Stigma

Sorotan terbaru dari Tag # Stigma

The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 07 April 2026 | 13:00 WIB

The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

Jakarta, katakabar.com - Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik. Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh. Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir untuk membuka ruang pemahaman yang lebih transparan dengan menghadirkan cerita yang jujur langsung dari masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang. Pendekatan film ini sengaja ditempatkan sebagai antitesis dari komunikasi yang sering dianggap satu arah. Alih-alih menyodorkan klaim sepihak, The MINDJourney berupaya memperlihatkan realitas di lapangan secara terbuka, termasuk hal-hal yang masih menjadi catatan dan perlu terus ditingkatkan. Dengan cara ini, film diharapkan menjadi jembatan informasi antara publik dengan dunia pertambangan yang selama ini terasa jauh. Sebagai produser film, Nia Sihasale Zulkarnaen, menjelaskan proses produksi dilakukan dengan metode yang membiarkan cerita tumbuh dari observasi lapangan. Tim hadir untuk melihat, mendengar, dan menangkap dinamika yang terjadi bukan mengarahkan narasi sesuai kebutuhan tertentu. “Bukan untuk menggurui, tapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia. Dalam prosesnya, tim produksi film The MINDJourney mengunjungi berbagai wilayah operasional pertambangan yang berada di bawah naungan MIND ID. Tetapi, perusahaan tidak ditempatkan sebagai “narator” yang menjelaskan semuanya. Kamera justru mengikuti interaksi yang muncul dari aktivitas di lapangan, percakapan dengan warga, pekerja, dan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan pertambangan. Para talent yang terlibat didorong untuk berinteraksi secara spontan. Mereka bertanya langsung kepada masyarakat dan pekerja, tanpa daftar pertanyaan baku dan tanpa respons yang diarahkan, sehingga percakapan yang terekam terasa lebih alami. Dari perjalanan itulah cerita-cerita hadir secara natural. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman tentang perubahan yang mereka rasakan, mulai dari peluang ekonomi, munculnya usaha kecil, sampai bentuk pendampingan sosial yang mereka temui di sekitar operasi. “Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” jelas Nia. Di sisi lain, film ini juga tidak menutup ruang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi sektor pertambangan Indonesia. Dalam beberapa bagian, penonton diajak melihat bahwa realitas lapangan selalu kompleks, yakni ada hal yang sudah berjalan baik, dan ada juga hal lain yang masih dapat diperbaiki. “Tidak ada yang ditutup-tutupi. Justru dari situ kita bisa melihat secara utuh mana yang sudah baik, mana yang masih perlu ditingkatkan,” ucapnya. Selain aktivitas industri, The MINDJourney juga menyoroti kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang. Interaksi yang ditampilkan memperlihatkan relasi yang dinamis antara perusahaan dan komunitas: bukan hanya soal kerja dan ekonomi, tetapi juga soal harapan, kebutuhan, dan proses membangun kepercayaan dari waktu ke waktu. Sutradara program, Arie, menimpali proses di lapangan dibiarkan mengalir apa adanya. “Kami tidak pernah mengarahkan harus bicara apa. Semua mengalir dari apa yang dilihat dan dirasakan,” ulasnya. Dengan format tersebut, The MINDJourney diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih sehat tentang industri tambang di Indonesia. Diketahui, The MINDJourney ditayangkan di Metro TV dan hadir secara berkala setiap akhir pekan, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengikuti langsung perjalanan dan cerita dari berbagai wilayah pertambangan di Indonesia.

Membongkar Stigma Kripto, Aman dan Potensial, Tips Hindari Penipuan! Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 12 Mei 2024 | 19:57 WIB

Membongkar Stigma Kripto, Aman dan Potensial, Tips Hindari Penipuan!

