa Jepang

Jalarta, katakabar.com - Perusahaan properti Oakhouse yang berkantor pusat di Tokyo akan berpartisipasi dalam acara studi ke Jepang di Japan Education Fair (JEF) 2026 yang dihelat di Jakarta pada 7 Februari hingga 8 Februari 2026. Acara ini pameran informasi studi ke Jepang yang ditujukan bagi warga Indonesia yang berminat melanjutkan pendidikan atau studi di Jepang. Melalui partisipasinya, Oakhouse akan memperkenalkan pengalaman hidup dan tinggal di Jepang kepada calon pelajar dari sudut pandang Tantangan Pencarian Hunian bagi Pelajar Asing di Jepang Mencari tempat tinggal di Jepang menghadirkan berbagai tantangan, seperti perbedaan bahasa, tingginya biaya awal, serta prosedur kontrak yang rumit. Khususnya bagi mereka yang baru pertama kali mengalami tinggal sendiri, kekhawatiran terhadap pencarian hunian sering kali terasa lebih besar dibandingkan dengan kegiatan belajar itu sendiri. Oakhouse akan berpartisipasi di JEF 2026, untuk memahami kebutuhan calon pelajar dari Indonesia, memperkenalkan layanan dan inisiatif hunian yang disediakan, serta menanggapi pertanyaan konkret secara langsung di lokasi acara. Hunian Tersedia Mulai 1 Bulan, Layanan Pertanyaan Tersedia Bahasa Inggris Sejak didirikan pada tahun 1992, Oakhouse telah menyediakan hunian sewa bagi pelajar asing selama lebih dari 30 tahun. Di antaranya, Oakhouse mengelola sekitar 5.000 kamar hunian bersama bergaya Co-living, yang memiliki konsep serupa dengan Kos di Indonesia. Dengan fokus pada wilayah metropolitan Tokyo dan Kansai, seluruh unit dilengkapi perabot dan peralatan rumah tangga, serta tersedia untuk disewa mulai dari jangka waktu minimum satu bulan. Hunian Co-living berukuran besar yang menjadi layanan utama menyediakan kamar tidur pribadi bagi setiap penghuni. Sementara, area bersama dilengkapi dengan berbagai fasilitas komunal seperti dapur besar, lounge, pusat kebugaran, dan ruang coworking. Selain fasilitasnya, komunitas yang mendorong interaksi antar penghuni dari berbagai negara di dunia juga menjadi salah satu ciri khasnya. Penghuni dapat memasak dan makan bersama, berbagi hobi dan budaya, hingga bepergian bersama, sehingga memungkinkan terciptanya lingkungan di mana penghuni dapat menjalin pertemanan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang internasional meskipun tinggal di Jepang. Pertanyaan yang diajukan melalui situs web yang dikelola oleh Oakhouse akan ditangani oleh layanan pelanggan berbahasa Inggris yang memberikan pendampingan secara saksama hingga proses kontrak. Seluruh prosedur pendaftaran dan penyewaan dapat diselesaikan secara daring, sehingga beban dokumen dapat diminimalkan. Selain penyediaan kontrak dalam bahasa Inggris, dukungan konsultasi kehidupan sehari-hari setelah mulai tinggal serta penanganan masalah juga diberikan secara cepat. Bangunan hunian dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai, sehingga menyediakan lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Konten pameran di JEF 2026 merupakan acara yang menghadirkan universitas di Jepang, sekolah kejuruan di Jepang, sekolah bahasa Jepang, serta berbagai institusi pendidikan dari Jepang. Pameran ini digelar di berbagai negara dan berfungsi sebagai wadah bagi pengunjung untuk memperoleh informasi serta melakukan konsultasi secara langsung mengenai studi dan kehidupan di Jepang. Di booth Oakhouse, layanan berikut akan disediakan: ・Konsultasi dan penanganan pertanyaan terkait pencarian hunian di Jepang Detail Acara Nama Acara:JAPAN EDUCATION FAIR 2026 Tanggal:7 Februari 2026 (Sabtu) – 8 Februari 2026 (Minggu) Lokasi:Ciputra Artpreneur Informasi Kontak Situs web pencarian hunian: https://www.oakhouse.jp/ Tentang Oakhouse Oakhouse telah menyediakan layanan hunian bagi warga asing yang datang ke Jepang selama lebih dari 30 tahun. Layanan ini menawarkan berbagai kemudahan, seperti tanpa uang jaminan, tanpa uang terima kasih (key money), tanpa penjamin, tanpa biaya perpanjangan kontrak, seluruh unit telah dilengkapi perabot, kontrak sewa tersedia mulai dari satu bulan, serta pembayaran sewa yang dapat dilakukan dengan kartu kredit. Selain itu, layanan konsultasi dan proses kontrak tersedia dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris sejak tahap pertanyaan hingga penandatanganan kontrak. Oakhouse beroperasi terutama di wilayah dengan kebutuhan tinggi akan hunian jangka panjang bagi warga asing, seperti kawasan metropolitan Tokyo, Kyoto, dan Kobe. Perusahaan ini juga dikenal dengan pengelolaan komunitas yang menekankan interaksi antar penghuni, dengan perencanaan dan penyelenggaraan lebih dari 300 acara dan kegiatan setiap tahunnya.

Rafif Adhikara Kini Jalani Bisnis dan Studi di Stanford Sekaligus Bersama Photomatics Default
Default
Jumat, 03 Oktober 2025 | 14:31 WIB

Rafif Adhikara Kini Jalani Bisnis dan Studi di Stanford Sekaligus Bersama Photomatics

Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus generasi muda yang berlomba-lomba mengejar gelar akademik di luar negeri, Rafif Adhikara memilih jalan yang berbeda. Ia sempat mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi di universitas top dunia yakni DePaul University, tetapi Rafif memilih untuk menundanya. Bukan karena takut, bukan karena ragu, tetapi karena ia percaya menunda bukan berarti menyerah. Alih-alih langsung terbang ke luar negeri, Dhika justru memulai bisnisnya dari nol di Indonesia. Dengan visi yang kuat dan keberanian untuk membangun dari dasar, lahirlah Photomatics sebuah perusahaan di bidang creative photography, dan self-photo studio yang kini namanya sudah dikenal luas di kalangan anak muda. Langkah berani itu ternyata bukan keputusan gegabah. Photomatics tumbuh pesat hanya dalam beberapa tahun. Dari sebuah studio kecil di kota besar, kini bisnis ini telah berkembang hingga 150 cabang di berbagai kota di Indonesia. Menjaga Mimpi Sempat Ditunda Kini, setelah pondasi bisnisnya kokoh dan tim yang ia bentuk mampu menjalankan operasional dengan mandiri, Dhika akhirnya kembali pada mimpi yang sempat ia simpan rapi: melanjutkan studinya. Rafif Adhikara bersama Photomatics resmi bergabung ke program dari Stanford untuk Seed Transformation Program Kelas 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi Dhika dan tim Photomatics untuk memperdalam pemahaman tentang bisnis, mengembangkan rencana aksi untuk pertumbuhan lebih lanjut, dan memperluas jaringan dengan para pemimpin bisnis dunia. Hal ini tentu dapat memperkuat pemahaman akademisnya untuk menyokong pertumbuhan Photomatics ke tahap berikutnya. Photomatics: Dari Ide Sederhana Menjadi Gerakan Kreatif Photomatics bukan hanya soal studio foto. Ia menjadi simbol bagaimana kreativitas dan kepekaan terhadap tren anak muda bisa diolah menjadi bisnis berkelanjutan. Dengan pendekatan yang fresh, estetika visual yang kuat, dan pengalaman pelanggan yang fun dan personal, Photomatics telah mengubah cara orang memaknai sesi foto. Lebih dari sekadar bisnis, Photomatics kini juga aktif menggelar workshop kreatif, kolaborasi dengan komunitas, hingga ekspansi ke platform digital. Perusahaan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan mendokumentasikan momen penting dalam hidup mereka.

Magang dan Studi Independen Bersertifikat: Perjalanan Mahasiswa Magang Lewat Program MSIB di MA Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 27 Februari 2025 | 08:49 WIB

Magang dan Studi Independen Bersertifikat: Perjalanan Mahasiswa Magang Lewat Program MSIB di MA

Jakarta, katakabar.com - Tantangan hidup sering datang tanpa diduga, tapi setiap tantangan tersebut membawa peluang besar untuk belajar dan tumbuh. Itulah yang dirasakan Revo Rahmat, mahasiswa Informatika yang penuh semangat. Perjalanan profesionalnya dimulai lewat program MSIB atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka Batch 7 yang digelar Maxy Academy. Program ini bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tapi memperkaya jiwa, menjadi titik balik dalam perjalanan Revo menuju dunia profesional di bidang teknologi. Revo kali pertama mengetahui tentang Maxy Academy melalui teman-temannya yang lebih dulu mengikuti program MBKM, serta informasi yang ia dapatkan dari media sosial dan situs resmi program tersebut. Sejak awal, ia tertarik dengan visi Maxy Academy yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri. “Saya melihat ini sebagai kesempatan langka. Tidak hanya belajar secara akademik, tapi bisa mengembangkan diri dengan cara yang lebih nyata,” ujar Revo dengan antusias. Program MBKM di Maxy Academy bagi Revo lebih dari sekadar transfer ilmu. Itu adalah sebuah perjalanan yang membawa dirinya keluar dari ruang kelas dan menghadapi tantangan baru yang lebih kompleks dan mendalam dari yang ia bayangkan sebelumnya. “Ini adalah kesempatan untuk benar-benar merasakan bagaimana dunia industri bekerja, membangun koneksi dengan profesional, serta belajar langsung dari mentor berpengalaman,” ucapnya. Program ini membuka banyak peluang bagi Revo untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan yang akan sangat bermanfaat untuk kariernya di masa depan. Pengalaman pertama Revo dalam program MSIB dimulai saat ia ditempatkan di TBN Indonesia, sebuah perusahaan teknologi. Di sini, Revo terlibat dalam pengembangan platform Impact Management Measurement (IMM), yang bertujuan membantu pelaku usaha mengukur dan melaporkan dampak sosial dan lingkungan dari investasi mereka. Ini bukan sekadar proyek teknologi, tapi inisiatif yang bertujuan menciptakan perubahan sosial yang nyata.