katakabar.com - Di era digital ini, istilah "kripto" kian populer. Teknologi blockchain yang mendasarinya diprediksi akan merevolusi berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga logistik. Tapi, masih banyak masyarakat awam yang ragu dan enggan untuk terjun ke dunia kripto karena dicap sebagai industri yang tidak aman dan penuh dengan penipuan. Stigma negatif ini memang bukan tanpa alasan. Beberapa kasus penipuan dan peretasan di platform kripto memang pernah terjadi. Hal ini wajar mengingat industri ini masih tergolong baru dan masih dalam tahap pengembangan. Namun, anggapan bahwa seluruh industri kripto tidak aman adalah keliru. Faktanya, industri kripto telah berkembang pesat dan dilengkapi dengan ekosistem yang semakin matang. Telah hadir bursa kripto yang teregulasi, lembaga kliring dan kustodian untuk menjaga keamanan aset, serta komite aset kripto yang dibentuk untuk melindungi konsumen. Berbagai regulasi pun mulai bermunculan untuk memberikan kepastian hukum bagi investor. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis angkat suara untuk meluruskan stigma negatif terhadap kripto. Ia menekankan industri kripto bukan hanya tentang spekulasi dan keuntungan semata. Teknologi blockchain di balik kripto memiliki potensi luar biasa untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi keuangan. "Industri kripto bukan sekadar trading atau mencari keuntungan semata. Di baliknya, ada teknologi blockchain yang luar biasa dan dapat diaplikasikan di berbagai sektor. Blockchain dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi keuangan," ujar Yudho. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak takut dan ragu untuk mempelajari lebih lanjut tentang kripto. Dengan edukasi dan pemahaman yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi kripto dengan bijak dan bertanggung jawab. Jaminan Regulasi Di Indonesia sendiri, regulasi terkait kripto telah diterbitkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan nanti pada awal tahun 2024 akan berada dalam pengaturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi industri kripto untuk terus berkembang di Indonesia. Upaya-upaya tersebut membuahkan hasil. Perkembangan nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia pada Januari hingga Maret 2024 pun sudah mencapai Rp158,84 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2023 sebesar Rp38,48 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia. Dari sisi pelanggan, Bappebti mencatat jumlah pelanggan aset kripto sampai dengan Maret 2024 lebih dari 19,7 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang mulai berinvestasi di aset kripto. "Pertumbuhan pesat industri kripto di Indonesia menunjukkan potensi besar teknologi blockchain untuk memajukan berbagai sektor di Indonesia. Dengan dukungan regulasi yang jelas dan edukasi yang berkelanjutan, industri kripto di Indonesia diprediksi akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," jelas Yudho. Peningkatan Edukasi Lebih lanjut, Yudho menjelaskan kekhawatiran utama masyarakat awam adalah maraknya penipuan berkedok kripto. Untuk itu, edukasi menjadi kunci. "Penting bagi masyarakat untuk memahami betul apa itu kripto sebelum berinvestasi. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat," tuturnya. Berikut beberapa tips untuk terhindar dari penipuan berkedok kripto, yakni: 1. Pelajari informasi dasar tentang kripto. Pastikan Anda memahami cara kerja kripto, jenis-jenisnya, dan risikonya sebelum berinvestasi. 2. Pilih platform investasi kripto yang terpercaya. Pastikan platform tersebut terdaftar di Bappebti dan memiliki sistem keamanan yang mumpuni. 3. Jangan tergoda dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan patut dicurigai. 4. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi di proyek kripto. Pastikan proyek tersebut memiliki tim yang kredibel dan whitepaper yang jelas. 5. Jangan pernah membagikan kunci pribadi Anda kepada siapa pun. Kunci pribadi Anda adalah kunci untuk mengakses aset kripto Anda. Aset kripto memiliki potensi besar untuk membawa manfaat bagi banyak orang. Dengan edukasi dan kehati-hatian, kita dapat memaksimalkan potensi kripto dan meminimalisir risiko penipuan. "Kami, sebagai pelaku usaha, bersama pemerintah, berkomitmen untuk mendukung industri kripto dengan terus meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat. Kami menyelenggarakan berbagai program edukasi dan pelatihan salah satunya dalam program Bulan Literasi Kripto pada Mei ini untuk meningkatkan pemahaman tentang teknologi blockchain dan aset kripto," beber Yudho, sekaligus Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI). Bulan Literasi Kripto (BLK) serangkaian acara yang berlangsung satu bulan dan diadakan setiap tahun. Acara ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang kuat terhadap industri kripto serta memastikan cara berinvestasi yang aman untuk inklusi finansial, sambil mendorong pemberdayaan teknologi di Indonesia. Di tahun ini, Tokocrypto mendukung sepenuhnya dan menjadi salah satu sponsor acara BLK 2024. Rangkaian BLK 2024 akan gelar road show yang dilakukan di berbagai kampus di lima kota besar di Indonesia, termasuk Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Medan, mulai 6 hingga 29 Mei 2024. Program ini akan difokuskan pada peningkatan literasi dan edukasi tentang blockchain dan aset kripto secara luas di kalangan masyarakat Indonesia, serta berinteraksi secara langsung dengan komunitas yang terlibat dalam ekosistem blockchain dan aset kripto. Kontak: Bianda Ludwianto - Public Relations Tokocrypto +62856-9267-2993 bianda@tokocrypto.com